Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SASTRA

Dokter Sahadewa Launching ‘’Siwanggama’’ di Puri Langon Ubud

Antologi Puisi Tunggal Keempat yang Ditulis Sejak 1980

Loading

BALIILU Tayang

:

antologi
dr. Dewa Putu Sahadewa bersama Cokorda Ngurah Suyadnya. (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan, ternyata tidak menyurutkan ide dr. Dewa Putu Sahadewa, SopOG K untuk terus berkarya mengguratkan untaian kata syair-syair puisi.

Launching buku ‘’Siwanggama’’ di Puri Langon Ubud, Minggu (29/5) sore menjadi bukti keistimewaan seorang dokter Putu Sahadewa. Tak saja suntuk menjadi pelayan kesehatan di RSIA Dedari di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ia juga mampu merampungkan antologi puisi tunggal keempatnya bertajuk Siwanggama. Kumpulan puisi yang ditulisnya sejak tahun 1980 silam ini begitu menarik, karena menyangkut dokter yang berkesenian dan sangat aktif dalam setiap event seni kontemporer.

Kesehariannya, dr. Dewa Putu Sahadewa memang bertugas di pelayanan kesehatan RSIA Dedari di Kupang NTT. Namun setiap saat berada di Bali hanya demi kesenian. Ratusan puisi yang dirangkum dalam buku ini dibedah oleh Prof. Dr. Nyoman Darma Putra. Menurut Prof. Darma Putra, seorang dokter menjadi sastrawan itu bukanlah hal baru. Namun, dokter sebagai penyair tetap memiliki keistimewaan. Siwanggama, berdasarkan prediksinya adalah sebuah persandian.

“Sandi kode rahasia. Sandi juga pertemuan dua vokal yang berubah bunyi. Ketika itu persandian, kita bisa melihat simbol tempat Sahadewa menyampaikan gagasan. Bagaimana teknik persandian jadi suatu ciri dalam puisi,” terang Prof. Darma Putra.

dr. Sahadewa bersama Prof. Dibia. (Foto: Ist)

Namun dalam puisi ini, lanjut Darma Putra, bukan pertemuan dua kata yang ditemukan, melainkan pertemuan laki-laki dan perempuan. “Dan demikian memang isi puisi ini. Ada banyak puisi yang temanya searah. Bagaimana perempuan dan laki-laki bertemu lahir buah hati jadi dewasa, bertemu kembali. Saya lihat sebagai siklus kelahiran, percintaan,” ujar Prof. Darma Putra.

Dari gaya bahasa, menurut Prof. Darma Putra, dr. Sahadewa mengekplorasi istilah-istilah kedokteran khususnya dokter ahli kandungan sebagaimana profesinya. “Ada istilah yang tidak bisa menyembunyikan profesi. Misal, muncul angka 23. Ternyata setelah saya cari itu kaitannya dengan kromosom, saya baca merupakan unsur informasi genetik manusia. Mulanya 23 saya kira rahasia aksara Bali, ternyata bukan. Ini mengantarkan kita mencari makna bahasa metafora seorang dokter,” jelasnya.

Baca Juga  ‘’Launching’’ Vaksinasi Merdeka Anak, Kapolri: Upaya Menjaga Generasi Penerus Bangsa

Sementara dr. Sahadewa mengungkapkan Buku Siwanggama merupakan antologi puisi yang keempat, karya tunggalnya. “Berisi kumpulan puisi yang meretrospeksi dari awal tiyang menulis puisi dari tahun 1980-an, ada terkumpul beberapa puisi sampai puisi yang terakhir saya gabung dan kita pilih untuk bisa berbicara khususnya adalah bagaimana konsep-konsep penyatuan,” jelas dokter ahli kandungan kelahiran Denpasar, 23 Februari 1969 ini.

Penyatuan yang dimaksud antara lain penyatuan purusa-pradana, kawisesan dan kawiwekan pertemuan kecerdasan dan kesaktian, penyatuan bibit-bibit semesta dan alam. “Penyatuan diri kita dengan alam dan sang pencipta. Walaupun cara bicaranya sangat banyak berbagai macam sudut kita ambil bahkan ada bicara secara bahasa kedokteran kesehatan juga masuk dan pemujaan,” terang Sahadewa yang sejak remaja aktif bermain teater ini. Dalam Siwanggama ini, dr. Sahadewa mengaku banyak mengungkapkan isi hati dalam pencarian diri dan ingin menemukan dan pada akhirnya mengharmonisasikan diri dengan alam semesta dan sang pencipta. Puri Langon dipilih sebagai panggung pertunjukan karena menurutnya tempat ini sangat artistik indah dan unsur mistis.

“Saya ingin memaksimalkan efek puisi yang ada di buku. Memang bukan tempat biasa, kita setting panggung memanfaatkan keindahan Puri. Tidak ada panggung khusus, tidak ada kursi, tidak ada meja, membaur saja semuanya menyatu. Di sanalah penyatuan kita, menyatu dengan tempat ini,” terang Sahadewa.

Beberapa penyair hingga pelukis dilibatkan dalam peluncuran buku ini. Sebut saja Gitaris Wayan Balawan, Made Sumadiasa, Sunylokha, Sahabhiseka, April Artison, Jengki Sunarta, Mira MM Astra, Harsharani. Spesial performance Cokorda Ngurah Suyadnya, Prof. Dr. I Wayan Dibia, Paras Paros Seni Bali. “Banyak teman sih yang ingin performance, cuman lihat durasi waktu akhirnya yang komunikasi intensif sejak penciptaan puisi sampai penerbitan itu yang saya prioritaskan ikut memeriahkan,” jelas Sahadewa.

Baca Juga  HMTI Unud Launching Aplikasi dan Website BPS Sami Asri di Desa Celuk

Buku setebal 133 halaman ini tidak diperjualbelikan. Sahadewa mempersembahkan sebagai bentuk tanggung jawabnya setelah mendapat Anugerah Bali Jani Nugraha Tahun 2021. “Terima kasih ibu Putri Suastini, Pemprov Bali melalui Disbud sehingga kita dimotivasi, support untuk berkarya dan menerbitkan karya,” ujarnya.

Selaku tuan rumah, Cokorda Ngurah Suyadnya yang akrab disapa Cok Wah mengapresiasi peluncuran buku ini. Cok Wah mengaku bertemu dua bulan lalu dengan dr. Sahadewa yang datang menyampaikan ide ini. “Ke depannya atas seizin keluarga besar, kami buka pintu selebar-lebarnya tempat ini. Seandainya ada even seni, jangan sungkan ewuh pakewuh. Seni itulah sebenarnya kekayaan kita. Jadikan Puri Langon base tonjolkan kepentingan seni,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SASTRA

Putri Koster Kunjungi Teater Angin di SMAN 1 Denpasar, Dukung Penuh Semangat Seni Generasi Muda

Published

on

By

Putri Koster
TINJAU LATIHAN: Ibu Putri Suastini Koster, saat secara langsung meninjau latihan kelompok Teater Angin di SMA Negeri 1 Denpasar, Selasa (8/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Komitmen kuat terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali kembali ditunjukkan oleh Ibu Putri Suastini Koster, yang secara langsung meninjau latihan kelompok Teater Angin di SMA Negeri 1 Denpasar, Selasa (8/7). Kehadiran Ibu Putri tidak sekadar sebagai istri Gubernur Bali, tetapi juga sebagai pendiri Teater Angin, bersama salah satu pendiri lainnya, Ibu Ayu Rasmini.

Dalam suasana hangat yang berlangsung di Aula SMAN 1 Denpasar, Ibu Putri mengungkapkan rasa bangganya melihat semangat berkesenian yang terus tumbuh di kalangan pelajar. Ia mengenang masa-masa aktifnya di dunia teater sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

“Dulu saya diberi ruang untuk belajar dan berproses di dunia teater. Sekarang, saya ingin memberi ruang dan menjadi contoh. Teater telah memberikan saya pengalaman lahir dan batin,” ungkapnya dengan penuh emosi.

Lebih dari sekadar seni pertunjukan, menurut Ibu Putri, teater merupakan media ampuh untuk membentuk karakter, melatih kepekaan sosial, mengenali berbagai sisi kemanusiaan, dan mengasah ingatan serta keberanian. Ia juga mendorong para siswa untuk melangkah lebih jauh dengan menulis naskah sendiri dan mengembangkan kreativitas pertunjukan secara menyeluruh.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ibu Putri bersama Gubernur Bali memberikan bantuan apresiasi senilai Rp 65 juta kepada kelompok Teater Angin. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi, memperluas wawasan seni, dan membangun kolaborasi lebih luas, termasuk dengan stasiun TVRI yang direncanakan akan menjadi mitra tayang bagi komunitas teater lokal.

“Saya ingin bisa berkolaborasi dengan anak-anak muda. Selain mengisi diri dengan ilmu, pengalaman dalam seni juga penting untuk membentuk karakter dan jati diri,” tutupnya, sebelum menyaksikan langsung latihan anak-anak Teater Angin.

Baca Juga  Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Pemkot Denpasar ‘’Launching’’ Pelayanan Cetak Adminduk di Desa/Lurah

Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen apresiasi, tetapi juga menjadi simbol harapan bahwa dunia seni di Bali akan terus hidup melalui generasi muda yang tekun, kreatif, dan penuh semangat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Jaga Tradisi Keaksaraan, Ny. Putri Koster Apresiasi Buku “Semua Karena Nirankara?”

Published

on

By

Semua Karena Nirankara
PELUNCURAN BUKU: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri peluncuran buku "Semua Karena Nirankara?" karya Andre Syahreza di Sutasoma Lounge, The Meru Sanur, pada Jumat (21/3/2025). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri peluncuran buku “Semua Karena Nirankara?” karya Andre Syahreza di Sutasoma Lounge, The Meru Sanur, pada Jumat (21/3/2025). Peluncuran karya ber-genre fiksi ini ditandai dengan penyerahan hard cover buku “Semua Karena Nirankara?” dari Andre Syahreza kepada Ny. Putri Koster.

Ny. Putri Koster, yang juga dikenal sebagai penggiat sastra, menyambut baik karya yang terinspirasi dari novel fenomenal “Sukreni Gadis Bali” karya Anak Agung Pandji Tisna. “Ini menarik, karena Ibu juga mengikuti proses syuting di Lovina saat Sukreni Gadis Bali difilmkan,” ucapnya.

Ia merasa bangga melihat anak muda yang menekuni dunia sastra. “Benang merah dari peluncuran buku ini adalah memastikan bahwa penulisan konvensional tidak terhenti, sehingga tradisi keaksaraan di Bali tetap terjaga,” terangnya. Perempuan yang juga dikenal sebagai penekun puisi ini berpesan agar para penulis tidak berhenti berkarya. “Masih banyak hal yang bisa digali dari budaya Bali untuk diangkat dalam karya sastra,” ungkapnya.

Secara khusus, Putri Koster berpendapat bahwa buku “Semua Karena Nirankara?” patut diapresiasi karena mengusung tema perempuan. Ia berharap adaptasi Sukreni ke Nirankara mampu mengharmoniskan ruang tradisi dan modernitas. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya menggambarkan perempuan secara autentik. “Bukan bermaksud menjelekkan, tetapi perempuan masa kini harus belajar memahami apa yang seharusnya ia lakukan,” tandasnya sembari menambahkan bahwa perempuan adalah kekuatan (power) atau sakti bagi laki-laki.

Pada kesempatan itu, perempuan yang dikenal sebagai penyair ini juga mendorong kemunculan talenta baru di bidang sastra yang mengikuti jejak Andre Syahreza. Untuk mewadahi karya sastra, ia menyampaikan bahwa Pemprov Bali memiliki ajang Festival Bali Jani, yang telah berjalan selama lima tahun. “Melalui ajang ini, kita mendorong anak muda untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan perkembangan zaman. Selanjutnya, jika Pusat Kebudayaan Bali telah rampung, akan digelar Bali International Book Fair. Karena kita sebagai tuan rumah, harus ada karya dari penulis lokal,” sebutnya.

Baca Juga  Unud Launching Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2

Mengakhiri sambutannya, Putri Koster menyampaikan selamat atas terbitnya karya Andre Syahreza. Ia juga memuji sikap terbuka Andre yang secara jelas mencantumkan bahwa karyanya terinspirasi dari Sukreni Gadis Bali. “Teruslah berkarya dan berikan pencerahan bagi masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Andre mengungkapkan bahwa novel pertamanya ini ia rancang untuk Generasi Z. “Dari segi kebahasaan, ringan. Ini memang bukan karya untuk sastrawan, tetapi bagi mereka yang baru memasuki dunia sastra,” tambahnya. Dengan demikian, sastra tidak lagi terkesan berat dan menakutkan. “Agar bisa berkembang, karya sastra harus terasa lebih ringan,” ujarnya.

Sebagai informasi, novel “Semua Karena Nirankara?” merefleksikan interaksi sosial yang dipengaruhi oleh motif ekonomi, dorongan nafsu, dan relasi kuasa. Cerita bermula dari kehidupan Ni Made Ayu Nirankara, seorang wanita muda pemilik Kafe Bara. Bersama suaminya yang telah berumur, ia menyusun skenario tak lazim demi menarik lebih banyak pengunjung ke kafe mereka yang sepi di Bali Utara. Rencana mereka pun mengundang berbagai persoalan terkait asmara. Cerita semakin penuh teka-teki dengan kehadiran Tala, seorang gadis lugu nan cantik, yang direkrut menjadi pramusaji di Kafe Bara. Keberadaannya membuat eskalasi cerita semakin dramatis dan membara.

Peluncuran novel “Semua Karena Nirankara?” dihadiri oleh sejumlah penulis nasional, termasuk Dee Lestari dan Henry Manampiring. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SASTRA

Lestarikan Naskah Kuno, Disbud Badung Gelar Konservasi Lontar

Published

on

By

adv
PELESTARIAN: Disbud Badung bersama tim saat melaksanakan kegiatan pelestarian naskah kuno (lontar) di Griya Semara Kencana, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (19/7/2024). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan menggelar Konservasi Lontar di Griya Semara Kencana, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (19/7/2024). Kegiatan pelestarian dan perlindungan terhadap keberadaan naskah-naskah kuno atau lontar ini dilakukan agar kekayaan budaya tersebut tetap lestari dan terlindungi secara fisik dari kerusakan.

Kepala Bidang Sejarah Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung Ni Nyoman Indrawati menjelaskan, program tersebut sudah terlaksana sejak tahun 2012 hingga kini. Menurutnya, naskah kuno atau sering disebut manuskrip merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Dijelaskan lebih lanjut kegiatan pelestarian naskah kuno tersebut menyasar sepuluh lokasi yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Badung. Pihaknya mengatakan sejak tahun 2012 sampai akhir tahun 2023 jumlah lontar yang terdata sebanyak 3.200 cakepan lontar. Pihaknya menyebut lontar dalam kondisi baik berjumlah 2.462 cakepan lontar, dan dalam kondisi kurang baik berjumlah 736 cakepan lontar.

Terkait ada beberapa lontar yang kondisinya kurang baik ia turut prihatin. “Kondisi kurang baik ini cukup memprihatinkan, lontar yang ada di masyarakat perlu kita gali, perlu kita lestarikan. Karena lontar ini merupakan salah satu sumber sejarah, sumber ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu tidak bisa kita nilai dengan rupiah, dan bila itu sampai hilang akan banyak ilmu pengetahuan akan lenyap tidak turun ke generasi berikutnya. Melalui kegiatan ini, kami berharap sosialisasi kami ini bisa sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung berkolaborasi dengan Penyuluh Bahasa Bali seperti, membersihkan lembaran lontar dengan menggunakan cairan alami yang terbuat dari tanaman sereh, kemudian konservasi serta penyusunan katalog lontar.

Baca Juga  Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Pemkot Denpasar ‘’Launching’’ Pelayanan Cetak Adminduk di Desa/Lurah

Disinggung mengenai penyelamatan naskah kuno atau lontar, Dinas Kebudayaan telah melakukan berbagai upaya seperti mereproduksi atau menyalin ulang terhadap beberapa lontar yang dinilai layak untuk dikoleksi oleh Dinas Kebudayaan. Dari hasil reproduksi, lontar-lontar tersebut selanjutnya didigitalisasi agar masyarakat luas menjadi lebih mudah untuk mengakses informasi yang tersimpan dalam lontar melalui perangkat teknologi.

Ke depan pihaknya menekankan agar masyarakat lebih terbuka dalam memberikan informasi dan data-data kepada Pemerintah Kabupaten Badung melaui Dinas Kebudayaan, jika di wilayahnya ada tersimpan naskah kuno atau lontar. Selain itu, jika ada masyarakat yang ingin naskah kuno atau lontarnya dirawat agar dapat menghubungi Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung.

“Kegiatan ini akan berkelanjutan dengan menyasar lokus-lokus baru. Jika kami tidak menemukan lokus baru, kami akan menyempurnakan kembali ataupun kita mengkonservasi secara berkala lontar-lontar yang ada di masyarakat. Sehingga akan terus menambah data dan informasi sejarah yang kita miliki di Kabupaten Badung,‘‘ imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca