Jembrana, baliilu.com – Grand final ajang Pemilihan Jegeg Bagus Jembrana 2025 digelar pada Sabtu malam (24/5) di Panggung Terbuka Ardha Candra, Pura Jagatnatha, Jembrana. Kegiatan yang mengusung tema Pragati Yuva Pradhana ini mempertemukan 20 finalis terpilih—10 Jegeg dan 10 Bagus—yang telah melalui proses seleksi sejak April lalu.
Acara ini bertujuan untuk memilih figur muda yang mampu menjadi duta pariwisata dan budaya Kabupaten Jembrana. Para finalis sebelumnya telah mendapatkan pembekalan melalui pelatihan intensif terkait wawasan budaya, public speaking, serta pengembangan kepribadian.
Dalam hasil penjurian, terpilih Ni Luh Luna Cahaya Christie (17), siswi SMA Negeri 1 Melaya, sebagai Jegeg Jembrana 2025. Luna tercatat aktif dalam organisasi sekolah dan memiliki sejumlah prestasi akademik, di antaranya Juara III Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Biologi tingkat kabupaten serta peraih Bronze Medal pada Annual English Olympiad.
Sementara itu, gelar Bagus Jembrana 2025 diraih oleh Komang Abei Putra Dharma (16), siswa SMA Negeri 1 Negara. Abei merupakan pelajar berprestasi, di antaranya sebagai Juara I Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) tingkat kabupaten dan Runner Up Duta Anak Jembrana 2023.
Kedua pemenang dijadwalkan untuk mewakili Kabupaten Jembrana dalam ajang Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2025.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun. Ia menekankan bahwa kegiatan ini berperan penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Jegeg Bagus bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga ruang pengembangan diri, wawasan, dan tanggung jawab sosial. Mereka diharapkan menjadi representasi positif anak muda Jembrana,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa program ini telah berkembang secara signifikan sejak pertama kali digelar pada 2011. “Dengan segala keterbatasan kita mulai, namun kini mampu tampil percaya diri di tingkat provinsi,” imbuhnya.
Ketua panitia kegiatan, Komang Rian Widiantara, menjelaskan bahwa seleksi tahun ini dirancang lebih komprehensif dengan penekanan pada aspek intelektual, sosial, dan kepemimpinan.
“Tujuannya untuk memilih figur muda yang bisa membawa nama Jembrana ke tingkat yang lebih tinggi, baik di provinsi maupun nasional,” katanya.
Dalam sesi penilaian akhir, enam finalis teratas mendapatkan pertanyaan langsung dari Bupati Jembrana dan Ketua TP PKK Jembrana, Ny. Ni Nyoman Ani Setiawarini Kembang Hartawan. Pertanyaan mencakup tema nilai kehidupan, pemahaman budaya, serta pandangan tentang kepribadian dan makna mengikuti ajang ini.
Ajang tahunan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi pemuda dalam pelestarian budaya dan promosi potensi lokal, sejalan dengan upaya daerah membangun sektor pariwisata dan sumber daya manusia berbasis kearifan lokal. (gs/bi)