Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Dukung Program Strategis Nasional, Pangdam IX/Udayana Hadiri Peresmian Pembangunan PSEL Denpasar Raya

BALIILU Tayang

:

pangdam udayana
HADIRI PERESMIAN: Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, saat menghadiri peresmian pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya yang berlangsung di kawasan proyek PSEL, Jalan Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, Rabu (8/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, menghadiri peresmian pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya yang berlangsung di kawasan proyek PSEL, Jalan Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, Rabu (8/7/2026). Kegiatan bertema “Menuju Indonesia Bersih dan Asri” ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan sekaligus mendukung transisi menuju energi hijau di Indonesia.

Peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Rosan R. Roeslani, serta diikuti sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMN, dan mitra strategis.

Turut hadir Gubernur Bali I Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, Danrem 163/Wira Satya, Kabinda Bali, Kepala BNN Provinsi Bali, Danlanal Denpasar, Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, perwakilan PT Werming, PT PLN (Persero), serta para bupati se-Bali.

Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan upacara adat Bali berupa Ngeruak, Mepekelem, dan Mendem Dasar sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebelum dimulainya pembangunan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan maket proyek PSEL, penyampaian informasi proyek, persembahan Tari Sekar Jagat, serta penayangan video profil PSEL Denpasar Raya.

Dalam laporannya, CEO PT Danantara Investment Management menjelaskan bahwa proses pengembangan proyek PSEL Denpasar Raya dilaksanakan secara profesional dan transparan melalui tahapan evaluasi, negosiasi, hingga penandatanganan kerja sama yang mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential principle). Ia juga menyampaikan bahwa proyek ini telah memperoleh dukungan penuh melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali pada 21 April 2026 serta penetapan sebagai Proyek Strategis Nasional pada 22 Mei 2026.

Baca Juga  Proyek Pembangunan PSEL Bali Resmi Dimulai

Proyek PSEL Denpasar Raya diharapkan menjadi model pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang mampu menghasilkan energi listrik, mengurangi volume sampah secara signifikan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap lingkungan, pertumbuhan ekonomi daerah, dan keberlanjutan sektor pariwisata.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penyelesaian persoalan sampah di Bali. Menurutnya, pembangunan PSEL merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas lingkungan dan memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang bersih dan berkelanjutan.

“Kami bersama Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh mendukung pembangunan fasilitas ini. Semoga kehadiran PSEL menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah di Bali sehingga Bali semakin bersih, nyaman, dan tetap menjadi tujuan wisata kelas dunia,” ujar Gubernur Bali.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI berharap keberhasilan pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis energi merupakan solusi jangka panjang yang tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat, ketahanan energi, dan pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya ditayangkan video “Transformasi Pengelolaan Sampah Indonesia”, dilanjutkan dengan penandatanganan Sponsorship Agreement antara PT PLN (Persero) dengan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP), penandatanganan perjanjian kerja sama, serta arahan Menteri Investasi dan Hilirisasi bersama CEO BPI Danantara.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya oleh para pejabat yang hadir sebagai simbol dimulainya pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Bali.

Kehadiran Pangdam IX/Udayana pada kegiatan ini merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap program strategis nasional dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Kodam IX/Udayana siap terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Karya Bakti Terpadu, Kodam IX/Udayana Gelar Aksi Serentak Bersama di Kedonganan-Kuta

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama

Published

on

By

Prabowo dan El-Sisi Saksikan Pertukaran Kesepakatan Indonesia-Mesir
KESEPAKATAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi menyaksikan pertukaran sejumlah kesepakatan atau MoU antara kedua negara di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Minggu, 11 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Indonesia dan Republik Arab Mesir terus memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui empat kerja sama di berbagai bidang. Keempat kesepakatan ini disampaikan saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Keempat kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi kedua negara untuk memperluas hubungan kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Adapun keempat kerja sama yang diumumkan yakni:

  1. Nota Kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik Arab Mesir tentang Rencana Aksi Kemitraan Strategis;
  2. Nota Kesepahaman tentang Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Paspor Dinas, dan khusus;
  3. Nota Kesepahaman tentang Statistik; dan
  4. Nota Kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Republik Arab Mesir tentang Kelautan dan Perikanan.

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kesepakatan yang dihasilkan merupakan wujud komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Mesir.

“Kunjungan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral. Kerja sama kelautan perikanan, kerja sama statistik, kerja sama investasi, kerja sama industri pertahanan, kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta rencana aksi kemitraan strategis,” ucap Presiden Prabowo.

Kerja sama yang mencakup bidang strategis ini menunjukkan makin luasnya peluang kolaborasi kedua negara di dalam berbagai sektor. Melalui berbagai kesepakatan ini, Indonesia dan Mesir terus memperkuat kemitraan strategis yang saling menguntungkan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pangdam IX/Udayana Pimpin Ziarah Hari Juang TNI AD Ke-80 di Tabanan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sartono Hutomo Minta Evaluasi Distribusi BBM dan Ketahanan Pasokan Energi di Bali

Published

on

By

Sartono Hutomo Ikuti Kunker Reses Komisi XII DPR RI di Denpasar
KUNKER: Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke fasilitas PLTDG dan GIS di Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, baliilu.com – Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo meminta evaluasi menyeluruh terhadap distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali menyusul antrean yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Ia juga menyoroti ketahanan stok batu bara untuk pembangkit listrik serta meminta persoalan pasokan energi ditindaklanjuti agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Sartono usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke fasilitas PLTDG dan GIS di Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi XII mendalami berbagai persoalan energi bersama mitra kerja, termasuk PT Pertamina dan PT PLN.

Sartono menilai penyebab antrean BBM perlu ditelusuri dari berbagai aspek, mulai dari distribusi dan ketersediaan pasokan hingga kebijakan subsidi dan kuota. Ia juga menyoroti kemungkinan peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite yang perlu menjadi bahan evaluasi.

“BBM di Bali tentu kan harus dievaluasi, permasalahan di mana? Apakah hanya di Pertamina saja atau juga permasalahan di hulu? Apakah juga ada permasalahan di subsidi, di kuotanya yang terbatas? Atau juga terjadi perpindahan dari yang tadinya menggunakan Pertamax ke Pertalite,” ujar Sartono dikutip dari laman dpr.go.id.

Menurutnya, hasil pendalaman terhadap berbagai kemungkinan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi persoalan serupa pada hari-hari dan bulan-bulan berikutnya. Pasalnya, antrean dan kekurangan BBM berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat maupun dunia usaha.

“Kalau terjadi antrean dan sebagainya, ini kan juga menghambat dalam perekonomian kita. Harusnya lebih cepat lagi, tapi juga ada permasalahan di lapangan tentang kekurangan daripada BBM. Nah ini juga yang tadinya kita menginginkan ekonomi kita tumbuh menjadi terhambat,” tegas politisi tersebut.

Baca Juga  Pangdam IX/Udayana Pimpin Ziarah Hari Juang TNI AD Ke-80 di Tabanan

Selain persoalan BBM, Sartono menyoroti kecukupan stok batu bara untuk pembangkit listrik di Bali. Ia meminta agar ketahanan stok atau Hari Operasi Pembangkit (HOP) diperhatikan sehingga pasokan energi primer untuk pembangkit tetap terjaga.

“Untuk di Bali ini kan minimal kan harusnya mungkin 20 hari lah atau 15 sampai 20 hari. Jangan sampai satu minggu lah,” kata Sartono.

Ia menegaskan, persoalan ketahanan stok perlu dilihat tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga dari kebijakan energi secara nasional. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik di Bali, baik untuk rumah tangga maupun kegiatan usaha.

Sartono juga menyoroti adanya daftar tunggu (waiting list) pelaku usaha yang membutuhkan penambahan daya listrik. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian agar kesiapan pasokan energi primer dan kapasitas kelistrikan dapat mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

“Jangan sampai kekurangan pasokan energi primer ini itu menghambat terhadap juga geliat pertumbuhan perekonomian. Baik secara di Bali maupun di nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, berbagai temuan selama kunjungan kerja reses tersebut akan menjadi catatan Komisi XII DPR RI untuk disampaikan dalam rapat kerja bersama pemerintah. Ia berharap persoalan distribusi dan ketersediaan BBM, ketahanan stok batu bara, serta pemenuhan kebutuhan listrik dapat ditindaklanjuti dengan solusi konkret.

“Temuan-temuan di lapangan seperti ini harus ada solusi,” pungkas Sartono. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polri Mutasi 199 Personel, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Published

on

By

Kadiv Humas Polri Jelaskan Mutasi 199 Personel
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir saat memberikan keterangan pers. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Polri melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

Sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, di antaranya Wakabaintelkam Polri, Kakorlantas Polri, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kalimantan Utara, dan Kapolda Lampung.

Pada jabatan Wakabaintelkam Polri, Irjen Pol Wawan Muliawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri dan digantikan Brigjen Pol Anom Setyadji. Sementara itu, jabatan Kakorlantas Polri yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Wibowo kini diemban Brigjen Pol Aries Syahbudin.

Di tingkat kewilayahan, Irjen Pol Agus Wijayanto dipercaya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing. Jabatan Kapolda Kalimantan Utara kini dijabat Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik, menggantikan Irjen Pol Agus Wijayanto. Adapun jabatan Kapolda Lampung dipercayakan kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi. Pengabdian tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pejabat berikutnya untuk melanjutkan program dan meningkatkan kinerja sesuai bidang tugas masing-masing.

Baca Juga  Pangdam Pimpin Upacara Hari Juang TNI AD yang Digelar Sederhana

Kepada para pejabat yang mendapat amanah baru, Johnny berharap agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan kesinambungan program yang telah dilaksanakan.

“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.

“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri “Polisi Bersama Masyarakat”. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Johnny. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca