Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

OLAHRAGA

Evaluasi Regenerasi Atlet Usai Kekalahan RI di Sudirman Cup 2025

BALIILU Tayang

:

Sudirman Cup
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: dok/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi penampilan tim bulutangkis Indonesia di semifinal Sudirman Cup 2025, meskipun kalah dari tim Korea Selatan. Meski belum berhasil keluar sebagai juara, Puan mengatakan semangat dan daya juang para atlet mengharumkan nama bangsa di kancah internasional tetap harus diapresiasi.

“Kita tetap bangga atas semangat dan kerja keras para atlet. Kekalahan ini bukan akhir, tapi awal dari evaluasi besar untuk bangkit dan tampil lebih kuat ke depan,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/5/2025).

Puan mengatakan kekalahan tim bulutangkis Indonesia di Sudirman Cup 2025 harus dijadikan momentum untuk segera membenahi sistem regenerasi atlet. Dia menyebut pembinaan secara berkelanjutan kepada para atlet perlu dilakukan.

“Regenerasi atlet tidak boleh setengah-setengah. Ini saatnya pembinaan dilakukan dari akar rumput dengan sistem yang berkelanjutan dan berpihak pada pengembangan mental serta karakter juara,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Adapun tim bulutangkis Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Selatan di babak semifinal Piala Sudirman 2025 dalam duel yang berlangsung total selama enam jam. Indonesia menghadapi Korea Selatan pada semifinal Sudirman Cup 2025 yang digelar di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China, Sabtu (3/5). Tim Indonesia tumbang dengan skor 2-3.

Puan menilai kekalahan tersebut mencerminkan stagnasi dalam pembinaan olahraga prestasi, khususnya bulutangkis yang selama ini menjadi salah satu tumpuan harapan publik. Menurutnya, regenerasi atlet bulutangkis masih perlu ditingkatkan.

“Perlu ada konsistensi dalam pembinaan atlet muda, tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga mental dan kesiapan bertanding di level tertinggi,” jelas Puan.

Oleh karenanya, mantan Menko PMK itu mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor olahraga untuk saling bergotong royong mengatasi masalah regenerasi di cabang olahraga bulutangkis. Puan mengatakan diperlukan gotong royong semua pihak untuk membenahi kekurangan yang ada.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan Perwira TNI/Polri, Puan: Jangan Pernah Khianati Rakyat dan Negara

“Ini bukan soal siapa yang salah, tapi bagaimana kita bisa berbenah bersama. Peran Kemenpora, KOI, PBSI, dan pemerintah daerah sangat penting untuk membangun sistem yang solid dan berkesinambungan,” tutur cucu Bung Karno tersebut.

Puan mengingatkan, olahraga prestasi tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan investasi jangka panjang, kompetisi yang berjenjang, pelatihan yang terstruktur, serta dukungan psikologis bagi para atlet muda.

“Kita harus percaya pada proses. Dengan sinergi yang kuat, bulutangkis Indonesia bisa bangkit dan kembali menjadi kekuatan utama di dunia,” tutup Puan dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OLAHRAGA

Luar Biasa! Tiga Atlet Woodball Buleleng Persembahkan Perak untuk Indonesia

Published

on

By

woodball buleleng
RAIH PERAK: Tiga atlet woodball asal Kabupaten Buleleng berhasil mengharumkan nama daerah sekaligus Indonesia dengan mempersembahkan medali perak pada ajang SEA Games ke-33 Thailand 2025. (Foto: Hms Buleleng)

Thailand, baliilu.com – Tiga atlet woodball asal Kabupaten Buleleng berhasil mengharumkan nama daerah sekaligus Indonesia dengan mempersembahkan medali perak pada ajang SEA Games ke-33 Thailand 2025. Ketiganya merupakan atlet binaan Pengkab IWbA Buleleng yang memperkuat Tim Nasional Woodball Indonesia.

Tiga atlet tersebut yakni I Gede Prabawa Darma Nugraha Mapet, Gusti Putu Eddy Supriyadinata, dan Ni Luh Made Tahlia Saraswati. Ketiganya sukses menyumbangkan dua medali perak masing-masing pada nomor tim fairway competition putra dan putri.

Mapet dan Eddy tampil pada nomor tim fairway competition putra. Pada partai final, tim Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand dengan skor 2-1, sehingga berhak atas medali perak. Meski gagal meraih emas, keduanya menilai hasil tersebut tetap patut disyukuri mengingat kuatnya persaingan di lapangan.

Mapet yang dihubungi Minggu (14/12) mengungkapkan, hasil kurang maksimal di partai puncak bukan karena penampilan tim yang menurun, melainkan kualitas atlet Thailand yang disebut lebih siap dan lebih menguasai karakter setiap fairway. Keikutsertaan di SEA Games menjadi pengalaman berharga untuk belajar dari kualitas atlet Thailand yang memiliki pukulan jarak jauh luar biasa dengan tingkat akurasi dan presisi tinggi, terutama saat finishing dari jarak lebih dari lima meter.

“Atlet Thailand memiliki akurasi dan kualitas pukulan yang sangat baik,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bonus yang diterima rencananya akan digunakan untuk investasi emas dan sebagian dibagikan kepada keluarga terdekat.

Sementara itu, Ni Luh Made Tahlia Saraswati turun pada nomor tim fairway competition putri. Tim fairway putri Indonesia juga berhasil meraih medali perak. Meski pada laga terakhir mampu menaklukkan Malaysia dengan skor 2-1, tim Indonesia tetap harus puas di posisi kedua setelah sebelumnya kalah dari Thailand pada pertemuan awal. Tahlia mengaku raihan medali perak pada debut pertamanya di ajang SEA Games merupakan hasil yang patut disyukuri. Ia menyebut kekalahan dari Thailand menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kemampuan ke depan.

Baca Juga  Tiba di Tiongkok, Timnas Langsung Gelar Latihan Perdana

“Atlet putri Thailand memiliki variasi teknik pukulan, akurasi, presisi, dan keberanian melakukan finishing jarak jauh yang luar biasa. Itu menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk bersaing di level internasional,” katanya.

Ketua Pengkab IWbA Buleleng, Fernanda Iragraha mengatakan capaian tersebut membuktikan atlet binaan Pengkab IWbA Buleleng mampu berkontribusi nyata bagi Tim Nasional Woodball Indonesia. Namun demikian, Fernanda juga mendorong Pengurus Besar IWbA agar melakukan pembenahan dalam penanganan atlet elit nasional.

Ia menilai pentingnya menghadirkan pelatih yang memahami karakter dan potensi atlet sejak di daerah asal. Sinergi antara PB IWbA dan pengurus daerah dinilai mutlak diperlukan agar penempatan atlet pada nomor lomba benar-benar sesuai dengan kemampuan dan target prestasi.

Ia menambahkan, hasil PON 2024 dan seleksi nasional menuju SEA Games Thailand menjadi cerminan pentingnya kejelasan bagi atlet terkait nomor lomba dan pasangan yang akan dimainkan sejak jauh hari. “Jika tidak dikawal dengan baik, kesiapan atlet bisa berkurang dan hasil yang dicapai menjadi kurang optimal,” tegasnya.

Ke depan, Pengkab IWbA Buleleng berkomitmen terus mencetak atlet woodball yang berkualitas, militan, dan berdaya saing internasional. Dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui penyediaan fasilitas lapangan permanen woodball di Lapangan Padat Karya, Sukasada, disebut menjadi bukti bahwa fasilitas yang layak mampu melahirkan prestasi membanggakan. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OLAHRAGA

Dramatis, Jawa Timur Juara Liga Kampung Soekarno Cup 2025, Kalahkan Bali 4-2

Published

on

By

juara liga kampung
JUARA: Tim Banteng Jawa Timur (Jatim) menjuarai Liga Kampung Soekarno Cup 2025 usai menang adu penalti melawan Banteng Bali pada laga final di Stadion Dipta Gianyar, Sabtu, 13 Desember 2025. (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – Tim Banteng Jawa Timur (Jatim) menjuarai Liga Kampung Soekarno Cup 2025 usai menang adu penalti melawan Banteng Bali pada laga final di Stadion Dipta Gianyar, Sabtu (13/12/2025).

Kemenangan Jatim sangat dramatis. Bermain 10 pemain sejak babak pertama, Jatim mampu mengimbangi Bali hingga akhir waktu normal dengan skor 1-1. Kemudian dilanjutkan babak adu penalti, Jatim menang 3-1. Skor akhir laga 4-2.

Kiper Jatim Ruben Rafli Hartanto tampil sebagai pahlawan. Ia menepis tiga tendangan penalti Bali.

Pada pertandingan waktu normal, Jatim unggul lewat gol heading Moh Atta Jabrani menit 14. Keunggulan Jatim bertahan hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua Bali berhasil bangkit dan mencetak gol lewat tendangan bebas I Made Anta Wijaya. Skor 1-1 bertahan hingga akhir laga. Pemenang harus ditentukan dengan adu penalti.

Pada babak adu penalti, tiga penendang Bali Firman Nur, Yulius Holo, Made Bagus Ram ditepis kiper Jatim Ruben Rafli Hartanto.

Sementara dari empat penendang Jatim hanya satu yang gagal. Tiga penendang gol alias gagal ditepis kiper Bali Nur Rahmat Fauzan.

Pelatih Jatim, Anies Septiawan menilai pertandingan final berlangsung seru. Mental pemain diapresiasi karena meski bermain dengan 10 pemain bisa bertahan dari gempuran serangan Bali dan berhasil juara. Ia juga memuji atmosfer 19 ribu penonton yang memadati Stadion Dipta.

“Selanjutnya kami siap menjadi tuan rumah. Memang target Jatim sejak awal juara agar bisa menjadi tuan rumah Liga Kampung tahun depan,” katanya.

Sementara itu, pelatih Banteng Bali AA Ketut Bramastra alias Gung Bram mengapresiasi perjuangan pemain. Namun ia sayangkan sejumlah peluang yang gagal tuntas jadi gol.

Baca Juga  Tanggapi Kekalahan Timnas Sepak Bola, Presiden Jokowi: Tetap Semangat

“Ke depan banyak yang harus kami perbaiki agar bisa kembali menjuarai Liga Kampung,” katanya.

Pemain Banteng Bali Bagus Rama Tedja menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali karena gagal merengkuh juara 2025 dan mempertahankan gelar juara.

“Ke depan kami akan berlatih agar lebih baik lagi dan berjuang meraih juara Liga Kampung Soekarno Cup berikutnya,” katanya.

Untuk diketahui, dengan hasil ini Jatim menjadikan champions turnamen, Bali runner-up dan juara ketiga Sulawesi Selatan. Penyerahan tropi bergilir Liga Kampung Soekarno Cup 2025 kepada sang Juara Banteng Jawa Timur oleh Kepała Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan Prananda Prabowo didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Panitia I Made Agus Mahayastra, dan para Ketua DPD PDIP di Stadion Dipta Gianyar, Sabtu, 13 Desember 2025. Hadir langsung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.

Dalam momen puncak Liga Kampung Soekarno Cup 2025, sekaligus diserahkan Dana Gotong-royong PDI Perjuangan sebesar Rp 517 juta kepada para korban banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh kepada Ketua DPD PDIP Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh di Stadion Dipta Gianyar Bali, Sabtu, 13 Desember 2025.

Dana donasi gotong-royong diserahkan langsung Kepała Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan Prananda Prabowo didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan sejumlah ketua DPD. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OLAHRAGA

Hattrick Wahyu Bawa Sulsel Juara 3, Jateng Ungkap Dampak Positif Turnamen Soekarno Cup 2025

Published

on

By

banteng sulsel
JUARA III: Banteng Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan gelar juara ketiga Liga Kampung Soekarno Cup 2025 di Stadion Dipta Gianyar, Sabtu, 13 Desember 2025. Hattrick Wahyu ke gawang Jawa Tengah membawa Sulsel menang telak 0-3. (Foto: gs)

Gianyar, baliilu.com – Banteng Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan gelar juara ketiga Liga Kampung Soekarno Cup 2025 di Stadion Dipta Gianyar, Sabtu, 13 Desember 2025. Hattrick Wahyu ke gawang Jawa Tengah membawa Sulsel menang telak 0-3. Tiga gol Wahyu tercipta menit 37, 55 dan 71.

Pelatih Banteng Sulawesi Selatan, Anugrah Agung Rosyam, mengatakan kemenangan ini berkat kerja keras dan instruksi pelatih yang mampu diterjemahkan pemain. Pemain all out hingga akhir laga.

Menurut dia, sejak awal target tim meraih juara tiga. Ia berharap Liga Kampung Soekarno Cup bisa diadakan setiap tahun untuk pembinaan usia muda.

Dengan prestasi juara ketiga, ia meminta agar para pemain yang rata-rata berusia di bawah 17 tidak cepat puas. Harus menerapkan ilmu padi.

“Apa yang kau tanam, pasti itu akan kau tuai juga. Karena tidak mungkin kau yang bekerja keras latihan, tapi orang lain yang dapat,” katanya.

Wahyu, pemain nomor punggung 7 Sulsel yang mencetak tiga gol, mengaku motivasinya tinggi untuk meraih prestasi juara ketiga.

“Bersyukur karena bisa memberikan performa terbaik pada pertandingan lawan Jateng. Saya bisa mencetak tiga gol dan bisa membawa juara, juara tiga untuk warga Sulawesi Selatan,” kata Wahyu. Ia berharap kelak bisa menembus Liga 1 atau Liga 2.

Pelatih Banteng Jawa Tengah Restu Kartiko, menyampaikan tetap bersyukur meski gagal meraih juara tiga. Ia meminta pemain menjadikan pengalaman untuk event selanjutnya.

“Saya bersyukur para pemain enggak ada yang cedera, soalnya para pemain ini juga jenjangnya masih panjang, apalagi di usia masih 17 tahun. Semoga ke depannya apa yang dicita-citakan para pemain di Banteng Jateng U-17 ini bisa terwujud dan bisa menjadi pemain profesional,” sambungnya.

Baca Juga  Mendarat di Bali, Timnas Wanita U-17 Thailand Genapi 8 Tim Kontestan AFC U-17 Women's Asian Cup 2024

Ia berharap kedepan panitia pelaksana lebih baik dalam mengemas event ini dari sisi jadwal pertandingan dan screening pemain.

Pemain Banteng Jateng, Dimas Andika Pratama menyampaikan ia bersama rekan-rekan sudah berusaha semaksimal mungkin. Pada event kedepan ia berharap bisa memberikan prestasi terbaik.

Dimas juga menyoroti dampak positif dari Liga Kampung Soekarno Cup bagi para pemain muda Indonesia meski tak berhasil menyandang gelar juara.

“Kita bisa punya pengalaman lebih dari teman-teman yang lain dan tentunya kita mempunyai mental yang lebih karena bermain dengan senior yang lain di Liga Kampung Soekarno Cup 2015,” kata Dimas. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca