Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Malam Apresiasi HUT Ke-235 Kota Denpasar

Jaya-Wibawa Sampaikan Capaian Kinerja Pembangunan 2 Tahun Nahkodai Denpasar

Loading

BALIILU Tayang

:

walikota
Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menyampaikan Capaian Kinerja Pembangunan Kepemimpinan Jaya-Wibawa selama 2 Tahun memimpin Denpasar serangkaian Malam Apresiasi HUT ke-235 Kota Denpasar di Gedung Dharmanegara Alaya pada Kamis (27/2) malam. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Puncak peringatan HUT ke-235 Kota Denpasar berlangsung meriah. Penampilan kolaborasi Komunitas Seni Sundaram, Bumi Bajra, Kita Poleng dan Manik Metu pada Malam Gelar Apresiasi Budaya menjadi puncak perayaan hari jadi ibukota Provinsi Bali ini. Dalam kesempatan yang sama, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan Capaian Kinerja Pembangunan Kepemimpinan Jaya-Wibawa dengan Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju selama 2 Tahun memimpin Denpasar yang pelaksanaannya dipusatkan di Gedung Dharmanegara Alaya pada Kamis (27/2) malam.

Serangkaian Malam Apresiasi Budaya yang dikemas kreatif ini turut diserahkan Penghargaan Daerah Ramah Perempuan dan Layak Anak dari Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Dharmawati Puspayoga. Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koperasi dan UKM RI Periode 2014-2019, AA Gede Ngurah Puspayoga, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Walikota Denpasar Periode 2008-2021, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, serta Forkopimda Kota Denpasar. Hadir pula Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Ny. Purnawati Ngurah Gede, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Widnyani Wiradana serta undangan lainnya.

Beragam penghargaan turut diserahkan Pemkot Denpasar kepada semua insan yang telah mengharumkan nama Kota Denpasar baik di kancah nasional dan internasional. Diantaranya Exhibited at 2023 Bangkok International Intllectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition, Bronze Prize of National Research Council of Thailand Exhibited at 2023, Gold Prize “Thailand Inventors’ Day 2023“, Special Award dari Kementerian Pendidikan Malaysia serta prestasi internasional lainnya.

Selanjutnya, Juara Lomba serangkaian Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas, Juara Lomba serangkaian Bulan Bahasa Bali, Juara Lomba Melantunkan Puja Tri Sandya, Juara Lomba Desa dan Kelurahan, Juara Lomba Pengelolaan Lingkungan dan Telajakan, Penghargaan kepada pihak swasta yang telah mendukung pembangunan di Kota Denpasar, Penghargaan kepada Kapolresta Denpasar beserta jajaran atas kerja keras dalam pengungkapan kasus pidana pembunuhan dengan tindak kekerasan, serta penghargaan kepada Forkopimda Kota Denpasar atas partisipasi aktif dalam menciptakan kondusivitas wilayah pasca-pandemi Covid-19.

Baca Juga  Tim Yustisi Kota Denpasar Temukan 29 Orang Pelanggar Prokes

Selain itu, turut diserahkan penghargaan kepada 5 Sanggar Seni di Kota Denpasar, Penghargaan Kerti Budaya kepada 5 orang seniman Kota Denpasar, yakni Drs. I Made Sudibia, Alm. I Gusti Ngurah Bagus Supartama, S.Sn.,M.Si, Ida Bagus Ngurah Widasna, I Ketut Sukarata dan Drs. I Wayan Sumatra. Sedangkan Penghargaan Parama Budaya diberikan kepada Alm. Ni Pollok dan Sekeha Palegongan Semara Pegulingan Br. Binoh Kaja.

walikota
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. (Foto: ist)

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menjelaskan, Kota Denpasar kini menapaki usianya yang ke-235 tahun. Dimana, saat ini Kota Denpasar bertransformasi menjadi kota multietnis dengan keragaman budaya yang melahirkan ragam kreativitas. Karenanya, sebagai kota yang juga merupakan simpul pergerakan berbagai sektor menjadikan Denpasar memiliki sumber daya manusia yang besar. Hal inilah yang dipadukan lewat misi besar Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju yang selaras dengan tema HUT ke-235 Kota Denpasar yakni ‘’Dengan Semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Bangkit Bersama Menuju Denpasar Maju’’.

Pada tahun 2021 kata Jaya Negara, meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar meningkat dari -9.43 (minus sembilan koma empat puluh tiga) menjadi -0,91 (minus nol koma sembilan puluh satu). Di tahun 2022, pada triwulan ketiga, capaian pertumbuhan ekonomi menjadi 4.84 (empat koma delapan puluh empat). Sementara itu, persentase tingkat pengangguran di Kota Denpasar mengalami penurunan di tahun 2022 dari 7.02% (tujuh koma nol dua persen) menjadi 5,08% (lima koma nol delapan persen). Dan capaian Indeks Pembangunan Manusia Kota Denpasar dalam tiga tahun terakhir juga mengalami peningkatan menjadi 84,37 (delapan puluh empat koma tiga puluh tujuh) yang merupakan nilai capaian tertinggi di Provinsi Bali.

Lebih lanjut dikatakan, pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas guna mewujudkan kemakmuran masyarakat. Hal ini dilaksanakan dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan pendapatan masyarakat yang berkeadilan. Pada tahun 2021, sebanyak 94 ruang kelas baru yang menyasar 14 SD di wilayah Kota Denpasar serta pembangunan SMPN 14 di kawasan Desa Padangsambian Kelod. Sementara itu, di tahun 2022, sebanyak 108 ruang kelas baru telah dibangun yang tersebar di 12 SD, rehabilitasi gedung dengan menyasar 11 SD, peningkatan sarana dan prasarana, serta pembangunan SMPN 15 di Desa Padangsambian Kaja.

Baca Juga  Inovasi RADITYA Kota Denpasar Sukses Jadi Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023

Dalam bidang kesehatan, Pemkot Denpasar terus berkomitmen dalam pemenuhan alat kesehatan dan penyediaan obat-obatan. Tak hanya itu, beragam inovasi juga turut diluncurkan, salah satunya SIRIA yang merupakan layanan untuk mengumpulkan data kesehatan ibu dan anak. Hal ini juga merupakan upaya berkelanjutan dalam mencegah stunting. Sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Jaya Negara menjelaskan, dalam upaya menciptakan kemakmuran masyarakat, Pemkot Denpasar berkomitmen menanggulangi kemiskinan. Hal ini dilaksanakan dengan memberikan bantuan rumah layak huni bagi keluarga miskin guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pada tahun 2021, sebanyak 21 unit rumah layak huni telah disalurkan dan pada tahun 2022 sebanyak 19 unit rumah layak huni telah disalurkan.

Dikatakannya, selain beberapa program di atas, Pemkot Denpasar juga terus mendukung pergerakan sektor ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Revitalisasi Pasar Kumbasari secara bertahap merupakan bagian dari penataan Kawasan Heritage Gajah Mada. Penataan ini di tahun 2022 telah tuntas dengan menyasar penataan Jalan Gajah Mada, Fassade Kumbasari dan Revitalisasi Gedung Pasar Kumbasari.

“Harapan kami, dengan penataan kawasan Heritage Gajah Mada, Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, cagar budaya di Kota Denpasar dapat dilestarikan dan mengembalikan romantisme Kota Denpasar untuk menarik minat wisatawan,” ujar Jaya Negara.

Dalam bidang keamanan, Pemkot Denpasar lanjut Jaya Negara terus membangun sinergitas bersama Forkopimda serta stakeholder lainnya. Sehingga secara berkelanjutan dapat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Denpasar. Tak hanya itu guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governace), Pemkot Denpasar mengedepankan semangat Sewaka Dharma atau melayani adalah kewajiban sebagai wujud komitmen untuk melaksanakan reformasi birokrasi. Hal ini berhasil membawa pelayanan publik Kota Denpasar menyandang predikat pelayanan prima, capaian indeks Reformasi Birokrasi juga telah mencapai BB dengan nilai 70,09, Nilai SAKIP Kota Denpasar juga sudah mencapai predikat BB dengan nilai 75,77 dan Kepatuhan Ombudsman RI meraih nilai 93,27 dan masuk dalam 10 besar nasional.

Baca Juga  Kasus Meninggal Nihil, 6 Pasien Covid-19 Sembuh di Kota Denpasar

Jaya Negara menjelaskan, guna menciptakan SDM Kota Denpasar yang unggul, Pemkot Denpasar terus membangun inovasi dan terobosan. Hal ini utamanya dalam bidang teknologi dan inovasi. Salah satunya dengan melaksanakan Sister City dengan The City of Darwin, Australia yang secara spesifik menitikberatkan pada pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata dan peningkatan SDM.

Pihaknya menekankan, untuk mencapai misi penguatan jati diri dan pemberdayaan masyarakat berlandaskan kebudayaan Bali, Pemkot Denpasar telah melaksanakan ketahanan sosial budaya krama banjar, subak, bendega dan desa adat. Selain itu juga turut dilaksanakan aktualisasi warisan budaya serta memfasilitasi ekspresi budaya lewat parade ogoh-ogoh, Mahabandana Prasada, Perayaan Tumpek dan lainnya.

Jaya Negara menambahkan, sebagai upaya mengatasi masalah pengelolaan sampah, Pemkot Denpasar membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai muara akhir sampah yang telah terpilah sebelumnya di TPS3R yang tersebar di desa dan kelurahan. Dari 3 TPST yang direncanakan, saat ini telah beroperasi TPST Kesiman Kertalangu, TPST Desa Padangsambian Kaja dan Tahura Suwung.

“Di tahun 2021, dengan segala keterbatasan yang ada, Kota Denpasar mampu membukukan 15 penghargaan baik di tingkat provinsi dan juga nasional. Selanjutnya, atas kinerja dan kolaborasi semua pihak, Pemerintah Kota Denpasar di tahun 2022 berhasil meraih 35 penghargaan tingkat nasional. Hal ini membuktikan bahwa inovasi dan terobosan Pemkot Denpasar diakui, serta untuk selanjutnya wajib memberikan kemanfaatan, utamanya dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hadiri Puncak Dies Natalis Ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Berharap Konsep Ekonomi Kerthi Bali Dikenalkan di Kampus

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).
HADIRI DIES NATALIS FEB UNUD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyinggung keberadaan Unud sebagai lembaga Pendidikan tinggi yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah Bali. “Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari Unud dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerja sama antara Pemprov dengan Unud,” ucapnya.

Ia menilai, Unud adalah salah satu perguruan tinggi top di Bali yang menjadi rujukan bagi wilayah Indonesia Timur. Selain itu, universitas ini juga membawa nama besar Udayana, raja yang sangat berpengaruh pada jamannya dan di bawah pemerintahan beliau, Bali mencapai masa keemasan. Saat dipercaya menjadi pemimpin, Gubernur Koster banyak mempelajari konsep para raja terdahulu dalam membangun Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.

Dijelaskan olehnya, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun isinya sangat lengkap, berkaitan dengan segala aspek tentang kehidupan, baik alam, manusia maupun budaya yang semuanya harus hidup, tumbuh dan menjaga keterkaitan satu sama lain agar Bali terpelihara dengan baik.

Salah satu konsep yang menurutnya relevan dengan keberadaan FEB adalah Ekonomi Kerthi Bali dan sudah tertuang dalam sebuah buku. Ia yakin konsep ini sangat penting untuk diketahui oleh keluarga besar FEB Unud, baik kalangan dosen maupun mahasiswa.

Baca Juga  Inovasi RADITYA Kota Denpasar Sukses Jadi Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2023

“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini berharap Unud terus memberi kontribusi nyata untuk membangun Pulau Dewata. “Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyakarat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.

Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian fakultas yang dipimpinnya. FEB Unud saat ini telah menjadi fakultas ekonomi terkemuka di wilayah Indonesia Timur dengan ribuan lulusan yang terserap di berbagai sektor. Capaian lainnya, 10 dari 12 prodi di FEB telah terakreditasi unggul. Menurut dia, capaian ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja kolektif dan dukungan dari berbagai komponen.

Dalam momentum ini, Wiwin Setyari mengajak keluarga besar FEB memaknai tema Dies Natalis Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One untuk menghasilkan dampak kolektif yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Perayaan dies natalis FEB ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Wiwin Setyari dan potongan pertama diserahkan kepada Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Panitia Lomba Layang-layang Tak Profesional, Bupati Jembrana Kecewa Berat

Published

on

By

Bupati Tinjau Lomba Layang-layang
TINJAU LOMBA: Bupati Jembrana saat meninjau penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8). (Foto: jembranakab.go.id)

Jembrana, baliilu.com – Penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8) memicu gelombang kekecewaan mendalam dari para peserta (rare angon) hingga Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Event yang diselenggarakan oleh organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut dinilai gagal disajikan secara profesional akibat buruknya manajemen teknis, minimnya koordinasi, hingga ketidaktransparanan penilaian.

Padahal dengan kapasitas dan nama besar organisasi tersebut, Pelangi Jembrana dinilai seharusnya mampu menyuguhkan ajang berstandar tinggi yang profesional dan rapi.

Kondisi di lapangan menunjukkan minimnya persiapan panitia, atmosfer acara yang sepi, bentroknya jadwal dengan Denpasar Kite Festival, hingga sikap penyelenggara yang dinilai tidak profesional. Hal ini dinilai merugikan potensi pariwisata dan roda perekonomian UMKM lokal yang seharusnya berputar optimal melalui event budaya karena dinilai sepi. Padahal Pemkab Jembrana turut menggelontorkan anggaran untuk mendanai kegiatan tersebut.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara terpisah, Senin (31/8) turut menyampaikan kekecewaannya. Bahkan ia melihat langsung di lapangan saat meninjau acara dan menyerukan pembenahan menyeluruh.

“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang dikutip dari laman jembranakab.go.id.

Ia menegaskan agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas kegiatan di masa mendatang demi menjaga nama baik daerah.

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya. Selain kendala teknis dan pengemasan acara yang buruk, proses penentuan juara oleh panitia dinilai mencederai sportivitas serta semangat kebersamaan para pecinta seni layang-layang Bali.

Baca Juga  Ketua Bendesa Adat Kota Denpasar Minta Mahasiswa Lakukan Aksi Demo dengan Damai

“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon Sarbagita,” ungkap salah satu peserta dari komunitas yang enggan disebut namanya.

Karena itu, ia mendesak Pemkab Jembrana meminta pengurus Pelangi Jembrana melakukan evaluasi menyeluruh agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas event daerah.

“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.

Peserta juga berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi agar penyelenggaraan event budaya di masa mendatang dikelola secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab demi mengayomi seluruh pecinta layang-layang di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sutjidra Pastikan Penuntasan Jalan Bukti-Tunjung, Progres Pengerjaan Lampaui Target

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau progres pengerjaan proyek peningkatan ruas Jalan Bukti-Tunjung, Selasa (1/9).
TINJAU PROYEK: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9). (Foto: Hms Buleleng)  

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan penuntasan Jalan Bukti-Tunjung terus berlanjut sesuai rencana. Ia menyampaikan optimisme tersebut saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra melihat perkembangan pekerjaan pada seksi satu ruas jalan yang menghubungkan wilayah Desa Bukti menuju Desa Tunjung. Pekerjaan utama berupa penghamparan aspal hotmix telah selesai, sementara saat ini pengerjaan memasuki tahap penyelesaian bahu jalan.

“Sekarang tinggal memasang bahu jalan, hamparan hotmix-nya sudah selesai. Nanti dilanjutkan untuk section dua,” ujar Sutjidra.

Menurut Sutjidra, kualitas pengerjaan jalan tersebut cukup baik, terutama dari sisi ketebalan aspal yang digunakan. Ia menyebut hasil pengerjaan saat ini lebih baik dibandingkan ruas yang sebelumnya telah dikerjakan di wilayah Desa Tunjung.

“Ini aspalnya cukup bagus, tebal. Lebih tebal dari yang di Tunjung pertama. Yang pertama mungkin sudah dicoba, ini hasil pengembangannya,” katanya.

Sutjidra menjelaskan, pekerjaan lanjutan Jalan Bukti-Tunjung pada tahun 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,3 miliar. Pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan bahu jalan untuk memperkuat konstruksi dan menjaga ketahanan ruas jalan.

“Untuk proyeknya, selain badan jalan, ada bahu jalan dengan ukuran 1 meter dan setengah meter,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyelesaikan tahap pertama peningkatan Ruas Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak) sepanjang sekitar 3,1 kilometer pada 2025 yang berlokasi di Desa Tunjung. Pembangunan bertahap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menuntaskan akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Tim Yustisi Kota Denpasar Temukan 29 Orang Pelanggar Prokes

Terkait target penyelesaian pekerjaan lanjutan tahun 2026, Sutjidra menyebut proyek tersebut direncanakan rampung pada Oktober. Melihat progres pekerjaan di lapangan, ia optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal bahkan lebih cepat.

“Targetnya 29 Oktober sudah harus selesai. Tapi melihat progresnya sekarang, harusnya sudah selesai. Kita optimistis ini selesai. Deviasinya sudah lebih dari 8 persen dari target,” ungkap Sutjidra.

Dengan proses penyelesaian proyek ini, Pemkab Buleleng berharap Jalan Bukti-Tunjung segera tuntas dan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat. Terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, serta mobilitas warga di wilayah Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca