Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gelombang PHK di Bali Bukti Sektor Ketenagakerjaan RI Tengah Rapuh, Pemerintah Harus Bertindak Nyata

BALIILU Tayang

:

Puan Maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian serius terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di Bali belakangan ini. Puan meminta pemerintah segera bertindak nyata untuk mengantisipasi terjadinya badai PHK yang lebih besar lagi di Pulau Dewata.

“Gelombang PHK yang juga melanda daerah pariwisata seperti Bali menjadi bukti bahwa sektor ketenagakerjaan di Indonesia sedang rapuh. Kita berharap Pemerintah bisa segera bertindak nyata menyelamatkan para tenaga kerja kita,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/6/2025).

Sebelumnya, sekitar 100 pekerja di sektor pariwisata di Bali mengalami PHK sejak awal 2025. Laporan PHK terhadap 100 pekerja dari salah satu hotel besar di Badung itu terjadi akibat lesunya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).

Terbaru, sebanyak 70 karyawan PT Coca Cola Bottling Indonesia juga terkena PHK. Pabrik yang berlokasi di Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, itu dipastikan tutup mulai 1 Juli 2025.

Puan menilai, gelombang PHK di Bali merupakan cermin nyata kerapuhan struktur ketenagakerjaan nasional, khususnya di daerah-daerah yang sangat bergantung pada sektor tertentu.

“Kita tidak bisa menganggap gelombang PHK di Bali yang semakin melebar hanya sebagai kasus sporadis. Badai PHK terjadi karena adanya sebab-akibat. Pemerintah harus bisa menjawab tantangan ini,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Gelombang PHK bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Baik karena industri yang melemah, maupun karena menurunnya daya beli masyarakat akibat ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian,” imbuh Puan dikutip dari laman dpr.go.id.

Puan melihat hingga saat ini belum terlihat mekanisme konkret dan terukur dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk merespons PHK massal yang semakin meluas.

Baca Juga  Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja dalam Penyelesaian Kepailitan PT Sritex

“Termasuk belum ada skema pelatihan ulang (reskilling) yang siap dijalankan dan dukungan bagi pekerja yang di-PHK lalu memutuskan menjadi wirausaha kecil maupun pekerja di sektor informal,” ucap mantan Menko PMK tersebut.

Puan pun menilai, PHK yang kini merambah dari sektor manufaktur ke sektor pariwisata menunjukkan ketidaksiapan sistem ketenagakerjaan nasional dalam menghadapi tekanan ekonomi.

“Bahkan daerah seperti Bali yang selama ini menjadi ikon pariwisata Indonesia, terkesan dibiarkan menghadapi krisis ini sendirian,” jelas Puan.

Oleh karena itu, Puan mendorong pemerintah pusat untuk segera membentuk Gugus Tugas Nasional Penanggulangan PHK, dengan prioritas daerah terdampak seperti Bali, Batam, dan kawasan industri lainnya.

“Penting juga mengevaluasi kebijakan efisiensi anggaran secara selektif. Efisiensi pastinya baik, tapi tetap juga harus mendukung ekonomi kerakyatan. Sektor seperti MICE yang memiliki multiplier effect tinggi tidak bisa disamakan dengan sektor belanja birokrasi biasa,” paparnya.

Selain itu, Puan juga meminta Pemerintah mengintegrasikan program Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pariwisata, terutama dalam hal pelatihan digital, peralihan sektor kerja, dan penguatan UMKM berbasis pariwisata.

“Tentunya juga harus ada insentif khusus untuk sektor hospitality dan manufaktur yang terbukti menyerap banyak tenaga kerja di tingkat lokal,” terang Puan.

“Jangan biarkan narasi pertumbuhan ekonomi jadi bising di pusat, tapi hening di daerah. Jika negara gagal hadir di tengah krisis ketenagakerjaan ini, maka kepercayaan publik akan runtuh perlahan,” sambungnya.

Puan menekankan bahwa PHK bukan sekadar persoalan statistik semata, tetapi permasalahan sosial masyarakat yang berdampak pada kehidupan jutaan keluarga di Indonesia.

“Pemerintah harus segera membuktikan bahwa Negara tidak hanya pandai bicara di panggung konferensi, tetapi juga tanggap dalam melindungi pekerja yang kini kehilangan pekerjaan dan sebagian juga kehilangan harapan,” tutup Puan. (gs/bi)

Baca Juga  Terima Audiensi SPM, Putu Parwata: Bangun Harmonisasi Bekerja dengan Baik

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali

Published

on

By

Prajurit Kodam IX/Udayana Perbaiki Pagar Saluran Air Antisipasi Cuaca Ekstrem di Bali
PERBAIKAN: Prajurit TNI Kodam IX Udayana saat melakukan perbaikan pagar saluran air mengantisipasi cuaca ekstrem ke depan. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Provinsi Bali sejak Minggu (1/11/2026) mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai daerah. Bencana tanah longsor dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kabupaten Karangasem, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, dan Badung, bahkan berdampak terhadap keselamatan warga serta aktivitas masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa segera mengerahkan satuan jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk bergerak cepat melakukan penanganan bencana. Pangdam menekankan agar seluruh satuan kewilayahan senantiasa tanggap terhadap perkembangan situasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan.

Menindaklanjuti perintah tersebut, prajurit TNI AD jajaran Kodam IX/Udayana langsung bergerak bersama pemerintah daerah, BPBD, Polri, relawan, dan masyarakat untuk menangani dampak bencana di sejumlah wilayah. Upaya tanggap darurat dilakukan melalui pembersihan material longsor, evakuasi pohon tumbang, pengamanan lokasi rawan bencana, hingga pemulihan akses jalan yang terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit bersama unsur terkait turut membantu memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan dan evakuasi. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko lanjutan akibat kondisi cuaca yang masih berpotensi membahayakan masyarakat.

Langkah cepat tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Sinergi lintas instansi yang didukung semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana, meminimalkan risiko, serta meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.

Baca Juga  Pimpinan DPR Terima Perwakilan Organisasi Kemahasiswaan, Dialog dan Dengarkan Aspirasi

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa pengerahan prajurit jajaran Kodam IX/Udayana merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana alam, mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan kondisi wilayah.

“Pangdam IX/Udayana telah memerintahkan seluruh satuan jajaran, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk senantiasa siaga dan bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait, dengan prioritas utama keselamatan warga,” ungkap Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dan satuan kewilayahan tidak hanya difokuskan pada penanganan dampak fisik bencana, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat tetap aman, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Kapendam juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan menghindari kawasan rawan longsor, lereng perbukitan, serta area yang berpotensi tertimpa pohon tumbang dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kondisi yang membahayakan.

Kodam IX/Udayana akan terus mengoptimalkan kesiapsiagaan satuan jajaran serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan wilayah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pimpin Rapat Terbatas, Presiden Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi hingga Efisiensi APBN

Published

on

By

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bersama Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan terkini perekonomian nasional, mulai dari inflasi, penguatan sektor manufaktur, arus modal asing, hingga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjelang akhir tahun.

Dalam keterangan pers seusai rapat, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin dari inflasi yang tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah serta meningkatnya aktivitas sektor manufaktur nasional.

“Kita tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perkembangan ekonomi terkini. Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya,” ujar Suahasil kepada para awak media usai pertemuan.

Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan sasaran inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen, atau berada pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Dengan demikian, inflasi sebesar 3,23 persen masih sesuai dengan proyeksi dan target pengendalian harga yang telah ditetapkan.

“1,5 persen sampai dengan 3,5 persen angka inflasi kita kemarin 3,2 persen artinya itu di dalam range yang memang kita bayangkan sejak kita melakukan estimasi atas perekonomian Indonesia itu yang kita sebut dengan on track,” ungkapnya.

Selain inflasi, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang menunjukkan tren penguatan pada Oktober 2026. Suahasil mengungkapkan bahwa indeks PMI meningkat dari kisaran 52 menjadi 54.

“Jadi meningkat, ini menunjukkan bahwa para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga  Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja dalam Penyelesaian Kepailitan PT Sritex

Dalam rapat tersebut, pemerintah turut mencermati perkembangan arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik. Suahasil melaporkan bahwa aliran modal asing masih tercatat masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sedangkan terkait pengelolaan keuangan negara, Suahasil melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa realisasi pendapatan dan belanja APBN hingga penutupan Oktober 2026 masih berjalan sesuai rencana. Meski demikian, pemerintah menghadapi agenda besar dalam dua bulan terakhir tahun anggaran, terutama untuk mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memastikan pelaksanaan belanja pemerintah berjalan efektif.

“Kemudian saya juga tadi sempat melaporkan APBN untuk tutup bulan Oktober dimana semuanya on track untuk pendapatan dan belanja. Dan kira-kira untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar 600 triliun lebih dan untuk belanja negara masih sekitar 990 triliun akan dibelanjakan,” kata Suahasil.

Presiden Prabowo pun secara khusus memberikan arahan agar seluruh kementerian dan lembaga tetap menjaga efisiensi belanja negara, meskipun penyerapan anggaran biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Suahasil menegaskan, percepatan realisasi anggaran tetap diperbolehkan sepanjang dilaksanakan dengan tata kelola yang baik dan menghasilkan keluaran sesuai target yang telah direncanakan.

“Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas lebih cepat, lebih besar itu silahkan tetapi harus tetap efisien. Harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Jembrana Creative Festival 2026, Kolaborasi Lolot x Bagus Wirata Bikin Main Stage Benar-benar Pecah

Published

on

By

Kemeriahan Main Stage Hari Kedua Jembrana Creative Festival Senin 2 November
Kemeriahan di main stage hari kedua Jembrana Creative Festival, Senin (2/11). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Hari kedua Jembrana Creative Festival berlangsung semakin meriah dengan berbagai rangkaian aktivitas dan hiburan yang tersebar di beberapa area festival. Setiap panggung menghadirkan pengalaman berbeda yang menyuguhkan kreativitas, hiburan, serta ruang ekspresi bagi komunitas dan masyarakat.

Di area Red Zone 18+, pengunjung disuguhkan aktivitas live cooking yang menghadirkan keseruan memasak secara langsung, penampilan mixology yang memadukan kreativitas, keterampilan, dan atraksi meracik minuman penuh gaya, dilanjutkan dengan penampilan DJ Erik yang menambah semarak suasana melalui alunan musik dan irama yang energik.

Sementara itu, Community Stage menjadi ruang bagi komunitas untuk menunjukkan kreativitas dan bakatnya. Berbagai penampilan turut memeriahkan area ini, mulai dari stand up comedy, penampilan Jembrana Drum Community, hingga Sunaren yang menghadirkan kegiatan lomba sketsa ogoh-ogoh sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan kreativitas generasi muda.

Tidak kalah meriah, Main Stage menjadi pusat ledakan energi pada hari kedua Jembrana Creative Festival. Penampilan berbagai grup musik lokal maupun luar daerah sukses membakar semangat penonton. Suasana semakin menggila saat Jangar naik ke panggung menimbulkan crowd yang pecah dan disusul penampilan yang paling ditunggu-tunggu, Lolot x Bagus Wirata. Kolaborasi keduanya sukses membuat Main Stage benar-benar pecah! Ribuan energi seolah menyatu dalam lantunan musik, suara penonton yang ikut bernyanyi, hingga sorak sorai yang menggema memenuhi area festival. Dari awal hingga akhir penampilan, atmosfer semakin panas, penuh euforia, dan membuat pengunjung larut dalam kemeriahan malam Jembrana Creative Festival.

Untuk menutup rangkaian penampilan di Main Stage, suasana yang sebelumnya penuh energi dan membara perlahan beralih menjadi lebih santai dan enjoy. Pemoeda Soeka Karokoe hadir sebagai penampil pamungkas yang mengajak pengunjung menikmati alunan musik dengan nuansa yang lebih rileks, hangat, dan penuh kebersamaan. Setelah dibuat bergemuruh oleh penampilan sebelumnya, pengunjung diajak menikmati suasana malam dengan bernyanyi bersama dan larut dalam irama musik yang menyenangkan. Sebuah penutup yang pas untuk mengakhiri keseruan hari kedua Jembrana Creative Festival! (gs/bi)

Baca Juga  Puan Pimpin Pembacaan Ikrar Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca