Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Badung Made Sunarta memimpin Rapat Kerja di Ruang Rapat Gosana Lantai II Gedung DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 28 Pebruari 2023. (Foto: ist)
Badung, baliilu.com – Berkenaan dengan agenda Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung, Pimpinan dan Anggota Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Badung pada Selasa, 28 Februari 2023 menggelar Rapat Kerja yang dipimpin oleh Wakil Ketua (Waka) II DPRD Kabupaten Badung Made Sunarta di Ruang Rapat Gosana Lantai II, Gedung DPRD Kabupaten Badung.
Agenda rapat tersebut membahas dan menetapkan tentang realisasi kegiatan DPRD Kabupaten Badung bulan Februari 2023, rancangan jadwal kegiatan DPRD Kabupaten Badung bulan Maret 2023 dan rekomendasi permohonan Hibah tanah aset milik Pemda Badung seluas 25 are kepada Pura Subak Alas Harum, Desa Adat Batu Bayan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
‘’Ada beberapa hal yang kita bahas dalam acara tadi yakni tentang pelaksanaan kegiatan 2023 bulan Februari dan pembuatan jadwal kegiatan DPRD Badung bulan Maret 2023,” kata Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Badung Made Sunarta selepas acara.
Oleh karena itu, Made Sunarta menyebutkan DPRD Badung memberikan dua hal rekomendasi sesuai dengan permohonan Pemerintah Kabupaten Badung terkait dengan Hibah kepada Pura Subak Alas Harum di Desa Adat Batu Bayan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung dan juga kepada Desa Sedang.
“Karena tanah yang telah ada dan dimohonkan itu, memang sangat diperlukan untuk kegiatan Desa Taman maupun Desa Sedang,” terangnya.
Wakil Ketua II DPRD Badung Made Sunarta. (Foto: ist)
Oleh karena itu, Made Sunarta menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sudah mengajukan kepada DPRD Badung dan hasil rapat tersebut memutuskan dan merekomendasikan tanah tersebut untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya kepada Desa yang memerlukannya, yaitu Pura Subak Alas Harum, Desa Taman dan juga Desa Sedang.
Terkait kegiatan bulan Maret 2023, Made Sunarta mengungkapkan DPRD Badung melakukan kegiatan biasa saja, namun, ada kegiatan sosialisasi yang wajib dilakukan pada bulan Maret 2023 yang terkait dengan kegiatan Propem Perda.
“Karena, mungkin dulu tahun 2022 ada Propem Perda yang kita bentuk, belum kita sosialisasikan, kadang-kadang sudah kita ketok. Tapi, sekarang, sebelum diketok atau disetujui, diperdakan harus disosialisasikan dulu, sehingga kegiatan DPRD Badung lebih banyak lagi disosialisasikan dan harapan itu betul-betul diterapkan dan direalisasikan di masyarakat dengan tanpa ada cacat,” ungkapnya.
Secara real materi sosialisasi, lanjutnya, nantinya akan diberikan Propem Perda sekaligus disosialisasikan. “Jadi, materinya akan diberikan sebelum jalan dari sekretariat. Disana beberapa Propem Perda yang disepakati itu harus wajib disosialisasikan,” jelasnya.
Soal ada temuan sehingga ada tawar-menawar yang alot, Made Sunarta menyanggahnya. Dijelaskan, pihaknya hanya mengajukan untuk Propem Perda itu sesuai dengan hitungan 24 setahun. “Kalau kita kunjungan kerja kemana, bisa melakukan 10-15 kali. Sedangkan, kita hanya mengajukan anggaran 24 kali setahun. Kalau dibagi 12 kan 2 sedangkan Propem Perda itu lebih daripada 2. Seharusnya lebih, misalnya satu Propem Perda bisa kita lakukan sosialisasi di masyarakat dalam satu bulan 4 kali, sehingga anggarannya untuk tahun 2023 jelas kurang dan itu kan untuk masyarakat, pesertanya 25, jadi, 100 ping 25 adalah 2,5 juta. Itu harus diberikan kepada masyarakat bukan untuk DPRD. Ditransfernya ke masyarakat yang hadir pada saat sosialisasi,” rincinya.
Terkait usulan Dewan, disebutkan hal itu termasuk kegiatan penting, yang diharapkan program tersebut menambah anggaran untuk sosialisasi, sehingga masyarakat mengetahui lebih awal tentang Propem Perda yang ditetapkan oleh DPRD maupun Pemerintah nantinya. Dalam kegiatan tersebut difasilitasi oleh DPRD Badung yang didampingi oleh dua orang Staff Administratif yang dikerjakan sesuai dengan SPJ.
“Untuk anggaran sesuai dengan yang dibutuhkan. Transport saja sekitar Rp 2,5 juta per sekali kegiatan, kali misalnya berapa itu, tidak terlalu banyak, agar masyarakat mengetahui lebih awal awal, itu tidak terlalu banyak. Jadi, kita usulkan kepada Pemerintah untuk ditambahkan anggarannya, kalau bisa digeser anggarannya. Intinya, kita jangan sampai kegiatan itu fiktif dan jangan sampai tidak dijalani, namun anggaran itu betul-betul digunakan sesuai dengan materi kegiatan, karena Propem Perda itu sudah disepakati dari awal, kan Desember 2022 sudah kita sepakati,” tutupnya (gs/bi)
RESIK SAMPAH: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan. (Foto: Hms Tbn)
Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat mengatasi persoalan sampah yang mulai meluber di sejumlah ruas jalan utama kota. Mendapat atensi langsung dari Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan.
Langkah ini dilakukan sebagai respon atas meningkatnya timbulan sampah tercampur pasca diberlakukannya kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi Surat Edaran Bupati Nomor 07/DLH/2026 tentang Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kabupaten Tabanan. Sejak 1 Mei 2026, TPA Mandung hanya menerima jenis sampah residu. Namun dalam pelaksanaannya, sebagian besar masyarakat dinilai masih belum melakukan pemilahan sampah rumah tangga sehingga menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik dan memicu pencemaran lingkungan.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Tabanan bergerak cepat agar timbulan sampah tidak semakin meluas. Melalui gerakan gotong royong yang melibatkan ASN lintas perangkat daerah, pemerintah menunjukkan keseriusannya menjaga kebersihan dan keindahan kota sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Adapun titik-titik pembersihan dipusatkan di beberapa lokasi strategis, mulai dari sisi Timur dan Barat Lapangan Alit Saputra, Jalan KS Tubun, Jalan Diponegoro, kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Gelatik, seputaran Toko Cakra Tabanan, Jalan Rama hingga Jalan Melati. Seluruh peserta terlihat bersama-sama memilah dan mengumpulkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan maupun area publik.
Selain membersihkan kawasan kota, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Pemerintah daerah terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.
Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Sekda I Gede Susila menyampaikan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan, kesadaran memilah sampah dari rumah tangga menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan. “Kami ingin memberikan contoh langsung kepada masyarakat, bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sampah harus dipilah dari rumah agar tidak menimbulkan penumpukan dan pencemaran lingkungan,” ujarnya. (gs/bi)
LOMBA SENAM: DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026. (Foto: ist)
Tabanan, baliilu.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membumikan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.
Melalui lomba senam ini, masyarakat diajak untuk menumbuhkan budaya hidup sehat melalui olahraga bersama, sekaligus memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan antar peserta dan masyarakat.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Made Dirga. Perlombaan diikuti oleh 10 grup yang mewakili masing-masing PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan. Setiap grup terdiri dari 9 peserta dengan kategori usia di atas 50 tahun atau lansia.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026 ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Turut hadir Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai I Made Dirga, Ketua Fraksi I Putu Eka Nurcahyadi, seluruh Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, serta seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan.
Ketua Panitia Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, I Made Suarta menjelaskan kegiatan ini merupakan representasi harmoni antara alam, manusia, dan budaya Bali. Gerakan-gerakan dalam senam ini mengandung semangat menjaga keseimbangan kehidupan sesuai filosofi Bali dan diharapkan menjadi implementasi nyata dari visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini termasuk dalam rangkain Bulan Bung Karno 2026 dan HUT PDI-Perjuangan Ke-53.
Dia mengatakan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong-royong dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pola hidup sehat di tengah perkembangan zaman.
“Diharapkan kegiatan serupa dapat rutin digelar setiap tahun agar semakin memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menjaga warisan budayajn Bali tetap lestari,” katanya.
Lomba berlangsung sukses, penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan dari seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir. (gs/bi)
KUNJUNGAN: Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV, pada Jumat (22/5) saat melakukan kunjungan ke Pasar Kumbasari. (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Selain kawasan Sanur, dua objek City Tour Kota Denpasar, yakni Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI ke-21, yang dibalut dalam kegiatan Ladies Program.
Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV ini, pada Jumat (22/5), dikenalkan dengan kesenian dan tradisi budaya Bali, melalui belajar Tari Pendet dan juga membuat Gebogan yang biasa digunakan sebagai sarana upakara di Bali.
Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, menyampaikan, pada Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI ke-21, pengenalan budaya Bali menjadi salah satu poin utama.
Selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, hal ini juga ditujukan agar kesenian dan budaya Bali lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.
“Kami ingin mengenalkan secara lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan saja oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat belajar tari Pendet dan membuat Gebogan ini, saya harap ibu-ibu Kepala Daerah juga mengetahui tentang seluk beluk kesenian Bali, sebagai kekayaan warisan leluhur,” ungkap Sagung Antari.
Usai berkegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan istri Kepala Daerah melanjutkan perjalanan menuju Pasar Kumbasari, untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar.
Pemilihan lokasi ini sebagai City Tour pada Ladies Program juga bukan tanpa alasan. Sagung Antari mengemukakan, berbagai produk unggulan UMKM Kota Denpasar yang dijajakan di Pasar Kumbasari memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas. Untuk itu, dengan menyertakan Pasar Kumbasari sebagai salah satu lokasi tujuan, secara tidak langsung akan mempromosikan potensi ekonomi kreatif Kota Denpasar.
“Ada berbagai macam produk kerajinan Kota Denpasar yang memiliki ciri khas. Seperti aneka kain endek, sandal, dan lainnya,” kata Sagung Antari.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengungkapkan, pada setiap gelaran Rakerkomwil IV APEKSI, Ladies Program merupakan agenda wajib yang harus selalu ada. Selain sebagai ajang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, acara ini juga sekaligus menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dan juga informasi seputar program penunjang pembangunan.
“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian, dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri para kepala daerah. Tentu semangat ini yang kita usung, agar sinergi dan kolaborasi antarkota semakin erat,” katanya. (eka/bi)