Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dialog dengan BEM Unud, Gubernur Koster Tegaskan Spirit Sama Tuntaskan Persoalan Sampah

BALIILU Tayang

:

dialog bem unud
DIALOG: Gubernur Bali Wayan Koster membuka ruang dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana terkait isu penanganan masalah sampah, Rabu (22/4/2026) yang berlangsung di Wantilan Kantor DPRD Bali. (Foto: bi) 

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster membuktikan diri bahwa ia bukan pemimpin yang anti kritik. Dengan tangan terbuka, Gubernur Koster membuka ruang dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana terkait isu penanganan masalah sampah, Rabu (22/4/2026).

Dialog terbuka yang berlangsung di Wantilan Kantor DPRD Bali itu, Gubernur Koster hadir bersama Ketua DPRD Bali Dewa Mahayadnya, Wakil Ketua II DPRD Bali Ida Gede Komang Kresna Budi, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinis Bali I Made Dwi Arbani dan Kasatpol PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Dialog terbuka yang dihadiri sekitar 200 Mahasiswa Unud itu juga mendapat atensi langsung Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang.

Dengan seksama, Gubernur Koster menyimak penyampaian aspirasi dari Ketua BEM Unud I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa yang diikuti Ketua BEM sejumlah fakultas terkait dengan dampak persoalan sampah di Daerah Bali sesuai dengan sudut pandang keilmuan masing-masing. Secara garis besar, mereka menyoroti belum optimalnya penanganan sampah di Bali, kegagalan sistem pengolahan sampah, lemahnya penegakan hukum, kurangnya komunikasi dan koordinasi serta masih minimnya penyiapan fasilitas pengolahan sampah.

Gubernur Koster menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa, atas kepedulian, perhatian dan komitmen yang diimplementasikan dalam penyampaian aspirasi kepada pemerintah. “Saya mengapresiasi aspirasi yang dibawa, ini mencerminkan rasa empati dan partisipasi dalam merespons permasalahan yang muncul di Daerah Bali,” katanya.

Terkait dengan masalah sampah, secara terstruktur Gubernur Koster mengawali penjelasan tentang UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.

Regulasi itu mengatur tanggung jawab pemerintah mulai dari pusat, provinsi dan kota/kabupaten. Pemerintah pusat bertugas menyusun norma atau aturan, provinsi mengemban tugas melakukan pengawasan dan pemerintah kota/kabupaten bertugas melaksanakan pengelolaan sampah.

Namun untuk Daerah Bali, ia sebagai Gubernur dan didukung Bupati/Walikota tidak secara kaku memisahkan tugas dalam pengelolaan sampah. Sejak dilantik menjadi Gubernur periode pertama pada 5 September 2018, ia memberi perhatian khusus pada upaya penanganan sampah dengan mengeluarkan sejumlah regulasi yaitu Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Baca Juga  Gubernur Koster Resmikan PLTS Berkapasitas 400 Kwp di Jalan Tol Bali Mandara

“Regulasi ini dikeluarkan karena saya sangat paham bahwa sampah harus dikelola dari sumbernya mulai dari rumah tangga, desa/kelurahan dan komunitas seperti pasar, hotel dan fasilitas umum lainnya,” ujarnya.

Guna mengoptimalkan implementasi aturan ini, seluruh perbekel, lurah dan bendesa adat berkumpul di Samuan Tiga dan menegaskan komitmen untuk mengelola sampah berbasis sumber.

“Target kita waktu itu, seluruh desa/kelurahan di Bali akan dibangun TPS-3R dengan dukungan dana APBN,” imbuhnya. Namun karena Covid-19, program ini tak berjalan mulus karena pemerintah fokus pada upaya penanganan hingga pemulihan pasca-pandemi.

Masuk pada periode kedua masa jabatannya sebagai gubernur, ia kembali menggenjot penanganan sampah dan menjadikannya sebagai program super prioritas mendesak. Salah satu upaya yang ditempuh adalah mendorong sistem pengelolaan sampah berbasis sumber dengan cara memilah.

“Dengan dorongan ini, kita baru mampu menyelesaikan sampah di sumber sekitar 30 persen. Sisanya dibawa ke TPA Suwung,” sebutnya.

Terkait dengan volume sampah, menurut data yang ia pegang, Denpasar memproduksi 1.033 ton/hari, disusul Badung sebanyak 800 ton/hari. Sampah dari Denpasar dan Badung yang sebagian besar tak terkelola di sumber sangat membebani TPA Suwung.

“Ditumpuk secara terus-menerus sejak tahun 1984 dan saat ini tingginya telah mencapai 45 meter. Ini menimbulkan banyak dampak lingkungan seperti polusi sumber air, gangguan kesehatan masyarakat, bau, pencemaran laut. Sama seperti yang adik-adik mahasiswa utarakan, saya paham semua,” cetusnya.

Terkait dengan keberadaan TPA Suwung yang akan segera ditutup, Gubernur Koster menegaskan bahwa hal itu merupakan amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah yang tak memperbolehkan lagi sistem open dumping di seluruh Indonesia.

Menjawab tuntutan mahasiswa agar pemerintah cepat menyelesaikan pengelolaan sampah sejalan dengan tahapan penutupan TPA Suwung, Gubernur menegaskan bahwa ia dalam posisi yang sama.

“Dalam konteks itu posisi kita sama. Adik-adik tuntut agar ini cepat selesai, saya juga ingin cepat selesai. Tak ada yang mau membiarkan situasi ini,” tandasnya.

Baca Juga  Resmikan Gedung MUI Bali, Gubernur Koster Ajak Bangun Kehidupan Masyarakat Bali yang Nyaman, Damai dan Kondusif

Saat ini menurutnya pemerintah tak sedang diam namun terus bergerak untuk mewujudkan tata kelola sampah yang lebih baik yang dilakukan mulai dari hulu dan hilir.

Di hulu, Walikota Denpasar dan Bupati Badung mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan pengadaan kantong komposter dan pembuatan teba modern.

“Pemkot Denpasar sudah memesan 170 ribu komposter bag, tapi baru bisa dipenuhi sebanyak 40 ribu karena keterbatasan pasokan. Sementara Badung menggencarkan pembuatan teba modern karena relatif lebih memungkinkan dibanding Kota Denpasar yang rata-rata warganya tak punya pekarangan luas,” urainya.

Upaya masif yang dilakukan di hulu membuahkan hasil positif karena meningkatnya kesadaran masyarakat melakukan pemilahan sampah. Menurut data terbaru, hampir 70 persen warga di Denpasar dan Badung telah melakukan pemilahan sampah.

Lalu di bagian tengah, Walikota Denpasar mengoptimalkan fungsi 23 TPS-3R yang telah ada dan berencana membangun sejumlah TPS-3R baru.

“Denpasar juga punya 4 TPST, di Kertalangu dan Padang Sambian masing-masing ada 1, 2 lagi ada di Tahura. Ini sedang dilengkapi dengan peralatan pengolahan sampah yang lebih canggih,” terang dia.

Menurut kalkulasinya, jika seluruh TPS-3R dan TPST berfungsi optimal, 650 ton sampah Kota Denpasar akan tertangani. “Jumlah ini di luar yang sudah dikelola di tingkat rumah tangga. Jadi kalaupun masih ada sisa, itu jumlahnya sedikit dan bisa kita atasi tanpa TPA Suwung,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, tahapan pembangunan tempat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) juga terus berlanjut.

“Ini adalah program pusat yaitu Danantara. Kemarin kita sudah tanda tangan MoU dengan Danantara untuk melaksanakan proyek di atas lahan seluas 6 hektare yang disiapkan Pemprov Bali. Sementara Denpasar dan Badung nantinya akan menyuplai sampah. Saat ini masuk tahap pengurusan perijinan dan amdal. Ground breaking direncanakan 8 Juli 2026,” paparnya.

Koster melanjutkan, kalau sesuai jadwal, proyek ini akan dikerjakan selama 15 bulan sehingga diharapkan rampung awal November 2027 dan diharapkan mulai beroperasi pada Desember 2027.

Baca Juga  Gubernur Koster Lepas 215 Kontingen Provinsi Bali Ke POPNAS 2023

Pada dialog terbuka tersebut, Gubernur Bali dua periode ini juga menyampaikan informasi terkait rencana pemanfaatan lahan TPA Suwung jika nanti sudah tak digunakan sebagai tempat pembuangan sampah.

“Kalau sudah selesai dan gundukan sampahnya nanti juga secara bertahap terserap di PSEL, maka rencana kita, ini untuk kawasan terbuka hijau, fasilitas umum untuk jogging track. Bukan untuk bangun mall atau fasilitas pariwisata sebagaimana yang dicurigai oleh sejumlah pihak selama ini. Tidak ada niat kontak investor, saya jaminannya sebagai gubernur, sekala dan niskala,” ungkapnya.

Mengakhiri paparannya, Gubernur Koster menyampaikan terima kasih atas masukan BEM Unud dan berharap ini mampu memicu kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi masalah sampah.

“Kalau ada yang kurang dan dianggap sebagai kegagalan komunikasi, sebagai manusia biasa saya mohon maaf. Semoga ke depan bisa menyempurnakan diri untuk menjadi lebih baik dalam memimpin Bali. Terima kasih atas kritikan dan masukan dari adik-adik, ini penting buat saya untuk koreksi diri dan menyempurnakan diri dalam memimpin Bali. Saya tak alergi kritik,” pungkasnya.

Apresiasi Sikap Terbuka dan Tak Anti Kritik Gubernur Koster

Ketua BEM Unud I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa menyampaikan terima kasih atas sikap terbuka dan tak anti kritik yang ditunjukkan Gubernur Bali Wayan Koster.

“Terima kasih sudah bisa hadir. Terkait penyelesaian masalah sampah ini, kita bergerak bersama. Ini bukan tanggung jawab sendiri-sendiri,” ujarnya.

BEM Unud menyampaikan enam tuntutan dalam dialog bersama gubernur Bali, pertama terkait keterbukaan informasi penanganan sampah yang telah dilaksanakan oleh pemerintah. Kedua, percepatan penanganan sampah melalui penegakan hukum dan tinggalkan sistem kumpul angkut buang. Ketiga, optimalisasi fungsi TPS-3R dengan pendanaan memadai, perketat pengawasan dan membuka kolaborasi dengan penggiat lingkungan. Keempat, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kelima, pembentukan satgas sampah dan tuntutan keenam, mahasiswa mendorong pembuatan kanal pelaporan. Dialog terbuka ditutup dengan penandatanganan policy brief oleh Gubernur Bali dan Ketua DPRD Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bank Indonesia Perkuat Literasi dan Kepedulian Lingkungan melalui World Book Day 2026

Published

on

By

world book day
PEMBICARA: Para pembicara dalam acara Talk Show World Book Day 2026 bertajuk Bali Local Vibes, Global Tribe: Rooted in Local Harmony, Reaching Global Impact yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar pada 13 Mei 2026.

Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendorong penguatan budaya literasi dan kepedulian lingkungan melalui penyelenggaraan Talk Show World Book Day 2026 bertajuk Bali Local Vibes, Global Tribe: Rooted in Local Harmony, Reaching Global Impact. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar pada 13 Mei 2026. Event ini menjadi puncak rangkaian World Book Day (WBD) 2026 dan dihadiri oleh Perpustakaan Daerah Provinsi Bali, Balai Bahasa Provinsi Bali, Perpustakaan Kabupaten/Kota se-Bali, sekolah, mahasiswa/i, siswa/i, media, komunitas guru penggerak, serta komunitas literasi sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat budaya membaca dan pembangunan sumber daya manusia di Bali.

Kegiatan mengangkat nilai Tri Hita Karana sebagai fondasi harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Melalui literasi, masyarakat diajak memahami tantangan sosial dan lingkungan di Bali sekaligus membangun kesadaran bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Selain menjadi ruang edukasi dan diskusi, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan yang memiliki kaitan erat dengan masa depan ekonomi dan pariwisata Bali.

Dalam sambutannya, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Yusuf Wicaksono H., menyampaikan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. “Literasi tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut diwujudkan menjadi aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” jelas Yusuf. Yusuf juga menekankan bahwa melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, diharapkan budaya literasi di Bali semakin kuat dan mampu mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Baca Juga  Gubernur Koster Komitmen Kuatkan Regulasi Lindungi Sopir Transportasi Konvensional

Talk show menghadirkan Melati Wijsen, Founder dari Youthtopia, yang membawakan sesi bedah buku Change Starts Now dan mengajak peserta melihat bagaimana literasi dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan perubahan sosial dan lingkungan. Melati membagikan konsep 3 Things About Changemaker yakni dream big, inspire others, dan make it happen. Berangkat dari mimpinya sejak usia 12 tahun untuk mengatasi isu sampah plastik di Bali melalui gerakan Bye Bye Plastic Bags yang kini berkembang menjadi kampanye global. Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir sosial (cultural shift) dalam mendukung implementasi kebijakan lingkungan, serta membahas konsep dalam bukunya terkait fail-osophy, ego-system, dan eco-system dalam proses menciptakan perubahan berkelanjutan.

Selain itu, Ajung Santhika, Co-Founder Amara Cinta Semesta (ACS) Foundation, turut membagikan pengalaman mengenai aksi nyata pengelolaan sampah di Bali melalui gerakan ACS Bali Foundation yang berfokus pada misi zero waste berbasis Tri Hita Karana. Dalam pemaparannya, Ajung memperkenalkan komitmen C.I.N.T.A (Cara Inovasi Ngolah Sampah Tanpa Sisa) melalui berbagai langkah pengelolaan sampah, mulai dari proses sorting manual dan shredder, pengolahan sampah organik, daur ulang material seperti kaca dan aluminium, pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai alternatif bahan bakar, hingga teknologi insinerator. Ia menegaskan, “Perubahan lahir dari keberanian menghadapi persoalan secara langsung, dengan pesan reflektif bahwa setiap tantangan harus dihadapi, dipelajari, dan dijalani secara konsisten setiap hari”

Sebagai bagian dari rangkaian World Book Day 2026, Bank Indonesia Provinsi Bali juga melaksanakan penyerahan hibah buku dan peluncuran “B.I.L.S.” (Bank Indonesia Literacy Space) bersama Balai Bahasa Provinsi Bali serta berbagai program kolaboratif seperti Perpustakaan Keliling bersama Komunitas Bali Book Party, kolaborasi dengan Duta Bahasa Provinsi Bali, edukasi kebanksentralan dan QRIS, kuis peduli lingkungan. Program tersebut merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia dalam memperluas akses literasi dan menghadirkan ruang belajar yang inklusif, kreatif, dan mudah diakses masyarakat.

Baca Juga  Puji Kebaikan Hati Wayan Koster, Pasha Ungu: Terima Kasih atas Kemurahan Hati dan Penerimaannya Bapak Gubernur

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, komunitas, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam membangun budaya literasi yang mampu mendorong lahirnya generasi kreatif, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Bank Indonesia Provinsi Bali dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan Bali yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan quotes yang mengemuka dalam sesi talk show yakni “Literasi membuka pikiran, aksi menciptakan perubahan. Ketika pengetahuan bertemu kepedulian, maka lahirlah masa depan Bali yang berkelanjutan.” (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Hadiri Melaspas Pura Dalem Gede Abianbase

Serahkan Bantuan Kebencanaan Rp 460 Juta

Loading

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa hadiri upacara Melaspas Pura Dalem Gede, Desa Adat Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu (16/5).
HADIRI MELASPAS: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri upacara melaspas di Pura Dalem Gede, Desa Adat Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu (16/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri upacara melaspas Medasar Caru Rsi Gana di Pura Dalem Gede, Desa Adat Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu (16/5). Upacara ini digelar setelah rampungnya perbaikan sejumlah bangunan pelinggih pura yang sempat rusak akibat tertimpa pohon kepuh beberapa waktu lalu.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kalaksa BPBD Badung I Wayan Darma, perwakilan Camat Mengwi, Lurah Abianbase, serta tokoh dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kebersamaan masyarakat dalam menyukseskan upacara ini. Ia berharap seluruh rangkaian karya berjalan lancar (labda karya, sida purna, sida sidaning don). Bupati juga menegaskan bahwa dana kebencanaan maupun dana hibah harus dikelola secara transparan dan tepat sasaran demi mendukung kelestarian adat serta kebutuhan masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Badung hadir memberikan bantuan dana bencana alam sebesar Rp 460 juta untuk memperbaiki beberapa bangunan pelinggih yang terdampak musibah,” ujar Adi Arnawa.

Selain urusan adat, Bupati Adi Arnawa juga memaparkan sejumlah program strategis Pemkab Badung. Di antaranya adalah upaya mengurai kemacetan melalui pembangunan infrastruktur jalan baru, serta penanganan sampah secara terintegrasi mulai dari hulu (rumah tangga). Ia juga menyebutkan berbagai program bantuan sosial yang digulirkan Pemkab Badung tahun ini. Program tersebut meliputi beasiswa S1 gratis bagi 450 mahasiswa dari keluarga petani dan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, bantuan disabilitas sebesar Rp 1 juta per bulan, fasilitas bimbingan belajar gratis, hingga santunan Rp 3 juta bagi Lansia yang menginjak usia 75 tahun pada hari ulang tahunnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Abianbase yang juga Wakil Ketua III DPRD Badung, I Made Sunarta, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kehadiran Bupati Badung serta kepedulian nyata dari pemerintah daerah. Dijelaskan bahwa bencana pohon kepuh berusia ratusan tahun tersebut sempat merusak tembok penyengker, Pelinggih Ratu Made Ratu Nyoman, Gedong Gede, dan Gedong Pesimpenan. Namun, seluruh kerusakan kini telah selesai diperbaiki berkat bantuan tanggap darurat Pemkab Badung sebesar Rp 460 juta.

Baca Juga  Gubernur Koster Lepas 215 Kontingen Provinsi Bali Ke POPNAS 2023

“Kami mewakili masyarakat Desa Adat Abianbase mengucapkan terima kasih atas bantuan kebencanaan ini. Perlu kami laporkan juga bahwa total bantuan yang dikucurkan Pemkab Badung untuk perbaikan pura dan pembangunan lainnya di Desa Adat Abianbase mencapai kurang lebih Rp 11,7 miliar, dan seluruh proyek fisik tersebut kini telah rampung dikerjakan,” pungkas Sunarta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Badung Hadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 KDKMP

Published

on

By

Bupati Badung Hadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 KDKMP
DAMPINGI GUBERNUR: Bupati Wayan Adi Arnawa saat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih secara virtual dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (16/5). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara virtual dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (16/5). Peresmian operasionalisasi KDKMP dilakukan secara simbolis oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ditandai penekanan tombol sirine. Turut hadir Pangdam X Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto beserta Danrem 163 Wirasatya Ida I Dewa Agung Hadisaputra beserta Forkopimda Bali dan Badung, Wakil Ketua DPRD Bali Wayan Disel Astawa, Pimpinan Perangkat Daerah terkait serta Perbekel/Lurah se-Badung.

Usai mengikuti acara peresmian KDKMP, Bupati Adi Arnawa sangat mengapresiasi dan mendukung program pemerintah pusat mewujudkan koperasi merah putih di setiap desa dan kelurahan. Langkah ini menegaskan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa melalui fasilitas seperti gudang dan alat produksi yang dikelola langsung di tingkat desa/kelurahan. Selain itu Bupati menilai kehadiran KDKMP sangat sejalan dengan bunyi pasal 33 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Disebutkan, KDKMP Desa Sembung ini menjadi salah satu dari delapan koperasi merah putih di Badung yang sudah siap beroperasi. Diharapkan, dengan peresmian ini akan memotivasi desa lain segera bergerak terutama untuk penyediaan lahan yang selama ini menjadi kendala dalam operasional koperasi merah putih.

“Kami selaku Bupati akan tetap mendorong dan mendukung, karena kebijakan Bapak Presiden ini menjadi salah satu implementasi Pasal 33 UUD 1945. Dimana Beliau mendorong ekonomi kerakyatan tercipta di Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga  Resmikan RTH Taman Bung Karno, Gubernur Koster Harap Bermanfaat untuk Aktivitas Seni Budaya, Pusat Ekonomi, dan Interaksi Masyarakat

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, untuk di Bali sudah siap beroperasi 38 KDKMP. Sedang berproses sampai akhir bulan Juli itu akan mencapai 120 KDKMP. “Di Bali ada 716 desa/kelurahan, jadi 38 koperasi ini baru mencapai pada angka 5,3 persen. Nanti akhir Juli akan mencapai sekitar 17 persen,” terangnya. Gubernur Wayan Koster juga menyebutkan pihak Pangdam, Danrem pada bulan Juli akan menyiapkan barang-barang yang akan dijual dan ditargetkan awal Agustus sudah mulai beroperasi penuh melakukan pelayanan usaha.

Sementara Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa peresmian operasionalisasi 1.061 koperasi merah putih ini adalah peristiwa penting dan sebagai tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu hanya 7 bulan, Indonesia mampu meresmikan seribu lebih koperasi merah putih yang meliputi; fisik gedung, gudang, sistem, barang, petugas hingga unsur logistiknya. “Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia dan merupakan kebanggaan. Agustus mendatang kita targetkan 30 ribu KDKMP,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo berharap dengan beroperasinya KDKMP, perputaran ekonomi di masyarakat akan semakin meningkat. Terlebih lagi adanya program MBG yang secara nyata sudah terbukti menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan beredarnya uang di desa setiap bulan mencapai 900 juta dan 10,8 M tiap tahunnya. “Kita harapkan pertumbuhan di setiap desa/kelurahan akan nyata. Kita tidak lagi akan tergantung dari manapun, karena kita punya kekuatan sendiri,” sambungnya.

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan melaporkan, setelah meresmikan kelembagaan 80.000 KDKMP di Klaten Jawa Tengah, kali ini Presiden RI kembali meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP. “Yang Bapak Presiden resmikan hari ini adalah instrumen keadilan. Keadilan ekonomi bangsa Indonesia. Semangat ini sejalan dengan pasal 33 UUD 1945,” terangnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Komitmen Kuatkan Regulasi Lindungi Sopir Transportasi Konvensional

Inilah wujud ekonomi konstitusional, negara hadir memastikan rakyat sebagai pelaku utama dan penerima manfaat utama pembangunan. Dijelaskan, hingga saat ini sebanyak 9.294 koperasi sudah rampung, 1.061 siap beroperasi penuh dan pemerintah menargetkan 30.000 unit lebih KDKMP selesai dibangun dan beroperasi penuh hingga 16 Agustus mendatang.

“Memastikan koperasi berjalan baik, pemerintah telah menyiapkan SDM dan sedang dilakukan rekrutmen 30.000 manajer KDKMP dan 5.476 untuk koperasi nelayan merah putih. Mereka sebagai motor penggerak koperasi, mengawasi distribusi pangan, memastikan manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat desa,” terangnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca