Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Koster: Karya IBTK di Besakih harus Berjalan Tertib dan Khidmat

BALIILU Tayang

:

ibtk
NEDUNANG: Gubernur Bali Wayan Koster saat nedunang Ida Bhatara ke Paselang serangkaian pelaksanaan upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih pada Kamis (2/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pelaksanaan upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih harus berlangsung dengan sebaik-baiknya, tertib, dan penuh khidmat tanpa gangguan selama rangkaian upacara berlangsung.

Penegasan tersebut disampaikan dalam sambrama wacana saat puncak karya yang digelar pada Kamis (2/4/2026), bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa. Dalam kesempatan itu, Koster menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dari seluruh pihak mengingat Besakih merupakan pura terbesar dan paling suci di Bali yang menjadi pusat persembahyangan umat Hindu, tidak hanya dari Bali tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi gangguan selama pelaksanaannya,” tegasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan kenyamanan umat selama pelaksanaan karya yang berlangsung selama 21 hari hingga 23 April 2026. Pemerintah menyiapkan fasilitas penunjang termasuk layanan transportasi khusus bagi lansia, ibu hamil, serta pemedek berkebutuhan khusus dari area parkir menuju lokasi utama persembahyangan.

Selain itu, pengaturan jadwal kedatangan umat dari seluruh kabupaten dan kota di Bali hingga luar daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara dilakukan secara ketat untuk menghindari kepadatan di kawasan suci Besakih.

Dalam sambutannya, Koster juga menyoroti keberlanjutan penataan kawasan Besakih yang saat ini memasuki tahap kedua. Setelah tahap pertama rampung pada 2022 dengan anggaran sekitar Rp 800 miliar, tahap lanjutan difokuskan pada penataan 26 titik pelinggih dengan anggaran sekitar Rp 203 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Bali. Ia menegaskan bahwa seluruh penataan dilakukan dengan menjaga nilai historis, arsitektur, dan keseragaman estetika kawasan.

Baca Juga  Gubernur Koster Serahkan Remisi Narapidana di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76

Menurutnya, tidak boleh ada lagi perbedaan mencolok dalam bahan maupun warna bangunan di kawasan Besakih, sehingga seluruhnya harus serasi dan tetap mencerminkan keaslian kawasan suci tersebut.

Penataan Akses Jalan Menuju Besakih

Lebih lanjut, Koster mengungkapkan rencana tahap ketiga berupa penataan akses jalan menuju Besakih dari berbagai arah seperti Klungkung dan Bangli.

Studi perencanaan akan dimulai pada 2026 hingga 2027, dengan target pembangunan dimulai pada 2028 dan rampung pada 2030 guna mengatasi potensi kemacetan di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih yang sejak dibentuk pada 2023 telah menunjukkan hasil positif dengan pendapatan mencapai Rp 14,5 miliar pada 2025. Pendapatan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan upacara, membantu desa adat dan desa dinas, serta kebutuhan operasional kawasan.

Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan bantuan khusus sebesar Rp 3,2 miliar untuk mendukung pelaksanaan karya IBTK tahun ini.

Di tengah dinamika global, Koster turut menegaskan bahwa kondisi Bali tetap aman dan kondusif. Hingga 31 Maret 2026, kunjungan wisatawan ke Bali mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan wisatawan domestik meningkat hingga 31 persen, yang menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dicintai.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mempercepat penanganan sampah dengan kebijakan bahwa Tempat Pembuangan Sementara ke depan hanya menerima sampah residu dan ditargetkan ditutup sepenuhnya pada Agustus 2026.

Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik juga akan dimulai pada pertengahan 2026 dan ditargetkan selesai pada 2027, sehingga pada 2028 seluruh sampah di Bali dapat diolah menjadi energi.

Sementara itu, rangkaian puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh dipuput oleh 33 orang sulinggih yang merupakan representasi seluruh wilayah Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Perkuat Branding Arak Bali Dalam Lomba Desain Kemasan Minuman Tradisional Arak Bali

Para sulinggih memimpin prosesi di berbagai titik utama di kawasan Besakih, termasuk Penataran Agung sebagai pusat utama kegiatan, sejumlah pura di kawasan Catur Lawa dan Catur Dala, serta pedharman yang menjadi bagian dari kompleks Pura Agung Besakih.

Rangkaian upacara pada puncak karya berlangsung khidmat diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Bali, penyerahan dana simbolis kepada Jro Bendesa, prosesi nunas tirta, nedunang Ida Bhatara ke Paselang, dan ditutup dengan persembahyangan bersama.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Anggota DPRD Bali Ni Made Sumiati, Bupati Karangasem beserta Wakil Bupati Karangasem, Bupati Buleleng, Bupati Klungkung serta Sekretaris Daerah Buleleng dan Bangli. Hadir pula Ketua PHDI Bali Jro Mangku Kenak dan Ketua PHRI Bali sekaligus Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Bali agar tetap aman, bersih, dan harmonis, serta berharap seluruh rangkaian karya Ida Bhatara Turun Kabeh tahun ini berjalan lancar dan sukses serta membawa kebaikan bagi Bali dan seluruh masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wakil Walikota Denpasar Hadiri “Metatah“ Massal Desa Dangin Puri Kaja, Diikuti 42 Peserta

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Metatah Massal di Pura Agung Lokanatha, Desa Dangin Puri Kaja.
HADIRI METATAH MASSAL: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Desa Dangin Puri Kaja di Pura Agung Lokanatha, Rabu (19/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Desa Dangin Puri Kaja di Pura Agung Lokanatha, Rabu (19/8). Kegiatan ini diikuti sebanyak 42 peserta dan menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam melaksanakan salah satu rangkaian upacara Manusa Yadnya.

Kehadiran Wakil Walikota Denpasar dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam kehidupan sosial masyarakat Bali.

Metatah atau Mepandes merupakan salah satu upacara penting dalam kehidupan umat Hindu di Bali. Pelaksanaan secara massal juga dinilai dapat membantu meringankan beban masyarakat, karena berbagai kebutuhan upacara dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan semangat kebersamaan.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi pelaksanaan Metatah Massal tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memiliki nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan rasa kebersamaan antarwarga.

“Pelaksanaan Metatah Massal ini merupakan bentuk nyata semangat gotong-royong masyarakat. Selain membantu meringankan beban, kegiatan bersama seperti ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan adat, budaya serta tradisi Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Dangin Puri Kaja, A.A.N. Gede Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga pelaksanaan Metatah Massal dapat berjalan dengan baik.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta dan keluarga, serta semakin memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Dangin Puri Kaja.

“Dengan dilaksanakannya Metatah Massal ini, diharapkan tradisi dan nilai-nilai luhur masyarakat Bali dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya, sekaligus menjadi wadah memperkuat persatuan dan gotong-royong di tengah masyarakat,” harapnya. (eka/bi)

Baca Juga  Kepala BNN RI: Kepemimpinan Gubernur Koster Luar Biasa

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Hadiri “Karya Agung”, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

Giri Prasta Ajak Krama Adat Guyub

Loading

Published

on

By

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Agung di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari, Desa Adat Ekasari, Jembrana.
HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (Wraspati Paing, Tambir) 13 Agustus 2026 malam. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta melakukan penandatanganan prasasti Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Penandatanganan Prasasti yang dilakukan Wagub Giri Prasta disaksikan langsung oleh Ida Pedanda Kawi Sunia, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Perbekel, Bendesa dan Krama Desa Adat Ekasari pada, Kamis (Wraspati Paing, Tambir) 13 Agustus 2026 malam.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta dalam kesempatannya mengajak seluruh krama Desa Adat Ekasari untuk selalu guyub dalam menjalankan swadharma agama dan adat, seni budaya Bali. Giri Prasta juga mengingatkan agar seluruh masyarakat di Desa Adat untuk senantiasa menjaga kelestarian adat istiadat, tradisi, seni budaya Bali. boleh maju, tetapi dengan kemajuan Desa Adat Ekasari jangan sampai mengerus akar adat dan budaya Bali.

Titiang nyaksi, ida dane krama sami sampun ngemargiang pemargi Karya Agung puniki. Astungkara memargi antar, sida – sidaning don lan nemu labda karya,” doa Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Kabupaten Badung ini sembari menghaturkan punia sebesar Rp 25 juta ke Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta.

Sebagai bentuk apresiasi Wagub Nyoman Giri Prasta terhadap pelestarian seni budaya Bali di Desa Adat Ekasari, mantan Bupati Badung 2 periode ini juga menghaturkan dana motivasi senilai Rp 5 juta masing – masing kepada Sekaa Baleganjur, Sekaa Tari Rejang Dewa, Sekaa Gong Kebyar Sadnyasari dan Sekaa Gong Kebyar Adnyasari. “Matur Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali,” ucap seluruh perwakilan sekaa sembari berfoto bersama.

Baca Juga  Buka Rakerprov KONI Bali 2026, Gubernur Koster Minta Fokus Porprov dan Berjuang Rebut Posisi Kelima PON

Di akhir sambrama wacananya, Wakil Gubernur Bali mengingatkan seluruh tokoh masyarakat dan krama adat setempat untuk tetap menjaga kelestarian adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali. Kata Giri, Desa Adat Ekasari boleh maju, tetapi dengan kemajuan Desa Adat ini, jangan sampai mengerus akar adat dan budaya Bali. “Setuju?,” tanya Wagub Bali dihadapan masyarakat, yang langsung dijawab serentak dengan nada setuju.

Terakhir di sektor ekonomi, Wagub Giri meminta pelestarian Taman Gumi Banten harus kita wujudkan secara bergotong-royong, tujuannya agar semua bahan upakara adat dan agama Hindu di Bali pada umumnya, atau Kabupaten Jembrana pada khususnya bisa didatangkan dari wilayah Desa Adat kita masing-masing atau tidak dari luar wilayah.

“Saya sudah berbicara dengan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, agar mengajak masyarakat melestarikan Taman Gumi Banten, di saat ada upacara semua bahan upakara seperti busung bisa kita datangkan dari taman ini langsung, agar Kabupaten Jembrana Berdikari secara Ekonomi,” jelasnya.

Sementara Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta melaporkan Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh ini sudah kita siapkan pelaksanaannya sejak tanggal 31 Mei 2026 lalu. Karya ini digelar selama 30 tahun, dan sebelum terlaksananya Karya Agung tersebut, kami pada tahun 2024 sangat dibantu oleh program Bapak Nyoman Giri Prasta sewaktu menjabat sebagai Bupati Badung, dengan adanya program pembangunan atau revitalisasi Pura.

“Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali atas bantuannya, demogi Ida Bhatara mapaice kerahayuan. Saking sayangnya Bapak Nyoman Giri Prasta ring Krama Desa Adat Ekasari, malam ini beliau meluangkan waktunya menghadiri uleman puncak karya ini, sekali lagi matur suksma,” ujar Manggala Prawartaka Karya sembari menyampaikan Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari ini diempon oleh 5 Banjar Adat dengan jumlah mencapai 600 KK. Untuk mensukseskan Karya Agung ini, setiap krama bergotong-royong mengeluarkan rezekinya senilai Rp 1.500.000, dan ada juga bantuan punia dari warga yang merantau di luar Desa Adat. (gs/bi)

Baca Juga  ‘’Bhakti Penganyar’’ Pemerintah Kabupaten Tabanan di Pura Agung Besakih

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Doakan “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah “Labda Karya”

Krama Adat Apresiasi Kehadiran Wagub Giri sebagai Bukti Kepedulian Pemprov Bali terhadap Kelestarian Adat dan Budaya Bali

Loading

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri “Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa” di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh krama Desa Adat Delodbrawah untuk masikian dalam menjalankan swadharma agama serta melestarikan adat dan budaya Bali.

Pesan persatuan tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (Wraspati Paing, Tambir), 13 Agustus 2026.

Wagub Giri Prasta yang hadir didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna turut mendoakan agar pelaksanaan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa tersebut prasida memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya.

“Titiang merasa bangga atas terlaksananya karya ini. Semoga krama Desa Adat Delodbrawah senantiasa sagilik saguluk, salunglung sabayantaka, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujar Wagub Giri Prasta.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta juga menghaturkan punia senilai Rp 25 juta yang diterima Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya. Selain itu, Wagub Giri Prasta menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 5 juta kepada sekaa gamelan jegog serta masing-masing Rp 500 ribu kepada para penari.

Wakil Gubernur Bali asal Desa Pelaga, Kabupaten Badung, tersebut menegaskan bahwa upacara yang diselenggarakan merupakan wujud bhakti seluruh krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah.

“Jadi, apa yang sudah baik ini agar terus dilestarikan supaya generasi penerus kita, oka-oka atau anak-anak, alit-alit, hingga cucu, menjadikannya sebagai landasan dalam menjalankan swadharma di desa adat agar berjalan dengan baik,” jelas mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Baca Juga  Kepala BNN RI: Kepemimpinan Gubernur Koster Luar Biasa

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya menyampaikan bahwa rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah telah dimulai sejak 31 Juli 2026. Puncak karya berlangsung pada 11 Agustus 2026, sedangkan seluruh rangkaian upacara dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026.

“Karya ini kami selenggarakan dengan tujuan menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa di Pura Desa lan Pura Puseh sekaligus sebagai pengikat keharmonisan alam beserta isinya secara niskala dan sekala di desa adat, dengan doa agar seluruh krama dianugerahi keamanan dan kesejahteraan,” ujar I Ketut Narya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dalam pelaksanaan karya tersebut.

“Kedatangan Bapak Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta pada upacara ini merupakan kehormatan bagi kami semua. Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap kelestarian adat dan budaya Bali yang telah menjadi jati diri desa adat,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca