Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Era Kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, Pemprov Bali Raih Nilai Tertinggi di Indonesia dalam Indeks Kode Etik dan Kode Perilaku ASN

KASN Dorong Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali Mencontoh Pemprov Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

Era Kepemimpinan Gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima Penghargaan Kategori Tinggi dari Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto di Jayasabha Denpasar, Rabu (Buda Pon Pujut) 6 Juli 2022. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan  Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati terus meraih prestasi yang membanggakan dengan berhasil mendapatkan penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) karena dinilai berpartisipasi dalam Pilot Project Pengukuran Indeks Maturitas Penerapan Nilai Dasar, Kode Etik dan Kode Perilaku ASN (IM-NKK) dengan kategori tinggi.

Penghargaan Kategori Tinggi ini diterima langsung oleh Gubernur Wayan Koster dari Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto di Jayasabha Denpasar, Rabu (Buda Pon Pujut) 6 Juli  2022. Turut hadir menyaksikan, Kepala Inspektorat Provinsi Bali  Wayan Sugiada, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali Ketut Lihadnyana, dan Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali Ida Bagus Gede Sudarsana.

Dalam laporannya, Ketua KASN Agus Pramusinto di hadapan Gubernur Bali menyatakan, dalam penilaiannya,  Pemerintah Provinsi Bali untuk Indeks Maturitas Penerapan Nilai Dasar (ND), Kode Etik (KE) dan Kode  Perilaku (KP) ASN, Pemprov Bali mendapatkan nilai sebesar 0,75 atau dengan skor total 225 Kategori Tinggi. Hasil ini juga menjadi yang terbaik di Indonesia.

“Secara rinci, kami laporkan, Kriteria Penyediaan Kebijakan  Internal, Pemprov Bali mendapatkan nilai akhir 45 dari nilai maksimal 60,  Kriteria Proses Internalisasi, Institusionalisasi dan Eksternalisasi nilai yang diperoleh adalah 58 dari maksimal 90, Kriteria Penegakan ND, KE dan KP diperoleh nilai 78 dari maksimal 90, dan  Kriteria Kesinambungan Sistem Penerapan ND, KE dan KP berhasil meraih nilai 44 dari maksimal 60 poin,” jelas Agus Pramusinto seraya menyatakan dirinya sangat mengapresiasi bahwa Pemprov Bali dapat nilai tinggi dari 16 instansi dan pemerintah daerah yang jadi pilot project.

Jadi dalam hal ini, hanya tiga provinsi yang dapat nilai tinggi yakni, Provinsi Bali, Provinsi Jabar dan Provinsi DKI Jakarta. Prestasi ini tentu tidak lepas dari komitmen Pimpinan Daerahnya, yakni seorang Gubernur.

Baca Juga  PPKM Bali Turun ke Level 3, Gubernur Koster: Tetap Waspada, Jangan Disikapi Euphoria Berlebihan

Lebih lanjut dikatakannya, atas prestasi tersebut, Komisi Aparatur Sipil Negara berharap dengan nilai yang baik ini bisa mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali untuk mencontoh Pemerintah Provinsi Bali, dan  dimohon Gubernur Bali nantinya bisa memfasilitasi daerah lain yang akan belajar ke Bali di dalam menjalankan tata pemerintahan.

“Bali dapat nilai tinggi, juga karena mampu memasukkan unsur-unsur kearifan lokal Sad Kertih di dalam menjalankan pemerintahan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Wayan Koster menyampaikan, di dalam menata Pemerintahan Provinsi Bali selalu berpedoman dari pengalamannya selama tiga periode di DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Sehingga reformasi birokrasi yang dilakukan saat ini di Pemerintah Provinsi Bali dilaksanakan secara efisien, cepat dengan prinsip keterbukaan dan totalitas.

Untuk mewujudkan reformasi birokrasi yang efisien, cepat dengan prinsip keterbukaan tersebut, orang nomor satu di Pemprov Bali ini pertama kali melakukan pembenahan organisasi birokrasi melalui konsep middle management, yaitu dengan memimpin di wilayah sekaligus menjadi wakil  Pemerintah Pusat di dalam menjalankan peran sebagai regulator dan fasilitator bagi Pemerintah Kabupaten/Kota.

Kemudian menciutkan OPD di Bali dari 49 menjadi 38 dan melakukan inovasi dalam sejarah OPD di Pemprov Bali dengan menciptakan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat sebagai upaya untuk menguatkan fungsi desa adat dan menciptakan Badan Riset dan Inovasi Daerah Bali dengan tujuan untuk mendorong pembangunan daerah secara lebih luas melalui peran iptek dan inovasi.

Dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Bali, terang Wayan Koster yang juga mantan Peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdikbud Tahun 1988-1994 ini menguji betul calon pejabat di lingkungan Pemprov Bali sesuai Tupoksi, hingga menerapkan sistem merit sebagai dasar dalam pengelolaan ASN di Pemerintah Provinsi Bali. Hal ini  untuk mewujudkan pegawai yang melayani masyarakat secara tulus, lurus, bersih, dan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 guna mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Baca Juga  Raih Prevalensi Stunting Terendah Nasional, Provinsi Bali Menjadi Lokus Studi Banding Pemprov Sumbar

“Untuk Pelayanan, Pemprov Bali juga sudah masuk ke digital dengan menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE dan bahkan SPBE yang diterapkan ini menjadi yang terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gubernur Koster memaparkan, Pemprov Bali juga berada teratas secara nasional dalam Keterbukaan Informasi Publik (IKIP), Pemerintah Provinsi Bali pula menjadi rangking 1 dalam hasil penilaian kualitas pengisian jabatan pimpinan tinggi dari KASN, hingga Pemprov Bali meraih peringkat pertama dalam program Monitoring Center For Prevention (MCP) dari KPK selama dua tahun berturut-turut.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster di hadapan Komisi Aparatur Sipil Negara menegaskan di era kepemimpinnya tidak boleh terjadi seorang Kepala Dinas, Kabid, dan Kabag dibebani dengan jabatan berbayar.

“Itu tidak boleh, harus bersih. Namun yang terpenting mereka ini giat bekerja,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini seraya mengucapkan terima kasih, karena KASN telah melakukan penilaian dengan jujur dan saya tidak tahu ada penilaian seperti ini jika tidak ada laporan dari BKD bahwa Kita dapat nilai tinggi. Kemudian yang perlu saya sampaikan bahwa bekerja bukan untuk mengejar sertifikat, tapi semata untuk pelayanan yang baik. Sehingga penilaian yang diberikan oleh KASN ini akan menjadi motivasi buat saya sebagai Gubernur Bali untuk terus lebih baik di dalam menata Pemerintahan di Provinsi Bali sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat di daerah, dan saya juga harus mendorong kabupaten/kota melaksanakan Pengukuran Indeks Maturitas Penerapan Nilai Dasar, Kode Etik dan Kode Perilaku ASN (IM-NKK) agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat,” tandasnya.  (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di BGN dalam mengemban tugas untuk memperkuat pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Pengangkatan Sudaryono didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Pada kesempatan tersebut, Presiden secara langsung mengambil sumpah jabatan Sudaryono sebagai Kepala BGN.

“Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Usai mengucapkan sumpah, Sudaryono menandatangani berita acara pengambilan sumpah sebagai tanda resmi dimulainya tugas sebagai Kepala BGN. Rangkaian prosesi acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, serta diikuti para tamu undangan lainnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri para pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bali Jadi Percontohan Program Digitalisasi Bansos, Gubernur Koster Siap Tancap Gas Sukseskan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam acara tersebut, Kepala Negara melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Sementara Yos Sunitiyoso dilantik sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia. Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen para pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik.

Pelantikan para pejabat dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pejabat yang dilantik. Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para para pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta Jaksa Agung RI ST Burhanuddin. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Targetkan Bali Bebas Pembangkit Tenaga Fosil, PLTS Jadi Andalan Menuju Net Zero Emission 2045
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Pangkat Pertama Perwira TNI-Polri adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 di halaman depan Istana Merdeka
PIMPIN UPACARA: Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2026 yang digelar di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pangkat pertama yang diterima para perwira remaja Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan amanah sekaligus kepercayaan dari seluruh rakyat Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Presiden dalam amanatnya pada Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

“Mulai hari ini, saudara bukan lagi milik dirimu sendiri. Mulai hari ini, sesungguhnya saudara bukan lagi milik keluargamu lagi. Saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara. Saudara adalah generasi penerus yang akan memikul tanggungjawab berat untuk membela negara dan bangsa, meneruskan cita-cita pendiri bangsa,” ucap Presiden.

Kepala Negara menyampaikan bahwa tugas seorang perwira tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga selalu hadir di tengah-tengah rakyat. Presiden pun mengapresiasi keterlibatan para calon perwira dalam penanganan bencana di Pulau Sumatra sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya. Saya gembira bahwa angkatan ini terlibat langsung dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan saudara,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa sumpah yang telah diucapkan merupakan janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, Presiden meminta para perwira untuk memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Setialah kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Setialah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling utama setialah kepada rakyat Indonesia. Jangan pernah ada kepentingan apapun yang lebih tinggi daripada kepentingan bangsa,” ucap Presiden.

Baca Juga  Inflasi Harus Direspons Cepat, Koster Tekankan Sinergi Semua Pihak Jaga Stabilitas Harga, Ketahanan Pangan dan Daya Beli

Dalam amanatnya, Presiden turut mengingatkan bahwa dunia berubah sangat cepat dan tantangan persaingan global makin ketat. Ancaman, menurut Presiden tidak hanya datang dari senjata, tetapi perang siber dan informasi, narkotika, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan upaya melemahkan bangsa melalui infiltrasi budaya.

“Saudara-saudara sebagai generasi penerus adalah garda terdepan untuk meraih cita-cita kita, menjaga bangsa dan negara. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak dan bahasa asing. Perwira masa depan harus unggul dalam karakter disiplin, kepimpinan, dan penguasaan sains dan teknologi,” tandasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca