Connect with us

KRIMINAL

Polresta Denpasar Ungkap Kasus Mucikari, Tersangkanya Poltak PM

BALIILU Tayang

:

de
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers Jumat (9/4) di Mapolresta Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Bermula dari laporan masyarakat, Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus mucikari dengan tersangka Poltak PM yang menawarkan perempuan teridentifikasi asal Uzbekistan kepada laki-laki melalui media online (WhatsApp) berkali-kali. Poltak PM diringkus setelah polisi melakukan penggerebegan di sebuah hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rabu, 7 April 2021.

Terungkapnya bisnis prostitusi online dengan tersangka Poltak PM ini disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat konferensi pers Jumat (9/4) di Mapolresta Denpasar.

Kapolresta menyampaikan, diringkusnya tersangka mucikari Poltak PM alias Robby (42) asal Pematang Siantar itu diduga mempekerjakan puluhan PSK, baik warga lokal maupun asing di Bali.

‘’Awalnya berdasarkan informasi dari masyarakat diduga ada peristiwa praktek prostitusi kemudian dilakukan tindakan penyelidikan dan didapatkan informasi bahwa tersangka Poltak PM sering menjual perempuan kepada laki-laki yang ingin bersenang-senang atau melakukan hubungan badan,’’ ungkap Kapolresta.

Sehingga, pada Rabu 7 April 2021, dilakukan pengecekan di sebuah hotel yang berlokasi di Jl. Teuku Umar Denpasar.  Tim Satreskrim Polresta Denpasar menemukan ada dua kamar yang berisikan pasangan bukan suami istri yakni kamar 207 dan 219.

Setelah dilakukan interogasi bahwa laki-laki tersebut membayar si perempuan untuk diajak bersenang-senang dan akhirnya melakukan hubungan badan (asusila). Dimana laki-laki tersebut telah membayar kepada tersangka sebesar masing -masing Rp 2.500.000.  ’’Berdasarkan keterangan tersebut akhirnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka di kosnya di Jalan Gelogor Carik Denpasar,’’ paparnya.

Dari interogasi, tersangka mengaku menawarkan perempuan kepada laki-laki melalui media WhatsApp seharga Rp 2.500.000 per orang. Selanjutnya uang tersebut diberikan kepada perempuannya sebesar Rp 1.500.000 sedangkan sisanya Rp 1.000.000 buat dirinya. Tersangka melakukan perbuatan ini sudah berkali-kali.

Barang bukti yang diamankan di antaranya kunci kamar nomor 217 dan 219, seprai, handuk, kondom, dan uang tunai Rp 4.885.000. Tersangka Poltak PM kini sudah dilakukan penahanan.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 296 KUHP, “Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan” dan Pasal 506 KUHP, “Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian diancam pidana kurungan paling lama satu tahun”. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

OTT Bupati Nganjuk Wujud Sinergitas KPK dan Polri yang Pertama Kali

Published

on

By

de
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono

Jakarta, baliilu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri bersinergi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan penangkapan Bupati Nganjuk ini merupakan wujud sinergitas pertama kalinya KPK dan Polri dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah.

“Ini pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Argo menjelaskan, lembaga antirasuah dan Korps Bhayangkara bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data, sampai OTT bersama-sama.

“Sinergitas antarlembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi,” ungkap jenderal bintang dua itu.

Diketahui, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK Bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, Senin (10/5/2021). Turut disita sejumlah uang.

Selain bupati, enam orang lainnya juga ditetapkan tersangka. Mereka adalah Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin. (gs)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polda Bali Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Psikotropika

Published

on

By

MUSNAHKAN BARANG BUKTI: Waka Polda Bali Brigjen Pol. Drs. I Ketut Suardana, M.Si., didampingi Dir Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khosim, S.I.K., M.H., gelar konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika dan psikotropika, di halaman blakang Polda Bali, Kamis (6/5/2021).

Denpasar, baliilu.com – Waka Polda Bali Brigjen Pol. Drs. I Ketut Suardana, M.Si., didampingi Dir Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Mochamad Khosim, S.I.K., M.H., musnahkan barang bukti narkotika dan psikotropika, di halaman blakang Polda Bali, Kamis (6/5/2021).

Turut hadir sebagai undangan untuk menyaksikan pemusnahan barang bukti tersebut, KBNNP Bali Brigjen Pol. Drs. Gede Sugianyar, M.Si., Kajati Bali, Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Kadiskes Provinsi Bali, Kepala BPOM Bali, serta Rektor Universitas Mahasaraswati dan Dwijendra.

Adapun pemusnahan barang bukti narkoba dan psikotropika tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus Cipkon Ditresnarkoba Polda Bali, pada bulan Ramadhan tahun 2020 dan tahun 2021.

Jumlah barang bukti yang dimusnahkan shabu/metamfetamina 748,13 gram, ganja 1.850,59 gram, extasy/amfetamine 1.800 butir, extasy serbuk 37,24 gram, tembakau gorila 253 gram, psikotropika 67.410 butir.

Sambutan Kapolda Bali yang dibacakan oleh Waka Polda Bali Brigjen Pol. Drs. I Ketut Suardana, M.Si., menyampaikan beberapa waktu lalu Kapolri merilis pengungkapan kasus yang cukup besar yaitu sebanyak 2,5 ton narkoba, yang merupakan jaringan Timur Tengah dan Malaysia.

Pengungkapan yang cukup besar tersebut merupakan prestasi yang luar biasa, namun di sisi lain hal ini menunjukkan bahwa supply narkoba di Indonesia masih cukup besar untuk dijadikan pasar dikarenakan demand yang masih cukup tinggi.

“Dan saya yakin Bali merupakan salah satu sasaran peredaran gelap narkoba dan jaringan narkoba juga sudah merasuk di berbagai lapisan masyarakat dan tidak mengenal umur, tidak hanya orang dewasa namun juga anak-anak dan remaja sangat rentan bahaya narkoba,” ungkapnya.

Memang sangat ironis di masa pandemi seperti ini masih banyak masyarakat kita yang terlibat penyalahgunaan narkoba dan jaringan gelap narkoba ini sangat membahayakan dan tidak akan pernah berhenti pada situasi apa pun untuk merusak generasi bangsa.

“Terimakasih kepada Ditresnarkoba Polda Bali dan jajaran, atas upaya pengungkapan kasus narkoba yang sudah dilakukan selama ini, namun pesan saya agar jangan berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai, terus tingkatkan kinerja dan awasi setiap anggota karena tidak menutup kemungkinan jaringan gelap narkoba akan mempengaruhi integritas petugas terjerumus dan dijadikan bagian dari bisnis haram tersebut. Tugas kita bersama untuk berupaya memberantas peredaran gelap narkoba melalui upaya preemtif, preventif maupun represif yang harus terus menerus kita lakukan,” ucap Waka Polda.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti dan selanjutnya pemusnahan dengan cara diblander dan dibakar. (Eka)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Ciptakan Kebisingan, Satpol PP Tipiringkan Pemilik Kedai Kopi

Published

on

By

de
SIDANG TIPIRING: Pemilik atau pengelola kedai kopi digiring ke sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang digelar, Rabu (5/5) di PN Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Warga di Jalan Serma Made Pil, Denpasar sempat mengeluhkan suara bising yang ditimbulkan oleh salah satu usaha kedai kopi. Terhadap keluhan itu, petugas Satpol PP akhirnya melakukan penertiban. Pemilik  atau pengelola kedai kopi tersebut akhirnya digiring ke sidang tindak pidana ringan (tipiring) yang digelar, Rabu (5/5) di PN Denpasar.

Kasatpol PP Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga yang dikonfirmasi usai sidang menyebutkan pelanggaran tersebut akibat menimbulkan suara bising yang ditimbulkan dari kedai kopi sehingga dikenakan pelanggaran Perda Ketertiban Umum. Akibat melanggar Perda, pihaknya menggiringnya ke sidang tipiring.

Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pelanggar tersebut melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Karena suara bising yang ditimbulkan menjadi keluhan warga setempat.

Mendapat keluhan atas suara musik dari kedai tersebut, pihaknya meminta petugas melakukan peninjauan ke lapangan dan ternyata benar, sehingga pihaknya menyidangkan pemilik kedai tersebut. 

Sementara itu, untuk penunjang protokol kesehatan kedai tersebut sudah memadai. Begitu juga untuk kerumunan juga tidak ditemukan saat melakukan peninjauan ke lokasi. “Protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik, hanya kebisingannya saja yang dikeluhkan warga sekitar,” jelasnya.

Menurut Dewa Sayoga, sidang dipimpin Hakim Gede Putu Astawa,  S.H.,M.H. dan panitera Ni Putu Rapia, S.H. memutuskan menjatuhkan denda sebesar Rp 500 ribu kepada pemilik kedai kopi tersebut dengan subsider kurungan 14 hari.

Menurut Sayoga, pelaksanaan sidang tipiring ini merupakan upaya memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda. “Sidak dan tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan Peraturan Daerah dan menyosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengindahkan dan menaatinya. Masyarakat silahkan berusaha tapi tolong harus mengikuti aturan untuk keamanan dan ketertiban bersama,” kata Sayoga. (eka)

Advertisements
ucapan idul fitri dprd bali

dprd badung
Advertisements
idul fitri pemprov bali
Lanjutkan Membaca