Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Wagub Cok Ace Gelar Rakor, Sikapi Penipuan ‘’Money Changer’’

BALIILU Tayang

:

cok ace
Wagub Cok Ace pimpin rapat koordinasi lintas sektor bersama stakeholder pariwisata, Selasa, 26 Juli 2022 terkait penipuan money changer. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kasus penipuan money changer yang menimpa turis Australia baru-baru ini mendapat perhatian serius Wakil Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace).

Menyikapi persoalan yang mencoreng citra pariwisata Bali itu, Wagub Cok Ace menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama stakeholder pariwisata, Selasa (Anggara Pasah Wuku Merakih) 26 Juli 2022. Rakor yang digelar di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali itu diikuti unsur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Polda Bali, Pol. PP Bali dan Kabupaten Badung, Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Badung dan Gianyar, Asosiasi Pedagang Valuta Asing dan stakeholder pariwisata lainnya.

Wagub Cok Ace dalam arahannya menyampaikan bahwa aksi penipuan yang menimpa wisatawan asing oleh money changer tak berizin itu sangat penting untuk disikapi. Selain merusak citra pariwisata Bali, tindakan semacam ini bisa menjadi bumerang bagi Bali yang saat ini tengah berjuang memulihkan sektor pariwisata.

“Seluruh komponen telah berjuang keras dan bahu-membahu untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Sekarang pun Covid-19 sejatinya belum teratasi secara tuntas, tapi syukurnya sektor pariwisata berangsur pulih,” ucapnya.

Oleh sebab itu, ia tak ingin aksi-aksi penipuan seperti yang terjadi di money changer menjadi hambatan dalam pemulihan Bali. Melalui pelaksanan rakor ini, ia ingin memperoleh masukan dari berbagai komponen untuk mengatasi persoalan ini. Selain kasus penipuan money changer, Wagub Cok Ace juga menyinggung isu lain dalam dunia kepariwisataan yaitu ketentuan SIM Internasional bagi wisatawan dan persoalan lingkungan yang rentan dijadikan alat untuk menjatuhkan citra pariwisata Bali.

Terkait dengan keberadaan money changer, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan bahwa kegiatan usaha ini diatur dalam Peraturan BI Nomor 18/20/PBI/2016 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB). Dalam operasionalnya, KUPVA BB memiliki kantor pusat dan kantor cabang. Merujuk data bulan Juni 2022, di Bali terdapat 103 kantor pusat dan 388 kantor cabang KUPVA BB yang tersebar di seluruh Bali. “Sebarannya terbanyak ada di Kabupaten Badung yaitu 347 kantor cabang,” ungkapnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Acara Kritik Buku Umar Ibnu Alkhatab

Selanjutnya, Trisno Nugroho menjelaskan ciri-ciri KUPVA BB berizin yaitu memasang logo serta sertifikat izin usaha yang dikeluarkan oleh BI. Menurutnya, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam penertiban money changer bodong. Tantangan antara lain, tak semua wisatawan asing paham bahwa mereka harus bertransaksi valuta asing di KUPVA BB berizin dan banyak pelaku usaha tidak paham peraturan dalam mendirikan usaha penukaran valuta asing.

Selain itu, edukasi dan sosialisasi terkait penukaran valuta asing masih minim serta belum ada tindakan penertiban untuk memberikan efek jera bagi pelaku usaha KUPVA BB tidak berizin. Menyikapi hal ini, Trisno mengusulkan pelibatan desa adat dalam penertiban KUPVA BB tak berizin dengan memasukkannya dalam pararem. Menurutnya hal ini bisa memberi efek jera bagi pelaku KUPVA BB tak berizin yang beroperasi di wewengkon desa adat.

Rencana penertiban KUPVA BB tak berizin didukung sepenuhnya oleh Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Bali Ayu Astuti Dhama. Menurutnya, penertiban bisa dilaksanakan dengan memeriksa kelengkapan yang resmi dikeluarkan BI berupa logo dan sertifikat izin usaha.

Sementara itu, Wadir Krimum Polda Bali AKBP Suratno menegaskan bahwa jajarannya mendukung penuh upaya pemulihan ekonomi Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata. Disebutkan olehnya,  aksi penipuan money changer bukanlah satu-satunya hal yang mencoreng citra pariwisata Bali. “Ada pula aksi penjambretan, copet hingga ulah oknum sopir taksi yang menaikkan tarif untuk wisatawan,” bebernya.

Khusus terkait aksi penipuan money changer, pihak kepolisian mengalami kendala dalam menindaklanjuti karena tak terpenuhinya unsur formil dan materiil. Karena kerapkali wisatawan hanya berorientasi barang atau uang mereka kembali dan tak melanjutkan proses hukum sebagaimana yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga  Hadiri Groundbreaking PT. Mitra Prodin, Wagub Cok Ace Harapkan Warga Setempat Ikut Ambil Peluang Emas Dalam Peningkatan Sektor Ekonomi

“Kalau ada laporan resmi, ini bisa kami tindaklanjuti sebagai tindakan penipuan dan penggelapan,” ujarnya. Kendati demikian, jajaran kepolisian tetap berupaya untuk menertibkan keberadaan money changer dengan melakukan pengecakan ke lapangan. “Dari 155 money changer yang sudah kami cek, hanya 10 yang ada izinnya. Tapi kami tak punya kewenangan untuk nutup,” tandasnya.

Pol PP Bali dan Badung juga mengutarakan bahwa mereka tak punya kewenangan untuk memberi sanksi atau menutup karena regulasinya ada di Bank Indonesia. Menambahkan penyampaian jajaran Pol PP, Ketua LPM Legian I Wayan Puspa Negara menyinggung pentingnya keterlibatan Bank Indonesia dalam menertibkan money changer tak berizin. Ia yakin, dengan dukungan semua pihak, persoalan ini dapat segera teratasi.

Sedangkan Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Pariwisata IGAN Rai Surya Wijaya menyarankan agar pemerintah tegas dan tak mentolerir keberadaan money changer bodong yang dapat menurunkan citra pariwisata Bali. Sejalan dengan usulan BI, ia juga mengusulkan pelibatan desa adat dalam penertiban money changer bodong. Berikutnya ada Kepala Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali Nyoman Nuarta yang menyarankan pembentukan satgas dan rapat lanjutan dalam menyikapi persoalan ini.

Setelah mendengar berbagai masukan, Wagub Cok Ace menyimpulkan bahwa rakor menyepakati pembentukan tim task force yang bisa langsung bekerja dan turun ke lapangan untuk memberi efek jera. Selanjutnya akan dibentuk tim dengan jangkauan lebih luas yang bertugas mencari persoalan sosial yang menjadi pemicu maraknya aksi penipuan berkedok money changer di objek wisata.

Sejalan dengan itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana akan memperkuat upaya pencegahan dengan mengedukasi wisatawan agar lebih banyak menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi. “Kita akan buatkan arahan dalam berbagai bahasa untuk mengedukasi wisatawan agar mereka tidak mudah kena tipu,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Bali Flora Festival di Taman Dedari

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot

PARIWISATA

Pemkot Denpasar Gelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata

Tingkatkan Pengetahuan, Kompetensi, dan Motivasi

Published

on

By

Pemkot Denpasar
Pelaksanaan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Hotel Prime Plaza Sanur, Senin (08/7). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui dinas pariwisata menggelar Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Hotel Prime Plaza Sanur, Senin (08/7) dan akan berlangsung hingga 10 Agustus mendatang. Pelaksanana kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata. Sehingga secara berkelanjutan lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana saat diwawancarai di sela kegiatan menjelaskan, salah satu dari kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan yaitu pemberdayaan masyarakat. Hal ini dapat mendorong terwujudnya iklim yang kondusif  bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di satu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pengembangan desa wisata perlu didukung dengan manajemen atau pengelolaan dengan kelembagaan yang solid, fleksibel, dan sederhana serta dinamis.  Keterlibatan masyarakat lokal merupakan unsur utama dalam pengelolaan desa wisata ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan yang menyasar utusan desa/lurah, Pokdarwis serta organisasi pemuda peduli pariwisata ini dilaksanakan dengan menghadirkan beragam narasumber. Diantaranya, Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali Made Mendra Astawa, Institut Pariwisata dan Bisnis International dan Ketua DPD AHLI I Ketut Suabawa, Mentor Desa Wisata I Dewa Gede Wisnu Arimbawa, dan Praktisi Desa Wisata I Gusti Agung Bagus Mantra. Bahkan seluruh peserta diajak mengunjungi Desa Wisata Taro, Kabupaten Gianyar.

Hendaryana berharap, dari pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola desa wisata. Sehingga kedepannya lebih profesional dan berkualitas dalam melakukan pengelolaan desa wisata dan memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Kami berharap ke depan lahir desa wisata-desa wisata yang profesional di Kota Denpasar untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar dengan pengelolaan yang profesional dan berkualitas,” terangnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Jelaskan Pentingnya Perda Tata Cara Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi di Depan Anggota Dewan

Forum Komunikasi Desa Wisata Provinsi Bali Made Mendra Astawa memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas semangat dan perhatian desa di Kota Denpasar untuk kemajuan pariwisata, khususnya desa wisata. Di mana, hampir sebagian besar desa/kelurahan telah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Kami memberikan apresiasi atas komitmen Pemkot Denpasar dalam mendukung kemajuan pariwisata di masa pandemi, sehingga pelatihan ini menjadi penting untuk meningkatkan kualitas kepariwisataan yang berkelanjutan,” ujarnya. (ags/eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Terima Kunjungan Bupati Ende, Cok Ace Dukung Potensi Pengembangan Pariwisata Ende

Bupati Ende, Djafar Achmad Meminta agar Ende dapat Menjadi Sister City Bidang Pariwisata

Published

on

By

cok ace
Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati menyerahkan cinderamata kepada Bupati Ende, Djafar Achmad. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati menerima kunjungan Bupati Ende, Djafar Achmad bertempat di Ruang Tamu Wakil Gubernur Bali, Senin, Soma Wage Tambir (1/8). Kunjungan ini berkaitan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Ende dalam mengembangkan pariwisata Ende khususnya di wilayah sekitar Danau Kelimutu.

Menurut Djafar Achmad, konon ceritanya Danau Kelimutu atau danau tiga warna adalah danau yang paling indah di dunia karena kelompok Danau Kelimutu memiliki tiga buah danau yang warnanya dapat berubah. Walaupun tidak semua dan sembarang orang dapat melihatnya.

Bupati Ende menyampaikan bahwa setiap tanggal 14 Agustus masyarakat akan menggelar persembahan memberi makan roh halus yang ada di Danau Kelimutu. Upacara yang dilakukan oleh masyarakat asli Ende ini mirip dengan budaya persembahan yang ada di Bali. 

Potensi pariwisata di Ende sangat bagus. Sama seperti di Bali, Ende memiliki kekayaan alam, budaya dan sejarah yang melimpah namun pemasaran potensi wisata ini masih kurang. Oleh karena itu, Djafar Achmad meminta agar Ende dapat menjadi sister city Bali dalam mengembangkan pariwisatanya. Ia meminta agar Pemerintah Provinsi Bali dapat melirik Ende sebagai ‘beyond Bali’ untuk dapat dibuatkan paket wisatanya. “Jadi Bali adalah Hub-nya,” ujar Bupati Ende sembari menambahkan kedepannya akan ada penerbangan langsung Denpasar-Ende yang mendukung akses wisatawan dapat lebih mudah datang ke Ende.

“Kita ingin jadikan Ende sebagai wisata sejarah kebangsaan di samping wisata alam. Alam Ende memiliki kekuatan mistis, sejarah di Ende kuat khususnya pohon sukun tempat Bung Karno merenung ketika dibuang oleh pemerintah Belanda. Jadi sebenarnya Pancasila itu lahirnya bukan di Jogja atau di Jakarta tapi di Ende,” ungkap Bupati Ende.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Acara Kritik Buku Umar Ibnu Alkhatab

Hal ini dibenarkan juga oleh Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjok Oka Sukawati. Ia mengatakan bahwa potensi wisata alam, budaya dan sejarah di Ende sangat baik. Menurutnya lebih mudah menjual Danau Kelimutu karena memiliki keunikan yang tidak ada di daerah lainnya, hanya satu-satunya di dunia. “Hanya perlu dibuatkan narasi yang baik untuk menarik minat wisatawan,” ungkap Wagub yang akrab disapa Cok Ace.

Lebih lanjut Djafar Achmad meminta agar Wakil Gubernur Bali beserta Kepala Dinas Pariwisata dan industri pariwisata Bali dapat datang ke Ende untuk turut menyaksikan keindahan alam Ende serta turut hadir dalam Festival Sepekan Danau Kelimutu pada bulan Agustus ini.

Undangan ini disambut baik oleh Cok Ace. “Saya sebenarnya ingin sekali ikut hadir di festival itu, tapi tanggal 14 bertepatan sekali dengan hari jadi Pemerintah Provinsi Bali. Mungkin setelah bulan Agustus ini saya akan kesana bersama industri pariwisata Bali dan Kadispar. Saya ingin melihat potensi pariwisata apa yang menonjol disana,” ungkap Cok Ace. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Wisman Australia, Korea, Irlandia, Swiss, hingga Jepang Dukung Kebijakan Gubernur Wayan Koster Berlakukan Kontribusi Wisatawan

Keindahan Alam, Keunikan Budaya Disertai Keramahan Masyarakatnya Menjadikan Para Wisman Semakin Cinta dan Ikut Bertanggung Jawab Jaga Bali

Published

on

By

koster
Foto-foto para wisman. (Foto: Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Pemberlakuan Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2020 melalui aplikasi ‘LoveBali’ yang diluncurkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster mendapatkan apresiasi serta dukungan positif dari Wisatawan Mancanegara (Wisman) pada, Jumat (Sukra Umanis, Merakih), 29 Juli 2022.

wisman
Asmara seorang Wisman dari Melbourne, Australia

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Asmara seorang Wisman dari Melbourne, Australia yang mengungkapkan kecintaannya terhadap budaya Bali. Saking cintanya, ia secara rutin mengunjungi Pulau Dewata ini dan sangat mendukung Bali perlu dilindungi dan dipertahankan keberlangsungan kebudayaannya. “Saya mendengar adanya Peraturan Pemerintah yang baru (Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali, red). Atas hal ini, kita turut juga bertanggung jawab terhadap kebudayaan Bali untuk memastikan kelestariannya, sehingga ke depan Kita bisa mengunjungi Bali secara terus menerus,’’ ujar Asmara seraya menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi Bali.

wisman

Mark dari Melbourne, Australia juga menyatakan Bali merupakan destinasi wisata yang sangat disenanginya. “Saya sudah datang untuk kelima kalinya ke Bali. Saya sangat cinta dengan Bali, ikarenakan keunikan kebudayaannya, keindahaan alamnya serta lingkungannya yang alami. Semua orang di sini sangat baik dan menyenangkan. Saya setuju dengan program Pemerintah Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan untuk melindungi kebudayaan dan alam Bali,” kata Mark sembari menyatakan alasan saya setuju, karena kami cinta Bali, orang Australia cinta Bali, kami senang datang ke Bali dan kami akan terus datang kembali ke Bali.

wisman

Hiroyuki, Wisman asal Jepang memberikan dukungan terhadap program baru Pemerintah Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan untuk melindungi alam dan budaya Bali. “Jadi Kami akan memberitahu kolega dan teman Kami tentang peraturan baru ini. Terima kasih,” kata Hiroyuki.

Baca Juga  Forum Komunikasi Risiko One Health Provinsi Bali Gelar Rakor
wsiman

Kevin Wisman asal Swiss menyebutkan kehadirannya di Bali sudah dua minggu dan ia sangat menyadari jika alam dan budaya Bali perlu dilestarikan, karena keberlangsungan pariwisata di Bali sangat tergantung pada kebudayaannya. “Jadi Saya setuju dengan program Pemprov Bali untuk mengundang seluruh pihak agar bertanggung jawab melestarikan kebudayaan dan alam Bali,” ungkap Kevin dengan nada setuju seraya menyatakan Kami sangat mencintai Bali, Kami menikmati Bali beserta masyarakatnya, dan mencintai staf hotel dan semua orang di Bali, jadi Kita harus menjaga Bali ini.

wisman

Andrew dari Irlandia yang berlibur ke Bali bersama pacarnya mengatakan telah menemukan kebudayaan yang unik dan kaya yang tidak bisa Kami temukan di negara Kami. Kami sangat menikmati hari-hari Kami di Bali. Karena itu, Kami setuju mendukung program Pemerintah Provinsi Bali tentang pelindungan alam dan kebudayaan Bali. Karena ini sangat penting untuk keberlangsungan Bali. “Dimana kita berada, Kita harus menjaga kebudayaan dan alam ini, termasuk di Bali, sehingga Bali tidak kehilangan rohnya. Saya cinta Bali, Saya dukung Bali dan Saya akan kembali lagi ke Bali untuk menikmati kebudayaan Bali,” cetus Wisman asal Irlandia ini.

wisman

Dukungan terhadap kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelindungan Lingkungan Alam dan Budaya Bali juga mengalir dari Wisman asal Korea, Wei Kim. “Saya sangat mendukung program Pemerintah Provinsi Bali tentang Kontribusi Wisatawan ini. Saya akan memberitahu semua masyarakat Korea untuk mengikuti program yang baru ini. Kami berharap yang terbaik untuk pariwisata Bali di masa mendatang,” harap Wie Kim.

wisman

Wisman Australia, Hilmisua pula menyatakan kecintaannya terhadap Bali dan ia tercatat sebagai wisatawan yang sudah dua kali berlibur ke Bali, karena kecintaanya terhadap Bali. “Bali sangat aman dan mempunyai kebudayaan yang unik, tempat yang indah dan banyak lagi. Saya mendengar Pemprov Bali mempunyai program untuk mengundang semua pihak terutama wisatawan untuk berkontribusi melindungi kebudayaan dan alam Bali. Saya pikir sebagai wisatawan Kita mempunyai peranan untuk berkontribusi menjaga Bali. Sehingga Bali tetap menjadi Bali dan Kita bisa kembali lagi ke Bali,” ujar Hilmisua.

Baca Juga  Apresiasi BI, Wagub Cok Ace Tinjau Vaksinasi Booster bagi Pekerja Perbankan
wisman

Sebagai Wisman asal Australia, Dean sudah tujuh kali mengunjungi Bali. Saya sangat senang melihat Pulau Bali sudah berangsur kembali normal pasca Covid-19, sebelumnya Saya sangat sedih melihat Bali ditutup. “Bali sangat terkenal dengan keramahan penduduknya dan itu perlu dijaga, terutama kebudayaanya. Kita tahu kebudayaan Bali sangat unik dan berbeda dengan kebudayaan lainnya di Indonesia. Agama Hindu sebagai agama yang utama di sini terus menunjukan masyarakat yang suka menolong dan ramah. Jadi Saya sangat mendukung program Pemprov Bali, karena kebudayaan dan alam Bali memang perlu dijaga. Tidak hanya alam dan kebudayaan, agama Hindu juga perlu dijaga,” tegas Dean.

Wisman Australia lainnya, Melisa pula menyadari alam dan budaya Bali harus dilestarikan, karena pariwisata Bali sangat tergantung pada kebudayaan itu sendiri. “Saya apresiasi program Pemprov Bali untuk mengundang wisatawan berkontribusi menjaga budaya dan alam Bali. Saya sangat mendukung karena saya cinta Bali,” ujar Melisa.

Selama 27 Tahun, Claer yang merupakan seorang Wisman asal Australia telah mengunjungi Bali, karena kecintaannya terhadap Pulau Bali. Untuk itulah, Saya ingin memberitahu semua tentang program Pemprov Bali ini agar wisatawan turut berkontribusi menjaga alam dan budaya Bali. “Anda bisa turut membantu pemerintah dalam menjaga alam Bali dengan cara berdonasi seiklas anda untuk masa depan tempat yang Kita cintai bersama ini. Saya dukung program ini, dan saya kira ini adalah ide yang sangat bagus,” apresiasi Claer terhadap Pemprov Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca