Connect with us

KRIMINAL

Diduga Lakukan Tindak Pidana Pemalsuan, Oknum Pengacara Ditahan

BALIILU Tayang

:

de
Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. bersama KBO Reskrim AKP Suseno saat konferensi pers, seizin Kapolres Buleleng, Kamis (8/4) di Mapolres Buleleng.

Buleleng, baliilu.com – Diduga melakukan tindak pidana pemalsuan turunan putusan perceraian perdata yang merugikan Pengadilan Negeri Singaraja pada 29 Januari 2021, seorang oknum pengacara berinisial ESK (33) ditahan oleh Polres Buleleng.

‘’Setelah menerima laporan, Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan penyitaan beberapa barang dan surat atau dokumen serta menetapkan EKS sebagai tersangka. Polisi lanjut melakukan penahanan serta berkas perkara telah dikirim ke JPU,’’ terang KBO Reskrim Polres Buleleng AKP Suseno didampingi Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, S.H. saat konferensi pers, seizin Kapolres Buleleng, Kamis (8/4) di Mapolres Buleleng.

AKP Suseno memaparkan, kejadian ini berawal dari saksi Rika BAA selaku termohon dalam perkara perceraian yang sedang berjalan pada Pengadilan Negeri Singaraja datang ke Pengadilan Negeri Singaraja sambil membawa foto Turunan Putusan Perkara Perdata Nomor : 679 / Pdt.G / 2020 / PN. Sgr, tanggal 22 Desember 2020 berikut foto Akta Perceraian yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng.

Karena pihak PN Singaraja tidak pernah mengeluarkan Turunan Putusan Perkara Perdata tersebut, dimana pada saat itu perkaranya sedang berjalan, kemudian pihak PN Singaraja meminta klarifikasi kepada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng.

Kantor Dukcapil Buleleng, kata Suseso, memberikan penjelasan bahwa dasar terbitnya Akta Perceraian yang dikeluarkan Kantor Dukcapil Buleleng antara Gede HW dengan Rika BAA karena dimohon oleh kuasa hukum dari saksi Gede HW yang bernama tersangka EKS sesuai dengan Permohonan Pencatatan / Penerbitan Akta Perceraian dari pemohon EKS tertanggal 7 Januari 2021.

Setelah Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan penyidikan, lanjut AKP Suseno, tersangka yang lahir di Banyuwangi ber-KTP Baktiseraga ini mengakui menerima kuasa dari penggugat Gede HW untuk gugatan perceraian kepada istrinya yang bernama Rika BAA selaku tergugat kemudian tersangka daftarkan gugatan tersebut ke PN Singaraja.

Perkara tersebut kemudian disidangkan di PN Singaraja. Belum sempat perkara putus, untuk mempercepat putusan, tersangka berinisiatif sendiri memalsukan surat-surat atau dokumen dengan membuat atau mengetik putusan dengan menggunakan laptop milik tersangka. Kemudian menscan bagian sampul dengan menggunakan printer scanner milik tersangka. Pada bagian tanda tangan paniteranya tersangka scan selanjutnya tersangka print dengan menggunakan printer scanner miliknya. Tersangka membuat seakan-akan itu merupakan putusan asli. Selanjutnya tersangka stempel dengan menggunakan stempel basah dengan logo dan tulisan Pengadilan Negeri Singaraja.

‘’Putusan-putusan pengadilan yang telah tersangka palsukan itu kemudian tersangka gunakan untuk mengajukan penerbitan akta perceraian pada Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng dan sudah diterbitkan, sehingga menimbulkan kerugian in material karena menyangkut nama baik institusi pengadilan yang dilecehkan oleh tersangka,’’ papar AKP Suseno.

Setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan penyitaan barang dan surat atau dokumen terkait serta telah menetapkan EKS sebagai tersangka, kemudian telah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan terhadap tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Polres Buleleng serta berkas perkara telah dikirim ke JPU.

Terhadap kasus ini, pasal yang dilanggar primer Pasal 264 KUHP, subsider Pasal 263 KUHP mengenai tindak pidana pemalsuan. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

OTT Bupati Nganjuk Wujud Sinergitas KPK dan Polri yang Pertama Kali

Published

on

By

de
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Jakarta, baliilu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri bersinergi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan penangkapan Bupati Nganjuk ini merupakan wujud sinergitas pertama kalinya KPK dan Polri dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah.

“Ini pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Argo menjelaskan, lembaga antirasuah dan Korps Bhayangkara bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data, sampai OTT bersama-sama.

“Sinergitas antarlembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi,” ungkap jenderal bintang dua itu.

Diketahui, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK Bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, Senin (10/5/2021). Turut disita sejumlah uang.

Selain bupati, enam orang lainnya juga ditetapkan tersangka. Mereka adalah Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polda Bali Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Psikotropika

Published

on

By

MUSNAHKAN BARANG BUKTI: Waka Polda Bali Brigjen Pol. Drs. I Ketut Suardana, M.Si., didampingi Dir Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khosim, S.I.K., M.H., gelar konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika dan psikotropika, di halaman blakang Polda Bali, Kamis (6/5/2021).

Denpasar, baliilu.com – Waka Polda Bali Brigjen Pol. Drs. I Ketut Suardana, M.Si., didampingi Dir Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khosim, S.I.K., M.H., musnahkan barang bukti narkotika dan psikotropika, di halaman blakang Polda Bali, Kamis (6/5/2021).

Turut hadir sebagai undangan untuk menyaksikan pemusnahan barang bukti tersebut, KBNNP Bali Brigjen Pol. Drs. Gede Sugianyar, M.Si., Kajati Bali, Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Kadiskes Provinsi Bali, Kepala BPOM Bali, serta Rektor Universitas Mahasaraswati dan Dwijendra.

Adapun pemusnahan barang bukti narkoba dan psikotropika tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus Cipkon Ditresnarkoba Polda Bali, pada bulan Ramadhan tahun 2020 dan tahun 2021.

Jumlah barang bukti yang dimusnahkan shabu/metamfetamina 748,13 gram, ganja 1.850,59 gram, extasy/amfetamine 1.800 butir, extasy serbuk 37,24 gram, tembakau gorila 253 gram, psikotropika 67.410 butir.

Sambutan Kapolda Bali yang dibacakan oleh Waka Polda Bali Brigjen Pol. Drs. I Ketut Suardana, M.Si., menyampaikan beberapa waktu lalu Kapolri merilis pengungkapan kasus yang cukup besar yaitu sebanyak 2,5 ton narkoba, yang merupakan jaringan Timur Tengah dan Malaysia.

Pengungkapan yang cukup besar tersebut merupakan prestasi yang luar biasa, namun di sisi lain hal ini menunjukkan bahwa supply narkoba di Indonesia masih cukup besar untuk dijadikan pasar dikarenakan demand yang masih cukup tinggi.

“Dan saya yakin Bali merupakan salah satu sasaran peredaran gelap narkoba dan jaringan narkoba juga sudah merasuk di berbagai lapisan masyarakat dan tidak mengenal umur, tidak hanya orang dewasa namun juga anak-anak dan remaja sangat rentan bahaya narkoba,” ungkapnya.

Memang sangat ironis di masa pandemi seperti ini masih banyak masyarakat kita yang terlibat penyalahgunaan narkoba dan jaringan gelap narkoba ini sangat membahayakan dan tidak akan pernah berhenti pada situasi apa pun untuk merusak generasi bangsa.

“Terimakasih kepada Ditresnarkoba Polda Bali dan jajaran, atas upaya pengungkapan kasus narkoba yang sudah dilakukan selama ini, namun pesan saya agar jangan berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai, terus tingkatkan kinerja dan awasi setiap anggota karena tidak menutup kemungkinan jaringan gelap narkoba akan mempengaruhi integritas petugas terjerumus dan dijadikan bagian dari bisnis haram tersebut. Tugas kita bersama untuk berupaya memberantas peredaran gelap narkoba melalui upaya preemtif, preventif maupun represif yang harus terus menerus kita lakukan,” ucap Waka Polda.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti dan selanjutnya pemusnahan dengan cara diblander dan dibakar. (Eka)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Ciptakan Kebisingan, Satpol PP Tipiringkan Pemilik Kedai Kopi

Published

on

By

de
SIDANG TIPIRING: Pemilik atau pengelola kedai kopi digiring ke sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang digelar, Rabu (5/5) di PN Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Warga di Jalan Serma Made Pil, Denpasar sempat mengeluhkan suara bising yang ditimbulkan oleh salah satu usaha kedai kopi. Terhadap keluhan itu, petugas Satpol PP akhirnya melakukan penertiban. Pemilik  atau pengelola kedai kopi tersebut akhirnya digiring ke sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang digelar, Rabu (5/5) di PN Denpasar.

Kasatpol PP Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga yang dikonfirmasi usai sidang menyebutkan pelanggaran tersebut akibat menimbulkan suara bising yang ditimbulkan dari kedai kopi sehingga dikenakan pelanggaran Perda Ketertiban Umum. Akibat melanggar Perda, pihaknya menggiringnya ke sidang tipiring.

Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pelanggar tersebut melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Karena suara bising yang ditimbulkan menjadi keluhan warga setempat.

Mendapat keluhan atas suara musik dari kedai tersebut, pihaknya meminta petugas melakukan peninjauan ke lapangan dan ternyata benar, sehingga pihaknya menyidangkan pemilik kedai tersebut. 

Sementara itu, untuk penunjang protokol kesehatan kedai tersebut sudah memadai. Begitu juga untuk kerumunan juga tidak ditemukan saat melakukan peninjauan ke lokasi. “Protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik, hanya kebisingannya saja yang dikeluhkan warga sekitar,” jelasnya.

Menurut Dewa Sayoga, sidang dipimpin Hakim Gede Putu Astawa,  S.H.,M.H. dan panitera Ni Putu Rapia, S.H. memutuskan menjatuhkan denda sebesar Rp 500 ribu kepada pemilik kedai kopi tersebut dengan subsider kurungan 14 hari.

Menurut Sayoga, pelaksanaan sidang tipiring ini merupakan upaya memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda. “Sidak dan tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan Peraturan Daerah dan menyosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengindahkan dan menaatinya. Masyarakat silahkan berusaha tapi tolong harus mengikuti aturan untuk keamanan dan ketertiban bersama,” kata Sayoga. (eka)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca