Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Instruksi Para Kadis Jadikan Data BPS Rujukan Penguatan Pelaksanaan Program Agar Tepat Sasaran

Gubernur Bali Terima Audiensi Kepala BPS Bali, Bahas Capaian Sosial Ekonomi 2025 dan Persiapan Sensus Ekonomi 2026

Loading

BALIILU Tayang

:

AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (6/2). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (6/2). Audiensi ini membahas capaian indikator sosial ekonomi Bali tahun 2025 serta sinergi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai basis perencanaan pembangunan Bali ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa data statistik yang akurat harus menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Data dari BPS ini sangat penting. Ini menjadi rujukan utama kita dalam merancang program pembangunan Bali agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan krama Bali,” tegas Gubernur Koster.

Kepala BPS Provinsi Bali memaparkan bahwa perekonomian Bali sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,82 persen (c-to-c), merupakan pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Struktur perekonomian Bali masih didominasi sektor akomodasi dan makan minum, perdagangan, transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada tahun 2025 tercatat mencapai 6,94 juta kunjungan, melampaui kondisi sebelum pandemi, sementara perjalanan wisatawan nusantara terus meningkat hingga lebih dari 26,6 juta perjalanan.

Dari sisi kesejahteraan sosial, tingkat kemiskinan di Bali pada September 2025 tercatat 3,42 persen, terendah sejak penghitungan kemiskinan tahun 1996 sekaligus terendah secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 160,09 ribu orang, dengan garis kemiskinan rumah tangga sebesar Rp2,65 juta per bulan.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bali pada November 2025 sebesar 1,45 persen, juga menjadi yang terendah di Indonesia. Struktur ketenagakerjaan menunjukkan jumlah pekerja formal telah melampaui pekerja informal, serta proporsi pekerja penuh terus meningkat.

Baca Juga  Pemprov Bali Raih Dua Penghargaan di Hakordia 2024

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tahun 2025 mencapai 80,53, menempatkan Bali pada peringkat kelima nasional, mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS Provinsi Bali juga menyampaikan proyeksi jumlah penduduk dan laju pertumbuhan penduduk Bali periode 2020–2050. Berdasarkan proyeksi tersebut, jumlah penduduk Bali diperkirakan terus meningkat hingga mencapai puncaknya sekitar tahun 2046 dengan jumlah sekitar 4,75 juta jiwa, sebelum kemudian melandai dan berpotensi menurun setelah tahun 2047 seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang diproyeksikan terus melambat dan bahkan bernilai negatif pada periode 2045–2050.

Menanggapi data tersebut, Gubernur Koster menginstruksikan perangkat daerah agar menggunakan data BPS sebagai dasar perumusan program dan kebijakan pembangunan.

“Cari rumah tangga miskin yang masih tersisa ini, petakan secara detail. Kepala dinas sosial, PMD, dan perangkat daerah lain harus keroyokan. Target kita jelas, kemiskinan harus terus turun dan menuju nol di Bali,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja untuk memetakan pengangguran dan menyelenggarakan bursa kerja berskala besar guna mempertemukan lulusan SMK dan perguruan tinggi dengan dunia usaha.

“Pengangguran ini harus kita nolkan. Kita harus serius bikin job fair besar, datangkan perusahaan sebanyak-banyaknya, supaya anak-anak Bali terserap kerja,” tambahnya.

Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah meluncurkan program strategis “Satu Keluarga Satu Sarjana” sebagai bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM, memutus rantai kemiskinan antargenerasi, serta memastikan setiap keluarga di Bali memiliki minimal satu lulusan pendidikan tinggi.

“Program Satu Keluarga Satu Sarjana ini adalah investasi jangka panjang Bali. Kita ingin setiap keluarga punya sarjana, sehingga kemiskinan bisa diputus dari akarnya,” tegas Gubernur Koster.

Baca Juga  Gubernur Koster Fasilitasi 18 Siswa SMA di Bali Dapatkan Beasiswa untuk Lanjutkan Pendidikan di 10 Universitas Terbaik di Dunia

Program yang mulai dilaksanakan pada Agustus 2025 ini menargetkan 1.450 mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dengan pembiayaan penuh biaya pendidikan serta bantuan biaya hidup sebesar Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta per bulan, bekerja sama dengan 26 hingga 28 perguruan tinggi di Bali.

Menanggapi proyeksi perlambatan pertumbuhan penduduk, Gubernur Koster juga menjelaskan kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Bali melalui Program Insentif Nyoman dan Ketut yang akan berlaku mulai tahun 2026 sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan struktur demografi Bali.

Program insentif ini ditujukan bagi anak ketiga (Nyoman/Komang) dan anak keempat (Ketut), dengan tujuan mencegah semakin langkanya penggunaan nama khas Bali serta mendorong pertumbuhan penduduk yang berkelanjutan. Insentif yang diberikan meliputi perawatan khusus bagi ibu hamil, bantuan pangan berupa beras, telur, dan susu, pendidikan gratis dari PAUD hingga SMA, serta jaminan kuliah bagi keluarga kurang mampu.

“Program Nyoman dan Ketut ini bukan hanya soal demografi, tetapi juga pelestarian identitas budaya Bali. Nama Nyoman dan Ketut tidak boleh punah. Ini juga bagian dari strategi pembangunan manusia Bali ke depan,” tegas Gubernur Koster.

Program ini mulai berjalan pada tahun 2025, dengan pemberian insentif penuh direncanakan berlaku pada tahun 2026.

Dalam audiensi tersebut, Kepala BPS Provinsi Bali juga memohon dukungan Pemerintah Provinsi Bali dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang merupakan sensus ekonomi kelima dan dilaksanakan setiap satu dekade sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Dukungan yang diharapkan meliputi penerbitan surat dukungan gubernur, sosialisasi kepada perangkat daerah dan pelaku usaha, pencanangan sensus ekonomi tingkat provinsi, serta pendataan perdana oleh Gubernur sebagai simbol dimulainya Sensus Ekonomi 2026 di Bali.

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Apresiasi Pemeriksaan Interim LKPD P Bali 2024

Gubernur Koster menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat basis data pembangunan Bali, khususnya dalam transformasi ekonomi, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru sesuai arah pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan BPS dalam menyediakan data yang kredibel, terukur, dan mutakhir sebagai kompas kebijakan pembangunan Bali yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

“Karya Atma Wedana” Massal di Desa Adat Tuban

Bupati Adi Arnawa Sebut Pelestarian Tradisi Jadi Fondasi Utama Pariwisata Daerah

Loading

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung Anom Gumanti menghadiri puncak Karya Atma Wedana atau Nyekah Massal di Desa Adat Tuban.
HADIRI KARYA ATMA WEDANA: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat menghadiri Puncak Karya Atma Wedana/Nyekah Massal Desa Adat Tuban di Lapangan Basket Desa Adat Tuban, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Rabu (5/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya menjadi agenda strategis Pemerintah Kabupaten Badung di tengah dinamisnya pertumbuhan sektor pariwisata. Komitmen ini ditegaskan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat menghadiri (nodya) puncak Karya Atma Wedana/Nyekah Massal Desa Adat Tuban di Lapangan Basket Desa Adat Tuban, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Rabu (5/8).

Bupati menilai kekayaan budaya masyarakat bukan sekedar identitas, melainkan fondasi utama yang menopang keberlanjutan ekonomi pariwisata. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai warisan leluhur agar pembangunan berjalan selaras dengan karakter lokal Bali sebagai destinasi dunia.

Tiyang tidak henti-hentinya memanjatkan puja astuti dan rasa syukur kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, sehingga upacara Atiwa-tiwa dan Atma Wedana di Desa Adat Tuban ini dapat berjalan lancar, presida memargi antar labda karya sida purna sida sidaning don. Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini tiyang sedang mengebut perbaikan infrastruktur, khususnya di daerah-daerah pariwisata, dengan segala cara saya berupaya membangun infrastruktur yang baik agar perekonomian daerah kita meningkat, sehingga tetap bisa memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan upacara yang dilaksanakan Masyarakat,” jelas Adi Arnawa.

Pemkab Badung kini juga fokus menata kawasan strategis untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang berimplikasi langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dalam waktu dekat kami juga sedang menata akses luar bandara agar tampilannya rapi, tidak kumuh, dan memberikan kesan berbeda bagi orang yang baru datang ke Bali. Kita harus menunjukkan bahwa Bali memang layak menjadi destinasi kunjungan internasional. Daerah kita ini hidup dari pariwisata, PAD Kabupaten Badung pun bersumber dari pariwisata,” kata Bupati.

Baca Juga  Gubernur Koster Fasilitasi 18 Siswa SMA di Bali Dapatkan Beasiswa untuk Lanjutkan Pendidikan di 10 Universitas Terbaik di Dunia

Di hadapan krama Desa Adat Tuban, Bupati Adi Arnawa turut menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk memastikan seluruh program kerja dan jaminan sosial tersampaikan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Saya minta kepada Camat, Lurah, dan para Kaling untuk menyampaikan program sosial hingga peningkatan SDM yang telah dijalankan tersampaikan kepada masyarakat, pastikan jangan sampai ada warga yang memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar dalam program ini,” pintanya.

Kegiatan yang bertepatan dengan upacara ngekeb, metatah, dan puncak karya ini diikuti oleh 44 peserta sawa nyekah dan 84 peserta metatah.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Kuta I Made Agus Suantara, Camat Kuta Selatan I Kadek Laksana, Lurah Tuban I Dewa Gede Saka Putra, Bendesa Adat Tuban I Wayan Mendra, jajaran Prawartaka Karya, serta krama Desa Adat Tuban. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dekranasda Badung Terima Studi Tiru Dekranasda Kota Semarang

Published

on

By

Ketua Dekranasda Rasniathi Adi Arnawa menerima kunjungan kerja dan studi tiru Dekranasda Kota Semarang di Puspem Badung.
TERIMA KUNKER: Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menerima kunjungan kerja sekaligus studi tiru Kota Semarang di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (5/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menerima kunjungan kerja sekaligus studi tiru dari Dekranasda Kota Semarang. Rombongan dipimpin langsung oleh Plh. Ketua Umum Dekranasda Kota Semarang, Nyonya Vianney Ratna Manikamawi, bersama jajaran pengurus. Kegiatan berlangsung di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Kompleks Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Rabu (5/8).

Kunjungan ini diharapkan melahirkan pertukaran gagasan yang bermanfaat, mempererat persaudaraan antar-kedua daerah, serta untuk terus memajukan dunia kerajinan rakyat berbasis kearifan lokal, demi kesejahteraan para pengrajin dan kemajuan perekonomian masyarakat.

Dalam penyambutannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyambut baik dan merasa terhormat atas kehadiran rombongan. “Kehadiran rombongan dari Kota Semarang merupakan momen berharga untuk saling berbagi, saling belajar, dan saling menginspirasi. Semoga diskusi hari ini saling memperkaya wawasan dan membuka jalan kerja sama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Segala pembelajaran yang diperoleh semoga dapat diterapkan dengan baik di Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Semarang, Nyonya Listyati Purnama Rusdiana, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja serta studi banding ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM kerajinan di Kota Semarang melalui pembelajaran langsung dan pertukaran pengalaman serta wawasan bersama Dekranasda Kabupaten Badung, sekaligus mempererat silaturahmi dan kerja sama kedua daerah.

“Kunjungan ini bertujuan mempelajari secara mendalam strategi pelaksanaan program pengembangan kerajinan berbasis komunal atau kerakyatan yang telah berjalan sukses di Kabupaten Badung. Pengalaman tersebut akan dijadikan acuan dalam menyusun program pembinaan pengrajin di Semarang, serta memperoleh praktik terbaik terkait pembinaan kualitas produk, penguatan kapasitas pengrajin, hingga strategi pemasaran dan promosi karya kerajinan,” ucapnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Fasilitasi 18 Siswa SMA di Bali Dapatkan Beasiswa untuk Lanjutkan Pendidikan di 10 Universitas Terbaik di Dunia

Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung, Ketua DWP. Badung dan Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Alit Sucipta Ikuti Rakor Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi di Surabaya

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta menghadiri Rakor Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya
HADIRI RAKOR: Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri Rakor Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Selasa (4/8). (Foto: Hms Badung)

Surabaya, Jatim, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mewakili Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bagi pemerintah daerah se-Jawa Timur dan Bali di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Selasa (4/8).

Rakor diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Agenda rakor menitikberatkan pada penguatan budaya integritas, akuntabilitas, pengawasan berbasis risiko, serta pencegahan korupsi melalui perbaikan sistem tata kelola pemerintahan daerah. Ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen kepala daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Rakor diikuti oleh Sekjen Kemendagri beserta jajaran Pejabat Pratama Kemendagri, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh beserta jajaran, para Kepala Deputi KPK RI, Gubernur Jatim beserta jajaran Kepala Daerah se-Jatim.

Dari Provinsi Bali, rakor dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama para kepala daerah dan wakil kepala daerah, yakni Wakil Walikota Denpasar, Wakil Bupati Tabanan, Wakil Bupati Gianyar, Bupati Bangli, Bupati Klungkung, Bupati Buleleng, serta Wakil Bupati Jembrana.

Ditemui usai acara, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menegaskan Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung seluruh upaya penguatan integritas dan pencegahan korupsi yang menjadi agenda nasional.

“Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah korupsi melalui perbaikan sistem, peningkatan pengawasan, serta penguatan budaya integritas di seluruh perangkat daerah,” ujarnya.

Fokus utama rapat koordinasi mencakup penguatan integritas kepala daerah melalui peningkatan komitmen pimpinan daerah bersama unsur eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan.

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Jaya Apresiasi Pemeriksaan Interim LKPD P Bali 2024

“Forum ini juga sekaligus menjadi sarana evaluasi dan penguatan instrumen pengawasan guna mencegah praktik korupsi secara terpadu di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur dan Bali,” jelas Wabup Badung sembari menambahkan pentingnya sinergi antardaerah dan antarinstansi dalam menyamakan langkah strategis pemberantasan korupsi serta memperkuat sistem pengawasan yang berkelanjutan.

Dalam keynote speech, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya kepemimpinan kepala daerah yang berintegritas sebagai fondasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih, efektif, dan akuntabel. Kemendagri juga mendorong penguatan pengendalian internal, manajemen risiko, serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagai langkah preventif terhadap praktik korupsi.

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan upaya pencegahan korupsi harus dilakukan secara sistematis melalui penguatan integritas kepala daerah, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta pembangunan sistem pengawasan yang mampu menutup celah terjadinya penyimpangan. Penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, Kemendagri, KPK, BPKP, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca