Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dukung Bulfest 2025, Wagub Giri Prasta Serahkan Bantuan Rp 50 Juta

135 Relawan Sampah Dilibatkan, Bulfest 2025 Usung Festival Ramah Lingkungan

Loading

BALIILU Tayang

:

Bulfest 2025
BUKA BULFEST: Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, membuka secara resmi Buleleng Festival (Bulfest) 2025 yang bertempat di Kawasan Tugu Singa Ambara Raja, Jalan Pahlawan No. 1, Singaraja, Buleleng, Senin (18/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, membuka secara resmi Buleleng Festival (Bulfest) 2025 yang bertempat di Kawasan Tugu Singa Ambara Raja, Jalan Pahlawan No. 1, Singaraja, Buleleng, Senin (18/8).

Lewat prosesi Ngoncang, tradisi khas Buleleng yang lazim dilakukan dalam menumbuk gabah, yakni dengan menumbukkan alu berupa tongkat pemukul berbahan kayu ke dalam lesung atau ketungan, event seni, budaya, ekonomi kreatif, serta pelestarian alam di Bumi Panji Sakti ini kembali dibuka setelah sempat vakum selama enam tahun.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta menyampaikan apresiasi kepada Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, beserta jajaran atas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, Bulfest mampu memadukan pelestarian budaya, penguatan ekonomi lokal, dan inovasi lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.

“Buleleng Festival yang dibuka Bapak Bupati ini luar biasa sekali. Saya harap tahun depan lebih bagus lagi,” ujar Wagub Giri sembari menegaskan tiga pilar utama festival, yakni menggerakkan seniman lokal tanpa menggerus adat dan budaya, menghidupkan perekonomian, serta menyediakan ruang kreatif bagi generasi muda.

Untuk itu, Wagub Giri Prasta menyatakan bahwa ke depan Pemprov Bali akan melakukan kajian dan evaluasi terhadap gelaran Bulfest, terutama terkait dampaknya bagi ekonomi masyarakat serta pelestarian seni di Buleleng. Apabila terjadi peningkatan, ia menegaskan Pemprov siap mendukung alokasi anggaran untuk Bulfest berikutnya.

“Maka tahun depan apabila dilaksanakan kembali, berapa pun APBD yang dikeluarkan oleh Kabupaten Buleleng, Pemprov akan memberikan hal yang sama bahkan hingga dua kali lipat dari anggaran sekarang ini,” tegas Giri Prasta.

Melalui skema pembagian Pajak Hotel dan Restoran (PHR), Wagub menjelaskan bahwa Pemprov Bali sudah berkoordinasi dengan Pemkab Badung, Gianyar, dan Pemkot Denpasar. Ia menyampaikan, PHR yang terkumpul tahun ini mencapai Rp 720 miliar, yang nantinya akan disalurkan secara proporsional kepada kabupaten lainnya sesuai porsi dan kebutuhan masing-masing.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota dalam Forum CityNet Asia Pacific Ke-45

Secara khusus, Wagub Giri Prasta juga menyoroti serta menyampaikan apresiasi atas upaya penanganan sampah yang dilaksanakan Pemkab Buleleng selama berlangsungnya Bulfest dan berkelanjutan ke depan, dalam mendukung program Pemprov Bali mewujudkan Bali bebas sampah.

“Jika berbicara sampah, kalau kita buang berarti kita mengalihkan masalah kepada orang lain. Maka atas tindak lanjut yang sudah dilakukan Pemkab Buleleng, saya ucapkan terima kasih. Semoga upaya ini tetap berlanjut secara konsisten,” harapnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta mendorong pembangunan TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle) di sembilan kecamatan dan 148 desa/kelurahan di Buleleng, terutama di wilayah yang belum memiliki, sehingga pengolahan sampah tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, ia juga menyebut rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan. Konsultasi dengan Bupati dilakukan untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk pengelolaan sampah di TPA Bengkala.

“Ini semua untuk kita wariskan kepada anak cucu di Buleleng,” pungkas Wagub Giri Prasta.

Sebelumnya, Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan Bulfest pihaknya melibatkan relawan sebanyak 135 orang yang bertugas mengumpulkan dan memilah sampah sesuai jenisnya, guna meminimalisasi pengolahan sampah di TPA.

Ia juga menekankan aspek keberlanjutan dalam Bulfest 2025, yang diwujudkan melalui penggunaan material ramah lingkungan. Salah satunya adalah patung topeng raksasa yang menjadi latar panggung utama, terbuat dari plastik daur ulang seberat 1,7 ton.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana mereka mengangkat patung ini. Penggunaan material daur ulang dan minimnya sampah ke TPA menjadi bukti nyata komitmen Buleleng dalam menggelar festival ramah lingkungan serta mendukung program Pemprov Bali dalam menangani sampah di Bali,” ujar Sutjidra.

Buleleng Festival 2025, event terbesar di Buleleng yang kali ini mengusung tema “The Mask History of Buleleng”, digelar selama enam hari pada 18–23 Agustus 2025.

Baca Juga  DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna Ke-9, Penyampaian Pidato Sambutan Gubernur Bali

Sebagai bentuk dukungan terhadap event yang mengakomodasi pelestarian seni budaya, peningkatan potensi ekonomi, serta konsistensi terhadap pelestarian alam dan lingkungan, Wagub Giri Prasta pada kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 50 juta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, DKPKP Gianyar Gelar Gerakan Pangan Murah

Published

on

By

pasar murah
PANGAN MURAH: Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) saat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang melibatkan 25 peserta dari unsur UMKM, BUMD, kelompok tani, bulog, dan pelaku usaha pangan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, Ir. I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah strategi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan kenaikan harga bahan pokok.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai menjelang hari raya. Stabilitas pangan menjadi prioritas agar masyarakat merasa tenang dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, buah-buahan, serta aneka produk pangan lainnya persiapan hari raya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung. Melalui keterlibatan kelompok tani, distributor, UMKM, dan pelaku usaha pangan, rantai distribusi dapat dipersingkat sehingga harga yang diterima masyarakat menjadi lebih kompetitif.

Sri Widyawati menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada periode meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan,” tegasnya.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta: Boleh Maju, tapi Jangan Tercerabut dari Akar Adat dan Budaya

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejak pagi hari, warga tampak memadati area kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat. Karena permintaan masyarakat, GPM akan dilaksanakan 2 hari (11-12 Juni 2026) khusus untuk buah – buahan.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, tersedianya kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi, serta masyarakat dapat menyambut dan menyelenggarakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan aman, nyaman, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pelepasan Siswa Kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng, Tampilkan Pameran Vokasi dan Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus

Published

on

By

slb negeri 1 buleleng
PELEPASAN: SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – SLB Negeri 1 Buleleng menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dirangkaikan pameran vokasi serta pentas seni di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (10/6). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menampilkan berbagai potensi dan kreativitas yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan di sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala SLB Negeri 1 Buleleng Made Winarsa menyampaikan bahwa saat ini sekolah tersebut memiliki 157 siswa dengan berbagai karakteristik dan kebutuhan khusus. Keberagaman tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh tenaga pendidik untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan inklusif.

Lebih lanjut disampaikan, SLB Negeri 1 Buleleng juga telah memiliki fasilitas asrama yang mampu menampung hingga 40 siswa. Asrama tersebut diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah, dengan syarat telah memiliki tingkat kemandirian yang memadai. Kehadiran asrama diharapkan dapat mendukung akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Buleleng maupun wilayah sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Winarsa juga memberikan motivasi kepada para orang tua siswa agar tidak pernah merasa putus asa dalam mendampingi anak-anak mereka. Menurutnya, setiap anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Di balik keterbatasan yang dimiliki, pasti ada kelebihan yang tertanam dalam diri setiap anak. Tugas kita bersama, khususnya para guru, adalah menggali dan mengangkat potensi tersebut ke permukaan sehingga dapat berkembang secara maksimal. Karena itu, jangan pernah merasa rendah diri dan tetaplah percaya pada kemampuan anak-anak kita,” ujarnya.

Melalui pameran karya dan pentas seni yang ditampilkan, para siswa menunjukkan berbagai kemampuan di bidang seni, keterampilan, dan kreativitas. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak berkebutuhan khusus mampu berprestasi dan berkarya apabila diberikan kesempatan, dukungan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan mereka.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Antar-Kota dalam Forum CityNet Asia Pacific Ke-45

Kegiatan pelepasan ini berlangsung penuh kebanggaan, tidak hanya bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat menengah, tetapi juga bagi orang tua dan para guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memberikan perhatian serta dukungan terhadap pendidikan inklusif guna mewujudkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Satgas Anti-Mafia Bola akan Kembali Diaktifkan, Cegah Judi Selama Piala Dunia 2026

Published

on

By

mafia bola
BERI KETERANGAN: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga penyelenggaraan Piala Dunia 2026 agar tetap menjadi ajang hiburan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Satgas Anti-Mafia Bola guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum, khususnya praktik perjudian yang memanfaatkan momentum pesta sepak bola dunia tersebut.

“Beberapa waktu lalu kita pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali,” ujar Kapolri usai menerima audiensi dengan pihak TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kapolri menjelaskan, pengaktifan kembali Satgas Anti-Mafia Bola merupakan upaya preventif untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sebagai sarana melakukan tindak pidana, termasuk perjudian.

Menurutnya, Piala Dunia seharusnya menjadi ajang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.

“Jangan sampai momentum hiburan Piala Dunia ini dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum yang justru merusak semangat sportivitas,” tegasnya.

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar menjadi penonton yang cerdas dan tidak terlibat dalam aktivitas perjudian selama perhelatan Piala Dunia berlangsung. Ia menekankan bahwa aturan hukum terkait perjudian di Indonesia telah diatur secara tegas sehingga harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Perjudian merupakan pelanggaran hukum yang aturannya sudah sangat jelas. Karena itu, masyarakat harus menghindari segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan perjudian,” ujarnya.

Selain melakukan langkah pencegahan terhadap praktik perjudian, Polri juga berupaya menghadirkan suasana menonton yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan LPP TVRI dalam penyelenggaraan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 di berbagai satuan kewilayahan.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta: Boleh Maju, tapi Jangan Tercerabut dari Akar Adat dan Budaya

Kegiatan nobar tersebut akan dilaksanakan mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh Indonesia sebagai sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memastikan perhelatan Piala Dunia dapat dinikmati secara aman, tertib, dan bebas dari praktik perjudian.

“Kami dari Polri akan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan nobar, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Kapolri. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca