Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Momentum G20 Pacu Pertumbuhan Pariwisata, Ketua PWI Bali Imbau Wartawan dan Pers Ikut Sukseskan KTT G20

BALIILU Tayang

:

dwikora
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali IGMB Dwikora Putra. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Bali patut disyukuri. Demikian disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali IGMB Dwikora Putra di Denpasar, Kamis (10/11/2022).

Alasannya, sekarang inilah pascapandemi Covid-19 ada kegiatan yang bersifat internasional, yang melibatkan 20 kepala negara. Ini bukan main-main. Karena itu sebagai masyarakat Bali, siapa pun itu, saran Dwikora, harus mendukung dan ikut menyukseskan kegiatan KTT G20 ini. 

“Karena apa? Karena selama dua tahun pandemi pariwisata kita terpuruk. Sementara Bali sangat bergantung pada pariwisata. Nah dengan adanya momentum ini, KTT G20, saya kira akan sangat berarti untuk memacu perkembangan dan pertumbuhan kepariwisataan kita agar tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

Dalam masa Presidensi G20 Indonesia ini, yang sudah berlangsung hampir setahun sebelumnya dengan kegiatan-kegiatan tingkat menteri yang sangat bermanfaat bagi Bali. “Dan Bali mendapat banyak hikmah serta memetik banyak keuntungan dari kegiatan-kegiatan itu.”

Selain itu, menurut jurnalis asal Ubud, Gianyar ini, dalam persiapan KTT G20 banyak infrastruktur diperbaiki di Bali, dan itu artinya roda perekonomian tumbuh berputar. “Sehingga bagi kita, bagi masyarakat, tidak ada alasan untuk tidak ikut menyukseskan KTT G20,” ucapnya.

Sementara untuk wartawan dan pers, Dwikora mengimbau ikut menyukseskan KTT G20. Caranya, pertama bagaimana menginformasikan seluas-luasnya KTT G20 ini. Kedua, membuat atau memproduksi informasi yang produktif, yang bertujuan untuk mensukseskan KTT G20. “Terakhir, tentu saya sangat berharap, kita sebagai orang pers meminimalisir informasi-informasi yang ditayangkan yang bersifat kontraproduktif terhadap upaya untuk menyukseskan KTT G20. Sebaliknya, produksi berita-berita yang menumbuhkan optimisme bagi masyarakat,” harapnya.

Pendapat Dwikora ini penting artinya bagi kemajuan pariwisata Bali ke depan dan tentu saja nama baik Bali, citra Bali di mata internasional dan tentu saja citra Indonesia.

Baca Juga  PWI Bali Bareng PT Bhinneka Utama Sukses Makmur Serahkan Bansos Korban Banjir Jembrana

Ditanya soal pandemi,  Dwikora mengajak untuk menengok bagaimana dampak pandemi begitu dahsyat, bahkan pertumbuhan ekonomi Bali sempat minus 9 koma saat itu. “Masyarakat pers juga merasakan hantaman dari Covid-19 itu, banyak perusahaan pers melakukan efisiensi dengan penghematan di sana-sini.”

Namun Dwikora merasa takjub melihat perekonomian rakyat. “Syukur kita masih bisa bertahan, tentu harus diakui bagaimana terpuruknya sektor pariwisata. Saya sendiri sempat ke Kuta, kita melihat Kuta bak kota mati. Dan itu sangat mengerikan.”

“Tetapi dengan segala keyakinan, dengan segala kedisiplinan masyarakat Bali yang luar biasa terhadap prokes, akhirnya kita bisa menikmati kondisinya seperti saat ini. Pariwisata sudah menggeliat, ekonomi mulai berputar,” paparnya.

Untuk menjaga kondisi lebih baik setelah pandemi ini, menurut Dwikora adalah tetap disiplin prokes, karena masih menghadapi pandemi, apalagi virus Covid terus bermutasi. “Kita harus tetap disiplin prokes, kenapa saya katakan penting, karena pandemi tidak melihat orang, siapa saja bisa kena dampaknya. Kedua harus diadakan kegiatan-kegiatan kreatif, kegiatan yang lebih luas, supaya masyarakat bisa melakukan kegiatan ekonomi lebih luas. Tentu saja pemerintah harus  mendukung kegiatan-kegiatan kreatif masyarakat,” harapnya. (*/gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Buka Musda XV ASITA Bali, Proyeksikan Kunjungan Wisman Tembus 7,2 Juta pada 2026

Tekankan Penataan Industri, Persaingan Usaha yang Sehat, dan Keberlanjutan Pariwisata Bali

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster Buka Musda XV ASITA Bali
BUKA MUSDA: Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XV Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali Tahun 2026 di Hotel InterContinental Bali, Jimbaran, Badung, Jumat (16/10/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memproyeksikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sepanjang 2026 mencapai 7,1 juta hingga 7,2 juta kunjungan, melampaui capaian tahun sebelumnya. Di tengah dinamika geopolitik global, pariwisata Bali dinilai tetap menunjukkan kinerja positif dan menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XV Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali Tahun 2026 di Hotel InterContinental Bali, Jimbaran, Badung, Jumat (16/10/2026).

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi penyelenggaraan Musda XV ASITA Bali sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis dalam menghadapi tantangan industri pariwisata yang semakin dinamis. Ia berharap ASITA terus berperan aktif dalam menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan pariwisata Bali.

Dalam sambutannya, Koster mengungkapkan bahwa kondisi pariwisata Bali saat ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Meskipun situasi geopolitik dunia masih diwarnai ketidakpastian, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali terus mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Gubernur, jumlah kunjungan wisman ke Bali sejak Januari hingga 30 September 2026 telah mencapai 5,2 juta kunjungan. Dengan perkembangan tersebut, Koster optimistis jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga akhir tahun dapat melampaui capaian 2025 yang mencapai 7,05 juta kunjungan.

“Dari Januari sampai 30 September 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sudah mencapai 5,2 juta. Angka ini meningkat secara year-on-year dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025. Kalau saya perkirakan berdasarkan data yang ada, sampai akhir tahun ini jumlah kunjungan wisman akan melampaui capaian 2025 yang mencapai 7.050.000 kunjungan. Perkiraannya sekitar 7,1 juta hingga 7,2 juta kunjungan,” kata Koster.

Baca Juga  Jaga Keamanan Jaringan Kelistrikan Selama Penyelenggaraan KTT G20, Masyarakat Diimbau Tidak Menaikkan Layang-layang

Menurut Koster, capaian tersebut tidak terlepas dari keunggulan Bali yang memiliki kekayaan adat, tradisi, seni, dan budaya sebagai daya tarik utama pariwisata. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pelaku industri pariwisata agar tidak semata-mata mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat keunggulan Bali.

“Kita harus bersyukur bahwa Bali yang kecil ini diberkati dengan keunggulan adat, tradisi, dan budaya. Inilah yang membuat Bali memiliki daya tarik yang kuat sehingga dicintai dan dikagumi oleh masyarakat dunia. Karena itu, kita harus tahu bagaimana cara membangun, menjaga, dan merawat pariwisata Bali,” jelasnya.

Gubernur Koster juga menyoroti besarnya kontribusi pariwisata Bali terhadap perekonomian daerah maupun nasional. Ia menyebutkan bahwa sektor pariwisata berkontribusi sekitar 66 persen terhadap perekonomian Bali. Sementara itu, hampir 45 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat menuju Bali.

Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan sekitar 122 dolar AS per hari, kontribusi devisa pariwisata Bali diperkirakan mencapai Rp 176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional. Menurut Koster, besarnya kontribusi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan pengelolaan kepariwisataan nasional.

“Pulau kecil ini berkontribusi besar terhadap devisa pariwisata Indonesia. Hal ini terus saya angkat dan sampaikan agar ada skema kebijakan nasional yang turut memperhitungkan dan mempertimbangkan besarnya kontribusi Bali terhadap sektor kepariwisataan,” ungkap Koster.

Selain menyoroti capaian kunjungan wisatawan, Koster menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha pariwisata yang sehat, tertib, dan berkeadilan. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan industri pariwisata harus diikuti dengan kepatuhan terhadap regulasi agar seluruh pelaku usaha memiliki kesempatan bersaing secara adil.

Baca Juga  Sukses Amankan KTT G20, Kapolda Bali: Ini Momentum Angkat Citra Polri di Kancah Nasional dan Internasional

Dalam kaitan tersebut, Gubernur menyoroti masih adanya akomodasi dan fasilitas pariwisata yang dipasarkan tanpa memenuhi ketentuan perizinan, termasuk melalui platform perjalanan daring atau online travel agent (OTA). Praktik tersebut dinilai berpotensi menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat dan merugikan pelaku usaha yang telah memenuhi kewajiban perizinan serta ketentuan lainnya. Karena itu, penataan dan pengawasan terhadap kegiatan usaha pariwisata menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas industri pariwisata Bali.

Koster selanjutnya menekankan bahwa keberlanjutan pariwisata Bali tidak hanya ditentukan oleh jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga oleh kemampuan daerah dalam menjaga kualitas lingkungan dan mengatasi berbagai persoalan mendasar. Salah satu tantangan yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali adalah pengelolaan sampah. Untuk itu, Pemprov Bali terus mendorong pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya penanganan persoalan sampah secara berkelanjutan.

Selain persoalan sampah, Gubernur Koster menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian energi Bali. Saat ini, pasokan listrik Bali masih bergantung pada sistem kelistrikan Jawa melalui jaringan kabel bawah laut. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Pemprov Bali mendorong pengembangan pembangkit listrik berbahan bakar gas dengan kapasitas sekitar 1.550 megawatt serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kuota sekitar 1.000 megawatt. Pengembangan infrastruktur energi tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik Bali pada 2031 melalui sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Koster mengajak seluruh anggota ASITA Bali untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam membangun pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Ia berharap Musda XV ASITA Bali mampu menghasilkan kepemimpinan, gagasan, dan program kerja yang mendorong profesionalisme biro perjalanan wisata, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat persaingan usaha yang sehat. Menurutnya, keberhasilan pariwisata Bali harus diukur tidak hanya dari pertumbuhan jumlah wisatawan, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat serta terjaganya adat, tradisi, budaya, dan lingkungan Bali.

Baca Juga  Polda Bali Bersama Pecalang Siap Kondusifkan Situasi Kamtibmas Jelang KTT G20

Sementara itu, Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra menyampaikan bahwa ASITA telah menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata Bali dengan menaungi ratusan biro perjalanan wisata dan anggota asosiasi (associate members). Ia menegaskan komitmen ASITA Bali untuk terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah, lembaga, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan profesionalisme usaha perjalanan wisata, memperkenalkan kekayaan budaya, serta memperkuat citra Bali dan Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan. ASITA Bali juga berkomitmen mendukung arah pembangunan pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Denpasar Gelar Gerakan Peduli Antrean BBM, Bagikan Nasi Bungkus dan Air Mineral Gratis

Sekda Eddy Mulya Pimpin Aksi, PMI Siagakan Layanan Medis untuk Petugas SPBU

Loading

Published

on

By

Sekda Denpasar Pimpin Gerakan Peduli Antrean BBM
GERAKAN PEDULI: Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya memimpin Gerakan Peduli bagi masyarakat yang mengantre bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Denpasar, Jumat (16/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menggelar Gerakan Peduli bagi masyarakat yang mengantre bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Denpasar, Jumat (16/10).

Aksi ini dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dengan melibatkan jajaran perangkat daerah dan KORPRI Kota Denpasar untuk memberikan dukungan kepada masyarakat sekaligus memastikan kesehatan petugas SPBU yang tetap berjaga melayani kebutuhan BBM.

Dalam aksi tersebut, Sekda Eddy Mulya bersama jajaran menyapa dan berbincang langsung dengan masyarakat yang mengantre. Selain memberikan motivasi, Pemkot Denpasar juga membagikan air mineral dan nasi bungkus gratis di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Hayam Wuruk, Jalan Badak Agung, Jalan Ahmad Yani, serta beberapa lokasi lainnya di wilayah Kota Denpasar.

Tak hanya kepada masyarakat, perhatian juga diberikan kepada petugas SPBU yang bekerja ekstra di tengah lonjakan antrean. Melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar, Pemkot menyiagakan layanan kesehatan dan memberikan vitamin bagi petugas SPBU yang mengalami kelelahan setelah bertugas dalam waktu panjang.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan gerakan tersebut dilaksanakan atas seizin dan arahan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat dan petugas pelayanan BBM.

“Pada hari ini, melalui KORPRI Kota Denpasar bersama seluruh perangkat daerah, kami bergerak ke sejumlah SPBU yang melayani distribusi BBM. Dari hasil pemantauan, masyarakat masih terlihat mengantre. Kami berharap distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik dan situasi ini segera teratasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gerakan tersebut dilakukan untuk memberikan semangat kepada masyarakat yang harus menunggu antrean sekaligus membantu memenuhi kebutuhan mereka selama berada di SPBU.

Baca Juga  Polisi Humanis dan Profesional Amankan KTT G20

“Kami hadir untuk memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat melalui gerakan peduli dengan membagikan air mineral dan nasi bungkus. Kami juga menyiagakan tim medis melalui PMI Kota Denpasar di sejumlah SPBU untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun petugas yang membutuhkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eddy Mulya menyampaikan petugas SPBU juga perlu mendapatkan perhatian, mengingat mereka harus bekerja lebih lama untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah SPBU di Jalan Badak Agung, kawasan Renon, Kelurahan Sumerta Kelod. Di lokasi tersebut, petugas mendapatkan pelayanan kesehatan dari PMI Kota Denpasar setelah mengalami kondisi lemas akibat bekerja lembur.

“Petugas SPBU juga perlu mendapatkan perhatian karena telah bekerja keras, bahkan hingga lembur untuk melayani masyarakat. Kami berharap mereka tetap menjaga kesehatan, mendapatkan waktu istirahat yang cukup, serta memperoleh asupan vitamin. Harapan kami, masyarakat yang mengantre tetap sehat, petugas yang melayani juga sehat, dan distribusi BBM di Kota Denpasar dapat segera kembali lancar,” ungkapnya.

Terkait distribusi BBM, Eddy Mulya menegaskan Pemkot Denpasar terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak Pertamina. Pemerintah daerah berharap koordinasi tersebut dapat membantu memperlancar distribusi sekaligus mendorong langkah-langkah yang dapat meringankan masyarakat.

Melalui gerakan peduli ini, Pemkot Denpasar berharap semangat gotong-royong dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran pemerintah bersama PMI di lapangan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat yang mengantre, tetapi juga memastikan petugas SPBU memperoleh perhatian dan dukungan kesehatan, sehingga pelayanan dapat terus berjalan dengan baik.

Sementara itu, salah seorang petugas SPBU di Jalan Badak Agung, Renon, Komang Ayu, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pelayanan kesehatan yang diberikan PMI Kota Denpasar. Ia mengaku mengalami kelelahan hingga lemas setelah bekerja lembur sejak Selasa lalu.

Baca Juga  Jaga Keamanan Jaringan Kelistrikan Selama Penyelenggaraan KTT G20, Masyarakat Diimbau Tidak Menaikkan Layang-layang

“Terima kasih kepada PMI Kota Denpasar maupun seluruh jajaran Pemkot Denpasar yang sudah memberikan pelayanan kesehatan. Saya merasa lemas karena sudah bekerja lembur sejak hari Selasa, dari pukul 14.00 WITA sampai pukul 02.00 WITA dini hari. Selama bekerja dengan durasi normal, baru kali ini saya mengalami situasi seperti ini,” ungkapnya.

Komang Ayu menuturkan, kondisi antrean dan kebutuhan pelayanan yang meningkat membuatnya harus tetap bertugas lebih lama dari biasanya. Bahkan, demi menjalankan tanggung jawabnya, ia mengaku harus meninggalkan anaknya yang baru berusia tujuh tahun sendirian di kos di kawasan Panjer. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dampak BBM Langka di Bali, Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Anjlok Hingga 50 Persen

Published

on

By

Ketua PUTRI Tabanan Soroti Dampak BBM Langka
BERI KETERANGAN: Ketua DPC Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kabupaten Tabanan, I Ketut Purna atau akrab disapa John Purna, praktisi dan tokoh pariwisata senior Bali sekaligus Manajer Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih memberikan keterangan di sela-sela pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XV ASITA Bali Tahun 2026 di InterContinental Bali Resort Jimbaran, Kabupaten Badung, Jumat (16/10/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Memasuki hari kelima kasus kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali mulai terasa memukul operasional industri pariwisata. Sejumlah agen perjalanan kesulitan menyediakan kendaraan untuk menjemput dan mengantar wisatawan ke berbagai destinasi.

Dampak nyata dirasakan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan. Kunjungan wisatawan ke destinasi unggulan Tabanan tersebut dilaporkan merosot tajam hingga hampir 50 persen, setelah sebelumnya turun sekitar 30 persen (Rabu, 14 Oktober 2026, red).

Ketua DPC Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kabupaten Tabanan sekaligus Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, mengatakan kelangkaan BBM membuat wisatawan kesulitan mencapai destinasi wisata Jatiluwih.

Kondisi itu terjadi, ungkap Ketut Purna yang akrab disapa John Purna, karena sejumlah sopir dan agen perjalanan tidak memiliki cukup BBM untuk mengoperasikan kendaraan pengangkut wisatawan. Bahkan, beberapa karyawan DTW Jatiluwih dilaporkan tidak dapat masuk kerja akibat persoalan serupa.

“Kita benar-benar merasa dirugikan dengan dampak kelangkaan BBM yang ada di Bali. Dan saya yakin, bukan di tourism saja, suplai makanan juga kayaknya kita akan masalah banget di Bali, kalau terus kelangkaan ini berjalan,” ujar John Purna, praktisi dan tokoh pariwisata senior Bali, memberikan keterangan di sela-sela pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XV ASITA Bali Tahun 2026 dengan mengusung tema Repositioning the Future of Tourism di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Badung, Jumat (16/10/2026).

Menurut John Purna, pihaknya tidak memiliki banyak pilihan untuk mengantisipasi situasi tersebut. Sebab, persoalan utama bukan terletak pada kesiapan pengelola destinasi, melainkan ketidakmampuan wisatawan dan pengemudi untuk melakukan perjalanan akibat keterbatasan BBM.

Oleh karena itu, John Purna berharap pemerintah dan pemangku kebijakan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan pasokan BBM di Bali, mengingat pulau ini merupakan destinasi pariwisata bertaraf internasional.

Baca Juga  Ketum PWI Tekankan Peran Pers sebagai Pengabdi Masyarakat

John Purna menilai sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang paling merasakan dampak kelangkaan BBM, terutama ketika mobilitas wisatawan terganggu.

“Memang reservasi yang paling banyak kemarin ke Jatiluwih itu kan datang dari wisatawan domestik. Tapi memang dari reservasi, saya dengar dari restoran yang ada di Jatiluwih yang masuk itu memang banyak sekali juga ada pembatalan untuk datang ke Jatiluwih. Karena alasan utama, yaitu tidak punya amunisi untuk datang karena tidak ada mobil yang dipakai untuk memuat tamunya ke situ. Itu info cancel dari guide atau travel agent-nya,” ucap John Purna.

Ia berharap situasi segera membaik sehingga aktivitas perjalanan wisata dapat kembali normal. Berdasarkan pengamatannya, kondisi ketersediaan BBM mulai menunjukkan perubahan dibandingkan dua hingga tiga hari sebelumnya. Meski demikian, John Purna masih menunggu perkembangan kunjungan wisatawan untuk memastikan apakah penurunan tersebut dapat ditekan.

“Tapi mudah-mudahan hari ini kita lihat ada perubahan, besok mungkin saya akan kasih statement lagi tentang penurunan. Mudah-mudahan kemarin saya lihat kunjungannya sudah hampir 50 persen turun, dari 30 persen dua hari yang lalu,” kata John Purna. 

Bertahan di Hotel

John Purna menjelaskan, wisatawan yang berkunjung ke DTW Jatiluwih didominasi turis asal negara-negara Eropa. Gangguan transportasi akibat kelangkaan BBM berpotensi memengaruhi pengalaman wisatawan selama berada di Bali.

John Purna menegaskan, pembatalan kunjungan ke Jatiluwih bukan berarti wisatawan mengalihkan perjalanan ke destinasi lain. Sebagian wisatawan justru terpaksa tetap berada di hotel karena tidak tersedia kendaraan dengan BBM yang cukup untuk mengantarkan mereka berwisata.

“Tamu itu berhenti di hotel. Itu kan dampaknya jelek banget. Dia sebenarnya ke Bali untuk berkunjung ke objek wisata yang ada di Bali, tapi sekarang tidak bisa. Ini sebenarnya komplain dari tamu sudah mulai banyak,” terangnya.

Baca Juga  Sukses Amankan KTT G20, Kapolda Bali: Ini Momentum Angkat Citra Polri di Kancah Nasional dan Internasional

Menurutnya, situasi tersebut tidak hanya merugikan pengelola objek wisata, tetapi juga berpotensi mencoreng citra Bali di mata wisatawan internasional.

John Purna mengingatkan bahwa Bali saat ini bersaing dengan berbagai destinasi di kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Karena itu, persoalan mendasar yang menghambat mobilitas wisatawan harus segera ditangani agar tidak memengaruhi kepercayaan pasar internasional.

“Nama Bali juga akan jelek. Saat ini, sebenarnya kita bersaing bukan antara pulau di Indonesia saja, sebenarnya kita bersaing banget dengan negara seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, dan lain sebagainya. Ini akan jelek banget mata Bali di dunia internasional,” ucap John Purna.

Untuk itu, John Purna meminta pemerintah, khususnya pihak yang berwenang menangani distribusi BBM, segera menyelesaikan persoalan tersebut sebelum dampaknya semakin meluas ke berbagai lini usaha pariwisata.

Dorong Langkah Bersama

Di tengah kondisi tersebut, John Purna berharap Musda XV ASITA Bali dapat menjadi momentum bagi para pelaku industri pariwisata untuk memperkuat kekompakan dan menyuarakan persoalan yang tengah dihadapi Bali.

John Purna menilai diperlukan koordinasi dan langkah bersama agar persoalan kelangkaan BBM mendapat perhatian serius di tingkat daerah maupun nasional.

“Tapi, kalau kita nih kan satu tujuan. Padahal kan ada wakil rakyat di Bali. Nanti kita akan ngomongin disini, di dalam Musda. Ini kan sudah krusial sekali dampaknya bagi kita,” kata John Purna.

Sementara itu, terkait keberadaan PUTRI di Kabupaten Tabanan, John Purna menyebut organisasi tersebut menaungi sekitar 10 hingga 13 pengelola daya tarik wisata, termasuk destinasi yang dikelola dalam skala lebih kecil.

John Purna menjelaskan, kepengurusan PUTRI Tabanan melibatkan sejumlah pengelola destinasi wisata, di antaranya Tanah Lot dan Ulun Danu.

Baca Juga  PWI Bali Bareng PT Bhinneka Utama Sukses Makmur Serahkan Bansos Korban Banjir Jembrana

Dengan meluasnya dampak kelangkaan BBM, John Purna berharap pemerintah segera memastikan ketersediaan bahan bakar agar mobilitas wisatawan, operasional destinasi, serta kegiatan ekonomi yang bergantung pada sektor pariwisata dapat kembali berjalan normal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca