Saturday, 3 December 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pemelaspasan Pelinggih di Pura Dalem Tunon, Wabup Suiasa Ajak Krama Ngrastiti Covid-19 segera Berakhir

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa saat menghadiri karya melaspas pelinggih di Pura Dalem Tunon, Br. Gunung, Desa Abiansemal, Kamis (10/9).

Badung, baliilu.com – Komitmen Pemkab Badung dalam melestarikan seni, adat, agama, tradisi dan budaya sudah menjadi salah satu skala prioritas pembangunan di bumi keris tersebut. Komitmen ini diimplementasikan dengan senantiasa mendukung sekaligus menghadiri yadnya yang digelar masyarakat.

Meskipun di masa pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini, pemimpin Badung selalu menyempatkan diri untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, tentunya dengan menaati protokol kesehatan, begitu pula masyarakat yang melaksanakan yadnya. Seperti tampak kehadiran Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa pada karya melaspas pelinggih di Pura Dalem Tunon, Br. Gunung, Desa Abiansemal, Kamis (10/9). Pada kesempatan tersebut Wabup Suiasa didampingi Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Perbekel dan Bendesa Adat Abiansemal menyerahkan punia sebesar Rp. 15 juta. 

Wabup Suiasa merasa bahagia dapat hadir dan ikut ngrastiti pada upacara melaspas, sekaligus bertatap muka langsung dengan krama pengemong pura. Menurutnya sudah sepatutnya setelah melakukan perbaikan pelinggih dilanjutkan dengan upacara pemelaspas sebagai wujud penyucian bangunan linggih Ida Bhatara secara niskala. Secara sekala melalui upacara ini juga harus didasari dengan hati dan pikiran yang baik dan suci.

Di samping itu, Suiasa tetap meminta kepada krama untuk tetap menaati protokol kesehatan seperti selalu pakai masker, cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer, jaga jarak. Terlebih saat diberlakukannya new normal, kasus corona kian meningkat. “Kuncinya kembali kepada diri sendiri untuk selalu waspada dan taat protokol kesehatan,” imbuhnya. 

Lebih lanjut Suiasa mengajak krama yang hadir untuk ikut mendoakan agar pelaksanaan karya dapat berjalan baik, serta memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa terlebih Ida Bhatara yang berstana di Pura Dalem Tunon selalu memberikan keselamatan dan kesejahteraan kepada alam dan umat manusia. Tentunya berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. “Kami mengajak krama untuk ikut berdoa, ngrastiti semoga melalui karya ini Covid-19 nyomia, kembali ke tempatnya dan segera berakhir, sehingga krama kembali dapat melaksanakan swadarma seperti sedia kala,” jelas Suiasa.

Baca Juga  Gubernur Koster: Pariwisata Dibuka jika Bali Betul-betul Sehat

Sementara itu Kelian Pura Ketut Rintug melaporkan yadnya melaspas lan mecaru ini dilaksanakan serangkaian telah selesainya perbaikan pelinggih gedong dan kori agung di Pura Dalem Tunon. Perbaikan ini dananya bersumber dari swadaya krama pengemong serta dana punia dari para donatur dengan menghabiskan biaya sebesar Rp. 150 juta. Untuk pembangunan sebelumnya sudah mendapat bantuan dari Bapak Bupati Badung sebesar Rp. 2 M yang diarahkan untuk pembangunan lima buah pelinggih termasuk tembok penyengker. Rencana ke depan, pihaknya akan memperbaiki peliangan, bale pesandekan, apit surang, serta menyender tebing di sebelah pura. Mengenai Pengemong Pura berjumlah 76 sepaon, meliputi seluruh krama Br. Gunung, juga ada dari Br. Pande,  Br. Keraman,  Br. Aseman, Br. Bantan Buah dan dari Sangeh. (bt)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan

BUDAYA

Ny. Antari Jaya Negara Ajak Lansia “Tirta Yatra” ke Pura Tirta Empul

Published

on

By

Tirta Yatra
TP PKK Kota Denpasar saat mengadakan Tirta Yatra bersama ratusan lansia se -Kota Denpasar ke Pura Tirta Empul Tampaksiring dan Pura Samuan Tiga, Bedulu Gianyar pada Jumat (2/12). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – TP PKK Kota Denpasar mengadakan Tirta Yatra bersama ratusan lansia se -Kota Denpasar. Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengajak para lansia melakukan Tirta Yatra ke Pura Tirta Empul Tampaksiring  dan Pura Samuan Tiga, Bedulu Gianyar pada Jumat (2/12).

Ny. Antari Jaya Negara yang didampingi Istri Wakil Walikota Denpasar sekaligus Ketua GOW Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana sesaat sebelum kegiatan persembahyangan dimulai mengatakan, kegiatan Tirta Yatra ini dilakukan sebagai wujud syukur dan meningkatkan srada dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Kegiatan Tirta Yatra ini kami laksanakan sebagai wujud sradha dan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, juga sebagai ungkapan syukur atas segala anugrah-Nya yang telah diberikan kepada kami,” ungkap Ny. Antari Jaya Negara.

Menurut Ny. Antari Jaya Negara, Tirta Yatra ini dilaksanakan rutin oleh TP PKK Kota Denpasar juga dalam rangka penutupan serangkaian kegiatan Posyandu Paripurna tahun 2022.

“Banyak program dan kegiatan Posyandu Paripurna yang sudah kami laksanakan di tahun 2022. Tirta Yatra ini bisa dikatakan juga sebagai penutupan serangkaian kegiatan kami di tahun 2022, serta memohon kerahayuan agar di tahun depan kami bisa melaksanakan kegiatan dengan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Kegiatan Tirta Yatra ini sendiri diikuti oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota TP PKK se- Kecamatan Kota Denpasar yang dibagi menjadi 2 gelombang. Pada hari ini terdapat 2 kecamatan yaitu Kecamatan Denpasar Utara dan Denpasar Timur.  Persembahyangan dilaksanakan di dua tempat yakni di  Pura Tirta Empul, dimulai dari para lansia yang melukat kemudian dilanjutkan dengan sembahyang, dan di Pura Samuan Tiga Bedulu. (eka/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (23/9) di Denpasar, 1 Pasien Meninggal, Kasus Sembuh Melonjak 41 Orang

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat di Pura Dalem Sakenan

Walikota Jaya Negara: Wujud Syukur, Jaga Keseimbangan Alam Semesta Beserta Isinya

Published

on

By

Walikota
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekda IB Alit Wiradana saat mengikuti rangkaian Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat dan Mapakelem Kota Denpasar di Pura Dalem Sakenan, Serangan Denpasar bertepatan dengan Budha Kliwon Wuku Gumbreg, Sasih Kaenem, Rabu (30/11). (Foto : ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar menggelar Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat dan Mapakelem Kota Denpasar di Pura Dalem Sakenan, Kelurahan Serangan bertepatan dengan Budha Kliwon Wuku Gumbreg, Sasih Kaenem, Rabu (30/11). Kegiatan yang dilaksanakan sebagai wujud syukur sekaligus menjaga keseimbangan alam semesta ini turut dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Sekda IB Alit Wiradana. Tampak hadir pula Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar, perwakilan Forkopimda Kota Denpasar, OPD serta Bendesa Adat se-Kota Denpasar.

Diringi suara kekidungan dan gambelan Gong Gede Desa Adat Panjer, rangkaian Puncak Karya berlangsung khidmat yang diawali dengan pangilen Tari Rejang Sari dan Rejang Renteng dari WHDI Kecamatan Denpasar Selatan, dilanjutkan dengan Tari Baris Gede oleh Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar.

Selain itu turut dipentaskan Topeng Wali dan Tari Rejang Dewa. Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut turut ngayah megambel bersama Sekehe Gong Gede Desa Adat Panjer. Sementara itu, Ketua TP. PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Ketua GOW Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa turut ngayah Tari Rejang Renteng.

Adapun seluruh rangkaian puncak karya dipuput oleh Tri Sadhaka yakni Ida Pedanda Putra Telaga, Griya Telaga Gulingan Sanur, Ida Pedanda Gede Made Dharma Kerthi, Griya Budha Saraswati Taman Sari Batuan, Sukawati dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kerti Buana, Griya Batur Giri Murti, Denpasar. Usai pelaksanaan karya, Tirta Pemahayu Jagat turut ditunas oleh Bendesa Adat se-Kota Denpasar untuk dipercikan di seluruh wilayah desa adat dan pekarangan rumah masyarakat.

Baca Juga  Update Covid-19 (15/9) di Bali, 5 Pasien Meninggal, Persentase Sembuh 79,09 Persen

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan bahwa upacara ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat bersama Pemerintah Kota Denpasar untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Karya ini juga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat dan Mapakelem Kota Denpasar  ini merupakan wujud syukur serta sebuah upaya untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya, untuk itu mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana, serta seluruh masyarakat dan alam semesta beserta isinya terhindar dari penyakit dan marabahaya,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar IB Alit Antara menjelaskan, rangkaian pelaksanaan Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat Kota Denpasar diawali dengan Mapiuning Karya pada Tumpek Landep, 5 November lalu. Dilanjutkan dengan Mapepada dan Mendak Pakuluh yang dilaksanakan pada Senin (29/11). Sedangkan Puncak Karya Padudusan Agung Pemahayu Jagat dan Mapakelem Kota Denpasar dilaksanakan bertepatan dengan Budha Kliwon Wuku Gumbreg, Rabu (30/11).

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan Lontar Widhi Sastra Roga Sangara Bumi tujuan Pemahayu Jagat adalah untuk menjaga ketentraman dan mensejahterakan umat manusia. Hal ini dilaksanakan dengan memohon anugrah dengan menggelar upakara kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam menifestasinya sebagai Sang Hyang Baruna.

“Tentunya upcara ini merupakan wujud bhakti dan syukur dalam menetralisir gering atau wabah seperti Covid-19, gerubug pada hewan dan Sasap Merana pada tumbuhan, sehingga mampu terciptanya hubungan yang harmonis serta keseimbangan alam semesta sesuai dengan Tri Hita Karana,” ujarnya. (ags/eka/bi)

Baca Juga  Wabup Suiasa Terima IKAPPI, Harapkan Ikut Geliatkan UMKM Badung

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wagub Cok Ace Tutup Ubud Campuhan Budaya Tahun 2022 dengan Orasi Kebudayaan

Published

on

By

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menutup acara Ubud Campuhan Budaya Neoclassic Culture Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud, di Museum Puri Lukisan Ubud, Minggu (27/11). (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menutup acara Ubud Campuhan Budaya Neoclassic Culture Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Yayasan Janahita Mandala Ubud dengan membacakan Orasi Kebudayaan di hadapan puluhan undangan yang hadir langsung di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, pada Minggu (27/11/2022) malam. Dalam Orasi Kebudayaannya, Wagub Cok Ace tak henti-hentinya mengapresiasi inisiatif anak-anak muda, terutama yang dari Ubud, Gianyar akan semangatnya menjaga serta melestarikan kebudayaan Bali.

“Saya sangat terharu, perjuangan generasi saya dalam melestarikan kebudayaan, kini diteruskan oleh anak-anak kita, bahkan dengan cara yang lebih hebat lagi,” katanya pada acara yang turut juga dihadiri oleh Penglingsir Puri Ubud, Camat Ubud Ir. Suwija, Lurah Ubud I Gusti Ngurah Suastika, Perbekel di sekitar Kecamatan Ubud, serta puluhan anak muda Ubud.

Wagub Cok Ace yang juga merupakan tokoh Puri Ubud itu pun mengatakan kekaguman serta semangatnya menjadi pendamping Gubernur Bali Wayan Koster pada periode ini, karena semangat Gubernur Bali yang benar-benar ingin memproteksi budaya Bali bahkan menggaungkan hingga ke mancanegara. Dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster ingin membawa Bali menuju era baru tanpa meninggalkan taksu kebudayaan Bali itu sendiri.

“Saat ini kita hanya menggaungkan kebanggaan kita menjadi orang Bali, tinggal di Bali namun lupa menjalankan spirit dan menjaga taksu Bali itu sendiri. Saat ini, banyak anak muda yang sudah terdegradasi akan nilai-nilai budaya Bali, namun saya masih bangga masih banyak anak muda yang bersemangat menjaga alam, budaya dan manusia Bali yang sebenarnya,” jelasnya.

Ke depan, Wagub Cok Ace berharap spirit ini tidak luntur, bahkan makin membara. Ia menggugah anak-anak muda terutama dari Ubud untuk membangkitkan spirit itu mulai dari desa kecil ini, desa yang sudah sangat terkenal akan budayanya bahkan sejak Indonesia belum merdeka. “Desa yang berada di tengah pulau Bali, dan yang akan menyangga Bali dari segi seni, adat dan budaya,” imbuhnya. Ia pun mengajak anak-anak muda untuk lebih kreatif menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya. “Ke depan, setelah Pasar Ubud selesai mari kita buat Pesta Kesenian Ubud, atau mungkin kita ubah juga nama-nama jalan di Ubud sesuai dengan nama seniman dan budayawan dari sini,” tandasnya.

Baca Juga  Update Covid-19 (23/9) di Denpasar, 1 Pasien Meninggal, Kasus Sembuh Melonjak 41 Orang

Sementara Ketua Yayasan Janahita Mandala Ubud Cokorda Gde Agung Ichiro Sukawati menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak akan terselenggaranya acara ini. Menurutnya, Yayasan yang dipimpinnya bertujuan tidak hanya mengenalkan dan melestarikan kebudayaan, namun lebih dari itu pihaknya ingin mengajak anak-anak muda untuk berpikir dan bertindak secara kritis dan kreatif dalam mengembangkan kebudayaan kita. Menurutnya, perjalanan Yayasan ini masih sangat pendek, dan memerlukan dukungan banyak pihak untuk mencapai cita-cita luhur tersebut. Untuk itu, tak henti-hentinya ia berdoa dan berusaha agar semangatnya bersama Yayasan yang dipimpinnya bisa berkembang dan menular ke anak-anak muda lainnya.

Ketua Panitia Ubud Campuhan Budaya tahun 2022 Cokorda Gde Bayu Putra melaporkan bahwa Festival tersebut berlangsung selama tiga hari yaitu dari tanggal 25-27 Nopember 2022. Dalam perjalanannya Yayasan ini telah menerbitkan dua buah karya buku, sehingga acara ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada para penulis, editor dan kontributor buku-buku tersebut. Sama halnya dengan Ketua Yayasan Janahita Mandala Ubud, ia pun menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang pengenalan kebudayaan bagi pemuda, namun juga untuk memberikan ruang inovasi untuk mereka.

Pada acara malam tersebut juga dihadirkan karya tabuh bertajuk Jing-Jing yang diciptakan oleh Alm. Cokorda Agung Mas serta Pembacaan Kekawin Gajah Mada yang ditulis oleh Alm. Cokorda Gde Ngurah. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

sumpah pemuda pemkot
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
ucapan hut mangupura
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca