Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Launching Pojok IKM, Inovasi Dekranasda Tabanan Populerkan IKM/UMKM

BALIILU Tayang

:

pojok ikm
Ketua Dekranasda Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H. didampingi Bupati Tabanan melaunching Pojok IKM Dekranasda, Kamis (12/5). (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Untuk mempopulerkan IKM/UMKM Tabanan, Ketua Dekranasda Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H menciptakan inovasi dengan melakukan launching Pojok IKM Dekranasda yang dibuka pada Kamis (12/5), sekaligus menutup Pameran IKM Kuliner Bali Bangkit Tahap 3, di Lobi Kantor Bupati Tabanan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan para Asisten Setda, para Kepala OPD dan kepala bagian di lingkungan Setda, Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan, Ketua GOW dan Ketua DWP Kabupaten Tabanan, dan juga diramaikan oleh para peserta pameran kuliner IKM Bali Bangkit Tahap 3 Kabupaten Tabanan.

Dampak Pandemi Covid-19 telah merambah ke berbagai sektor ekonomi terutama pada Industri Kecil Menengah (IKM). Selain harus tetap bertahan, inovasi terbaru juga sangat dibutuhkan untuk mampu berjuang pada kondisi ini, salah satunya perubahan pola konsumsi barang dan jasa dari offline ke online. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan berbagai program pengembangan hingga promosi produk dari pemerintah, selain itu pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang berlangsung secara berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam mencari solusi dari kendala yang dihadapi hiingga mampu memberi motivasi dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan Tabanan.  

Sementara itu, untuk membangkitkan kembali industri kerajinan di Kabupaten Tabanan, Dekranasda menekankan tugas dan fungsinya sebagai mitra strategis pemerintah untuk menggali, melindungi, melestarikan, membina dan mengembangkan seni kerajinan berbasis warisan nilai budaya bangsa, demi kesejahteraan pengrajin di Kabupaten Tabanan. Untuk itu, Dekranasda wujudkan kreativitas dan inovasi dengan diresmikannya “Pojok IKM Dekranasda” di lobi kantor Bupati Tabanan.

Baca Juga  Unud Launching Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2

Dalam hal ini, Bupati Tabanan Sanjaya, memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap keberlangsungan acara. “Ini merupakan peluang bagi para IKM untuk lebih memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada masyarakat luas. Saya berharap, Pojok IKM Dekranasda ini tidak hanya ada di lobi kantor Bupati, tapi kedepannya ada di tempat umum seperti di mall, bandara, bank atau tempat lain yang ramai dikunjungi masyarakat,” pungkas Sanjaya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengapresiasi terhadap komitmen, pertisipasi dan dukungan peserta dan seluruh perangkat daerah atas penyelenggaraan Pameran Kuliner IKM Bali Bangkit Tahap 3 yang diikuti oleh Kabupaten Tabanan pada 15-28 April lalu di Art Center Denpasar. Hal itu sebagai bentuk dukungan Kabupaten Tabanan terhadap program-program yang telah digagas oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, sekaligus sebagai ajang promosi dalam memperkenalkan cita rasa kuliner khas Kabupaten Tabanan kepada masyarakat luas. Hal tersebut ditekankan Pemkab Tabanan dengan memberikan sertifikat kepada para pelaku usaha dan peserta Pameran Kuliner IKM Bali Bangkit sebagai ungkapan terima kasih sekaligus menambah semangat untuk terus maju, bersama-sama dalam membangun Tabanan.

Dengan adanya inovasi ini, munculnya wirausaha secara tidak langsung akan menggeliatkan kembali perekonomian. “Pemkab Tabanan juga senantiasa berupaya untuk mencurahkan perhatian terhadap 3 hal, yaitu produksi, distribusi, dan pemasaran produk-produk unggulan Tabanan, agar sesuai dengan Visi Tabanan, di mana penguatan IKM adalah salah satu perwujudan dari Tabanan Era Baru yang “Unggul” yaitu pembangunan masyarakat Tabanan yang memiliki kemampuan dan berdaya saing tinggi di segala bidang kehidupan,” kata Sanjaya lebih lanjut.

Ny. Rai Sanjaya memaparkan bahwa, inovasi seperti ini diciptakan guna membantu para UKM Lokal, serta diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pengenalan dan pemasaran produk IKM Kabupaten Tabanan kepada masyarakat luas khususnya tamu yang berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Tabanan. “Sebanyak 10 pengrajin hadir dengan klasifikasi produk seperti keramik, gerabah, besi/logam, ukiran kayu, bambu, dupa dan aroma terapi, serta kerajinan berbahan koran dan kerang, batok kelapa serta pakaian jadi. Nantinya akan dilakukan sistem bergilir dengan jangka waktu pergantian setiap 3 bulan, kami usahakan untuk semua pengrajin di Kabupaten Tabanan kami tampilkan di sini,” paparnya.

Baca Juga  Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Pemkot Denpasar ‘’Launching’’ Pelayanan Cetak Adminduk di Desa/Lurah

Pihaknya juga mengungkapkan, karena di daerah pertanian dan masuk dalam wilayah agraris, maka mayoritas produk yang ditampilkan nantinya adalah kuliner. “Karena memang daerah agraris, jadi yang banyak memang kuliner dan kerajinan keramik. Di tahun ini juga kita sudah mulai adakan pelatihan digitalisasi, bagaimana nantinya pengusaha kecil dapat mempromosikan produknya dan juga bertransaksi secara digital,” ungkap Ny. Rai Sanjaya.

Pihaknya juga mengakui, inovasi ini dilakukan karena terinspirasi dari Ketua Dekranasda Provinsi Bali dalam membangkitkan ekonomi Bali. “Saya melihat banyak inspirasi untuk membangkitkan para IKM di masa pandemi, dan kami aplikasikan di sini, di skala kabupaten dan membantu sekali,” tambahnya.

Dibuka mulai pukul  09.30 pagi ini, salah satu pelaku usaha mengungkapkan terima kasihnya atas dukungan dan perhatian langsung pemerintah terhadap pelaku usaha kecil. “Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bisa memperkenalkan produk kami sampai di sini. Perhatian langsung dari pemerintah serta dukungan promosi menjadi angin segar yang dibutuhkan bagi para pelaku usaha kecil, dan kami sangat berterima kasih diberikan kesempatan seperti ini,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Launching Rumah Restorative Justice Wayan Adhyaksa di 42 Desa/Kelurahan Se-Kota Denpasar

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Sekda Badung ‘‘Launching‘‘ dan Buka Lomba Senam Maskot Kutuh

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Unud Launching Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca