Thursday, 22 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Dari Rakor Kesiap-siagaan Hadapi Virus Corona, Wagub Cok Ace: Semua Informasi Harus Lebih Terbuka Sekarang

BALIILU Tayang

:

se
WAGUB COK ACE: Bersama Kadis Kesehatan Suarjaya dan Kadis Pariwisata Putu Astawa. (Foto:Ist)

Denpasar, baliilu.com – Setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuat pernyataan resmi terkait 2 warga Indonesia yang positif terjangkit virus corona, Pemerintah Provinsi Bali melalui Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) dalam rapat koordinasi kesiap-siagaan menghadapi virus corona di ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali Selasa (3/3-2020) menyatakan siap membeberkan usaha-usaha pemerintah provinsi dengan instansi terkait dalam rangka  menghadapi virus corona.

‘’Kita tidak bisa lagi menyatakan tidak terjadi apa-apa, meskipun jarak Jakarta dan Bali jauh, berbeda pulau namun kita semua adalah Indonesia dan ada laporan resmi bahwa sudah ada yang terjangkit di Indonesia,’’ terang Cok Ace.

Melihat situasi dan kondisi saat ini, lanjut Cok Ace, beberapa paradigma perlu diperbaiki. Semua informasi harus lebih terbuka sekarang, lewat media massa, media sosial dan media lain. Intinya, kita koordinasikan kesiapan fasilitas kesehatan di Bali, rumah sakit-rumah sakit bilamana ada orang yang terjangkit virus corona di Bali.

Sampai saat ini di Bali, ungkap Cok Ace, belum ada yang positif terjangkit virus corona. Dari 25 orang yang dalam pengawasan semuanya terbukti negatif, di samping ada 2 WN Jepang (salah satunya sudah menunjukkan gejala kesembuhan) yang masih harus menunggu hasil lab. ‘’Namun kita tetap harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, kesiapan-kesiapan sarana kesehatan, seperti tempat perawatan dan ruang isolasi khusus untuk menangani pasien terdampak,’’ ujarnya.

Tempat tidur di ruang isolasi yang disiapkan sampai saat ini, di RS Sanglah ada 18  tempat tidur (dengan 4 tempat tidur isolasi dilengkapi ruang bertekanan negatif standar WHO), di RS Sanjiwani Gianyar ada 3 ruang isolasi plus  9 tempat tidur dan RSUD Tabanan ada 7 tempat tidur (2 ruang isolasi). Jumlah ini sangat mungkin akan terus ditambah andaikata ada kebutuhan.

Baca Juga  Gubernur Koster Bantah Tolak KM Splendor Turunkan PMI Asal Bali di Pelabuhan Benoa

 ‘’Kita juga menyiapkan skenario dan skema andaikata terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya jika ada pasien sejumlah 50 orang, lalu jika mencapai angka 100 orang , di atas 200 orang dan seterusnya, skemanya sudah ada. Namun saat ini kita fokuskan dulu di 3 rumah sakit rujukan ini dulu,’’ ungkap Cok Ace.

Lebih lanjut dikatakan Cok Ace juga menyiapkan skenario untuk mem-blok satu rumah sakit bilamana terjadi banyak kasus. RS Universitas Udayana di Jimbaran, siap dengan kapasitas 100 pasien, lalu ada RS Bali Mandara berkapasitas 200 pasien. Ini kemungkinan terburuk.

‘’Namun sebenarnya untuk saat ini, RS di masing-masing kabupaten pun saya rasa sudah punya fasilitas untuk isolasi pasien. Persiapan di Bali, dan pengadaan untuk tempat tidur khusus untuk menangani pasien terindikasi corona secara umum saya kira sudah siap,’’ ujarnya.  

Demikian pula dengan kebersihan dan mekanisme alur penumpang di Bandara untuk mengantisipasi orang yang masuk ke Bali, juga sudah dilakukan dengan SOP benar dan maksimal. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebih. Persiapan di Bandara Ngurah Rai terpasang 3 thermo scanner, di Pelabuhan Benoa 1 thermo scanner.

‘’Semuanya mekanisme tersebut kita buka untuk diketahui bersama dan meyakinkan wisatawan bahwa pelayanan kita, kesiap-siagaan kita di Bali sudah memenuhi syarat semua. Membuat mereka merasa nyaman. Kita saat ini sosialisasikan bahwa kita sangat siap dengan kondisi dimana virus corona ini merebak. Semua instansi berupaya untuk mendukung,’’ terangnya.

Satu hal yang harus diketahui terutama oleh masyarakat bahwa pasien terjangkit virus corona ini mempunyai kemungkinan sembuh yang tinggi, hingga 98 persen. Hanya memang penyebarannya sangat cepat. Kemungkinan sembuhnya sangat tinggi.

de
HADIR: Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, jajaran otoritas Bandara Ngurah Rai, Angkasa Pura, Pelindo III, Direktur RS Sanglah, RS Sanjiwani dan RS Tabanan. (Foto:Ist)

‘’Kami juga menghimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan masker, penimbunan akan ditindak tegas. Masker juga jangan disalahgunakan karena peruntukannya hanya untuk sekali pakai. Jika perlu, masker yang sudah digunakan langsung dipotong agar tidak ada pihak yang mendaur ulang,’’ imbaunya seraya mengingatkan menjaga selalu kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar, untuk meningkatkan imunitas tubuh kita.

Baca Juga  Update Covid-19 (3/9) di Bali, 4 Pasien Meninggal Dunia, Kasus Positif Bertambah 174 Orang

Kadis Kesehatan dr. I Ketut Suarjaya memaparkan pasien dalam pengawasan (menunjukkan gejala, namun masih menunggu hasil lab, red) di RS Sanglah ada 2 orang, di RS Tabanan 1 orang, di RS Mangusada ada 1, di RS Sanjiwani Gianyar ada 3. Mereka ini mengalami gejala-gejala seperti flu, namun masih dalam observasi. Kita melakukan dua kali uji lab selama 2 hari.

Terkait orang dalam pemantauan saat ini jumlahnya ada 13 orang dimana kebanyakan sempat bepergian ke luar negeri namun tidak menunjukkan gejala seperti dimaksud. Tetap kita pantau, meskipun semuanya dalam kondisi sehat dan sudah melewati masa inkubasi virus. Semuanya juga sudah dicek lab, dan jika negatif berarti mereka ini sudah clear.

Diungkapkan jumlah kasus keseluruhan sampai 3 Maret 2020 tercatat pasien dalam pengawasan 29 orang, sudah keluar hasil lab 22 orang hasil negatif, menunggu hasil lab 7 orang. Sedangkan jumlah kasus dalam pengawasan hari ini tanggal 3 Maret 2020:  RSUP Sanglah: 3 orang (bayi 11 bulan, laki-laki, Jepang; 72 tahun perempuan Indonesia; 23 tahun laki-laki, Jepang), RSUD Sanjiwani Gianyar : 3 orang (34 tahun, perempuan, Rusia; 69 tahun, perempuan, Denmark; 68 tahun, laki-laki, Denmark), RSUD Wangaya : 1 orang (66 tahun, laki-laki, Indonesia), termasuk keluarga orang-orang yang dalam pengawasan, mereka terus dipantau oleh petugas kesehatan. ‘’Kita tetap atensi resiko-resiko, terutama jika ada notifikasi dari negara-negara sahabat terkait warganya yang berkunjung ke Bali,’’ ujar Suarjaya.

Kepada masyarakat, Suarjaya mengajak untuk menjaga kesehatan dan lingkugan sekitar agar tetap bersih. Virus memang belum ada obatnya sampai saat ini namun kuncinya ada pada imunitas tubuh kita.

Turut hadir, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, jajaran otoritas Bandara Ngurah Rai, Angkasa Pura, Pelindo III, Direktur RS Sanglah, RS Sanjiwani dan RS Tabanan. (*/balu1)

Baca Juga  Update Covid-19 Kamis (30/4) Sembuh 17 Orang, 400-an Reaktif Covid-19 di Serokadan, Dewa Indra: Langsung Uji Swab untuk Pastikan Positif

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Pemkot Gelar Vaksinasi, Sterilisasi dan Konsultasi Gratis untuk HPR

Published

on

By

vaksinasi gratis di lapangan lumintang denpasar
VAKSINASI: Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat meninjau vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan dan sterilisasi gratis, Selasa (20/2) di Parkir Utara Lapangan Lumintang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Serangkaian HUT ke-236 Kota Denpasar, Dinas Pertanian Kota Denpasar bekerjasama dengan Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare) dan Seva Buana menggelar vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan dan sterilisasi gratis, Selasa (20/2) di Parkir Utara Lapangan Lumintang.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana hadir meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies yang tampak sejak pagi telah dihadiri masyarakat membawa binatang kesayangan, serta melaksanakan pendaftaran yang telah dimulai pada Pukul 09.00 Wita.

Sekda Alit Wiradana didampingi Kadis Pertanian, AA Gede Bayu Brahmasta didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Made Suparmi menjelaskan, pelaksanaan pelayanan vaksinasi rabies seperti anjing, kucing dan kera/monyet dalam rangka memperingati HUT ke-236 Kota Denpasar, dimana kegiatan dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 20-21 Februari 2024.

Kadis Pertanian, AA Gede Bayu Brahmasta menambahkan kegiatan vaksinasi ini untuk mengantisipasi Hewan Pembawa Rabies (HPR), serta mendukung terciptanya kesehatan hewan yang berkelanjutan di Kota Denpasar, dengan target 90% dari populasi HPR akan tervaksinasi.

“Vaksinasi rabies ini dilaksanakan untuk memastikan kesehatan HPR dan bebas rabies di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, hasil dari pelaksanaan vaksinasi pada hari pertama yakni sebanyak 75 ekor anjing dan 12 ekor kucing. Terdapat pula sejumlah 20 ekor anjing dan 1 ekor kucing melakukan konsultasi kesehatan dan 25 ekor anjing dan 3 ekor kucing dilakukan sterilisasi.

“Kami berharap masyarakat Kota Denpasar yang memiliki hewan kesayangan dapat memanfaatkan layanan vaksinasi rabies gratis ini serta dapat menghubungi Distan Kota Denpasar Bidang Kesehatan Hewan, atau dapat melihat jadwal di masing-masing desa/kelurahan,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Pasien Sembuh Melonjak 46 Orang

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Deteksi Kanker Sejak Dini, Ny. Antari Jaya Negara Ajak Para Wanita Rutin Lakukan Test IVA

Published

on

By

gebyar test iva denpasar
GEBYAR IVA TEST: Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat meninjau pelaksanaan Gebyar IVA Test  yang diinisiasi Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan, bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI), yang digelar di Puskesmas Pembantu Penatih, pada Senin (19/2) pagi.  (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyerukan ajakan untuk mengikuti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test, sebagai sebuah langkah deteksi awal kanker serviks, kepada para wanita.

Hal ini diungkapkan Antari Jaya Negara saat meninjau pelaksanaan Gebyar IVA Test yang diinisiasi Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan, bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI), yang digelar di Puskesmas Pembantu Penatih, pada Senin (19/2) pagi.

Hadir mendampingi saat peninjauan itu, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati.

“Saya mendorong kepada para wanita di Kota Denpasar untuk mau ikut pemeriksaan ini, sebagai upaya untuk mencegah terjangkitnya kanker tersebut dalam tubuh kita,” ungkapnya.

Selain itu, Antari Jaya Negara juga mengimbau, para wanita agar secara rutin melakukan test SADARI untuk deteksi kanker pada payudara. “Upaya lain yang kita bisa lakukan adalah test SADARI, yakni untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini,” lanjut Antari Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candarawati memaparkan, penyelenggaraan Gebyar IVA ini adalah sinergitas dengan Yayasan Kanker Indonesia yang digagas untuk memperingati Hari Kanker Sedunia.

“Tema Hari Kanker Sedunia tahun ini adalah Close the Care Gap yang artinya akhiri kesenjangan perawatan penderita kanker. Kita bekerjasama dengan YKI agar bisa memfasilitasi pemeriksaan bagi para wanita,” kata dr. Candrawati.

Selebihnya, dr. Candrawati juga menyampaikan, agar para wanita tetap menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengurangi konsumsi makanan siap saji, serta penggunaan bahan kimia di area organ vital wanita. (eka/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 Kamis (30/4) Sembuh 17 Orang, 400-an Reaktif Covid-19 di Serokadan, Dewa Indra: Langsung Uji Swab untuk Pastikan Positif

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Harap Pertahankan Predikat WBBM, Menteri PAN-RB RI Tinjau Langsung RS Mata Bali Mandara

Published

on

By

mata
TINJAU RS: MenPAN RB Abdullah Azwar Anas saat meninjau langsung RS Mata Bali Mandara, Denpasar pada Selasa (5/12) siang. (Foto: Hms Pemprov)

Denpasar, baliilu.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengharapkan jajaran pimpinan, pengelola serta karyawan Rumah Sakit Mata Bali Mandara bisa mempertahankan Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Saya harap RS Mata Bali Mandara kedepannya bisa mempertahankan predikat ini,” kata MenPAN RB saat meninjau langsung RS Mata Bali Mandara, Denpasar pada Selasa (5/12) siang.

MenPAN-RB sendiri mengatakan untuk mencapai predikat tersebut diperlukan usaha yang tidak mudah, dengan berbagai proses penilaian serta survei yang dilakukan secara bertahap hingga akhirnya predikat tersebut bisa diberikan kepada suatu instansi. Predikat tersebut menunjukkan pula bahwa instansi terkait melaksanakan reformasi birokrasi dengan sangat baik, dengan telah memenuhi sebagian besar kriteria proses perbaikan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Untuk itu saya ucapkan selamat dan mudah-mudahan hal ini bisa menjadi contoh bagi Rumah Sakit ataupun instansi lainnya,” tukas MenPAN-RB.

Dalam kunjungannya MenPAN-RB Azwar Anas mencoba langsung sejumlah layanan yang diberikan RS Mata Bali Mandara  salah satunya adalah sistem pendaftaran mandiri (KIOSK).  Sistem ini membuat pasien tidak perlu mengantri di loket pendaftaran karena pasien dapat melakukan pendaftaran di anjungan pendaftaran mandiri dengan menscan kartu berobat dan memilih dokter yang akan dikunjungi.

Direktur RS Mata Bali Mandara Provinsi Bali dr. Ni Made Yuniti dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan kepada MenPAN-RB pelayanan RSMBM telah mengimplementasikan smart hospital yang terdiri dari digitalisasi layanan, manajemen dan juga digitalisasi pengawasan yang terintegrasi. “Digitalisasi pelayanan dilakukan mulai dari pendaftaran online, e-rekam medis, e-resep, dan e-payment. Untuk proses pengawasan dan pengendalian, RS Mata Bali Mandara melakukan digitalisasi berupa SIPRIMA yang berfungsi untuk proses manajemen risiko, SI EDIS CETAR untuk proses SPJ, SISMADAK untuk pemantauan indikator mutu serta SIKEDOK dan SIKIPER yang digunakan untuk evaluasi kinerja dokter dan perawat,” jelasnya.

Baca Juga  Update Covid-19 Kamis (30/4) Sembuh 17 Orang, 400-an Reaktif Covid-19 di Serokadan, Dewa Indra: Langsung Uji Swab untuk Pastikan Positif

Nampak pula dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,  Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali, Ketut Nayaka, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom serta Plt Direktur RSUD Bali Mandara dr. Ketut Suarjaya. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca