Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Denpasar Education Festival Perkuat Pendidikan Karakter Melalui Implementasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di Bali

BALIILU Tayang

:

DEF 2026
DEF: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar menyelenggarakan Denpasar Education Festival (DEF) Tahun 2026 yang berlangsung mulai tanggal 6 Mei 2026 dengan puncaknya pada 7 Mei 2026. (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar menyelenggarakan Denpasar Education Festival (DEF) Tahun 2026. Rangkaian kegiatan DEF ini berlangsung mulai tanggal 6 Mei 2026 dengan puncaknya pada 7 Mei 2026 yang merupakan bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional. Pada kegiatan DEF ini juga dikolaborasikan dengan penguatan implementasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di lingkungan pendidikan secara terstruktur, inovatif, dan berkelanjutan.

Rangkaian pembukaan DEF 2026 pada tanggal 6 Mei 2026 diawali dengan pencatatan Rekor MURI “Yoga Asana dengan Formasi CBP” yang diikuti oleh 238 sekolah dengan total 12.053 siswa se-Kota Denpasar. Pelaksanaan yoga dilakukan secara serentak di masing-masing sekolah dan dipusatkan di Lapangan Taman Kota Lumintang. Kegiatan tersebut menjadi simbol integrasi antara pendidikan karakter, kesehatan mental, budaya lokal Bali, serta penguatan nilai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada generasi muda di Kota Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. Anak Agung Gede Wiratama, M.Ag., menyerahkan Surat Edaran Nomor 400.3/9113/Disdikpora tentang Implementasi Program Sekolah Rintisan CBP Rupiah di Kota Denpasar kepada Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto. Penyerahan surat edaran menjadi tonggak sejarah implementasi Program CBP Rupiah pertama di Indonesia dalam kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah di Kota Denpasar. Sekolah Rintisan CBP Rupiah akan memperkuat materi intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah secara berkelanjutan dalam seluruh ekosistem pendidikan.

Puncak acara DEF 2026 diselenggarakan pada tanggal 7 Mei 2026 dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani; Walikota Denpasar, Gusti Ngurah Jayanegara; dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; beserta seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar. Kehadiran Menteri Mendikdasmen beserta Kepala Daerah, serta jajaran forkopimda Kota Denpasar menunjukkan tingginya komitmen bersama dalam mendukung transformasi pendidikan dan penguatan literasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di Kota Denpasar pada khususnya dan di Provinsi Bali pada umumnya.

Baca Juga  Peringati Hari Sumpah Pemuda, BI Bali Bangkitkan Semangat Pemuda Melalui ''Leadership Practice'' GenBI

Pada sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus mendorong kampanye CBP Rupiah kepada masyarakat luas, termasuk di tingkat pendidikan dasar dan menengah, melalui sinergi bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar. Menurutnya, CBP Rupiah tidak hanya berbicara mengenai uang, tetapi juga merupakan gerakan membangun karakter bangsa dan literasi ekonomi generasi muda.

Achris Sarwani juga menyampaikan bahwa terdapat dua capaian penting DEF 2026 yang layak dicatat dalam Rekor Dunia MURI. Pertama, “Sekolah Rintisan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Pertama di Indonesia” yang melibatkan 17 sekolah di Kota Denpasar, terdiri dari 8 SD, 8 SMP, dan 1 sekolah internasional jenjang SD sebagai role model implementasi CBP Rupiah secara menyeluruh melalui intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah. Kedua, “Gebyar Yoga Asana dengan Formasi CBP” yang melibatkan 238 sekolah dan 12.053 pelajar serta mahasiswa sebagai inovasi kampanye nasional CBP Rupiah yang mengintegrasikan budaya lokal Bali, kesehatan mental, dan penguatan karakter generasi muda.

Lebih lanjut, Achris Sarwani menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) atas dukungan pengembangan bahan ajar CBP Rupiah tingkat SD dan SMP sejak tahun 2024 di Kota Denpasar. Penyusunan bahan ajar tersebut dilakukan bersama tenaga pendidik di Kota Denpasar dan diperkuat dengan translasi huruf braille bagi siswa berkebutuhan khusus sebagai wujud dukungan pendidikan yang inklusif di seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mencintai Rupiah sebagai wujud kecintaan kepada negara, bangga terhadap Rupiah sebagai bentuk menjaga kedaulatan bangsa, dan memahami fungsi Rupiah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Kegiatan Usaha di Bali Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global

Selanjutnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyampaikan bahwa penyelenggaraan DEF 2026 sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan. Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Kota Denpasar dalam menghadirkan festival pendidikan yang inovatif dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Saya merasa sangat berbahagia dan menyampaikan apresiasi kepada selruh pihak yang terlibat atas penyelenggaraan Denpasar Education Festival Tahun 2026. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi ruang untuk membangun karakter, kreativitas, kepedulian lingkungan, dan kesadaran kebangsaan secara bersamaan,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain pencatatan Rekor MURI, DEF 2026 juga menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan edukasi yang mendorong inovasi dan kreativitas, antara lain CBP Championship yang meliputi BI STAR (Bank Indonesia Smart Tournament Academy Rupiah), lomba menggambar bertema CBP Rupiah, lomba mendongeng, serta Festival Karya CBP Rupiah yang menampilkan hasil karya siswa dari Sekolah Rintisan CBP Rupiah. Melalui kegiatan tersebut, akan meningkatkan kemampuan inovasi, kepemimpinan, serta kemampuan berpikir kritis para siswa dalam menerjemahkan nilai-nilai CBP Rupiah secara aplikatif dan kontekstual di dalam kehidupan sehari-hari.

Secara keseluruhan, Denpasar Education Festival Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, namun juga menjadi milestone strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat positioning Bali sebagai centre of excellence implementasi Program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di Indonesia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi TP Pembina Posyandu Prov. Bali Lakukan Aksi Nyata dari Desa untuk Masyarakat

Published

on

By

rai wahyuni sanjaya
AKSI SOSIAL: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat mengawal langsung pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ke-9 tahun 2026 Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar secara roadshow di dua desa di Kabupaten Tabanan, Senin (11/5). (Foto: Hms Tbn)  

Tabanan, baliilu.com – Energi kolaborasi kembali digaungkan dari pelosok desa. Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, mengawal langsung pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ke-9 tahun 2026 Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar secara roadshow di dua desa di Kabupaten Tabanan, Senin (11/5).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali beserta jajaran, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali dan Perangkat Daerah terkait, Kepala Perangkat Daerah terkait 6 SPM Kabupaten Tabanan, jajaran TP Posyandu Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg Timur dan Selemadeg beserta jajaran, hingga para Perbekel, pengurus TP Posyandu Desa, dan kader di Desa Mambang dan Serampingan.

Aksi sosial ini dipusatkan di dua lokasi, yakni di Balai Serbaguna Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, dan di Balai Serbaguna Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg. Di Desa Mambang terdapat 11 posyandu dengan 66 kader penerima bantuan, sementara di Desa Serampingan terdapat 6 posyandu dengan 72 kader yang turut menerima perhatian serupa.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi bantuan, namun juga memperkuat pembinaan kader di lapangan. “Bingkisan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dari Bapak Gubernur dan Ibu Ketua TP Posyandu Provinsi Bali. Setiap kader menerima 30 kilogram beras, tiga krat telur, dan dua kotak susu, dengan total mencapai 1,98 ton beras, 5.140 butir telur, dan 132 kotak susu,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa program “Membina dan Berbagi” dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten di Bali. “Dalam satu tahun, kegiatan ini ditargetkan berlangsung sebanyak 18 kali, dengan masing-masing kunjungan menyasar dua desa. Selain bantuan, pembinaan juga menjadi fokus utama, termasuk melalui program bina posyandu yang dilakukan dalam dua angkatan, yakni untuk tim pembina dan kader,” imbuh Dwi Dewata.

Baca Juga  Survei BI Bali Juni 2024, Optimisme Konsumen Tetap Kuat

Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya transformasi posyandu sebagai pusat layanan dasar terintegrasi. “Transformasi ini bertujuan menjadikan posyandu sebagai pusat layanan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi mencakup enam bidang pelayanan dasar demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada peran kelembagaan dan kader. “Kader memiliki dua peran utama, baik saat posyandu buka maupun tidak. Saat buka, fokus pada pelayanan enam bidang, sementara di luar itu kader tetap berperan aktif dalam pemantauan dan edukasi masyarakat,” tegas Agustina.

Sementara itu, Bunda Rai dalam sambutannya tampil penuh semangat, menegaskan pentingnya kesiapan kader dalam menghadapi tugas baru posyandu yang semakin luas. “Kita harus semangat dalam melaksanakan tugas baru yang luar biasa ini, karena pada akhirnya kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, perhatian dari pemerintah Provinsi menjadi suntikan motivasi besar bagi para kader. “Kader posyandu adalah garda terdepan dalam menyukseskan program, terutama dalam implementasi posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dukungan seperti ini tentu menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalankan tugas mulia,” imbuh Bunda Rai.

Bunda Rai juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan Pemprov Bali. Lebih jauh, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program serupa di tingkat Kabupaten. “Kami di Kabupaten juga mengemas aksi sosial ini dengan pendekatan yang selaras, karena kita satu kesatuan. Maka, program Provinsi kami lanjutkan di daerah, termasuk melalui kegiatan yang sudah berjalan di enam kecamatan dan akan terus berlanjut hingga seluruh wilayah terjangkau,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Bunda Rai menekankan, kegiatan tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga edukasi berkelanjutan. “Semua saling berkaitan, begitu juga dengan di PKK, kami terus melakukan sosialisasi, terutama terkait pengelolaan sampah dan transformasi posyandu enam SPM. Ini penting agar masyarakat memahami bahwa posyandu kini tidak hanya menimbang bayi, tetapi juga menjadi wadah aspirasi, layanan, dan solusi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga  BI Bali Dorong KUPVA BB Sambut Kebangkitan Pariwisata Melalui Digitalisasi

Di sisi lain, program Posyandu Kabupaten Tabanan telah diselaraskan dengan kebijakan provinsi, mulai dari sosialisasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas kelembagaan di semua tingkatan, hingga pelaksanaan enam bidang pelayanan dasar yang terintegrasi dengan perangkat daerah terkait. Melalui sinergi yang kuat antara Provinsi dan Kabupaten, serta peran aktif kader di lapangan. “Pemahaman masyarakat harus dibangun terus-menerus, sehingga mereka benar-benar merasakan manfaat Posyandu sebagai pusat layanan terintegrasi,” imbuh Bunda Rai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bali Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus

Published

on

By

hantavirus Bali
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus maupun suspek hantavirus di wilayah Bali. Meski demikian, pengawasan dan langkah preventif terus diperkuat menyusul laporan temuan kasus hantavirus di beberapa wilayah Indonesia.

Dalam pers rilis resmi di Denpasar, Selasa (12/5), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Penguatan surveilans dilakukan di berbagai pintu masuk, seperti bandara, pelabuhan, hingga area kerja yang dinilai memiliki risiko tinggi.

“Hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali,” kata dr. Anom.

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui paparan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi, termasuk debu yang terkontaminasi. Penyakit ini tidak menular antar manusia seperti COVID-19.

Gejala awal hantavirus disebut menyerupai flu berat, seperti demam, pusing, dan nyeri otot. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan guna mencegah berkembangnya populasi tikus. Warga juga diminta berhati-hati saat membersihkan rumah atau gudang yang lama tidak digunakan, dengan menggunakan masker dan sarung tangan serta menghindari menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering agar debu tidak beterbangan.

Selain itu, masyarakat yang mengalami demam tinggi disertai nyeri otot setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas kesehatan di seluruh Bali untuk memantau pasien dengan gejala flu berat yang memiliki riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan tidak bersih.

Baca Juga  Sarasehan KUPVA BB: Sinergi Lintas Instansi Sebagai Kunci Integritas Industri KUPVA BB di Bali

Langkah lain yang dilakukan meliputi pengetatan skrining terhadap pekerja migran maupun kru kapal pesiar yang kembali ke Bali, serta edukasi kepada masyarakat terkait penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI guna memantau perkembangan situasi secara real-time. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

20 Ribu Lebih Seniman Terlibat di Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026, Gubernur Koster Minta Dikelola Profesional dan Berkualitas

Harus Jadi Kebanggaan Bali dan Menarik Perhatian Wisatawan Dunia

Loading

Published

on

By

pkb 2026
RAPAT PLENO: Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan pada Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026, Selasa (12/5) pagi di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) kembali digelar sebagai ajang seni budaya terbesar di Bali. Event tahunan yang menjadi etalase seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat Bali itu akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026, Selasa (12/5) pagi di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar menyampaikan jika Pesta Kesenian Bali (PKB) harus dikelola secara profesional dan berkualitas karena tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bali, tetapi juga mendapat perhatian internasional mengingat PKB sebagai ajang pelestarian seni, budaya, dan identitas Bali di mata dunia.

Gubernur Koster yang pada kesempatan ini juga didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menjelaskan bahwa sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Bali, pelaksanaan PKB dinilai belum berjalan optimal. Menurutnya, tema yang diusung kerap tidak selaras dengan pertunjukan yang ditampilkan. Selain itu, tata pelaksanaannya dianggap kurang rapi, belum terintegrasi, serta stand pameran UMKM masih dikenakan biaya.

Karena itu, setelah menjabat sebagai gubernur, Koster melakukan penataan dan perancangan ulang pelaksanaan Pesta Kesenian Bali agar lebih tertib, terkonsep, terintegrasi, dan mampu mencerminkan kualitas seni budaya Bali secara lebih baik.

“Dulu antara tema dengan yang ditampilkan sering tidak sesuai. Tata pelaksanaannya juga kurang rapi dan belum terintegrasi. Bahkan pameran UMKM berbayar, para perajin harus membayar stand untuk bisa tampil. Namun sejak saya menjadi Gubernur, stand pameran di Pesta Kesenian Bali digratiskan,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menegaskan tata kelola Pesta Kesenian Bali harus menjadi perhatian khusus agar pelaksanaannya berjalan tertib, aman, nyaman, dan berkualitas.

Baca Juga  Kegiatan Usaha di Bali Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global

Ia menyoroti pentingnya penanganan kebersihan selama pelaksanaan PKB, baik oleh pengunjung maupun para pedagang. Pengunjung diminta tertib dan tidak membuang sampah sembarangan, sementara pedagang diimbau tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan di Bali.

Selain kebersihan, Koster juga menekankan aspek keamanan selama pelaksanaan PKB. Menurutnya, sistem keamanan harus dijaga dengan baik agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menghadiri berbagai rangkaian kegiatan seni dan budaya. Untuk mendukung hal tersebut, pemasangan CCTV di sejumlah titik dinilai penting guna meningkatkan pengawasan dan keamanan pengunjung.

Koster juga meminta keamanan makanan menjadi perhatian serius. Ia menegaskan seluruh makanan dan minuman yang dijual selama Pesta Kesenian Bali harus dipastikan aman serta tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat.

“Tak hanya itu, pendataan jumlah penonton yang hadir setiap hari juga perlu dilakukan secara tertib agar panitia dapat mengetahui tingkat kunjungan masyarakat selama pelaksanaan PKB berlangsung,” jelasnya.

Terkait pengelolaan parkir, Koster menilai kerja sama dengan desa adat di sekitar lokasi harus dibangun secara baik dan terintegrasi guna mendukung kelancaran serta kenyamanan pengunjung yang datang ke Pesta Kesenian Bali.

Koster menyampaikan bahwa keseluruhan rangkaian acara Pesta Kesenian Bali pada tahun ini sudah sangat padat dan dinilai mencerminkan implementasi Peraturan Daerah tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan PKB dapat berjalan lancar dan sukses. Koster juga menegaskan berbagai kekurangan yang terjadi pada pelaksanaan tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terulang pada penyelenggaraan berikutnya.

“Setiap tahun harus ada kemajuan yang lebih baik agar kualitas PKB terus meningkat dan tujuan pelaksanaannya bisa tercapai dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Sarasehan KUPVA BB: Sinergi Lintas Instansi Sebagai Kunci Integritas Industri KUPVA BB di Bali

Harap Dibuka Presiden

Koster menambahkan, konsistensi pelaksanaan PKB setiap tahun menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali. Ia menyebut hanya Bali yang mampu melaksanakan pesta kesenian daerah secara rutin dan berkelanjutan setiap tahun sebagai bagian dari upaya pelestarian seni, adat, dan budaya daerah.

“Saya berharap Presiden Prabowo Subianto bisa hadir membuka pawai Pesta Kesenian Bali,” tutupnya.

Usung Tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” Diikuti 20.929 Seniman dari 673 Sekaa 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Alit Suryana dalam laporannya menyampaikan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna Memuliakan Jiwa Paripurna. Tema ini berfokus pada penyucian jiwa, nilai refleksi, dan pemuliaan diri melalui aktivitas seni yang berkaitan dengan kesucian.

“Tema ini dimaknai sebagai upaya pemuliaan jiwa manusia menuju keadaan yang paripurna, jernih, dan suci. Dalam perspektif kosmologi Bali, Atma Kertih dimaknai sebagai proses penyucian dan peneguhan kualitas batin manusia agar selaras dengan nilai-nilai kebenaran, kebijaksanaan, dan harmoni semesta,” ungkapnya.

Melalui tema ini, Pesta Kesenian Bali menegaskan peran seni dan budaya sebagai medium spiritual sekaligus ekspresi estetika yang menuntun manusia pada kesadaran diri yang luhur (sidha parisudha), yakni jiwa yang telah mencapai kemurnian melalui olah rasa, cipta, dan karsa.

“Dengan demikian, karya-karya seni yang dihadirkan tidak hanya menjadi perayaan kreativitas, tetapi juga menjadi ruang refleksi kultural yang meneguhkan martabat manusia Bali dalam menjaga keseimbangan antara dimensi sakral, sosial, dan ekologis kehidupan, selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru,” terangnya.

Event seni budaya terbesar di Bali ini akan berlangsung mulai tanggal 13 Juni hingga 11 Juli 2026 dengan materi pokok yakni Peed Aya (Pawai), Kandarupa (Pameran), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Kriyaloka (Lokakarya), Wimbakara (Lomba), Widyatula (Sarasehan), Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), Jantra Tradisi Bali (Pekan Kebudayaan Daerah) serta Bali World Culture Celebration (Perayaan Budaya Dunia).

Baca Juga  Survei BI Bali Juni 2024, Optimisme Konsumen Tetap Kuat

“Sebanyak 20.929 seniman dari 673 sekaa akan terlibat dalam pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca