Denpasar, baliilu.com
– Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan di semua sektor kehidupan
manusia di segala penjuru dunia. Wabah ini mengajarkan kita untuk membangun
semangat gotong-royong dalam satu perasaan dengan rasa solidaritas yang tinggi
melalui kemitraan dan tanggung jawab sosial seluruh pihak.
Sebagai upaya untuk menciptakan pola ketahanan pangan yang
terpadu, berkelanjutan dan tepat sasaran, Pemkot Denpasar melalui Bagian
Kerjasama Setda Kota Denpasar bersama Dinas Sosial Kota Denpasar membangun
kerjasama dengan pengelola Dapur Umum Peduli Sesama INTI Bali dalam uluran
tangan untuk kehidupan.
“Dapur Umum Peduli Sesama INTI Bali ini merupakan program
kemitraan yang murni menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR)
yang dikelola secara langsung dan bersinergi dalam tajuk uluran tangan untuk
kehidupan membantu sesama baik warga
yang sehat, warga yang terisolasi maupun warga yang benar-benar membutuhkan,”
ujar Kabag Kerjasama Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati di ruangan
kerjanya, Selasa (4/8-2020).
Lebih lanjut dikatakan, keberadaan Dapur Umum Peduli Sesama
INTI Bali merupakan pelayanan publik yang langsung dirasakan riil oleh
masyarakat. Setiap harinya dapur umum ini berkeliling ke desa-desa ataupun
kelurahan-kelurahan untuk membagikan nasi bungkus yang bernutrisi baik kepada
warga yang sehat sekaligus sosialisasi protokol kesehatan kepada warga tata
cara hidup sehat, membagikan nasi bungkus untuk warga yang terisolasi mandiri
akibat transmisi lokal.
“Semangat gotong-royong dalam satu perasaan harus tetap
berjalan secara kemitraan yang merupakan tanggung jawab sosial masing-masing
pihak untuk mewujudkan kemitraan antara Pemerintah Kota Denpasar kepada seluruh
pihak. Semangat gotong-royong melalui Dapur Umum Peduli Sesama INTI Bali sangat
diharapkan berperan untuk lebih mendalam menggugah untuk berkontribusi di dalam
menyelematkan warga di bidang pangan tanpa melihat agama, suku, ras dan
lainnya,” ujar Laxmy.
Pihaknya menyadari keberadaan Dapur Umum Peduli Sesama INTI
Bali yang berlokasi di Kelenteng Tri Dharma Pak Kit Kiong Jl. Palapa XIV No. 9
Sidakarya ini merupakan pelayanan publik yang riil yang sangat dirasakan
manfaatnya bagi warga Kota Denpasar. Tanpa disadari Dapur Umum ini juga
memberikan andil yang cukup besar bagi kesehatan warga Kota Denpasar yang
melakukan isolasi mandiri sembuh bertambah banyak.
“Dapur Umum Peduli Sesama INTI Bali ini telah bergerak
melalui dana CSR sejak pandemi Covid ini melanda Kota Denpasar bulan April sampai dengan saat ini secara terus-menerus
berkeliling ke desa desa dan kelurahan-kelurahan serta membuka rasa kepedulian
pihak ketiga untuk berpartisipasi di dalam donasi di dapur Umum INTI Bali,”
ungkapnya.
Koordinator Dapur Umum INTI Bali, Sudiarta Indrajaya
didampingi Perwakkilan Komunitas Tionghoa Bagansiapi-api, Salman menyampaikan Dapur
Umum ini merupakan sesuatu yang mulia sebagai tugas sosial untuk lebih membuka
jaringan kerjasama banyak pihak. Pembatasan Kegiatan Masyarakat diberlakukan
dan wajib dilaksanakan oleh seluruh
pihak juga patut didukung dengan bantuan sosial di bidang pangan dengan
menggunakan dana Corporate Social Responsibility sebagai tanggung jawab sosial
seluruh pihak, mengingat dana pemerintah tidak begitu cukup untuk membiayai
pandemi Covid-19.
Pihaknya menjelaskan, berbagai kegiatan telah dilaksanakan
mulai dari penyebaran nasi bungkus kepada warga yang terdampak Covid-19 di
seluruh desa/kelurahan, baik warga yang melakukan isolasi akibat transmisi
lokal, warga yang sehat dan tetap membutuhkan nutrisi yang sehat. Berbagai
pihak juga turut andil dalam aksi sosial ini, mulai dari kepolisian, ombudsman,
aparat desa/kelurahan serta satgas Covid di dalam penerapannya serta memberikan
semangat gotong-royong kebersamaan kepada masyarakat untuk menjaga imun tubuh.
“Dalam situasi ini diharapkan ketergugahan seluruh pihak di
dalam penyediaan pangan untuk masyarakat sangat dibutuhkan dengan jangkauan
yang lebih luas,” jelasnya.
Indrajaya menjelaskan resiko dan tantangan tentu saja
terjadi, dalam hal ini resikonya adalah
jumlah warga yang terkena Covid-19 masih terjadi akibat kurang kesadaran di
dalam penerapan protokol kesehatan. Masyarakat masih menganggap ini hal yang
biasa-biasa terjadi, namun tidak disadarinya jumlah transmisi lokal yang
meningkat tajam masih menghantui Kota Denpasar sebagai kota yang heterogen
dengan kepadatan penduduknya tersebar di empat kecamatan.
Pihaknya menambahkan, Dapur Umum INTI Bali ini juga melibatkan
pihak kepolisian di dalam penyediaan nasi bungkus serta Tim TAGANA Dinas Sosial
Kota Denpasar berkolaborasi dan menggunakan protokol kesehatan di dalam
penyajiannya termasuk pembagian di lapangan kepada warga Kota Denpasar serta
warga yang terisolasi. Selain itu, dalam pembagian nasi bungkus juga turut
disosialisasikan penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Hingga saat ini
setiap minggunya turut disiagakan 200 lebih nasi bungkus dengan total yang
sudah dibagikan per hari ini mencapai 50 ribu bungkus nasi.
‘’Semangat gotong-royong terus diupayakan tanpa mengenal
lelah untuk menggugah dalam satu perasaan Uluran Tangan Untuk Kehidupan dalam
kemitraan memerlukan sinergritas sesama akan ketulusan dan keikhlasan,”
jelasnya. (*/eka)