Friday, 14 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Dikawal 10 Anggota Polri, Buronan Nomor 1 Thailand, Chaowalit Akan Dideportasi dari Indonesia Hari Ini

BALIILU Tayang

:

deportasi buronan thailand
Buronan nomor 1 Thailand, Chaowalit Thongduang. (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Buronan yang paling dicari di Thailand, Chaowalit Thongduang, akan segera dideportasi dari Indonesia pada siang ini. Proses deportasi ini akan dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dengan pengawalan ketat dari 10 anggota Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

“Siang ini, buronan nomor 1 Thailand akan dideportasi dari Soetta,” kata Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti kepada wartawan, Selasa (4/6/2024), dikutip dari humas.polri.go.id.

Menurutnya, proses deportasi Chaowalit akan sepenuhnya diawasi oleh Polri, dengan 10 anggota yang akan bertugas mengawalnya.

“Sepuluh anggota Polri akan mengawal buronan nomor 1 Thailand tersebut,” tambahnya.

Chaowalit sebelumnya ditangkap dan divonis 20 tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Phatthalung pada Januari 2022. Pada Oktober 2023, dia melarikan diri saat dibawa untuk perawatan gigi di RS Maharat Nakhon Si Thammarat. Setelah melarikan diri, dia menjadi target pencarian intensif oleh polisi dan tentara Thailand, dengan hadiah 100 ribu Baht bagi yang memberikan informasi tentang keberadaannya.

Krishna menjelaskan bahwa Chaowalit Thongduang terlibat dalam aksi kekerasan yang membuatnya ditetapkan sebagai buron nomor 1 di Thailand. Chaowalit diduga terlibat dalam penembakan terhadap anggota kepolisian dan kehakiman.

Atas perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan hasil koordinasi dengan Royal Thai Police, Polri melakukan pendalaman dan menangkap Chaowalit di sebuah apartemen di Kecamatan Badung, Bali. Penangkapan ini dilakukan melalui koordinasi bersama Polda Bali, Polda Sumatera Utara, dan Polda Aceh. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Polri Minta Masyarakat Tak Sebar ‘’Hoax’’, Tegaskan Netral di Pemilu 2024

KRIMINAL

Bareskrim Musnahkan Barang Bukti Narkoba Clandestine Lab Bali

Published

on

By

barang bukti lab narkoba di bali
PEMUSNAHAN BARANG BUKTI: Dittipidnarkoba Bareskrim Polri saat menggelar pemusnahan barang bukti (BB) kasus narkoba clandestine lab di vila kawasan Canggu pada Kamis (13/6). (Foto: humas.polri.go.id)

Semarang, baliilu.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggelar pemusnahan barang bukti (BB) kasus narkoba clandestine lab di vila kawasan Canggu, Badung, Bali. Pemusnahan dilakukan di Gudang PT Wastek, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (13/6).

Dalam pemusnahan yang dipimpin Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri ini, turut disaksikan pihak Kejaksaan, Kuasa Hukum, Puslabfor Polda Jateng, Kapolsek Ngalian, perwakilan PT Wastek, dan para tersangka. Selain itu juga diawasi oleh Provos Mabes Polri.

Pemusnahan BB diawali dengan pengecekan oleh personel Labfor Polda Jateng. Selanjutnya barang bukti tsb dimasukkan ke dalam inseminator PT Wastek.

BB yang dimusnahkan yakni bahan kimia cair dengan berat kotor 1459,31 Kg, 437 gram mefedrone, dan 9.799 gram ganja.

Setelah semua BB dimasukkan ke dalam inseminator yang disaksikan oleh semua pihak, selanjutnya para pihak menandatangani BA pemusnahan

Usai pemusmahan, tersangka kembali ke Jakarta dengan menggunakan mobil khusus tahanan yang dijaga ketat oleh Provos Mabes Polri dan personel Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Selain itu dikawal oleh 2 mobil pengawalan PJR Polda Metro Jaya.

Diketahui, Polri sebelumnya berhasil menangkap 4 tersangka dalam pengungkapan kasus ini. 2 merupakan tersangka WN Ukraina, 1 tersangka WN Rusia, dan satu orang WNI.

Dua tersangka merupakan saudara kembar WN Ukraina bernama Ivan Volovod (IV) dan Mikhayla Volovod (MV). Sementara satu WN Rusia, yakni Konstantin Krutz atau KK, merupakan jaringan dari 2 tersangka WN Ukraina. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  7 Orang Meninggal Dunia, Kakorlantas Turun Langsung ke Lokasi Kecelakaan Bus KM 370 Tol Batang-Semarang
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polri Sudah Ketahui Lokasi Persembunyian Fredy Pratama di Thailand

Published

on

By

persembunyian fredy pratama
Buronan kasus narkoba, Fredy Pratama. (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, bekerja sama dengan polisi Thailand, intensif melakukan pencarian terhadap buronan kasus narkoba, Fredy Pratama.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa menyatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan gambaran mengenai lokasi persembunyian Fredy.

“Sekarang kita sudah mendapat gambaran dengan tim yang ada di sana dari Thailand sudah betul-betul bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap Fredy Pratama,” ujar Mukti saat dikonfirmasi pada Rabu (12/6/2024), dikutip dari humas.polri.go.id.

Mukti memberikan apresiasi kepada pemerintah Thailand, termasuk imigrasi dan kepolisian, yang telah bekerja sama erat dengan tim Polri dalam upaya menangkap Fredy.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap tindakan dari pemerintah Thailand baik imigrasi dan kepolisian yang sudah bersama-sama dengan tim kita untuk menangkap Fredy Pratama,” tambahnya.

Meskipun telah bergabung dengan polisi Thailand, Mukti menjelaskan bahwa timnya masih dalam tahap pemantauan terhadap keberadaan Fredy Pratama.

“Tim masih di sana melakukan pemantauan bergabung dengan kepolisian Thailand,” ucapnya.

Mukti juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengabarkan perkembangan perburuan Fredy Pratama secara berkala.

“Kita akan mengupdate terus setiap hari, mereka melakukan pencarian sekarang sudah mulai ada tindak serius di sana,” imbuhnya.

Fredy Pratama saat ini sedang diburu dan telah masuk dalam daftar red notice. Ia diduga mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi di Indonesia dan Malaysia dari Thailand. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Polri Minta Masyarakat Tak Sebar ‘’Hoax’’, Tegaskan Netral di Pemilu 2024
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polri dan Kepolisian Thailand Intensifkan Perburuan Gembong Narkoba Fredy Pratama

Published

on

By

fredy pratama
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Selasa (11/6). (Foto: humas.polri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, bekerja sama dengan Kepolisian Thailand (Royal Thai Police), terus memburu gembong narkoba Fredy Pratama. Bareskrim menjamin bahwa Fredy akan terus dikejar hingga berhasil ditangkap.

“Sekarang kita sudah mendapat gambaran dengan tim di sana. Dari Thailand sudah betul-betul bergerak, Kepolisian Thailand bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap Fredy Pratama,” ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa, kepada wartawan, Selasa (11/6/2024), dikutip dari laman humas.polri.go.id.

Mukti menjelaskan bahwa timnya terus melakukan pemantauan di Thailand bersama kepolisian setempat. Dia menegaskan bahwa Polri serius dalam memburu Fredy, yang telah menjadi buronan sejak 2014.

“Kita kan meng-update terus (lokasi persembunyian Fredy) setiap hari, mereka melakukan pencarian sekarang sudah mulai ada (tindak) yang serius di sana,” ujarnya.

Selain itu, Mukti juga mengungkapkan bahwa istri Fredy Pratama, yang merupakan warga Thailand, akan dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penanganan kasus TPPU ini ditangani oleh kepolisian Thailand.

“Untuk TPPU saya bilang istri di TPPU kan di sana,” tambahnya.

Sebagai informasi, Fredy Pratama telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014. Polri telah membentuk Tim Khusus Escobar Indonesia untuk memburu keberadaannya. Operasi ini akan berakhir setelah Fredy dan jaringannya berhasil ditangkap.

Dalam upaya penangkapan Fredy, Polri bekerja sama dengan Kepolisian Thailand dan Drugs Enforcement Administration (DEA) Amerika. Sejauh ini, sebanyak 58 anak buah Fredy Pratama telah ditangkap dalam kasus dugaan tindak pidana narkoba serta tindak pidana pencucian uang (TPPU). Fredy diduga mengendalikan peredaran gelap narkoba jenis sabu dan ekstasi di Indonesia dan Malaysia. (gs/bi)

Baca Juga  7 Orang Meninggal Dunia, Kakorlantas Turun Langsung ke Lokasi Kecelakaan Bus KM 370 Tol Batang-Semarang

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca