Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dua Tahun Kinerja PAKIS Bali Bersama Ny. Putri Koster

Krama Istri Bali Turut Bergerak Lestarikan Tata-titi Kehidupan Bali Berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal

Loading

BALIILU Tayang

:

ny koster
Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) MDA Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menyapa manggala PAKIS MDA Kabupaten Kota. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Visi Misi Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster adalah Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang salah satu misinya yaitu memajukan kebudayaan Bali melalui peningkatan pelindungan, pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan nilai-nilai adat, agama, tradisi, seni, dan budaya Krama Bali. Berangkat dari misi tersebut, Ny. Putri Koster yang terpilih sebagai Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) MDA Provinsi Bali pada 17 September 2020 itu, langsung gerak cepat menyusun berbagai program untuk pemberdayaan peran serta krama istri di desa adat, baik bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal, pendidikan dan olahraga, kesehatan, ekonomi adat serta hukum adat, perlindungan krama istri dan anak.

Hal itu terungkap saat Manggala Utama PAKIS MDA Bali, Ny. Putri Koster menyampaikan pidato pencapaian PAKIS Bali periode tahun 2021 s/d 2022 dan rencana kerja PAKIS Bali tahun 2023 dalam acara “Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Manggala Utama PAKIS MDA, Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia Provinsi Bali, Bergerak, Bekerja, Berbagi” bertempat di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (24/2/2022).

Disebutkannya, PAKIS yang merupakan organisasi adat perempuan yang pertama kali dimiliki oleh Provinsi Bali, memiliki tugas dalam mendukung setiap program pembangunan yang dimiliki oleh Provinsi Bali, sehingga anggota PAKIS yang merupakan istri dari pejabat Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali dan pengurus desa memiliki tanggung jawab untuk bersama menyukseskan program dari visi pemerintahan yang sedang dijalankan. “Bali itu tidak mempunyai sumber daya alam seperti provinsi lain, namun punya sumber daya manusia yang kreatif serta warisan kekayaan seni, adat, budaya dan kearifan lokal yang adiluhung. Itulah yang menjadikan identitas kita sebagai masyarakat Bali dan patut kita lestarikan,” jelasnya pada acara yang turut juga dihadiri oleh Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali Ny. Tjok. Putri Hariyani Ardana Sukawati, Ketua Gatriwara DPRD Bali Ny. Ningsih Wiryatama, TP PKK tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa, Ketua Dekranasda seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali, Manggala PAKIS se-Provinsi Bali, serta seluruh anggota PAI Daerah Provinsi Bali, serta Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Bali.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Pacu Semangat Atlet dan Artis Denpasar dalam Porsenijar Bali
pakis bali
Manggala PAKIS MDA Kabupaen/Kota se-Bali. (Foto: ist)

Meskipun baru berdiri dua tahun, namun PAKIS MDA Bali telah mampu mengeluarkan program-program yang tepat sasaran serta membantu krama Bali. Adapun berbagai kegiatan yang dilakukan PAKIS MDA Bali pada tahun 2021 sangat erat dengan pelestarian seni dan budaya seperti sosialisasi di media cetak maupun elektronik, Pelatihan Etika Busana Adat Bali, Pusung Tagel, Tengkuluk, Lelunakan, dan Tata Rias untuk Diri Sendiri, Aksi Sosial PAKIS MDA Bali, Webinar PAKIS Bali serta penyusunan buku. “Guna mempercepat sosialisasi program kerja PAKIS MDA Prov Bali serta visi Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, tahun 2021 akhirnya diterbitkan majalah PAKIS edisi I dan II masing-masing sebanyak 375 eksemplar dan disebar kepada PAKIS Kabupaten/Kota,” jelasnya. Sementara untuk Pelatihan etika busana adat Bali, Pusung Tagel, Tengkuluk, Lelunakan dan tata rias untuk diri sendiri, PAKIS MDA Prov Bali telah melaksanakannya di 18 Desa Adat di Bali dengan bekerja sama dengan LKP AGUNG. Pelatihan tersebut diikuti oleh Krama Istri Desa Adat, Pemilik Salon, dan Yowana Desa Adat.

Aksi sosial PAKIS pada tahun itu yaitu pemberian bantuan kepada krama Bali yang membutuhkan, berupa 10 kg beras kepada 180 krama istri di 18 Desa Adat se-Bali, pemberian bantuan 2,5 ton beras kepada Pemerintah Kabupaten Bangli dan Karangasem sebagai aksi sosial kepada krama Bali yang mengalami bencana gempa dan tanah longsor, serta pelaksanaan donor darah serangkaian HUT ke-1 PAKIS Bali yang diikuti oleh 100 peserta.

Di tahun 2022, program kegiatan PAKIS Bali berupa kegiatan sosialisasi melalui media elektronik dan majalah, pelatihan Tata Busana Adat Payas Utama dan Payas Madya, aksi sosial Tresna lan Punia, webinar PAKIS Bali, dan lomba senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pada tahun itu, Bunda Putri mengatakan bahwa PAKIS Bali fokus kepada penggalian adat dan tradisi di masing-masing Kabupaten/Kota melalui pelatihan busana adat Payas Utama dan Payas Madya. Karena menurutnya, perkembangan dan inovasi dalam tata rias maupun tata busana adat Bali banyak menyimpang dari pakem yang ada. “Jadi PAKIS Bali bekerjasama dengan LKP AGUNG menggelar pelatihan tersebut bertujuan untuk melestarikan pakem payas Bali sesuai dengan karakter atau ciri khas masing-masing Kabupaten/Kota,” imbuhnya seraya mengatakan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan di 9 Kabupaten/Kota bertempat di MDA masing-masing serta melibatkan pemilik salon dan Yowana Desa Adat setempat.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Inisiasi Rapat Bersama Forkopimda Provinsi Bali

Program pelestarian tersebut juga dilakukan melalui webinar, salah satunya membahas tentang fenomena tarian Rejang yang mulai beralih dari pakemnya. “Akhir-akhir ini semakin banyak jenis tarian Rejang yang bermunculan, saya harap keberadaan tari-tarian tersebut sudah sesuai dengan pakem dan nilai-nilai kesakralan tarian Rejang,” imbuhnya. Ia pun mengatakan bahwa ruang kreativitas masyarakat Bali sangat tinggi, sehingga bisa menciptakan karya seni, baik tari wali, bebali maupun balih-balihan. Hal itu tentu sangat baik, namun ia mengingatkan agar dalam penciptaan tari terutama untuk tari Wali harus sesuai dengan pakem, nilai dan norma keagamaan yang dianut. Untuk itulah, PAKIS Bali sebagai salah satu organisasi berbasis adat, di bawah kepemimpinannya terus berjuang untuk mengajegkan seni, adat, tradisi, dan budaya Bali sesuai dengan pakemnya.

Dalam upaya membantu krama Bali yang kurang mampu pasca-pandemi Covid-19, PAKIS Bali melaksanakan aksi sosial sebanyak 10 kali di 9 Kabupaten/Kota dan Kecamatan Nusa Penida. Saat itu PAKIS Bali memberikan bantuan kepada 100 orang krama kurang mampu yaitu ibu hamil menyusui, lansia, difabel, pecalang, dan yowana yang masing-masing mendapatkan 20 kg beras, 2 liter minyak goreng, 1 krat telur dan susu kemasan.

Di tahun tersebut, juga diadakan Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani krama istri serta mendukung Visi Pembangunan Daerah Bali, PAKIS MDA Provinsi Bali menyelenggarakan Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang diikuti oleh 66 Tim dengan jumlah peserta 330 orang dari PAKIS MDA Kabupaten dan Kecamatan se-Bali. Lomba digelar di GOR Lila Bhuana, Jl. Melati Denpasar pada tanggal 25 November 2022.

Pada kesempatan pagi itu, Ny. Putri Koster mengatakan pada tahun 2023, PAKIS MDA Bali masih akan terus bergerak sesuai dengan visi, misi dan program kerjanya dalam upaya pelestarian, seni, tradisi dan kebudayaan Bali. Ia berharap Bali yang terkenal dengan

Baca Juga  Jadi Sayap Organisasi MDA, PAKIS Bali Fokus Konsolidasi Mengemban Amanat Perda Desa Adat

budayanya yang kaya dan indah tetap bisa lestari serta tetap sesuai dengan pakem-pakem yang ada. ”Kita sudah diwarisi seni, adat, tradisi dan kebudayaan yang adiluhung, tugas kita melestarikannya. Kreativitas seniman Bali memang patut kita apresiasi, namun harus tetap dalam koridor yang tepat dan dengan pakem yang benar,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pastikan Makanan MBG Aman dan Bergizi, Polres Gianyar Lakukan “Food Safety” Ketat di SPPG

Published

on

By

Polres Gianyar melaksanakan kegiatan Food Safety di SPPG Polres Gianyar mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
FOOD SAFETY: Seksi Dokkes Polres Gianyar saat melaksanakan kegiatan Food Safety di SPPG Polres Gianyar yang berlokasi di Jalan Raya Ir. Soekarno, wilayah Polsek Tampaksiring, Jumat (22/5/2026) mulai pukul 05.00 Wita. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Seksi Dokkes Polres Gianyar melaksanakan kegiatan Food Safety di SPPG Polres Gianyar yang berlokasi di Jalan Raya Ir. Soekarno, wilayah Polsek Tampaksiring, Jumat (22/5/2026) mulai pukul 05.00 Wita.Polres Gianyar melaksanakan kegiatan Food Safety di SPPG Polres Gianyar mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kegiatan tersebut melibatkan personel Seksi Dokkes bersama Ahli Gizi dan Kepala SPPG Polres Gianyar dengan melakukan pemeriksaan keamanan makanan terhadap seluruh menu yang akan disajikan kepada penerima manfaat Program MBG.

Pemeriksaan dilakukan melalui uji kimia terhadap lima jenis makanan, yakni nasi putih, ayam goreng madu, tahu cabe garam, tumis pokcoy wortel, dan buah melon. Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel dinyatakan negatif mengandung zat berbahaya seperti formaldehyde (HCHO), nitrit (NO2), arsen (As), maupun cyanide (CN), sehingga aman dan layak untuk dikonsumsi.

Selain uji kimia, tim juga melaksanakan pemeriksaan menggunakan metode Uji Organoleptik yang meliputi evaluasi sensorik melalui indera manusia. Pemeriksaan dilakukan terhadap aspek warna, bentuk, aroma, rasa, hingga tekstur makanan. Hasilnya, seluruh menu dinilai dalam kondisi baik dan sesuai standar porsi yang telah ditetapkan.

Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma menyampaikan bahwa kegiatan food safety ini merupakan bentuk komitmen Polres Gianyar dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada masyarakat melalui Program MBG Polri.

“Melalui pemeriksaan secara menyeluruh ini, kami ingin memastikan bahwa makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, bergizi, dan layak dikonsumsi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolres Gianyar.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Inisiasi Rapat Bersama Forkopimda Provinsi Bali

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga standar keamanan pangan di lingkungan SPPG Polres Gianyar, sehingga program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pengukuhan KPw BI Bali: Perkuat Sinergi untuk Mengawal Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bali

Published

on

By

Achris Sarwani
PENGUKUHAN: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melaksanakan upacara pengukuhan Achris Sarwani sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggantikan Erwin Soeriadimadja yang menjalani masa purnabakti di Bank Indonesia pada Jumat, 22 Mei 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali melaksanakan upacara pengukuhan pada Jumat, 22 Mei 2026, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, secara resmi mengukuhkan Achris Sarwani sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggantikan Erwin Soeriadimadja yang menjalani masa purnabakti di Bank Indonesia.

Pengukuhan ini dihadiri oleh Gubernur Bali yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bupati/Walikota, pimpinan instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, perguruan tinggi, asosiasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Provinsi Bali, Bupati/Walikota di Bali dan jajaran Pemerintah Daerah, serta seluruh mitra kerja yang telah mendukung peran strategis Bank Indonesia di Bali. Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang baru merupakan estafet kepemimpinan yang menjadi bagian penting dari transformasi kelembagaan Bank Indonesia. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dan mitra kerja Bank Indonesia Provinsi Bali dalam pengembangan ekonomi dan keuangan daerah, UMKM, sistem pembayaran, dan pengelolaan uang rupiah, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Bali sekaligus mendukung perekonomian nasional.

Destry Damayanti memberikan apresiasi atas kinerja pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi pada tahun 2025, yang mencapai 5,82%, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 5,48%. Capaian tersebut juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11%, sekaligus menempatkan Provinsi Bali sebagai salah satu dari lima provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Indonesia. Meski demikian, masih terdapat ruang yang luas untuk terus mengoptimalkan potensi daerah, khususnya dalam mengantisipasi tekanan ekonomi global dan mendorong arus wisatawan.

Baca Juga  Ketua KORPRI Provinsi Bali Dewa Made Indra Buka Turnamen II KORPRI Provinsi Bali

Selain itu, pengembangan quality tourism dan diversifikasi sektor-sektor unggulan sebagai sumber pertumbuhan baru, seperti sektor pertanian dan industri kreatif, termasuk UMKM, perlu terus didorong guna memperkuat pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih tinggi dan berkelanjutan ke depan.

Lebih lanjut, Destry Damayanti menyampaikan pesan penting kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang baru untuk terus menjaga sinergi bersama pemerintah daerah dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga stabilitas harga di Bali. Selain itu, upaya perluasan dan percepatan digitalisasi ekonomi serta sistem pembayaran perlu terus dioptimalkan sebagai game changer untuk meningkatkan produktivitas, inklusi keuangan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya mendorong percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah juga menjadi prioritas melalui pemanfaatan seluruh kanal pembayaran digital, termasuk QRIS, baik pada sisi penerimaan maupun belanja daerah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas, serta mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan apresiasi atas peran Bank Indonesia sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat transformasi ekonomi Bali, termasuk penguatan ekonomi berbasis budaya dan kearifan lokal. Bali harus tumbuh menjadi daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap menjaga identitas, budaya, dan keberlanjutan lingkungan. “Ke depan, tantangan ekonomi akan semakin kompleks dan dinamis, terlebih dengan gejolak geopolitik global. Kepemimpinan yang visioner, sinergi yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor yang semakin solid menjadi kunci dalam menavigasi perekonomian di tengah ketidakpastian,‘‘ ujarnya.

Sekda Provinsi Bali berharap Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dapat terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh stakeholder dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga  MDA Bangli Sampaikan Apresiasi dan Dukungan Atas Kegiatan Pakis Bali di Bangli

Melalui semangat sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat, serta kepemimpinan yang baru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali akan terus bersinergi dalam memitigasi risiko global dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Setiap langkah inovasi kebijakan akan difokuskan untuk mengawal stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali untuk mendukung terwujudnya masyarakat Bali yang sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PSEL Ditarget Selesai Akhir 2027, Groundbreaking Denpasar Raya akan Dilaksanakan 8 Juli 2026

Published

on

By

Pemerintah Provinsi Bali saat ini mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang.
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri rapat koordinasi Pembangunan PSEL Denpasar Raya kawasan Benoa di Ruang Rapat Kertha Sabha, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (22/5). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy merupakan salah satu solusi strategis untuk menangani kedaruratan sampah di Bali, terutama setelah kapasitas TPA Suwung semakin kritis dan muncul penumpukan sampah di berbagai wilayah seperti Denpasar dan Badung.

Pemerintah Provinsi Bali saat ini mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang. Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pembangunan PSEL menjadi solusi jangka panjang untuk menangani persoalan sampah yang selama ini menjadi ancaman lingkungan dan pariwisata Bali. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan sampah setelah penutupan TPA Suwung.

“Proyek PSEL untuk penanganan sampah di wilayah Denpasar dan Badung kini memasuki tahap persiapan pembangunan. Proyek strategis tersebut telah diproses oleh Danantara dan direncanakan akan mulai groundbreaking pada 8 Juli 2026 mendatang. Saat ini, proses pengurugan lahan sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut. Lahan yang digunakan untuk proyek PSEL ini memiliki luas sekitar 6 hektar,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng itu pada Jumat (23/5) di Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar.

Selain pembangunan PSEL, pemerintah daerah dikatakan Koster juga memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R, TPST, dan pemilahan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik dinilai penting agar proses pengolahan sampah menjadi energi berjalan optimal.

“Kebersihan Bali adalah fondasi utama menjaga Bali tetap kondusif sebagai destinasi wisata dunia. Sambil menunggu penyelesaian PSEL, gerakan bersih-bersih terus kita genjot,” terangnya.

Kehadiran PSEL ini menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di wilayah Denpasar dan Badung. Pemerintah menargetkan pada tahun 2028, permasalahan sampah di kedua daerah tersebut sudah dapat ditangani secara lebih optimal.

Baca Juga  MDA Bangli Sampaikan Apresiasi dan Dukungan Atas Kegiatan Pakis Bali di Bangli

“Nantinya, fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari. Kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Bali,” imbuhnya.

Selain penanganan sampah baru, tumpukan sampah lama di kawasan TPA Suwung juga harus menjadi perhatian untuk diselesaikan. Tumpukan sampah yang telah mengendap selama bertahun-tahun di kawasan tersebut ditargetkan ikut diselesaikan bersamaan dengan pengembangan sistem pengelolaan sampah modern melalui proyek PSEL. Langkah ini dinilai penting agar persoalan sampah di wilayah Denpasar dan Badung dapat ditangani secara menyeluruh, tidak hanya untuk sampah harian tetapi juga sampah lama yang masih menumpuk.

Pemerintah berharap proses penanganan sampah lama di TPA Suwung dapat berjalan optimal sehingga kawasan tersebut nantinya bisa direvitalisasi dan dimanfaatkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Apabila rencana tersebut berhasil direalisasikan, kawasan eks TPA Suwung diharapkan berubah menjadi area hijau yang lebih ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik sekaligus mendukung kualitas lingkungan di Bali.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak saat meninjau kick-off pematangan lahan milik Pelindo di Pasanggaran, menegaskan bahwa penanganan permasalahan sampah harus dilakukan secara bersinergi. Ia menyampaikan bahwa TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.

“TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah dalam penanganan sampah melalui kegiatan karya bakti, edukasi lingkungan, hingga dukungan terhadap program pengelolaan sampah terpadu di daerah,” jelasnya.

Disampaikan pria yang juga pernah menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana tersebut, keunggulan pengolahan sampah oleh TNI AD diantaranya tanpa investasi pemerintah, mengelola sampah lama, tidak perlu subsidi pemerintah, ramah lingkungan dan tanpa emisi terbuka.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Pacu Semangat Atlet dan Artis Denpasar dalam Porsenijar Bali

“Yang perlu didukung oleh pemerintah yakni prosedur administrasi (perizinan), jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan menyampaikan Perpres 109/2025 memayungi kebijakan pengolahan sampah yang menghasilkan energi yakni menjadi Listrik, PSE BBM terbarukan, PSE Bio Energi serta Produk ikutan lainnya.

“Penggunaan teknologi PSEL dan PSE BBM terbarukan dapat mengurangı kedaruratan sampah di Denpasara dan Badung, baik timbulan sampah harian maupun TPA Suwung,” terngnya.

Disampaikan Nani, Bali telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project pirolisis bersama lokasi lainnya (Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, Semarang) yang dilaksanakan oleh TNI AD, dengan dukungan tim terpadu lintas Kementerian/Lembaga khususnya pada tahap persiapan dan pembangunan.

Groundbreaking PSEL Denpasar Raya pada tanggal 8 Juli 2026 mendatang menjadi momentum terintegrasi penanganan sampah di hulu dan hilir,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca