Monday, 5 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Cemburu, Suami Tega Habisi Istri Mengandung 7 Bulan Saat Tidur Lelap

BALIILU Tayang

:

sumarjaya
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya, S.H., M.H. bersama Sat Reskrim Polres Buleleng saat konferensi pers, Selasa (1/11/2022) di Mapolres Buleleng. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Awalnya hubungan rumah tangga terduga pelaku Putu Ar (42) dengan istrinya (korban) Luh Suteni (40) baik-baik saja sehingga dari perkawinan yang dilangsungkan memiliki 2 orang anak dan korban sedang mengandung anak ketiga yang diperkirakan umur kandungannya sudah 7 bulan.

Namun hubungan rumah tangga yang sudah dijalin sejak tahun 2007 tidak berjalan dengan harmonis dan sering terjadi pertengkaran dan cekcok dalam kehidupannya sehari-hari.

Demikian keterangan Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya, S.H., M.H. kepada media saat konferensi pers, Selasa (1/11/2022) di Mapolres Buleleng. Seijin Kapolres Buleleng, AKP Sumarjaya lanjut mengungkapkan, pada Kamis, 27 Oktober 2022 sekira pukul 16.30 Wita, saat Putu Ar sudah ada di rumah bersama dengan istrinya Luh Suteni, kembali terjadi keributan namun korban Luh Suteni saat itu hanya diam saja tidak mau meladeni omelan suaminya.

Akhirnya, keributan yang terjadi pada saat itu tidak menemukan jalan keluar. Terduga pelaku Putu Ar pun merasa gelisah dan tetap dalam keadaan emosi.

suamrjaya
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya, S.H., M.H. menunjukkan golok yang digunakan pelaku saat konferensi pers, Selasa (1/11/2022) di Mapolres Buleleng. (Foto: Ist)

Sumarjaya menuturkan, suami istri kemudian tidur dalam satu kamar.  Pada saat korban tertidur lelap dan terduga pelaku masih terjaga sekitar pukul 01.30 Wita, Jumat, 28 Oktober 2022, langsung terduga pelaku mendekap hidung dan mulut korban dengan menggunakan tangan kiri, dan tangan kanan pelaku mencekik leher korban sampai korban lemas.

Terduga pelaku masih belum puas atas perbuatan yang dilakukannya tersebut. Pelaku kemudian keluar kamar dan  mengambil alu (alat penumbuk padi) di gudang yang ada di rumah pelaku. Dengan alu tersebut pelaku memukul ke bagian kanan wajah korban sebanyak tiga kali sampai bersimbah darah. Pelaku kemudian meninggalkan korban untuk menaruh alu ke gudang dan kembali mengambil sebilah golok di gudang dan masuk ke kamar menemui korban yang sudah bersimbah darah. Pelaku dengan menggunakan golok langsung menggorok leher sebelah kanan korban sampai diyakini korban meninggal dunia. ‘’Kemudian pelaku keluar rumah menuju rumah pamannya yang bernama Ketut Arnaya (56) tinggal di Sambangan,’’ ujar Sumarjaya.

Sesaat pelaku melakukan perbuatannya tersebut diketahui oleh orangtua pelaku sendiri yaitu Luh Prensi yang keluar rumah dan berteriak minta tolong kepada warga sekitarnya dan warga berdatangan namun belum berani melihat dan mendekati korban. Warga menunggu petugas Kepolisian datang ke TKP di rumah pelaku di Banjar Dinas Dauh Margi, Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

‘’Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, untuk sementara pelaku melakukan perbuatan tersebut karena rasa cemburu dengan korban,’’ ucap Sumarjaya.

Setelah korban dimintakan VER dan dari hasil lisan yang disampaikan tim medis sementara, dijelaskan bahwa korban sedang mengandung anak dengan usia kandungan 7 bulan dan anak dalam kandungan tersebut juga dinyatakan telah meninggal dunia.

Dalam perkara ini yang dijadikan barang bukti berupa 1 (satu) bilah golok, 1 (satu) buah alu kayu (alat penumbuk padi), 1 (satu) potong celana dalam warna kuning, 1 (satu) potong daster warna merah dan 1 (satu) potong seprai warna merah motif tayo.

Sumarjaya menyampaikan, terhadap pelaku disangka telah melakukan tindak pidana dengan sengaja telah menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana dimaksud dalam rumusan Primer Pasal 340 KUHP, ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara, subsider Pasal 338 KUHP, ancaman hukuman 15 tahun penjara, subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP, ancaman hukuman 7 tahun penjara.  Dan Pasal 44 ayat 3 UURI No. 23 tahun 2004 tentang KDRT ancaman hukuman 15 tahun penjara. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Tukang Poles Cat Mobil Maling Motor, Ditangkap Resmob Polsek Denbar

Published

on

By

curi
Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra A, S.IK., M.H saat konferensi pers. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Berawal dari anak korban Ni Wayan EE yang kehilangan sepeda motor jenis Vespa Piaggio saat diparkir di areal parkir salah satu pujasera yang berlokasi di Jl. Sudirman Denpasar, Kamis (17/11/2022) pagi.

Atas kejadian tersebut korban kemudian melaporkan musibah yang dialaminya ke Polsek Denpasar Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berbekal dari laporan polisi yang dibuat oleh korban kemudian team Resmob Polsek Denpasar Barat (Denbar) yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Kevin Mario Immanuel, S.Tr.K, bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan kemudian berhasil diamankan seorang laki-laki yang bernama Anang WQ beserta satu unit sepeda motor jenis Vespa Piaggio, warna kuning, tahun 2017, DK 3042 AAK, dimana menurut pengakuannya menerima gadai dari tersangka BWP yang beralamat di Dusun Kletek Sidoarjo Jawa Timur.

Tidak menunggu waktu lama team Resmob berangkat menuju Sidoarjo dan berhasil mengamankan tersangka BWP yang bekerja sebagai tukang poles cat mobil, yang juga seorang residivis untuk selanjutnya digiring ke Polsek Denpasar Barat.

Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa 1 (satu) unit  sepeda motor  Vespa Piagio warna kuning, DK 3042 AAK, Noka : RP8m66700HV005294, Nomor mesin : M66BM5011172,  tahun 2017, 1 (satu) lembar STNK  Sepeda motor Vespa Viagio, warna kuning,  DK 3042 AAK, atas nama  Ni Nyoman  Sri Purnami, SE., 1 (satu ) buah kunci, uang tunai Rp. 200,000 dan 1 buah HP  merek iPhone warna putih.

Saat diwawancarai setelah menggelar pres release terhadap kasus ini pada Rabu (30/11), Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra A, S.IK., M.H menyampaikan, “Ini merupakan komitmen kami untuk menindaklanjuti perintah Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.IK., M.Si untuk tidak segan-segan memberikan tindakan tegas terukur kepada setiap pelaku kejahatan jalanan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Denpasar’’.

Hal ini juga bertujuan untuk memberikan jaminan rasa aman bagi wisatawan baik lokal maupun domestik yang berlibur di Bali, bahwa Bali layak menjadi destinasi liburan yang aman dan bebas dari gangguan kriminalitas oleh pelaku-pelaku kejahatan,” imbuhnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polda Bali Gelar Rekonstruksi Adegan Pembunuhan GM Lestari

Published

on

By

adegan
Adegan RN saat akan membuang mayat GM Lestari. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Ditreskrimum Polda Bali bersama Kejaksaan Tinggi Bali, pada Kamis, 1 Desember 2022 menggelar rekonstruksi adegan kasus pembunuhan terhadap Gusti Mirah Lestari yang dilakukan oleh dua tersangka yakni Nova atau NSP (40) dan Rahman atau RN (28) di area Mapolda Bali.

‘’Ada sebanyak 30 adegan yang dilakukan dalam pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan ini dimana korban (Gusti Mirah Lestari) meninggal di Jembrana,’’ ucap Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si. kepada media usai rekonstruksi. Turut hadir Tim Reskrim Ditreskrimum Polda Bali dan I Bagus Putra Gede Agung dari Kejaksaan Tinggi Bali.

polda
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., bersama Tim Reskrim Ditreskrimum Polda Bali dan I Bagus Putra Gede Agung dari Kejaksaan Tinggi Bali saat konferensi pers, Kamis (1/12) di Mapolda Bali. (Foto: gs)

Pada 30 adegan rekonstruksi tersebut, Tim Reskrim mengungkapkan pembunuhan terlihat di adegan 25 sampai 29 hingga para pelaku membuang mayatnya di selokan. Upaya yang dilakukan oleh para pelaku untuk menghilangkan nyawa korban juga tampak berada di dalam mobil semua. Dikatakan, setelah rekonstruksi pihaknya akan berkoordinasi dengan kejaksaan. Hari ini juga ketika rekonstruksi adegan dilakukan, pihaknya mendatangkan pihak kejaksaan untuk melihat apakah pasal yang diterapkan sudah sesuai apa belum. Termasuk juga menghadirkan penasehat hukum dari tersangka karena ini merupakan salah satu hak dari tersangka didampingi oleh penasehat hukum.

Sementara IBP Gede Agung menyatakan pasal yang akan disangkakan nanti kita akan gali di persidangan. Untuk sementara pasal yang disangkakan memang sudah sesuai dengan penyidik. Pasalnya itu ada Pasal 338, 339, 340, dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup dan hukuman mati, dan perkembangannya kita lihat di persidangan nanti.

Berita sebelumnya terungkap pembunuh Gusti Mirah Lestari yang jasadnya ditemukan di got di Jalan Raya Denpasar – Gilimanuk di Desa Melaya, Jembrana, pelakunya ditangkap di Bandar Lampung pada Sabtu, 27 Agustus 2022.

Dari pengakuan pelaku Nova yang beralamat Kelurahan Pasir Gombong, Cikarang Utara, Bekasi Jabar dan Rahman alamat Kelurahan Munjuk Sampurna Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, diketahui motif pembunuhan ini adalah faktor ekonomi karena kedua pelaku ingin menguasai harta Gusti Mirah berupa mobil Honda Brio.

Pelaku Nova yang baru sebulan menjadi kekasih (berpacaran) korban Gusti Mirah Lestari awalnya mengajak Gusti Mirah untuk berjalan-jalan dan makan-makan di daerah Jimbaran. Setelah makan-makan, pelaku mengakui bahwa Gusti Mirah dieksekusi di dalam mobil dalam keadaan mobil masih melaju di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Diedarkan Jelang TB 2023, Polresta Denpasar Amankan 2.000 Butir Ekstasi dan 1 Kg Sabu

Published

on

By

kapolresta
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Pamungkas didampingi Kasat Narkoba AKP Mirza Gunawan, S.I.K. saat konferensi pers Senin (28/22). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar berhasil menyelamatkan 5.000 jiwa generasi muda dari narkoba dengan diamankannya 2.000 (dua ribu) butir ekstasi dengan berat bersih 744 gram dan 1 kilogram Sabu-sabu.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas., S.H., S.IK., M.Si. pelaku berinisial Andi P (40) asal Banyuwangi Jawa Timur diamankan petugas di Loby Hotel The Sun and Spa Jalan Lebak Bene Legian Kuta Badung pada Jumat (25/11/22) pukul 19.00 Wita.

“Saat pelaku dilakukan penggeledahan petugas menemukan 1 buah tas ransel yang berisi 2.000 butir ekstasi dan 1 plastik klip berisi Sabu-sabu,” ucap Kapolresta Denpasar didampingi  Kasat Narkoba AKP Mirza Gunawan, S.I.K. kepada media Senin (28/22).

Lebih lanjut dijelaskan terhadap tersangka dilakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumah tempat tinggal pelaku Jalan Raya Sempidi Gang Ilalang Kecamatan Mengwi Badung  dan di sana petugas menemukan di bawah wastafel dapur satu buah brankas berisi timbangan elektrik, sendok plastik, isolasi dan plastik klip kosong.

“Terhadap tersangka dikenakan Pasal 112 ayat 2 UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun paling lama 20 tahun penjara,” jelas Kombes Bambang Yugo.

Menurut keterangan tersangka barang terlarang tersebut didapatkan dari seseorang bernama Hery, tersangka diminta mengedarkan barang tersebut dengan upah dijanjikan sebesar Rp 100.000 per sekali tempel dan rencananya barang akan diedarkan menjelang perayaan tahun baru 2023. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca