Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FMIPA Unud Terima Kunjungan FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado

BALIILU Tayang

:

de
Pimpinan FMIPA Unud dan pimpinan FMIPA Universitas Sam Ratulangi melakukan sesi foto bersama. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas MIPA Universitas Udayana menerima kunjungan dari pimpinan FMIPA Universitas Sam Ratulangi dalam rangka persiapan The 3rd International Conference On Natural Sciences, Mathematics, Applications, Research, and Technology (ICON-SMART 2022) yang sedianya akan diselenggarakan secara hybrid di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali & Zoom pada tanggal 3 – 4 Juni 2022, Senin, 11 April 2022.

Kunjungan ini dihadiri oleh Dekan FMIPA Unsrat Prof. Dr. Benny Pinontoan, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama Ir. Feky Recky Mantiri, M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr. Gerald H. Tamuntuan, S.Si, M.Si., Ketua Panitia Icon Smart Susan Marlein Mambu, SP., M.Si., PhD, Kordi. Sie. Akomodasi Icon Smart Defny Wewengkang, S.Pi,. M.Sc., PhD. 

Sementara dari FMIPA Universitas Udayana, hadir Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc, Ph.d, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Dr. Drs. G.K Gandhiadi, M.T., Wakil Dekan Bidang Umum dan keuangan Dr. Drs. I Made Sukadana, M.Si., Kepala Bagian Tata Usaha Ir. Ni Made Arini, Kepala Unit Kerja Sama Dra. Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni, M.Si., Ph.D., Kepala Unit Pengelola Data dan Informasi Agus Muliantara, S.Kom, M.Kom., Kepala Sub Bagian Pendidikan dan Kerjasama, Luh Putu Martiningsih, S.T., Kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan, I Gusti Ayu Agung Made Widiasih, S.Sos., Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Ni Luh Darmawati, S.E.

Dari panitia ICON-SMART FMIPA Universitas Udayana hadir Co Chair – Dr. Ngurah Agus Sanjaya ER, S.Kom., M.Kom, Wakil Sekretaris I Made Saka Wijaya, S.Si., M.Sc., Publisitas I Putu Tedy Indrayana, S.Pd., M.Sc. Upacara dan Dokumentasi Dewa Ayu Swastini, SF., MFarm, Apt., Teknologi Informasi I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra, S.T., M.Cs.

Baca Juga  100 Hari Kinerja Lembaga Mahasiswa FMIPA Unud Tahun 2023

Dekan FMIPA Unsrat, Prof. Benny dalam sambutannya mengatakan tujuan kunjungan ini adalah untuk melakukan penjajakan pengembangan berupa kerja sama MOU dan PKS yang lebih dalam untuk mengakomodasi MBKM karena MOU yang ada sejak 2020 masih belum mengakomodasi MBKM dalam pelaksanaannya. Selain itu, tujuan kunjungan ini adalah untuk melakukan koordinasi antara Panitia ICON-SMART Unsrat dengan Panitia ICON-SMART FMIPA Unud serta merancang lokasi dan peralatan di venue selanjutnya.

Lebih lanjut Prof. Benny mengatakan selain pelaksanaan seminar internasional, rangkaian ICON-SMART juga akan dilaksanakan pertemuan Asosiasi MIPA-Net – Jejaring Kerja Sama Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Bidang MIPA serta workshop “Arduino-based Experiments in Research” oleh Prince of Songkla University Thailand.

Benny memaparkan ICON-SMART merupakan acara tahunan yang menyediakan platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, pendidik, dan industri untuk berbagi dan menghasilkan minat dalam penelitian terkini, aplikasi, pendidikan, dan teknologi di bidang terkait yang terkait terselenggara atas kerja sama antara Prince of Songkla University, Yokohama National University, Universitas Sam Ratulangi Manado, Universitas Cendrawasih Jayapura, Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Mataram, Universitas Negeri Malang, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, serta Universitas Negeri Gorontalo dengan tema “Mathematical Fisika dan Bioteknologi untuk Pendidikan, Efisiensi Energi, dan Industri Kelautan”. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas868-FMIPA-Unud-terima-kunjungan-dari-FMIPA-Universitas-Sam-Ratulangi-Manado.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

3.761 Personel Gabungan Layani Aksi Unjuk Rasa di Monas dan DPR RI

Published

on

By

demo monas
AMANKAN: Sebanyak 3.761 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan dua aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Sebanyak 3.761 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan dua aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Dua kegiatan penyampaian pendapat tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Gedung DPR/MPR RI.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, aksi pertama akan dilaksanakan oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) bersama sejumlah elemen masyarakat lainnya. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB di kawasan Kaki Silang Barat Daya Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. “Unjuk rasa dari PB PMII dan beberapa elemen massa di wilayah Kaki Silang Barat Daya Monas,“ ujar Erlyn.

Selanjutnya, aksi unjuk rasa juga akan digelar oleh Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA) bersama sejumlah elemen massa lainnya di kawasan Gedung DPR/MPR RI pada pukul 11.00 WIB.

“Aksi oleh DPN KNARA dan beberapa elemen massa lainnya di kawasan Gedung DPR/MPR RI pukul 11.00 WIB,“ kata Erlyn.

Untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, Polri mengerahkan 3.761 personel gabungan yang terdiri atas personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran Polsek.

Terkait pengaturan arus lalu lintas, rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi aksi akan diberlakukan secara situasional sesuai perkembangan situasi dan jumlah massa di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar Monas dan Gedung DPR/MPR RI selama aksi berlangsung guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas. Pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif untuk memperlancar mobilitas.

“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung untuk menghindari potensi kepadatan arus lalu lintas,“ tutup Erlyn. (gs/bi)

Baca Juga  FMIPA Unud Undang Direktur CIFOR Beri Kuliah Tamu

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Duta Gianyar di Parade Busana Adat Bali PKB 2026, Suguhkan Harmoni Tradisi dan Keanggunan Warisan Leluhur

Published

on

By

parade busana pkb
PARADE BUSANA ADAT: Busana Adat Duta Kabupaten Gianyar pada ajang Parade Busana Adat Bali pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, di Taman Budaya Art Centre Denpasar, Minggu (21/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Langkah para model mulai menapaki panggung Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Minggu (21/6). Tepuk tangan penonton pun mengiringi kemunculan Duta Kabupaten Gianyar yang mendapat kehormatan sebagai penampil pertama dalam Parade Busana Adat Bali pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Duta Kabupaten Gianyar tampil mempersembahkan identitas budaya Kabupaten Gianyar.

Di bawah komando Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, penampilan Gianyar tidak sekadar menampilkan busana adat, tetapi juga menghadirkan narasi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Setiap busana yang diperagakan menjadi representasi nilai, tradisi, dan perjalanan sejarah yang masih terjaga hingga kini.

Parade dibuka dengan kemunculan Busana Pecalang, sosok penjaga keamanan adat Bali yang identik dengan kewibawaan dan pengabdian. Balutan warna gelap berpadu dengan saput poleng hitam putih menghadirkan filosofi Rwa Bhineda, keseimbangan antara dua kekuatan yang saling melengkapi. Keris yang terselip di pinggang menjadi simbol kehormatan, sementara udeng dan busana adat yang dikenakan menggambarkan kesiapsiagaan dalam menjaga ketertiban dan kesucian wilayah adat.

Suasana kemudian berubah menjadi lebih sakral ketika Duta Gianyar menampilkan Tradisi Nuuh dari Banjar Sebatu, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Tradisi yang juga dikenal sebagai Mejarag Jaje Lempeng ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Subak atas hasil panen sekaligus permohonan perlindungan dari berbagai gangguan yang dapat mengancam keberlangsungan pertanian.

Sosok Tukang Adur yang menjadi tokoh utama dalam tradisi tersebut tampil sederhana dengan kamen hitam, kampuh poleng, umpal, sumpang pucuk, serta ikat kepala dari janur. Kesederhanaan itu justru menjadi kekuatan yang memperlihatkan kedekatan masyarakat Gianyar dengan alam dan tradisi leluhur yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga  100 Hari Kinerja Lembaga Mahasiswa FMIPA Unud Tahun 2023

Keindahan warisan budaya Gianyar kembali tersaji melalui penampilan Rakean Baris Bebaturan dan Rejang Mesatya. Keduanya merupakan bagian dari tradisi yang kerap hadir dalam upacara pelebon di wilayah Gianyar dan Tampaksiring.

Rakean Baris Bebaturan menghadirkan citra prajurit yang tangguh dan berwibawa. Busana serba putih yang dipadukan dengan tombak sebagai properti utama menggambarkan semangat menjaga kesucian alam dan leluhur. Sementara itu, Rejang Mesatya tampil anggun dan penuh makna melalui balutan kebaya putih serta hiasan janur sederhana. Tarian dan busana ini merepresentasikan kesetiaan, ketulusan, dan pengabdian yang menjadi nilai luhur dalam kehidupan masyarakat Bali.

Sebagai penutup, panggung Ksirarnawa dipenuhi kemegahan Payas Agung Gianyar, busana pengantin khas yang menjadi salah satu identitas budaya Kabupaten Gianyar. Kemewahan ragam hias, keindahan tata rias, serta detail busana yang khas menampilkan kekayaan estetika yang tumbuh dan berkembang di Bumi Seni.

Pengantin perempuan tampil memukau dengan pusung kletek mandel yang dihiasi bunga merak kuningsandat megubah, petitis, dan semi mopong. Sementara pengantin pria mengenakan udeng emas, kampuh songket, keris, umpal, serta beskap beludru hitam berhias benang gim yang menambah kesan gagah dan berwibawa.

Sekretaris I TP PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun yang hadir dalam parada busana adat tersebut menyampaikan bahwa keikutsertaan Gianyar dalam Parade Busana Adat Bali merupakan bagian dari upaya pelestarian dan promosi budaya daerah kepada masyarakat luas.

“Setiap busana yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi, sejarah, dan identitas masyarakat Gianyar yang patut dijaga bersama,” ujarnya usai pementasan parade busana adat Bali.

Menjadi penampil pertama pada Parada Busana Adat Bali PKB 2026, Duta Kabupaten Gianyar berhasil menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengajak penonton menyelami kekayaan tradisi yang hidup di setiap sudut Gianyar. Dari sosok Pecalang yang tegas, kesakralan Tradisi Nuuh, kewibawaan Rakean Baris Bebaturan, ketulusan Rejang Mesatya, hingga kemegahan Payas Agung Gianyar, seluruhnya berpadu menjadi sebuah perayaan budaya yang mempertegas Gianyar sebagai salah satu pusat pelestarian seni dan tradisi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  FMIPA Clean Up 2022, Kenalkan Mahasiswa FMIPA Unud dengan TPST SAMTAKU

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bunda Rai Apresiasi Pesona Busana Adat Tabanan, Angkat Jati Diri Daerah di Utsawa PKB XLVIII 2026

Published

on

By

parade busana pkb
PARADE BUSANA ADAT: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, pimpin duta Tabanan dalam ajang Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Minggu (21/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah melalui partisipasi Kabupaten Tabanan pada Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Event tersebut digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Minggu (21/6).

Kehadiran Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai yang menyaksikan langsung penampilan rangkaian Utsawa menjadi wujud nyata dukungan terhadap upaya menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Tabanan kepada masyarakat luas. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga Ketua GOW Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Perangkat Daerah terkait dan jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan.

Parade busana malam itu, juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan juga para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali atau yang mewakili. Kabupaten Tabanan tampil memukau dengan menghadirkan empat ragam busana adat yang sarat filosofi, nilai sejarah, serta identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Peragaan pertama menampilkan Busana Khas Pecalang Lanang Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel. Busana ini merepresentasikan sosok pecalang sebagai penjaga keamanan dan ketertiban desa adat yang berwibawa. Ditampilkan oleh sepasang pecalang lanang, busana tersebut memadukan tiga warna sakral, yakni merah, hitam, dan putih, yang melambangkan konfigurasi Trisakti sebagai simbol penciptaan, pemeliharaan, dan pamrelina yang menyatu menjadi kekuatan menuju kesejahteraan.

Peragaan kedua menghadirkan Busana Adat Deha Teruna dan Deha Sari dari Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan. Busana ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat setempat yang dikenakan dalam Upacara Ngusaba Gede di Pura Puseh Bale Agung setiap Purnama Kalima. Selain menjadi simbol rasa syukur dan permohonan berkah bagi kesejahteraan, kemakmuran, serta keselamatan masyarakat, busana ini juga melibatkan para remaja yang baru memasuki usia dewasa sebagai bentuk regenerasi nilai-nilai adat dan budaya.

Baca Juga  100 Hari Kinerja Lembaga Mahasiswa FMIPA Unud Tahun 2023

Selanjutnya, Tabanan menampilkan Busana Adat Mamukur, yang digunakan dalam rangkaian upacara suci penyucian roh leluhur. Didominasi warna putih dan kuning, busana ini mencerminkan makna kesucian, ketulusan, dan keikhlasan. Meski tampil sederhana, busana Mamukur memiliki nilai spiritual yang mendalam sebagai bagian dari tradisi yadnya yang masih lestari di tengah masyarakat Bali.

Sebagai penutup, ditampilkan Parade Busana Adat Payas Agung Tabanan yang menghadirkan sepasang peraga dewasa dalam balutan busana pengantin khas Tabanan. Busana yang digunakan dalam upacara pawiwahan tersebut didominasi tenunan khas Bali yang diwariskan secara turun-temurun, menciptakan kesan mewah, elegan, sekaligus agung yang mencerminkan kemuliaan tradisi pernikahan adat Tabanan.

Keempat busana adat tersebut mendapat apresiasi dari para penonton yang memadati Gedung Ksirarnawa. Dalam parade tersebut, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, dengan penataan busana oleh Andri Purwanto dan I Gede Komang Kartono Yasa, yang berhasil menghadirkan pertunjukan sarat estetika, filosofi, dan kekayaan budaya Tabanan.

Bunda Rai menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peraga, penata busana, serta pihak yang telah terlibat dalam menampilkan kekayaan budaya Tabanan di panggung PKB tahun ini. Menurutnya, setiap peragaan yang ditampilkan tidak hanya memperlihatkan keindahan busana adat, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai luhur yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Tabanan. Ia juga menilai, melalui parade busana tersebut, masyarakat diajak untuk kembali mengenali sekaligus mencintai warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Keindahan ragam busana, tata rias, hingga ornamen yang ditampilkan menjadi cerminan identitas budaya yang patut dijaga bersama. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah menampilkan peragaan busana malam ini dengan begitu indah dan penuh makna. Kita telah menyaksikan bagaimana kekayaan budaya, filosofi, dan nilai-nilai luhur leluhur terpancar dalam setiap balutan busana serta ragam hias yang ditampilkan,” ujar Bunda Rai.

Baca Juga  FMIPA Unud Undang Direktur CIFOR Beri Kuliah Tamu

Lebih lanjut, Bunda Rai berharap warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Tabanan tersebut dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus. “Kemegahan budaya yang diwariskan leluhur ini merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat Tabanan. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkannya agar tetap hidup serta berkembang di tengah perubahan zaman,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca