Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

DPRD Badung Lantik Putu Sekarini sebagai PAW Gantikan Alit Yandinata

BALIILU Tayang

:

Ni Luh Putu Sekarini
LANTIK: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat memimpin pelantikan Ni Luh Putu Sekarini sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Badung masa jabatan 2024-2029 dalam Rapat Paripurna Keempat Masa Persidangan Pertama di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Senin, 21 Oktober 2024. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – DPRD Kabupaten Badung resmi melantik dan melakukan pengangkatan Ni Luh Putu Sekarini sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Badung masa jabatan 2024-2029 dalam Rapat Paripurna Keempat Masa Persidangan Pertama di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Senin, 21 Oktober 2024.

Pelantikan serta pengambilan Sumpah/ Janji ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti.

Turut hadir, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Badung, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Badung dan para undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Anom Gumanti menyampaikan, bahwa peresmian pengangkatan dan  pengambilan Sumpah/ Janji Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Badung telah dilakukan dari I Putu Alit Yandinata, yang digantikan oleh Ni Luh Putu Sekarini dari Fraksi PDI Perjuangan.

“Itu prosesnya dimulai dari 11 Oktober 2024 lalu hingga akhirnya Provinsi Bali meresmikan pemberhentian dan pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Badung sesuai Keputusan Gubernur Bali Nomor 795 dan 796 atas nama Ni Luh Putu Sekarini,” terangnya.

Sebelumnya, usulan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Badung telah disampaikan oleh DPC PDI Perjuangan kepada DPRD Badung melalui surat bernomor 121 tertanggal 17 September 2024 yang mengajukan usulan Pemberhentian Antar Waktu I Putu Alit Yandinata sebagai Anggota DPRD Kabupaten Badung periode 2024-2029 Dapil Badung 2 (Kecamatan Abiansemal), karena diberhentikan sebagai Anggota PDI Perjuangan. Selanjutnya, diusulkan Ni Luh Putu Sekarini sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Badung.

“Urgensi PAW itu sangat penting, karena satu orang saja anggota kami yang tidak ada sesuai dengan struktur yang diamanatkan oleh Undang-Undang itu sangat berarti bagi pembangunan masyarakat Badung, terutama kepentingan di wilayah dapilnya,” kata Anom Gumanti.

Baca Juga  Komisi II DPRD Badung Gelar Raker, Hadirkan 4 OPD Bahas LKPJ Bupati 2025

Mengingat, masyarakat Badung di wilayah Dapil Abiansemal sangat penting memiliki Anggota DPRD Badung untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Dapil tersebut.

Oleh karena itu, Anom Gumanti berharap Anggota DPRD Kabupaten Badung dapat bekerjasama demi kepentingan masyarakat Badung.

“Dengan klop-nya Anggota DPRD Badung berjumlah 45 orang akan membawa vibrasi positif kepada masyarakat Badung, sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat supaya pembangunan Badung ini merata dan adil di seluruh wilayah Badung dengan perwakilan-perwakilan yang mereka miliki,” tandasnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Badung I Ketut Suiasa memberikan apresiasi dan terima kasih atas dilantiknya PAW Anggota DPRD Badung oleh Pimpinan DPRD Kabupaten Badung yang telah melaksanakan kewajiban konstitusional dengan baik.

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama telah dilakukan PAW Anggota DPRD Kabupaten Badung. Itu menjadi kebanggaan bersama, bahwa DPRD Badung telah mampu melaksanakan kewajiban konstitusional dengan baik,” kata Ketut Suiasa.

Untuk itu, Ketut Suiasa berharap dengan lengkapnya Anggota DPRD Kabupaten Badung sekarang ini bisa memberikan nilai lebih positif dan produktif kinerja DPRD Badung bersama mitra Pemkab Badung.

Bahkan, dengan adanya PAW Anggota DPRD Badung, Ketut Suiasa juga berharap dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan fungsi kelembagaan DPRD Kabupaten Badung sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi-fungsi Pemerintah Daerah.

Mengingat, dalam sistem pemerintahan daerah saat ini, lanjutnya Pemerintah dan DPRD secara bersama-sama memegang peranan dan tanggung jawab yang sama atas suksesnya pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Badung.

Hal tersebut, dikarenakan setiap kebijaksanaan strategis yang diputuskan menentukan arah kehidupan dan kemajuan masyarakat Kabupaten Badung sebagai hasil kerja kolektif bersama antara Pemerintah dan DPRD yang kemudian diwujudkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).

Baca Juga  DPRD Badung Sepakati 4 Raperda Ditetapkan Menjadi Perda

“Kami dari Pemerintah Daerah juga melaksanakan kewajiban konstitusional yang bersama-sama penuh kebersamaan membangun sinergitas dengan DPRD Badung, untuk mempercepat kesejahteraan dalam peningkatan  pembangunan di  Kabupaten Badung,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Nurul Arifin: Status Lanud Ngurah Rai Harus Naik Standar ke Tipe A

Published

on

By

bandara ngurah rai
KUNJUNGAN KERJA: Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Badung, Provinsi Bali, (26/6/2026). (Foto: dpr.go.id)

Badung, baliilu.com – Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin mendorong peningkatan status Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai dari tipe B menjadi tipe A. Langkah strategis ini dinilai krusial guna memperkuat sistem pertahanan sekaligus menjaga citra Indonesia di mata internasional.

“Tadi kita melihat bahwa (Lanud) I Gusti Ngurah Rai ini sebetulnya lanudnya sangat memiliki peranan sangat penting begitu. Karena satu berada di posisi yang strategis, kemudian juga beririsan dengan bandara internasional dan komersial,” ujar Nurul Arifin dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Pangkalan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Badung, Provinsi Bali, (26/6/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menyoroti status pangkalan udara tersebut yang masih bertahan di tipe B sejak tahun 2012. Ia menilai kondisi yang sudah berjalan selama 14 tahun ini perlu segera diperbarui karena berkaitan erat dengan dukungan sistem anggaran pertahanan.

“Kita menginginkan bahwa Lanud ini naik ke peringkat menjadi standar A begitu ya, tidak B lagi. Karena ini penting terkait dengan suatu sistem, begitu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nurul mengingatkan perlunya keharmonisan berbagai elemen dalam menghadapi potensi ancaman kedirgantaraan. Aspek manusia dan kelestarian lingkungan. Lalu, pemanfaatan teknologi serta kesiapan masyarakat sekitar.

“Ada kolaborasi bagaimana menjaga Lanud I Gusti Ngurah Rai ini, tetap merepresentasikan sebagai bandara internasional yang tidak hanya untuk komersil, tapi juga untuk tamu-tamu kenegaraan dan dalam posisi hubungan diplomasi dengan negara-negara lainnya,” imbuhnya.

Terkait hal itu, wakil rakyat dari Dapil Jabar I tersebut memastikan akan membawa usulan transisi status Lanud I Gusti Ngurah Rai sebagai skala prioritas pribadinya dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan mendatang. Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke Provinsi Bali ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap kesiapan infrastruktur pertahanan negara. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sampaikan Japem pada Rapat Paripurna Pembahasan Raperda RTRW Badung 2025-2045

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terjebak Air Pasang di Uluwatu, Evakuasi Tiga Buruh Proyek Berlangsung Dramatis

Published

on

By

evakuasi buruh di uluwatu
Tim SAR saat mengevakuasi korban terjebak air pasang di Pecatu. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Tiga orang buruh proyek terjebak air pasang di bawah tebing kawasan Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung pada Sabtu (27/6/2026). Ketiga korban tersebut ialah Rendi (L/20), Mansur (L/47) dan Tarmuji (L/50).

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, kejadian bermula ketika ketiga korban berjalan menyusuri pantai dari pantai Nyang – Nyang menuju arah utara hingga lokasi kejadian. Namun setibanya di lokasi air laut tiba – tiba pasang. Ketiganya kemudian berlindung di atas karang. Satu orang korban bernama, Mansur kemudian berenang ke laut hingga berhasil selamat dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

“Benar, laporan kita terima sekitar pukul 20.40 Wita dan langsung kita terjunkan tim rescue menuju lokasi kejadian,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Ia menjelaskan, setibanya di lokasi, tim rescue kemudian melakukan koordinasi dengan pihak terkait serta meninjau lokasi tebing yang akan digunakan untuk proses evakuasi. Ketinggian tebing yang mencapai 100 meter dan jarak pandang yang terbatas serta hasil evaluasi maka evakuasi akan dilakukan esok hari pada tanggal 28 Juni 2026 sekitar pukul 06.00 Wita.

“Kita terkendala jarak pandang, namun korban masih berada pada posisi aman dan masih dapat berkomunikasi, maka evakuasi akan kita laksanakan pagi ini,” imbuhnya.

Tim SAR akhirnya menurunkan satu orang penolong untuk menjangkau korban menggunakan teknik lowering sekira pukul 06.15 Wita. Korban pertama, Tarmuji berhasil dievakuasi pada Minggu pagi, (28/6/2026) sekitar pukul 07.24 Wita menggunakan teknik lifting. Selanjutkan tim rescue berhasil mengevakuasi korban kedua, Rendi sekitar pukul 07.48 Wita.

Baca Juga  Komisi II DPRD Badung Gelar Raker, Hadirkan 4 OPD Bahas LKPJ Bupati 2025

“Seluruh korban sudah berhasil dievakuasi dengan selamat, kondisi keduanya masih stabil, selanjutnya langsung dibawa menuju Balai Desa Pecatu,” imbuhnya.

Upaya evakuasi ini turut melibatkan unsur SAR gabungan diantaranya, Basarnas Bali, Bhabinkamtibmas Desa Pecatu, Linmas Desa Pecatu, Pecalang Desa Pecatu, rekan korban dan masyarakat sekitar. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Menkeu Purbaya: Likuiditas Perbankan Diperkuat, Kredit Berpotensi Tumbuh hingga 14-15 Persen

Published

on

By

purbaya
Gedung Kemenkeu di Jakarta. (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah memperkuat likuiditas perbankan melalui penempatan dana hingga Rp 400 triliun ke bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini dilakukan untuk menjaga fungsi intermediasi perbankan, mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menkeu meyakini kebijakan tersebut dapat mendorong pertumbuhan kredit hingga 14-15 persen pada tahun ini.

Menkeu menjelaskan pemerintah mengembalikan sekaligus menambah penempatan dana pemerintah di Himbara sebagai respons atas kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat. Dengan likuiditas yang lebih memadai, sektor perbankan diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit kepada dunia usaha.

“Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun. Ekonomi siap lari lagi,” ujar Menkeu dalam media briefing di Jakarta, Jumat (26/6).

Menurut Menkeu, langkah tersebut merupakan arahan Presiden agar berbagai hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi dapat segera diatasi. Penambahan likuiditas diyakini akan memperkuat kepercayaan pelaku usaha, meningkatkan investasi, sekaligus mendukung penguatan ekonomi nasional.

“Pak Presiden ingin ekonominya tetap jalan, semua gangguan dihilangkan. Kalau kita balikkan perspektif ekonomi, ekonomi akan lari lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari,” jelasnya.

Menkeu menilai penguatan likuiditas akan mendorong mekanisme pasar kembali bekerja secara optimal sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan lebih efektif.

“Jadi saya memaksa market mechanism berjalan,” ujar Menkeu.

Berdasarkan komunikasi dengan perbankan, Menkeu mengungkapkan tambahan likuiditas tersebut akan memberikan ruang bagi perbankan untuk kembali menjalankan rencana ekspansi kredit yang sebelumnya sempat tertahan.

“Mereka bilang kalau nggak dibantu, kredit akan tumbuh turun pertumbuhannya ke 8 persen, 7 persen, 6 persen. Ketika kita balikin lagi, rencana kredit yang mereka selama ini tahan karena antisipasi kurangnya likuiditas akan dijalankan lagi. Pasti kreditnya tumbuh double digit, mungkin 13-14 persen,” katanya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sampaikan Japem pada Rapat Paripurna Pembahasan Raperda RTRW Badung 2025-2045

Apabila kondisi likuiditas tetap terjaga sesuai desain pemerintah, Menkeu optimistis pertumbuhan kredit nasional dapat meningkat lebih tinggi hingga mencapai kisaran 14-15 persen pada tahun ini.

“Kalau uangnya diatur cukup seperti yang kita desain, pertumbuhan kredit tahun ini tebakan saya bisa 14-15 persen,” ujarnya.

Selain menjaga likuiditas perbankan, Menkeu memastikan penguatan likuiditas perbankan tidak mengganggu kesehatan fiskal. Ia menegaskan defisit APBN 2026 tetap berada dalam batas yang aman dan terkendali.

“Yang jelas, kondisi fiskal aman, defisit tidak akan lebih 3 persen, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar,” pungkas Menkeu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca