Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Kembali Fasilitasi CSR 1 Unit Mobil Operasional Majelis Desa Adat dari PT. Bank Mandiri

Upaya Nyata Gubernur Koster Kuatkan Pelaksanaan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster menerima 1 unit mobil dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bank Mandiri untuk MDA Bali. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster terus bergerak cepat memperkuat peran serta fungsi Desa Adat di Bali. Selain menuntaskan pembangunan Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, orang nomor satu di Pemprov Bali ini juga kembali memfasilitasi 1 unit mobil operasional yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bank Mandiri pada, Jumat (Sukra Kliwon, Sungsang) 3 Juni 2022.

Acara pemberian CSR 1 Unit Mobil dari PT. Bank Mandiri kepada MDA Provinsi Bali ini dilakukan di sela-sela acara Peresmian Gedung Menara Mandiri Denpasar yang dihadiri langsung oleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto, Kapolda Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra, Giri Tribroto, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Saputra, dan Direktur Utama PT. Bank Mandiri, Darmawan Junaidi.

Dengan bertambahnya 1 unit mobil CSR dari PT. Bank Mandiri, menjadikan perjuangan Gubernur Bali, Wayan Koster untuk mendukung MDA Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota di Bali di dalam melaksanakan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali semakin cepat, setelah sebelumnya Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini memfasilitasi MDA Kabupaten Buleleng berupa 1 Unit Mobil yang bersumber dari CSR Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali pada tanggal 23 Desember 2021, kemudian berlanjut pada tanggal 5 April 2022 BPD Bali dan PT Pengadaian menyerahkan CSR masing – masing berupa 1 unit mobil untuk operasional MDA Kabupaten Bangli dan Karangasem. Selanjutnya pada tanggal 10 Mei 2022, Gubernur Koster memfasilitasi CSR PT. Bank Central Asia Tbk Cabang Denpasar berupa 1 unit mobil yang diperuntukan sebagai operasional MDA Kabupaten Jembrana.

Baca Juga  Perjuangkan Solusi Pengelolaan Sampah Jadi Listrik, Gubernur Koster Teken MoU PSEL di Jakarta
Gubernur Koster mencoba mobil bantuan CSR PT. Bank Mandiri. (Foto: Ist)

Dalam sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT.  Bank Mandiri atas bantuan CSR-nya berupa 1 unit mobil operasional untuk MDA Provinsi Bali. Hal ini merupakan hasil komunikasi yang dilakukan Gubernur Wayan Koster dengan Bank BUMN, PT. Pertamina, PT. Pelindo hingga pihak swasta di Bali untuk mengajak semuanya berkontribusi di dalam upaya bersama menjaga alam, manusia, dan kebudayaan Bali. “Hal ini sudah terwujud dengan terbangunnya Kantor MDA Provinsi dan Kabupaten/Kota Se- Bali. Astungkara sudah selesai semua di Bali dengan total anggaran CSR Rp 37 milyar,” kata orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Kemudian untuk melengkapi operasional Kantor MDA Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota Se-Bali ini, kami mohon bantuan CSR dengan mobil operasional. “Ternyata Bapak (Direktur Utama PT. Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, red) sudah meresposnnya dan hari ini mobil akan diserahkan,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini yang disambut tepuk tangan seraya menyatakan mengapa saya perlu melibatkan pelaku usaha termasuk BUMN di Bali, karena ini merupakan bagian tanggung jawab kita bersama di dalam memelihara dan menjaga Bali, baik dari alam-nya, manusia-nya, dan budaya-nya. Sehingga ada lembaga yang menjadi benteng untuk mempertahankan budaya Bali, yang dinamai Desa Adat dengan memiliki jumlah 1.493 Desa Adat.

Dengan keberadaan Desa Adat, kata Wayan Koster Bali menjadi eksis secara berkelanjutan seperti saat ini. Kalau Bali tidak bisa merawat alam-nya, manusia-nya, dan budaya-nya, maka ekonomi tidak akan bisa tumbuh dan berkembang di Bali. Oleh karena itu, kita harus sama – sama merawat ini. Kalau budaya Bali bagus, maka itu akan menjadi ekosistem untuk tumbuhnya perekonomian Bali dan terutama juga pariwisatanya, karena memang orang ke Bali itu tertarik pada budaya Bali yang kaya, unik, dan unggul dengan kekuatan Adat Istiadat, Tradisi, Seni Budaya, serta Kearifan Lokal.

Baca Juga  Sinergi Pemprov Bali-OJK Dukung Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi, Koster Minta Kuatkan Kolaborasi

“Ini harus dijaga betul – betul dengan kokoh, tanpa budaya, Bali ini tidak akan bisa survive, karena Bali tidak sama dengan daerah lain, tidak punya emas, tembaga, minyak, gas, tambang batubara dan tambang umum lainnya. Jadi Bali hanya punya budaya, sehingga Bali harus bisa eksis, survive, berkelanjutan dengan budaya-nya. Tidak mungkin budaya ini hanya bisa dijaga dengan beban masyarakat Bali yang selama ini sangat dedicate bersama pemerintahnya, sehingga harus menjadi tanggung jawab bersama. Kalau itu sudah dilakukan, alam Bali ini ramah dan penuh anugerah,” tegas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan CSR 1 unit mobil dari PT. Bank Mandiri adalah upaya untuk melestarikan warisan leluhur Bali. Apalagi CSR yang diberikan ini dengan niat tulus, maka PT. Bank Mandiri akan mendapatkan ekosistem yang baik untuk menjalankan bisnisnya di Provinsi Bali.

“Dengan demikian saya berharap PT. Bank Mandiri tidak hanya di Bali, tapi di Indonesia bisa tumbuh sehat menjadi Bank yang berkelas dan bersaing dengan lembaga keuangan di dunia. Itu harapan dan doa kita dari Bali, terima kasih dan saya juga ucapkan selamat atas diresmikannya Gedung Menara Mandiri Denpasar, semoga memberikan kebahagiaan bagi pelayanan masyarakat di Bali,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini seraya menegaskan nanti akan menyusul mobil operasional berikutnya ke MDA Kabupaten/Kota lainnya dari bantuan lembaga keuangan yang saat ini sedang diproses. Karena diperlukan 9 mobil untuk sembilan MDA Kabupaten/Kota Se-Bali.

Sementara Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Saputra menambahkan, program fasilitas CSR Gubernur Bali, Wayan Koster untuk operasional mobil MDA Kabupaten/Kota di Bali saat ini tercatat sudah ada sebanyak 5 bantuan mobil.

Baca Juga  Menpar RI dan Gubernur Koster Sepakat Dorong Penataan Pariwisata Bali Berkelanjutan dan Berbasis Budaya

“Untuk itu kami masih menunggu arahan, siapa yang berhak terdahulu kita berikan CSR 1 unit mobil dari PT. Bank Mandiri ini, karena MDA Kabupaten Buleleng, MDA Kabupaten Bangli, MDA Kabupaten Karangasem, dan MDA Kabupaten Jembrana sebelumnya telah menerima bantuan CSR 1 unit mobil hasil dari fasilitasi Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gelar Fashion Roadshow di Buleleng, Dekranasda Bali Dorong Pembinaan Desainer dan UMKM Lokal

Published

on

By

Dekranasda Bali Fashion Roadshow bertema Wastra Hitakara di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, dihadiri Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster dan Wabup Buleleng Gede Supriatna
WASTRA HITAKARA: Dekranasda Bali Fashion Roadshow dengan tema "Wastra Hitakara" yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja Bali, Kamis (8/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali terus berkomitmen memajukan ekosistem kriya dan busana daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Nyonya Putri Suastini Koster, saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara Dekranasda Bali Fashion Roadshow dengan tema “Wastra Hitakara” yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja Bali, Kamis (8/10).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng beserta jajaran pengurus, pimpinan OPD Provinsi Bali, serta para tamu undangan.  Dalam sambutannya, Nyonya Putri Suastini Koster menyampaikan bahwa Dekranasda Provinsi Bali terus konsisten menghadirkan ruang ekspresi bagi pelaku seni mode di Bali melalui tiga pilar kegiatan fashion, yakni Bali Fashion Day, Bali Fashion Week, serta Bali Fashion Roadshow to Kabupaten/Kota.

“Melalui ajang roadshow ini, kami berharap Dekranasda Kabupaten/Kota dapat membina para desainer, UMKM, hingga model di daerahnya masing-masing. Jika pembinaan di tingkat kabupaten berjalan optimal, Dekranasda Provinsi akan lebih mudah merangkul dan membawa mereka ke panggung yang lebih luas,” ujar Putri Suastini Koster.

Ia menekankan pentingnya peran desainer sebagai penggerak ekosistem. Menurutnya, seorang desainer sejati tidak sekadar meniru karya orang lain, melainkan menguasai teknik dasar pembuatan pola dan mampu mengaplikasikan perpaduan kain tenun tradisional Bali dengan bahan lainnya. Ekosistem ini dinilai mampu menggerakkan rantai ekonomi tempatan, mulai dari para penenun kain tradisional, penjahit, koreografer, komposer musik, hingga para model berbakat asal Bali.

Lebih jauh, Dekranasda Bali memaparkan rekam jejak kiprah desainer Bali yang telah menembus panggung internasional, seperti ajang peragaan busana di Paris bersama manajemen Christian Dior pada tahun 2022 serta partisipasi dalam peringatan hubungan diplomatik di Jepang pada tahun 2023. Untuk agenda mendatang, Dekranasda Bali merencanakan partisipasi pada ajang pameran busana di Korea, Cina, serta kawasan Eropa.

Baca Juga  Pertemuan Gubernur Koster dengan Biffa London, PWC, dan Transport for London

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Nyonya Ida Ayu Wardhany Sutjidra, mengapresiasi tinggi dukungan Ketua Dekranasda Provinsi Bali yang terus mendorong para pelaku industri kreatif dan pengrajin di berbagai daerah untuk lebih memahami nilai ekonomis dan budaya dari karya mereka. “Bali Fashion Roadshow ini merupakan momentum strategis dalam mempromosikan serta mengoptimalkan potensi kerajinan lokal, khususnya kain endek.

Ida Ayu Wardhany Sutjidra menegaskan bahwa kain endek bukan sekadar busana pelengkap penampilan, melainkan warisan budaya yang kaya akan nilai filosofis. “Kerajinan endek bukan hanya merupakan kain yang berbalut pada tubuh kita, tetapi kerajinan endek ini merupakan suatu warisan budaya yang mempunyai makna yang sangat besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak Dekranasda Buleleng berkomitmen untuk terus membina para pengrajin UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk hingga naik kelas dan berdaya saing luas.

Gelaran acara kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana yang menampilkan karya dari enam desainer asal Denpasar dan Buleleng.  Kehadiran enam desainer menjadi ruang bagi talenta kreatif untuk mengeksplorasi kain tenun dan kekayaan wastra Bali menjadi busana yang memiliki daya tarik pasar. Panggung fesyen tersebut sekaligus memperlihatkan peluang kolaborasi antara perajin kain, desainer, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Polsek Gianyar Bersama Tim Identifikasi Lakukan Olah TKP Kebakaran RM ACK di Desa Lebih

Published

on

By

Polisi Olah TKP Kebakaran Rumah Makan di Lebih
OLAH TKP: Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran bangunan rumah makan RM ACK di Jalan Raya Lebih, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar, Kamis (8/10/2026). (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Polsek Gianyar bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kebakaran bangunan rumah makan RM ACK di Jalan Raya Lebih, Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar, Kamis (8/10/2026).

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 08.28 WITA. Berdasarkan keterangan awal saksi, kejadian bermula saat karyawan RM ACK, Putu AY sedang membuka toko dan  memasak nasi,  diduga terjadi kebocoran gas LPG  yang menyebabkan api menyambar dan memicu kebakaran.

Melihat api semakin membesar, saksi segera keluar untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar. Api kemudian merembet ke sejumlah tabung gas lainnya yang berada di dalam bangunan. Pemilik bangunan selanjutnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar. Sekitar pukul 08.35 WITA, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman.

Personel piket fungsi Polsek Gianyar yang dipimpin Pawas Ps. Kanit Reskrim IPTU Gde Densa Prana, S.H., M.H., bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar, melakukan penanganan di lokasi, pengamanan TKP, pemasangan garis polisi, serta pemeriksaan awal untuk mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.20 WITA, kemudian dilanjutkan dengan proses pemeriksaan dan pendinginan guna memastikan situasi aman dan terkendali.

Akibat kejadian tersebut, bangunan RM ACK berukuran sekitar 4 x 10 meter mengalami kerusakan akibat kebakaran. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas LPG, sementara korban dan para saksi masih akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik Polsek Gianyar.

Baca Juga  Optimalkan Fungsi Desa Adat, Ketua DPRD Badung Fasilitasi Kebutuhan MDA Badung

Polres Gianyar mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan keamanan kompor, regulator, dan selang gas sebelum digunakan. Apabila tercium bau gas, hindari menyalakan api maupun mengoperasikan sakelar listrik dan segera lakukan langkah pengamanan dengan mengutamakan keselamatan diri serta orang di sekitar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Terima Monitoring KPK, Perkuat Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Tabanan

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima audiensi Tim KPK dalam monitoring pencegahan korupsi di Ruang Rapat Bupati Tabanan
TERIMA AUDIENSI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima audiensi Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka monitoring tindak lanjut terhadap SPI, MCSP, SPBE, ITKP, serta Indeks Merit, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tabanan, Kamis (8/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas terus diperkuat. Hal tersebut ditunjukkan melalui penerimaan audiensi Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka monitoring tindak lanjut terhadap SPI, MCSP, SPBE, ITKP, serta Indeks Merit, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tabanan, Kamis (8/10).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta para Asisten Setda, Inspektur Kabupaten Tabanan dan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Bupati bersama jajaran menyambut baik kehadiran Tim KPK yang melaksanakan monitoring sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan korupsi secara terintegrasi di tingkat daerah.

Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa Pemkab Tabanan senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan profesional. Menurutnya, sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, termasuk dalam berbagai indikator penilaian yang saling berkaitan.

“Kami di Tabanan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami mohon arahan dan bimbingan dari KPK agar langkah pencegahan korupsi dan penguatan tata kelola pemerintahan dapat terus ditingkatkan,” ujar Bupati Sanjaya.

Sementara itu, Tim KPK menjelaskan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional yang ditugaskan oleh Bappenas dalam melakukan kajian terkait pencegahan korupsi secara terintegrasi. Melalui kegiatan ini, KPK ingin memperoleh masukan serta informasi mengenai pelaksanaan program pencegahan korupsi yang telah berjalan di daerah, baik yang bersumber dari kebijakan pemerintah pusat maupun inovasi yang dikembangkan secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan, tercermin dari berbagai capaian yang diraih dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan pencegahan korupsi. Di bawah kepemimpinan Bupati Sanjaya, Tabanan tercatat berhasil masuk Tiga Besar Monitoring Center for Prevention (MCP) di Provinsi Bali pada 2020, serta kembali menorehkan capaian dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi melalui pelaksanaan Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2024.

Baca Juga  Optimalkan Fungsi Desa Adat, Ketua DPRD Badung Fasilitasi Kebutuhan MDA Badung

Konsistensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Pemkab Tabanan dan KPK dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Bentuk kepercayaan dan kolaborasi tersebut juga tercermin melalui penyerahan hibah berupa tanah seluas 2.000 meter persegi yang berlokasi di Desa Marga, melalui serah terima Barang Milik Negara (BMN) eks barang rampasan negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan pada Selasa (6/10) lalu.

Berbagai capaian dan sinergi tersebut menjadi penguat komitmen Pemkab Tabanan untuk terus membangun pemerintahan yang berintegritas, memperkuat pencegahan korupsi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif dan terpercaya bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca