Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Diskominfo Badung Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik

BALIILU Tayang

:

sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik badung
BUKA SOSIALISASI KIP: Wakil Bupati Kabupaten Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. berfoto bersama usai membuka kegiatan sosialisasi bertajuk ‘’Keterbukaan Informasi Publik dan Peran Media dalam Keterbukaan Informasi’’ bertempat di Ruang Rapat Gita Gosana, Lantai III, Diskominfo Kabupaten Badung, Rabu (24/4/2024). (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Komisi Informasi Provinsi Bali berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung pada Rabu, 24 April 2024 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk ‘’Keterbukaan Informasi Publik dan Peran Media dalam Keterbukaan Informasi’’ bertempat di Ruang Rapat Gita Gosana, Lantai III, Diskominfo Kabupaten Badung.

Kegiatan dalam rangka mengimplementasi Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Badung, Drs. I Ketut Suiasa, S.H.

Narasumber dari kegiatan ini yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, S.Sos., M.A.P serta Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali I Made Agus Wirajaya. Adapun peserta dari sosialisasi ini adalah Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Perangkat Daerah khususnya di Kabupaten Badung.

Kepala Diskominfo Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, S.Sos., M.A.P memaparkan tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana menyosialisasikan kegiatan PPID dalam pengolahan informasi. Di tahun 2023 kemarin, Kabupaten Badung mendapatkan nominasi Praja Anindita Mahottama, jadi sangat informatif. Tentu keberhasilan ini berkat kolaborasi kita dengan seluruh PPID pelaksana, baik itu dari Desa, Kelurahan dan Perangkat Daerah terkait. ‘’Tentunya kami selaku PPID Utama di Diskominfo Kabupaten Badung berkewajiban menjaga prestasi ini tetap berlanjut di tahun 2024 ini,’’ ujar IGN Gede Jaya Saputra.

IGN Gede Jaya Saputra lanjut mengatakan, berbagai langkah sudah kita lakukan seperti pembinaan, pendampingan, perencanaan, pembuatan infrastruktur, sistem dan lain sebagainya. Termasuk di tingkat desa, kita akan mewujudkan desa digital. Fungsinya bagaimana hak masyarakat untuk mendapatkan informasi publik itu tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Rembug Paripurna Daerah Kelompok KTNA Badung 2023

‘’Ini adalah keharusan, begitu informasi dan layanan terbuka diberikan masyarakat dan juga responsif dari perangkat daerah itu bagus pasti akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,’’ jelas IGN Gede Jaya Saputra.

Sedangkan Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali, I Made Agus Wirajaya menjelaskan, untuk pelayanan publik mereka harus sadar bahwa ada kewajiban dalam memberikan layanan informasi publik. Karena informasi sudah menjadi kebutuhan, apabila sudah menjadi kebutuhan berarti informasi itu harus ada. ‘’Di sisi lain dilangsungkannya kegiatan ini untuk partisipasi dari masyarakat. Bagaimana masyarakat juga bisa berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan publik. Sehingga kegiatan tahun ini kita tidak hanya sosialisasi kepada perangkat pelayanan publik saja melainkan juga kepada masyarakat,’’ jelasnya.

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting. Apalagi kita sebagai pelayan publik yang memberikan informasi agar tersampaikan kepada masyarakat. Oleh sebab itu sosialisasi ini dilaksanakan. ‘’Kita di Kabupaten Badung akan memberikan pembekalan kepada Petugas Pelayanan Publik khususnya Kabupaten Badung oleh narasumber yang memiliki kapasitas di bidang itu, dan diharapkan kegiatan ini agar bisa diikuti sebaik-baiknya,’’ tutup Wabup Ketut Suiasa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Serahkan Hadiah Ogoh-ogoh, Gubernur Koster-Wagub Minta STT Kembangkan Kreativitas dan Kuatkan Jati Diri Bali

Published

on

By

Gubernur Koster serahkan piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha
SERAHKAN PENGHARGAAN: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 rupanya belum benar-benar padam di Bali. Di balik sunyinya Nyepi yang telah berlalu, bara kreativitas generasi muda Pulau Dewata justru terus menyala. Hal itu tampak saat Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Penghargaan dan Hadiah Pemenang Ogoh-ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5).

Dalam suasana hangat penuh kebanggaan, Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta kompak memberikan motivasi sekaligus apresiasi kepada para Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga denyut budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh yang semakin bernilai artistik dan sarat makna filosofis.

Bagi Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta, ogoh-ogoh bukan lagi sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi. Lebih dari itu, karya monumental tersebut telah menjelma menjadi simbol ketangguhan, solidaritas, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap akar budaya leluhur Bali.

“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Wayan Koster.

Momentum penghargaan itu juga membuka fakta mengejutkan di balik megahnya karya ogoh-ogoh yang selama ini hanya dinikmati masyarakat saat malam pengerupukan. Saat berdialog langsung dengan para penerima penghargaan, Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta dibuat terperangah ketika mengetahui proses pengerjaan ogoh-ogoh membutuhkan waktu hingga empat sampai lima bulan dengan biaya produksi melampaui Rp 50 juta.

Angka fantastis itu lahir bukan dari kemewahan semata, melainkan dari gotong-royong, pengorbanan waktu, tenaga, hingga semangat kebersamaan para pemuda di banjar-banjar Bali.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Pererenan Beach Festival I 2023

Di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur, para generasi muda itu serempak menceritakan bagaimana mereka rela begadang berbulan-bulan demi melahirkan karya terbaik yang nantinya diarak dalam prosesi pengerupukan. Dedikasi tersebut sontak membuat suasana di Jayasabha dipenuhi rasa haru sekaligus bangga.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 5 juta kepada sepuluh Sekeha Teruna Teruni (STT) favorit pilihan langsung Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali.

Sepuluh STT penerima penghargaan tersebut yakni STT. Anom Darsana dari Karangasem, ST. Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA. Purbawisesa dari Jembrana, ST. Sukarela dari Denpasar, ST. Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST. Swadharmita dari Klungkung, STT. Ananta Genta Laksana dari Tabanan, STT. Munca Sari dari Tabanan, ST. Samagama Triwarga dari Buleleng, serta ST. Bhuana Kusuma dari Badung.

Matur Suksma Dukungan Pak Gubernur untuk Generasi Muda Bali

Menjelang acara usai, suasana emosional tak terhindarkan. Satu per satu para penerima penghargaan mendekati Gubernur Wayan Koster dan Wagub Giri Prasta untuk berjabat tangan sembari menyampaikan rasa terima kasih mereka.

Dengan wajah sumringah dan penuh kebanggaan, mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kreativitas generasi muda Bali.

“Matur suksma Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar mereka bergantian.

Momen sederhana itu seolah menjadi penegas bahwa di tengah gempuran modernisasi dan perubahan zaman, Bali masih memiliki generasi muda yang rela berdiri di garis depan menjaga nyala budaya leluhur agar tetap hidup, megah, dan diwariskan ke masa depan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Digelar di Klungkung, Pasar Rakyat TP PKK Bali Gabungkan Aktivitas Ekonomi dan Kepedulian Sosial

Serap Produk Lokal UMKM dan Pertanian, TP PKK Bali Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan serta Perlindungan Produk Tenun Daerah

Loading

Published

on

By

TP PKK Provinsi Bali menggelar kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe
PASAR RAKYAT: TP PKK Provinsi Bali saat menggelar kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com  – Berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota/Kabupaten, TP PKK Provinsi Bali menggelar kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5/2026).

Sesuai dengan tema yang diusung, yaitu “Berbelanja dan Berbagi”, kegiatan ini menggabungkan aktivitas ekonomi dan kepedulian sosial.

TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kota/Kabupaten memborong produk pertanian dan UMKM yang dijual di Pasar Rakyat. Selanjutnya, belanjaan tersebut dibagikan kepada 100 warga yang membutuhkan, seperti lansia dan keluarga prasejahtera. Selain itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, juga membagikan oleh-oleh dari Gubernur Bali berupa 2 ton beras, 6.000 butir telur, dan 100 liter minyak kelapa tandusan.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dalam sambutannya menceritakan cikal bakal kegiatan pasar rakyat yang mulai digelar sejak masa pandemi Covid-19.

“Ide ini muncul saat pandemi, ketika hasil panen para petani dan produk UMKM tidak terserap pasar. Bahkan waktu itu, petani kita sampai membagikan hasil panen mereka secara cuma-cuma,” katanya.

Menyikapi hal itu, TP PKK Bali menggagas pelaksanaan pasar rakyat skala kecil di depan Kantor Gubernur Bali. Dengan mengedepankan semangat gotong-royong, ASN yang saat itu masih menerima gaji didorong untuk membantu dengan membeli berbagai produk yang dijual di pasar rakyat. Selain itu, TP PKK Bali juga menggelar gerakan PKK secara bergilir di kota/kabupaten.

Pasca pandemi, TP PKK Bali melanjutkan program ini karena dinilai membawa banyak dampak positif. Ny. Putri Koster mengatakan, Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali dirancang sebagai wadah promosi bagi petani, perajin, dan pelaku UMKM lokal di seluruh Bali. Selain membantu pemasaran produk tanpa biaya stan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat dan menjaga semangat gotong-royong.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Bimtek bagi Petugas Pertanian

“Tujuan mulia kegiatan ini adalah menjalin silaturahmi, menyapa UMKM, sekaligus mengajak masyarakat untuk peduli, karena di sini terjadi perputaran ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Masih dalam sambutannya, Ny. Putri Koster memberikan penekanan khusus kepada Kabupaten Klungkung sebagai salah satu sentra tenun. Ia berharap para pedagang kain memiliki pemahaman tentang upaya pelestarian kain tradisional dan turut merawat tenun khas Klungkung. Berdasarkan fakta di lapangan, banyak kain endek produksi luar Bali yang dipasarkan di Bali, khususnya di Klungkung. Menurutnya, hal ini sangat merugikan karena lambat laun tenun khas Bali bisa kehilangan identitas. Menyikapi hal tersebut, Ny. Putri Koster meminta Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Bali untuk melakukan survei penjualan kain tenun.

“Kita ingin punya data valid, berapa persen hasil tenun luar yang dipasarkan di Daerah Bali,” imbuhnya. Menutup arahannya, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda dan Ketua TP Posyandu ini menyinggung tentang optimalisasi pemasaran garam lokal.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Ny. Eva Satria menginformasikan, Klungkung memiliki total 30.171 IKM dan UMKM. Adapun yang terlibat dalam kegiatan Pasar Rakyat sebanyak 99 produsen, terdiri atas 22 produsen Industri Kecil Menengah (IKM), 9 produsen pangan segar dan tanaman, 12 produsen makanan, serta 56 produsen kuliner. Produk yang dipasarkan meliputi kebutuhan pokok, kuliner tradisional, kain tenun, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lokal lainnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Terima Kunjungan Studi Tiru Bupati Agam Sumbar

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyambut baik terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali menjadi momentum penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat promosi produk lokal Klungkung agar semakin dikenal luas.

Kegiatan Pasar Rakyat juga dihadiri Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra; Sekretaris I TP PKK Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta; serta Ketua TP PKK Kota/Kabupaten lainnya yang masing-masing didampingi Sekretaris I bersama jajaran pengurus. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

BPIFK Diresmikan di Bali, Wagub Giri Prasta Optimistis IKM Fesyen dan Kriya Makin Tumbuh

Published

on

By

bpifk bali
DAMPINGI MENTERI: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat mendampingi Menteri Perindustrian RI meresmikan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kuta, Badung, Jumat (8/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com  – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan kepada awak media bahwa Bali sebagai salah satu pusat pariwisata kerap digadang-gadang menjadi hub perekonomian di wilayah Indonesia Timur. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Menteri Perindustrian RI meresmikan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kuta, Badung, Jumat (8/5).

“Kami yakin kalau ke depannya industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) lebih dikembangkan di Bali, Bali akan menjadi pusat bisnis pariwisata internasional,” jelas Giri Prasta.

Sementara itu, dengan adanya Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), menurutnya, dapat merangsang perkembangan IKM dan UMKM fesyen serta kriya di Indonesia, khususnya Bali.

“Kami mendukung penuh pembangunan BPIFK di Pulau Dewata. Apalagi dengan adanya fasilitas-fasilitas yang tersedia, kami yakin dapat meningkatkan pertumbuhan IKM fesyen dan kriya di Bali dan Indonesia,” jelasnya.

Diketahui, BPIFK yang terletak di jantung pariwisata Bali tersebut memiliki beberapa layanan terintegrasi, antara lain workshop fesyen, workshop kriya logam (perhiasan), workshop kriya keramik, workshop kriya kayu, creative business incubator (CBI), creative hub, layanan Klinik SiniBisa, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa Bali diharapkan dapat menjadi pusat industri fesyen dan kriya di Indonesia.

“Jadi Bali adalah hub yang paling tepat untuk mendukung pasar dalam negeri dan luar negeri. Di sisi lain, Bali juga memiliki artisan-artisan yang sudah siap. Inovasinya bagus dan kreatif, kualitasnya juga terjaga,” jelasnya.

Agus Gumiwang menyampaikan bahwa Bali memiliki ekosistem industri kreatif yang kuat, yang tumbuh dari kekayaan budaya dan keterampilan masyarakatnya. Terdapat 25 sentra IKM fesyen serta 197 sentra IKM kriya di Provinsi Bali. Hal tersebut menjadikan Bali menduduki peringkat keempat sebagai provinsi dengan sentra IKM kriya terbanyak di Indonesia.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Bimtek bagi Petugas Pertanian

Selain itu, kualitas dan daya saing produk kriya Bali juga diakui dunia internasional, di mana Kabupaten Gianyar dianugerahi predikat World Craft City oleh World Crafts Council pada tahun 2019. Bali tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif yang terhubung dengan pasar nasional dan internasional.

Kehadiran BPIFK di Bali diharapkan menjadi katalis penguatan industri fesyen dan kriya nasional melalui penguatan kapasitas pelaku industri, inovasi desain, pemanfaatan teknologi, merangsang pertumbuhan sentra-sentra industri baru, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca