Tuesday, 16 August 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Dukung Kreativitas Seniman, Ketua Dekranasda Tabanan Hadiri “Wimbakara” Desain dan Peragaan Busana

BALIILU Tayang

:

Dukung Kreativitas Seniman
Dukung Kreativitas Seniman, Ketua TP PKK Tabanan dan juga selaku Ketua Dekranasda Tabanan, Ny Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., bersama rombongan saat menghadiri Wimbakara (Lomba) Desain dan Peragaan Busana PKB XLIV tahun 2022, yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (26/6). (Foto : Ist)

Denpasar, baliiliu.com – Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kreativitas seniman muda Tabanan, Ketua TP PKK Tabanan dan juga selaku Ketua Dekranasda Tabanan, Ny Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., bersama rombongan  menghadiri Wimbakara (Lomba) Desain dan Peragaan Busana PKB XLIV tahun 2022, yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (26/6).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, serta Ketua Dekranasda se-Kabupaten/Kota di Bali, Ketua Darma Wanita, Kadis PMD dan Dinas Kebudayaan bidang kesenian. 

Dengan menyabet juara 2 Desain dan Peragaan Busana Casual Berpasangan Tekstil Tradisional Bali dan Juara 3 Lomba Desain dan Peragaan Busana Pengantin Adat Bali Modifikasi Sesuai Pakem Berpasangan, Kontribusi Dekranasda Tabanan dalam mendukung semarak Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 ditunjukkan dalam beragam kegiatan seni. Pada kesempatan ini kegiatan seni yang ditunjukkan adalah  Wimbakara (Lomba) Desain dan Peragaan Busana yang masuk dalam Sub Kegiatan Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan Objek Pemajuan Tradisi Budaya. Tentunya dengan menghadirkan desainer terbaik dan andalan Kabupaten Tabanan untuk turut berkompetisi dalam perhelatan seni tersebut. 

Perwakilan masing-masing 8 Kabupaten di Bali yang berkontribusi terdiri dari 6 peserta/model berpasangan yang berkontribusi memperagakan hasil desain busana dari 2 seniman kenamaan Tabanan yakni, Andri Purwanto, S.T., dan I Komang Gede Kartono Yasa, S.Pd., M.Pd. Dibagi ke dalam 3 kategori lomba yaitu, Wimbakara (Lomba) Desain dan Peragaan Busana Kerja adat Bali Berpasangan, Wimbakara (Lomba) Desain dan Peragaan Busana Casual Berpasangan, Wimbakara (Lomba) Desain dan Peragaan Busana Pengantin Modifikasi Berpasangan. Peragaan busana tersebut disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh para audiens. 

“Ini suatu ajang kesenian bergengsi yang bertujuan untuk menampilkan karya-karya seni, melestarikan, dan berinovasi. Kita lombakan berbagai kategori ini untuk merangsang anak-anak muda, para desainer Bali untuk berkarya bagi krama Bali,” kata Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny Putri Koster.

Baca Juga  Gelar Monev, Ketua Dekranasda Denpasar Ajak IKM terus Berinovasi

Pihaknya menegaskan, PKB menjadi tempatnya kota/kabupaten menampilkan karya seni terbaik sebagai wujud dan tanda bahwa kita mengambil tanggung jawab sebagai pelestari dan berinovasi mengembangkan seni sesuai dengan tuntutan jaman.

Selaku Ketua Dekranasda, tentunya Ny. Rai Sanjaya sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian tradisi, seni, dan budaya dalam bentuk seni peragaan busana yang sangat sesuai dengan poin-poin dalam perwujudan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). 

“Kegiatan seperti ini patut kita berikan apresiasi, terlebih kepada para seniman-seniman muda di Tabanan, karena orientasinya pasti menuju ke satu tujuan dan satu maksud, yakni membangkitkan seni dan budaya di Tabanan,” ungkap Ny Rai Sanjaya saat menghadiri kegiatan lomba yang telah dimulai sejak pukul 10 pagi tersebut. 

Pihaknya juga menyampaikan dukungannya terhadap beragam kegiatan yang tergabung di dalam naungan Dekranasda, tak hanya yang ditampilkan dan yang dipamerkan namun juga yang diperjualkan seperti IKM/UMKM Tabanan yang bergabung di PKB tahun 2022 ini.

“Ayo mari kita ajegkan Bali, mendukung dan melestarikan kesenian dan budaya Bali dengan  meramaikan PKB dan membeli kerajinan di IKM/UMKM yang ada di sini, agar perekonomian di Bali bisa segera bangkit,”tandasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot

SENI

Tujuh Belas Agustusan Bersama Bintang Tanatimur

Visual Art Solo Exhibition Bintang Tanatimur: “17” di Pendhapa Art Space Yogyakarta pada 17-28 Agustus 2022, 09.00-20.00 WIB

Published

on

By

bintang
Visual Art Solo Exhibition Bintang Tanatimur: "17" di Pendhapa Art Space Yogyakarta pada 17-28 Agustus 2022, 09.00-20.00 WIB. (Foto: Ist)

KALI ini, Bintang Tanatimur ingin mengekspresikan kepedulian terhadap masalah masyarakat. Melalui karakter figur karikaturistik, karya-karyanya mengangkat isu-isu kontekstual. Tidak sekadar gairah individunya sebagai pemuda yang tumbuh dari masa anak-anak semata, tetapi juga ingin turut terlibat pada masalah sosial, politik, nasionalisme & alam.

Pelukis Wayan Sujana Suklu yang telah mengenal Bintang sejak kecil, mengatakan bahwa Bintang sudah memiliki penanda khusus, berupa karya seni emotif. Keunggulan seni emotif adalah mampu mengomunikasikan gagasan dan perasaan secara efektif, kuat, dan gamblang secara langsung tanpa direncanakan. Bolehlah, Bintang mengatakan melukis tanpa persiapan sebelumnya, tapi jangan lupa pada tataran ide dan konsep sudah ada jauh sebelum proses penciptaan. Menurut Suklu, Bintang telah melalui tahapan 3 langkah berpikir artistik: eksplorasi medium, menyusun bahasa visual, dan perumusan konteks yang relevan.

Bintang Tanatimur, The Great Trashes, digital works NFT, 2021 (Foto: Ist)

Karena itu, Anda bisa merasakan pula berbagai gelombang rasa, impresi, dan pikiran Bintang dalam pameran tunggalnya yang ke-4 ini. Karya seni yang bersifat pasif, dinamis dan partisipatif berupa lukisan, seni objek, video dokumenter sampai seni kripto (NFT) dan seni realitas virtual (AR) turut disajikan. Uniknya pameran ini selain mengingat usianya yang ke-17, juga bertujuan dalam rangka merayakan kemerdekaan RI ke-77.

Saat ini Bintang Tanatimur juga tengah berpameran menjadi salah satu partisipan Artjog 2022 yang berlangsung di Jogja National Museum, 4 Juli – 4 September 2022. So, jangan lewatkan genZ merayakan kemerdekaan dengan caranya yang indah.

Bintang Tanatimur, Stupid Drawing, mixed media on paperboard, 24×26 cm, 100 pieces, 2020-2022. (Foto: Ist)

Acara ini didukung oleh Dicti Art, Pendhapa Art Space, SMAN 7 Yogyakarta, Museum Pasifika Bali, Red Box Jakarta, KJPP Rengganis Hamid & Rekan Jakarta, Generasi Lintas Budaya Foundation, Dayana Picture, Grace Art Event, Serambut Widi, Sellie Cooffe, Buku Seni Rupa, MATRA 3D EQUIPMENT, impessa.id, dan Jogja Art Week.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Terima Kunjungan IIKM ke PKB

Merdeka!!! (*/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

SENI

BaliMakarya Film Festival 2022 Jangkau Masyarakat Asia Tenggara

Kemendikbudristek: Lewat Film Bisa Mengenalkan Nama Indonesia di Dunia

Published

on

By

bali makarya
Direktur PMM Ahmad Mahendra, didampingi para aktivator BaliMakarya Film Festival, saat konferensi pers bertempat di Leisure Club TS Suites Legian Kuta, Rabu, 27 Juli 2022. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – BaliMakarya Film Festival akan kembali digelar tahun ini dengan jangkauan secara internasional, yakni regional Asia Tenggara. Sebelumnya pada tahun 2021, penyelenggaraannya terbatas secara nasional, yakni kompetisi film pendek fiksi dan dokumenter.

BaliMakarya Film Festival 2022 yang akan berlangsung pada 16-21 Oktober 2022 ini terdiri dari rangkaian kegiatan berupa kolaborasi seni dalam lima bidang utama antara lain: film, musik, sastra, teater, dan keunikan nilai-nilai budaya sebagaimana lima fenomena unsur alam semesta yang berkaitan langsung dengan lima jari manusia pada tangan dan kaki.

Mendukung festival ini, Direktur Perfilman, Musik, dan Media (Direktur PMM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ahmad Mahendra, menegaskan Kemendikbudristek berkomitmen untuk terus mendukung berbagai festival yang diinisiasi komunitas sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa.

Menurut Mahendra, film merupakan salah satu hasil cipta rasa dan karsa yang bukan semata menjadi upaya pemenuhan kehidupan, melainkan pula daya kekayaan manusia. Peran film penting sebagai media hiburan, penggerak ekonomi, pariwisata, dan juga sebagai media untuk menyosialisasikan isu-isu kehidupan sosial, sehingga terbukanya dialog di antara masyakarat melalui bahasa audiovisual.

“BaliMakarya yang selama dua tahun ini telah berhasil menggeliatkan kembali sineas Indonesia agar terus meningkatkan kualitas sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional juga internasional,” kata Direktur PMM didampingi para aktivator BaliMakarya Film Festival, saat konferensi pers bertempat di Leisure Club TS Suites Legian Kuta, Rabu, 27 Juli 2022.

bali makarya
Direktur PMM Ahmad Mahendra saat memberikan keterangan. (Foto: gs)

Untuk itu, lanjut Mahendra, “Segala upaya dalam memajukan dunia perfilman perlu didukung. Karena peran film sebagai salah satu bentuk kesenian yang paling mudah diterima oleh masyarakat.”

Dewan pengarah sekaligus pendiri dan penggagas BaliMakarya Film Festival, Tommy F Awuy, mengatakan bahwa festival ini bertujuan mengembangkan apresiasi dan juga melahirkan profesional-profesional di bidang film. Pertukaran budaya dengan negara-negara lain dan berjejaring secara profesional.

Baca Juga  Fashion Show Pemilihan Teruna Teruni Denpasar, 10 Pasang Teruna Teruni Berlomba Jadi Best Catwalk

BaliMakarya juga ingin menjadikan Bali sebagai sentra (hub) atau kiblat yang ideal untuk festival-festival film terpenting khususnya di Asia Tenggara. “Penting juga disampaikan bahwa sebutan Bali dalam hal ini bukan saja bermakna sebagai teritori administratif Provinsi Bali dan bukan pula representasi dari suku bangsa Bali, tetapi Bali adalah perwakilan dari satu ‘kesatuan rasa’ berkebangsaan Indonesia dan warga dunia. Memasuki masa pascapandemi Covid-19, sudah saatnya Bali sebagai satu ‘kesatuan rasa’ mulai melangkah bergerak untuk menghasilkan karya yang laik dipersembahkan untuk kemanusiaan dan lingkungan,” pungkas Tommy.

Tahun ini BaliMakarya Film Festival mengusung visi bahwa sebuah karya, apa pun itu seyogyanya berorientasi pada kemanusiaan, lingkungan hidup, dan kebudayaan. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan martabat manusia Indonesia dan dunia, ditopang oleh lingkungan hidup yang berkualitas dan sehat.

BaliMakarya Film Festival diupayakan kedepannya akan menjadi sebuah acara yang inklusif dengan melibatkan banyak komunitas film dengan komunitas lainnya, mengadakan dan menyemarakkan acara hiburan rakyat di beberapa tempat. Hal itu juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi anak-anak muda untuk belajar media-media audio visual.

Festival film yang diaktivasi oleh sederetan nama, yakni: Dewan Pengarah: Tommy F Awuy (penikmat film, dosen filsafat), Garin Nugroho (sutradara film, penulis), Leni Lolang (producer film), Ayu Laksmi (musisi, artis film).

Pelaksana Festival: Saras Dewi (Direktur Festival), John Badalu (Direktur Program), Hikmat Darmawan (Program Kreatif), Amalia Ahmad (Direktur Pelaksana), Maria Eka Risti (Bidang Kerja Sama), Kadek Wahyudita (Manajer Event), Dibal Ranuh (Dokumentasi), Putu Suarthama (Promosi dan Media), I Putu Suryadi (Publisis), dan lainnya.

Rangkaian Penyelenggaraan BaliMakarya Film Festival 2022, Direktur Program John Badalu membagi beberapa program pada BaliMakärya Film Festival 2022, yakni: 1. South-East Asia Main Competition, sebuah kompetisi untuk film-film terbaik dari Asia Tenggara yang diseleksi kemudian dipertunjukkan ke publik. Program ini akan menjadi arena prestisius untuk penghargaan ke pekerja film di Asia Tenggara. 2. South-East Asia Documentary Competition, akan menampilkan 5 (lima) film terpilih di kawasan ini yang membawa isu-isu regional penting untuk membuka dialog. 3. Short Film Screening akan menampilkan visi yang kuat dari pembuat film baru dari Asia Tenggara. 4. Cinema by the Sea atau Sunset Cinema. Menekankan acara pemutaran film yang bisa diakses publik secara luas agar ikut merayakan festival ini dengan pemutaran film layar tancap di tepi pantai selama festival film berlangsung. Cinema by the Sea atau Sunset Cinema akan memutar film-film yang populer/komersial (box office). 5. Program Kreatif, Beyond Cinema yang diampu Hikmat Darmawan, akan diisi dengan kegiatan pameran bertajuk Imagi (Native) Connection: South East Asian Visual Culture Koneksi budaya sinema, komik, ilustrasi, grafis, dan seni visual tradisional jejak prasasti Yeh Pulu, prasi lontar, pahatan dan lain-lain. Selain itu juga akan diselenggarakan diskusi, yang bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara yang bertajuk Roundtable/academic panel: Fan Culture Studies in SEA.

Baca Juga  Gelar Monev, Ketua Dekranasda Denpasar Ajak IKM terus Berinovasi

Adapun pameran akan berpusat di Rumah Komik (di dekat prasasti Yeh Pulu) serta dalam bentuk eksebisi virtual via sebaran 50 titik QR Code di tempat-tempat strategis di Denpasar.

Untuk pagelaran Panggung Puisi: Jagat Rupa, Jagat Kata, Merespon Layar, Menafsir Gambar, akan mengambil lokasi di Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP) Renon, Denpasar.

Pertunjukan lainnya yang akan ditampilkan adalah Imaji Tari Edisi Khusus Asia Tenggara. Kegiatan ini bekerja sama dengan Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta, menayangkan film-film pemenang festival Imaji Tari dari Asia Tenggara dengan pertunjukan tari merespon film yang ditayangkan dan diskusi.

BaliMakarya Film Festival 2022 akan diawali dengan acara malam pembukaan berupa pemutaran film di XXI Beach Walk Kuta Badung, tanggal 16 Oktober 2022 dan malam penghargaan tanggal 21 Oktober 2022. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca

SENI

Lomba Barong Bangkung, Asah Kreativitas Generasi Muda dalam Melestarikan Seni Budaya Bali

Published

on

By

Lomba Barong Bangkung
Lomba Barong Bangkung, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, saat membuka secara langsung lomba Barong Bangkung yang dilaksanakan di Wantilan Banjar Pande, Desa Dajan Peken, Tabanan, Jumat, (1/7) siang. (Foto : Ist)

Tabanan, baliilu.com – Kiat pelestarian tradisi, seni, adat dan budaya, oleh generasi muda semakin marak dan semakin inovatif di masyarakat. Barong Bangkung bukan hanya digunakan sebagai sarana Ngelawang di Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan, tetapi juga dikembangkan dan kerap kali dikemas sebagai ajang lomba di kalangan Pemuda.

Seperti halnya yang dilakukan oleh ST. Eka Adnyana Banjar Pande, Tabanan, yang menggelar lomba Barong Bangkung dengan tujuan mulia. Hal ini mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, sekaligus membuka secara langsung lomba Barong Bangkung yang dilaksanakan di Wantilan Banjar Pande, Desa Dajan Peken, Tabanan, Jumat, (1/7) siang.

Lomba yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar Sekaa Barong Bangkung ini, juga digelar serangkaian menyambut HUT ST. Eka Adnyana ke-42 dan berhasil menjaring puluhan Sekaa Barong Bangkung untuk berpartisipasi. Sekitar 13 Sekaa Barong Bangkung terbaik, khususnya di Kabupaten Tabanan yang berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini.

Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi oleh anggota DPR RI I Made Urip, Ketua DPRD Tabanan dan beberapa anggotanya, Sekda dan OPD terkait, mengungkapkan dukungannya atas kreativitas ST. Eka Adnyana.

“Kalau bicara soal Barong Bangkung, saya mempunyai pengalaman tersendiri terhadap dunia Barong Bangkung di Tabanan. Tahun 2002 Barong Bangkong langka keberadaannya di Tabanan, dan berkat diskusi dengan berbagai pihak, saat ini Barong Bangkung semakin marak,” ujar Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

Selaku Kepala Daerah, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pihaknya sangat bangga memiliki pemuda peduli akan tradisi, seni, adat dan budaya. “Ini membuktikan, Sekaa Teruna sebagai tulang punggung pembangunan di daerah Kabupaten Tabanan sudah tidak diragukan lagi kreativitasnya. Sekali lagi, tepuk tangan buat Sekaa Teruna Banjar Pande, Kota Tabanan ini,” pungkas Sanjaya disambut tepuk tangan oleh seluruh hadirin.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Terima Kunjungan IIKM ke PKB

Terlebih dari itu, Sanjaya juga mengaku sebelumnya telah melakukan diskusi dengan seniman Tabanan sehingga pasca pandemi ini kegiatan yang berkaitan dengan tradisi, seni, adat, dan budaya kembali digelorakan. Kegiatan yang positif ini diharapkan pihaknya agar terus dilanjutkan dan dikembangakan dengan ruang lingkup yang lebih besar serta buatkan agenda tahunan, sehingga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai disini saja.

Untuk itu, selaku Kepala Daerah, Sanjaya menyatakan kesiapannya untuk selalu mendukung kreativitas positif dari pemuda. “Saya siap mensupport kreativitas pemuda apalagi berkaitan dengan tradisi, seni, adat dan budaya adiluhung kita. Sehingga, nantinya Pemkab gampang melakukan pemilihan nantinya untuk pentas di even-even besar, seperti HUT Kota dan lainnya,” imbuh Sanjaya.

Selebihnya, Bupati Sanjaya berharap agar pemuda tetap menjaga kreativitas dan inovasinya. Jadikanlah ini sebagai sebuah kebiasaan yang positif guna menghindarkan pemuda dari hal-hal yang bersifat negatif. Tidak kalah pentingnya, Sanjaya menekankan, Pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus terus belajar menuntut ilmu setinggi-tingginya sehingga mampu berpikir cerdas, mempunyai karakter dan jati diri yang kuat, serta jujur dalam berprilaku untuk membangun Tabanan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
logo dies natalis
Advertisements
iklan dtw tanah lot
Lanjutkan Membaca