Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gercep, Pemkab Buleleng Bentuk Posko Terpadu dan Salurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak Bencana

BALIILU Tayang

:

BANJIR DI BULELENG
BAGIKAN AIR: BPBD Buleleng membagikan air bersih saat menangani dampak musibah yang terjadi di wilayah Kecamatan Banjar dan sekitarnya, sejak 6 hingga 7 Maret 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat menangani dampak musibah yang terjadi di wilayah Kecamatan Banjar dan sekitarnya, sejak 6 hingga 7 Maret 2026. Melalui rapat koordinasi yang digelar di Kantor BPBD Kabupaten Buleleng pada Sabtu (7/3). Rapat yang dihadiri bersama berbagai instansi terkait langsung menyusun langkah-langkah penanganan terpadu guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

Rapat yang berlangsung mulai pukul 16.00 WITA tersebut dihadiri oleh Asisten I Setda Buleleng Putu Ariadi Pribadi, Kepala Pelaksana BPBD, Camat Banjar, Camat Sukasada, Sekcam Busungbiu, serta perwakilan dari sejumlah perangkat daerah dan unsur TNI/Polri. Instansi yang turut terlibat di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas PUPR Perkim, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Pemadam Kebakaran, hingga perwakilan Kecamatan Seririt.

Dalam rapat tersebut Asisten Ariadi memutuskan dalam kesepakatan sejumlah langkah penanganan darurat. Salah satunya adalah pengerahan dua unit alat berat oleh Dinas PUPR Perkim untuk membantu penanganan di lokasi terdampak selama enam hari, dengan estimasi kebutuhan operasional dan mobilisasi alat. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan distribusi air bersih menggunakan enam unit mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di beberapa desa terdampak.

“Adapun desa yang memerlukan suplai air bersih meliputi Banjar Tegeha, Tampekan, Banjar, Dencarik, Banyuseri, dan Bestala. Mobil tangki air disediakan secara kolaboratif oleh BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, PMI Kabupaten Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup, serta PDAM Buleleng,” ungkapnya.

Ditambakan Aria, di sektor pelayanan masyarakat, Dinas Sosial menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak, sementara Dinas Kesehatan melalui puskesmas memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Satpol PP turut melakukan penjagaan di pos lapangan untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Baca Juga  Belajar dari DKI Jakarta, Bali Hadapi Ancaman Banjir

Sementara itu, untuk mempercepat koordinasi penanganan, Pemkab Buleleng membentuk Posko Terpadu di Kantor BPBD Kabupaten Buleleng serta Pos Lapangan di Polsek Banjar. Unsur TNI dan Polri juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penanganan di lapangan, termasuk bantuan tenaga jika dibutuhkan.

“Selain penanganan terhadap masyarakat, perhatian juga diberikan pada fasilitas pendidikan yang terdampak. Sejumlah sekolah seperti SD Negeri 5 Banjar, SMP Negeri 3 Seririt, dan TK Bestala akan ditangani melalui kegiatan gotong-royong pembersihan secara manual agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal,” terangnya.

Melalui sinergi lintas instansi ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan penanganan musibah dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan demi meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Walikota Denpasar Jaya Negara Terima Kunjungan Kerja Bupati Kabupaten Barito Timur

Published

on

By

walikota jaya negara
TERIMA KUNKER: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan Bupati Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Yamin beserta jajaran di Kantor Wali Kota Denpasar, pada Selasa (2/6) pagi. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menerima kunjungan Bupati Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Yamin beserta jajaran di Kantor Wali Kota Denpasar, pada Selasa (2/6) pagi.

Pertemuan antar keduanya diisi pembicaraan terkait berbagai hal di berbagai sektor, diantaranya pengembangan sektor pariwisata, pembangunan infrastruktur, pengembangan UMKM dan berbagai isu strategis lainnya.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengucapkan selamat datang di Kota Denpasar kepada Bupati Kabupaten Barito Timur, Muhammad Yamin beserta jajaran.

“Semoga pertemuan ini dapat menjadi wadah bertukar pikiran dan informasi antara Pemkot Denpasar dengan Kabupaten Barito Timur membahas berbagai isu strategis untuk kemajuan kedua daerah,” ujar Jaya Negara.

Selebihnya, Jaya Negara juga mengatakan, Kota Denpasar baru saja mendapat kesempatan menjadi Tuan Rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) 2026. Pihaknya juga ingin berbagi pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Semoga pertemuan ini, dapat mewujudkan kekompakan antara APEKSI dan APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) untuk memajukan daerah masing-masing,” kata Jaya Negara.

Bupati Kabupaten Barito Timur, Muhammad Yamin berterima kasih atas sambutan hangat Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara kepada jajarannya.

“Semoga dari pertemuan ini kami dapat mengambil berbagai hal positif di Kota Denpasar yang dapat kami terapkan untuk kemajuan daerah kami. Sekaligus juga mempererat silaturahmi antara kedua daerah untuk kemajuan bersama,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gabungan Personel Polsek Dentim, TNI, Brimob dan Relawan Bersihkan Sisa Banjir di Seputaran Jln. Siulan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Resmi Buka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026

Gubernur Koster: Bulan Bung Karno Merawat Ingatan Kolektif Mewujudkan Bangsa Berdaulat, Berdikari, serta Berkepribadian dalam Kebudayaan

Loading

Published

on

By

gubernur koster
BUKA BULAN BUNG KARNO: Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta saat membuka secara resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.

Pembukaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang ditandai dengan pemukulan gamelan tradisional Bali, Bende dihadiri langsung oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, Bupati dan Wakil Bupati, Ny. Seniasih Giri Prasta, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Bupati/Walikota se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, dan ribuan masyarakat Bali.

Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang mengambil tema “Kawya Atma Kerthi” bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator dilaksanakan dalam suasana penuh semangat kebangsaan, kebudayaan, dan spiritualitas yang mendalam.

Koster menjelaskan Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum ideologis dan kultural untuk menghidupkan kembali api perjuangan Sang Babak Proklamator dalam kesadaran kolektif.

Tema Kawya Atma Kerthi, juga mengandung kedalaman filosofis yang luar biasa. Kawya adalah ekspresi jiwa yang luhur, Atma adalah esensi kesadaran terdalam, dan Kerthi adalah upaya penyucian serta pemuliaan. Maka, tema ini mengajak semua untuk tidak hanya mengenang Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi menghadirkan kembali jiwa perjuangannya sebagai energi hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan Kita sehari-hari.

Koster mengatakan Bali sebagai provinsi yang konsisten menggelar Bulan Bung Karno. Menurut Gubernur dua periode ini, Bulan Bung Karno merupakan ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa.

Baca Juga  Presiden Tegaskan Penanganan Banjir di Jakarta Harus Dilakukan dari Hulu ke Hilir

“Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga mewariskan jiwa-jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi kepentingan rakyat” katanya.

kata Koster, sejarah mencatat, jalan perjuangan beliau ditempa oleh tekanan, penjara, dan pengasingan. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka; bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Bung Karno menaruh perhatian dan kekaguman yang mendalam terhadap Bali. Beliau memandang Bali sebagai ruang hidup kebudayaan yang utuh, tempat nilai spiritual, tradisi, dan kehidupan sosial berpadu secara harmonis.

Dijelaskan Koster, dalam pandangan Bung Karno, Bali mencerminkan kekuatan jati diri bangsa. di mana warisan leluhur tetap terjaga, sekaligus mampu berjalan seiring dengan perkembangan zaman.

“Pandangan tersebut menjadi pengingat bagi Kita semua, bahwa Bali tidak hanya harus maju, tetapi juga harus tetap teguh menjaga identitas dan nilai-nilai luhurnya sebagai bagian dari kepribadian Bangsa Indonesia,” urai Gubernur Koster.

Bagi Bali, Bung Karno bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan sumber inspirasi yang hidup dalam kesadaran masyarakat. Nilai-nilai beliau terus bertransformasi dalam pembangunan Bali yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi masa depan. Melalui Bulan Bung Karno, tidak sekedar mengenang, tetapi menghidupkan kembali api perjuangan itu dalam tindakan nyata.

Dengan semangat yang diusung, peringatan tahun ini mengajak semua masyarakat Bali menjadikan perjuangan Bung Karno sebagai kesadaran hidup; sebagai energi yang menggerakkan pikiran, membentuk karakter, dan menuntun arah pembangunan.

Koster menambahkan, semangat ini sejalan dengan visi pembangunan Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia Niskala-Sakala. “Visi ini berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, yang mengandung enam sumber utama kesejahteraan dan kebahagiaan sejati, yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi,” jelasnya.

Baca Juga  Kemendagri Apresiasi Command Center Badung, Dinilai Efektif Pantau Pascabencana

Berpijak pada nilai-nilai tersebut, lanjut Koster harus diteguhkan untuk menata kehidupan Bali dengan kesadaran yang utuh. Dengan semangat itu, Bali tidak hanya akan bertahan, melainkan terus bertumbuh sebagai pusat kebudayaan yang berakar kuat sekaligus memberi makna bagi dunia.

“Dalam kesadaran inilah, Kita melangkah bersama; merawat kesinambungan warisan leluhur serta meneguhkan arah masa depan Bali yang ajeg, berdaulat, dan bermartabat,” tambahnya.

Momentum Bulan Bung Karno ini, Koster mengajak seluruh masyarakat Bali, terutama generasi muda, untuk tidak berhenti bertumbuh; memperkuat kapasitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang tangguh dan berdaya saing. Masa depan Bali sangat ditentukan oleh kualitas manusianya hari ini. Tata kehidupan masyarakat Bali hendaknya terus ditopang oleh nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar kuat sebagai jati diri. Kebersamaan, rasa saling menghormati, dan keselarasan dalam bertindak bukan sekadar simbol budaya, melainkan fondasi sosial yang menjaga keutuhan dan kekuatan Bali.

“Dalam dinamika zaman yang terus bergerak, Kita tidak boleh kehilangan roh kebersamaan. Semangat bekerja bersama, saling menguatkan, dan berbagi tanggung jawab harus tetap menjadi jalan utama dalam setiap upaya pembangunan. Di sanalah terletak kekuatan kolektif yang menjadikan Bali tetap kokoh dan bermartabat. Dengan keteguhan, keikhlasan, dan komitmen yang berkelanjutan, Kita akan mampu memastikan bahwa Bali tidak hanya berkembang, tetapi juga tetap ajeg dalam nilai dan jati dirinya. Inilah bentuk pengabdian Kita dalam menjaga kesinambungan peradaban Bali, demi Nindihin Gumi Bali,” pungkas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Dalam perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 dimeriahkan oleh sejumlah seniman, artis dan band lokal Bali seperti Leeyonk Sinatra, Lolot, Bagus Wirata, dan seniman musik Naluri Manca x Sine x Bali Extreme Drummer. (gs/bi)

Baca Juga  Gabungan Personel Polsek Dentim, TNI, Brimob dan Relawan Bersihkan Sisa Banjir di Seputaran Jln. Siulan

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Beragam Lomba Edukatif dan Kreatif Meriahkan Bulan Bung Karno VIII

Gubernur Koster: Aktualisasi Perjuangan Bapak Proklamator RI

Loading

Published

on

By

Bulan Bung Karno
BUKA BULAN BUNG KARNO: Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka secara resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Provinsi Bali yang mengambil tema Kawya Atma Kerthi yang bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator dirangkaikan dengan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif sebagai upaya mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Bung Karno dalam kehidupan nyata.

Kegiatan kreatif dan edukatif tersebut antara lain meliputi, Lomba Cipta dan Baca Puisi bertema “Proklamator Bung Karno” serta Lomba Pidato bertema “Bung Karno Bapak Bangsa”.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengungkapkan partisipasi dalam kegiatan ini terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa se-Bali.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh ruang ekspresi sekaligus refleksi generasi muda dalam memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno,” kata Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta saat membuka secara resmi Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 pada, Senin (Soma Wage, Julungwangi) 1 Juni 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dihadirkan kategori Lomba Tari Teruna Jaya yang diikuti oleh pelajar tingkat SMP dan SMA se-Bali. Tari Teruna Jaya merupakan warisan seni tari Bali  yang lahir dari ekspresi jiwa kepemudaan, dinamis, penuh semangat, dan sarat dengan keberanian dalam mengekspresikan jati diri.

Penamaan “Teruna Jaya” sendiri diberikan oleh Bung Karno, yang merefleksikan semangat pemuda yang bangkit, berani, dan penuh daya juang. Nilai ini selaras dengan karakter Bung Karno pada masa mudanya, yang sarat idealisme, keberanian, serta kekuatan dalam membangkitkan kesadaran bangsa.

Oleh karena itu, kehadiran Tari Teruna Jaya dalam Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 tidak hanya sebagai pertunjukan seni, tetapi juga sebagai sarana pembinaan generasi muda sejak dini, untuk menumbuhkan karakter, semangat juang, serta kecintaan terhadap budaya dan bangsa, sejalan dengan tema “Kawya Atma Kerthi” Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator. (gs/bi)

Baca Juga  Harmoniskan Alam Pascabencana, PHDI Denpasar Gelar Persembahyangan

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca