Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Dinas Pariwisata Kota Denpasar Gelar Pelatihan Digitalisasi Branding Pemasaran dan Penjualan

BALIILU Tayang

:

Dinas Pariwisata
Dinas Pariwisata Kota Denpasar menggelar Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan di Hotel Swiss Belresort Watu Jimbar, Sanur Denpasar, Senin (25/7). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola destinasi dan daya tarik wisata agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Denpasar menggelar Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan pada desa wisata, homestay, kuliner, souvenir, fotografi di Hotel Swiss Belresort Watu Jimbar, Sanur Denpasar, Senin (25/7). Acara ini dibuka Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani ditandai dengan pengalungan tanda peserta.

Dalam kesempatan itu Dezire Mulyani mengatakan, pelatihan ini sangat penting diselenggarakan bagi para pemilik usaha atau pengelola di desa wisata, homestay, kuliner, souvenir, dan fotografi. Mengingat dampak dari pandemi untuk pariwisata dan ekonomi kreatif sangat besar, penurunan wisatawan mancanegara mencapai 75% dan wisatawan nusantara sekitar 30%. Bahkan lebih dari 2 juta masyarakat kehilangan pekerjaan dari total 34 juta yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Untuk itu menurutnya ada 3 pilar utama untuk pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi. “Sebagai bangsa yang besar kita perbanyak kolaborasi, tidak hanya berkompetisi tetapi perlu dibarengi dengan inovasi, dengan memanfaatkan teknologi digital dan terus beradaptasi di situasi dan kondisi yang cepat berubah,” ungkap Dezire.

Lebih lanjut Dezire mengatakan, pelatihan ini difasilitasi oleh dana alokasi khusus non fisik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar. “Untuk itu kami berharap para peserta dapat menambah knowledge, motivasi dan kompetensi untuk menciptakan inovasi baru dan siap bersaing di pasca pandemi ini dan kedepannya,” harapnya.

Mengingat di era yang serba digital sekarang ini, pemasaran digital atau digital marketing menjadi metode baru yang sangat berperan penting dalam memasarkan suatu usaha. Digital marketing dapat membangun, meningkatkan, dan mempertahankan reputasi suatu bisnis secara online di semua platform digital.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Penghargaan PDN dari BKN Pusat

Dengan semakin mudahnya akses internet saat ini, pengguna media sosial untuk berinteraksi di dunia maya semakin meningkat setiap harinya. Peluang ini perlu segera dimanfaatkan dengan digital marketing, yang membantu suatu bisnis menjangkau lebih banyak konsumen daripada melalui metode konvensional, lebih hemat biaya dan terukur.

Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini bermanfaat sehingga setelah tiga bulan kegiatan ini berlangsung pihaknya akan melakukan evaluasi maupun minta masukan dari peserta, Agar ke depan bisa dibenahi atau memperbaiki terkait teknik-teknik terkait kendala yang mereka hadapi.

Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana menambahkan, salah satu dari kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan adalah pemberdayaan masyarakat yang ada di destinasi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif  bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di satu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 Untuk meningkatkan  kapasitas SDM Pariwisata dan Ekonomi kreatif melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan maka dipandang perlu untuk memberikan pelatihan digitalisasi, branding, pemasaran dan penjualan pada desa wisata, homestay, kuliner, souvenir, fotografi  di Kota Denpasar.

Menurutnya sasaran yang harus dicapai dari pelatihan ini peserta mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan serta pemasaran digital. Mengetahui dan memahami tahapan pengembangan pemasaran digital. Serta peserta mengetahui dan memahami pentingnya fotografi dan bahasa yang efektif dalam pemasaran digital.

Untuk itu sasaran dalam Pelatihan berjumlah 40 orang dan belum pernah mengikuti pelatihan digitalisasi yang didanai dari APBN serta diutamakan bagi yang pengelola destinasi pariwisata, termasuk desa wisata, daya tarik wisata, kuliner, souvenir, dan fotografi.

Dengan melibatkan Narasumber Pelatihan yang ahli dalam bidang ini yakni I Putu Hendika Permana, S Kom., M.M., dan Yus Priyanatha Sudibya dari praktisi pemasaran digital, Anak Agung Made Dewandra Reindhart (Dewandra Djelantik) dari unsur Fotografer Profesional dan I Dewa Ayu S. Joni dari unsur akademisi di Bidang Pemasaran. “Pelatihan diselenggarakan selama tiga hari mulai dari tanggal 25-27 Juli 2022. Selama 2 hari dilaksanakan di Hotel Swiss Bel Resort Watu Jimbar, Sanur, di mana peserta menginap pada malam harinya dan pada hari ketiga kunjungan lapangan ke Puri Taman Sari, Uma Abian, Marga, Tabanan,” jelas Hendaryana. (ayu/eka/bi)

Baca Juga  Sinergitas Pemkot Denpasar Gelar Donor Darah Serangkaian Bulan Bung Karno IV, Wawali Arya Wibawa: Wujud Kepedulian Sesama Manusia

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PARIWISATA

Pemkot Denpasar Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Tingkatkan Pengetahuan, Kompetensi, dan Motivasi

Published

on

By

Pemkot Denpasar
Pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Hotel Prime Plaza Sanur, Senin (08/7). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui dinas pariwisata menggelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Hotel Prime Plaza Sanur, Senin (08/7) dan akan berlangsung hingga 10 Agustus mendatang. Pelaksanana kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata. Sehingga secara berkelanjutan lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana saat diwawancarai di sela kegiatan menjelaskan, salah satu dari kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan yaitu pemberdayaan masyarakat. Hal ini dapat mendorong terwujudnya iklim yang kondusif  bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di satu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pengembangan desa wisata perlu didukung dengan manajemen atau pengelolaan dengan kelembagaan yang solid, fleksibel, dan sederhana serta dinamis.  Keterlibatan masyarakat lokal merupakan unsur utama dalam pengelolaan desa wisata ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan yang menyasar utusan desa/lurah, Pokdarwis serta organisasi pemuda peduli pariwisata ini dilaksanakan dengan menghadirkan beragam narasumber. Diantaranya, Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali Made Mendra Astawa, Institut Pariwisata dan Bisnis International dan Ketua DPD AHLI I Ketut Suabawa, Mentor Desa Wisata I Dewa Gede Wisnu Arimbawa, dan Praktisi Desa Wisata I Gusti Agung Bagus Mantra. Bahkan seluruh peserta diajak mengunjungi Desa Wisata Taro, Kabupaten Gianyar.

Hendaryana berharap, dari pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata. Sehingga kedepannya lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Kami berharap ke depan lahir desa wisata-desa wisata yang profesional di Kota Denpasar untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar dengan pengelolaan yang profesional dan berkualitas,” terangnya.

Baca Juga  Stabilkan Harga Jelang Lebaran, Pemkot Denpasar Gelar Bazzar Pangan

Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali Made Mendra Astawa memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas semangat dan perhatian desa di Kota Denpasar untuk kemajuan pariwisata, khususnya desa wisata. Di mana, hampir sebagian besar desa/kelurahan telah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Kami memberikan apresiasi atas komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung kemajuan pariwisata di masa pandemi, sehingga pelatihan ini menjadi penting untuk meningkatkan kualitas kepariwisataan yang berkelanjutan,” ujarnya. (ags/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Terima Kunjungan Bupati Ende, Cok Ace Dukung Potensi Pengembangan Pariwisata Ende

Bupati Ende, Djafar Achmad Meminta agar Ende dapat Menjadi Sister City Bidang Pariwisata

Published

on

By

cok ace
Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati menyerahkan cinderamata kepada Bupati Ende, Djafar Achmad. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati menerima kunjungan Bupati Ende, Djafar Achmad bertempat di Ruang Tamu Wakil Gubernur Bali, Senin, Soma Wage Tambir (1/8). Kunjungan ini berkaitan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Ende dalam mengembangkan pariwisata Ende khususnya di wilayah sekitar Danau Kelimutu.

Menurut Djafar Achmad, konon ceritanya Danau Kelimutu atau danau tiga warna adalah danau yang paling indah di dunia karena kelompok Danau Kelimutu memiliki tiga buah danau yang warnanya dapat berubah. Walaupun tidak semua dan sembarang orang dapat melihatnya.

Bupati Ende menyampaikan bahwa setiap tanggal 14 Agustus masyarakat akan menggelar persembahan memberi makan roh halus yang ada di Danau Kelimutu. Upacara yang dilakukan oleh masyarakat asli Ende ini mirip dengan budaya persembahan yang ada di Bali. 

Potensi pariwisata di Ende sangat bagus. Sama seperti di Bali, Ende memiliki kekayaan alam, budaya dan sejarah yang melimpah namun pemasaran potensi wisata ini masih kurang. Oleh karena itu, Djafar Achmad meminta agar Ende dapat menjadi sister city Bali dalam mengembangkan pariwisatanya. Ia meminta agar Pemerintah Provinsi Bali dapat melirik Ende sebagai ‘beyond Bali’ untuk dapat dibuatkan paket wisatanya. “Jadi Bali adalah Hub-nya,” ujar Bupati Ende sembari menambahkan kedepannya akan ada penerbangan langsung Denpasar-Ende yang mendukung akses wisatawan dapat lebih mudah datang ke Ende.

“Kita ingin jadikan Ende sebagai wisata sejarah kebangsaan di samping wisata alam. Alam Ende memiliki kekuatan mistis, sejarah di Ende kuat khususnya pohon sukun tempat Bung Karno merenung ketika dibuang oleh pemerintah Belanda. Jadi sebenarnya Pancasila itu lahirnya bukan di Jogja atau di Jakarta tapi di Ende,” ungkap Bupati Ende.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Penghargaan PDN dari BKN Pusat

Hal ini dibenarkan juga oleh Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok Oka Sukawati. Ia mengatakan bahwa potensi wisata alam, budaya dan sejarah di Ende sangat baik. Menurutnya lebih mudah menjual Danau Kelimutu karena memiliki keunikan yang tidak ada di daerah lainnya, hanya satu-satunya di dunia. “Hanya perlu dibuatkan narasi yang baik untuk menarik minat wisatawan,” ungkap Wagub yang akrab disapa Cok Ace.

Lebih lanjut Djafar Achmad meminta agar Wakil Gubernur Bali beserta Kepala Dinas Pariwisata dan industri pariwisata Bali dapat datang ke Ende untuk turut menyaksikan keindahan alam Ende serta turut hadir dalam Festival Sepekan Danau Kelimutu pada bulan Agustus ini.

Undangan ini disambut baik oleh Cok Ace. “Saya sebenarnya ingin sekali ikut hadir di festival itu, tapi tanggal 14 bertepatan sekali dengan hari jadi Pemerintah Provinsi Bali. Mungkin setelah bulan Agustus ini saya akan kesana bersama industri pariwisata Bali dan Kadispar. Saya ingin melihat potensi pariwisata apa yang menonjol disana,” ungkap Cok Ace. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Wisman Australia, Korea, Irlandia, Swiss, hingga Jepang Dukung Kebijakan Gubernur Wayan Koster Berlakukan Kontribusi Wisatawan

Keindahan Alam, Keunikan Budaya Disertai Keramahan Masyarakatnya Menjadikan Para Wisman Semakin Cinta dan Ikut Bertanggung Jawab Jaga Bali

Published

on

By

koster
Foto-foto para wisman. (Foto: Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Pemberlakuan Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2020 melalui aplikasi ‘LoveBali’ yang diluncurkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster mendapatkan apresiasi serta dukungan positif dari Wisatawan Mancanegara (Wisman) pada, Jumat (Sukra Umanis, Merakih), 29 Juli 2022.

wisman
Asmara seorang Wisman dari Melbourne, Australia

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Asmara seorang Wisman dari Melbourne, Australia yang mengungkapkan kecintaannya terhadap budaya Bali. Saking cintanya, ia secara rutin mengunjungi Pulau Dewata ini dan sangat mendukung Bali perlu dilindungi dan dipertahankan keberlangsungan kebudayaannya. “Saya mendengar adanya Peraturan Pemerintah yang baru (Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali, red). Atas hal ini, kita turut juga bertanggung jawab terhadap kebudayaan Bali untuk memastikan kelestariannya, sehingga ke depan Kita bisa mengunjungi Bali secara terus menerus,’’ ujar Asmara seraya menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi Bali.

wisman

Mark dari Melbourne, Australia juga menyatakan Bali merupakan destinasi wisata yang sangat disenanginya. “Saya sudah datang untuk kelima kalinya ke Bali. Saya sangat cinta dengan Bali, ikarenakan keunikan kebudayaannya, keindahaan alamnya serta lingkungannya yang alami. Semua orang di sini sangat baik dan menyenangkan. Saya setuju dengan program Pemerintah Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan untuk melindungi kebudayaan dan alam Bali,” kata Mark sembari menyatakan alasan saya setuju, karena kami cinta Bali, orang Australia cinta Bali, kami senang datang ke Bali dan kami akan terus datang kembali ke Bali.

wisman

Hiroyuki, Wisman asal Jepang memberikan dukungan terhadap program baru Pemerintah Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan untuk melindungi alam dan budaya Bali. “Jadi Kami akan memberitahu kolega dan teman Kami tentang peraturan baru ini. Terima kasih,” kata Hiroyuki.

Baca Juga  Terima Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI, Wawali Arya Wibawa Perkenalkan Teba Majelangu sebagai Wahana Edukasi Ekowisata Ramah Anak
wsiman

Kevin Wisman asal Swiss menyebutkan kehadirannya di Bali sudah dua minggu dan ia sangat menyadari jika alam dan budaya Bali perlu dilestarikan, karena keberlangsungan pariwisata di Bali sangat tergantung pada kebudayaannya. “Jadi Saya setuju dengan program Pemprov Bali untuk mengundang seluruh pihak agar bertanggung jawab melestarikan kebudayaan dan alam Bali,” ungkap Kevin dengan nada setuju seraya menyatakan Kami sangat mencintai Bali, Kami menikmati Bali beserta masyarakatnya, dan mencintai staf hotel dan semua orang di Bali, jadi Kita harus menjaga Bali ini.

wisman

Andrew dari Irlandia yang berlibur ke Bali bersama pacarnya mengatakan telah menemukan kebudayaan yang unik dan kaya yang tidak bisa Kami temukan di negara Kami. Kami sangat menikmati hari-hari Kami di Bali. Karena itu, Kami setuju mendukung program Pemerintah Provinsi Bali tentang pelindungan alam dan kebudayaan Bali. Karena ini sangat penting untuk keberlangsungan Bali. “Dimana kita berada, Kita harus menjaga kebudayaan dan alam ini, termasuk di Bali, sehingga Bali tidak kehilangan rohnya. Saya cinta Bali, Saya dukung Bali dan Saya akan kembali lagi ke Bali untuk menikmati kebudayaan Bali,” cetus Wisman asal Irlandia ini.

wisman

Dukungan terhadap kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali juga mengalir dari Wisman asal Korea, Wei Kim. “Saya sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan ini. Saya akan memberitahu semua masyarakat Korea untuk mengikuti program yang baru ini. Kami berharap yang terbaik untuk pariwisata Bali di masa mendatang,” harap Wie Kim.

wisman

Wisman Australia, Hilmisua pula menyatakan kecintaannya terhadap Bali dan ia tercatat sebagai wisatawan yang sudah dua kali berlibur ke Bali, karena kecintaanya terhadap Bali. “Bali sangat aman dan mempunyai kebudayaan yang unik, tempat yang indah dan banyak lagi. Saya mendengar Pemprov Bali mempunyai program untuk mengundang semua pihak terutama wisatawan untuk berkontribusi melindungi kebudayaan dan alam Bali. Saya pikir sebagai wisatawan Kita mempunyai peranan untuk berkontribusi menjaga Bali. Sehingga Bali tetap menjadi Bali dan Kita bisa kembali lagi ke Bali,” ujar Hilmisua.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Penghargaan PDN dari BKN Pusat
wisman

Sebagai Wisman asal Australia, Dean sudah tujuh kali mengunjungi Bali. Saya sangat senang melihat Pulau Bali sudah berangsur kembali normal pasca Covid-19, sebelumnya Saya sangat sedih melihat Bali ditutup. “Bali sangat terkenal dengan keramahan penduduknya dan itu perlu dijaga, terutama kebudayaanya. Kita tahu kebudayaan Bali sangat unik dan berbeda dengan kebudayaan lainnya di Indonesia. Agama Hindu sebagai agama yang utama di sini terus menunjukan masyarakat yang suka menolong dan ramah. Jadi Saya sangat mendukung program Pemprov Bali, karena kebudayaan dan alam Bali memang perlu dijaga. Tidak hanya alam dan kebudayaan, agama Hindu juga perlu dijaga,” tegas Dean.

Wisman Australia lainnya, Melisa pula menyadari alam dan budaya Bali harus dilestarikan, karena pariwisata Bali sangat tergantung pada kebudayaan itu sendiri. “Saya apresiasi program Pemprov Bali untuk mengundang wisatawan berkontribusi menjaga budaya dan alam Bali. Saya sangat mendukung karena saya cinta Bali,” ujar Melisa.

Selama 27 Tahun, Claer yang merupakan seorang Wisman asal Australia telah mengunjungi Bali, karena kecintaannya terhadap Pulau Bali. Untuk itulah, Saya ingin memberitahu semua tentang program Pemprov Bali ini agar wisatawan turut berkontribusi menjaga alam dan budaya Bali. “Anda bisa turut membantu pemerintah dalam menjaga alam Bali dengan cara berdonasi seiklas anda untuk masa depan tempat yang Kita cintai bersama ini. Saya dukung program ini, dan saya kira ini adalah ide yang sangat bagus,” apresiasi Claer terhadap Pemprov Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca