Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Tuntaskan Masalah Agraria Kali Unda Dalam Waktu 3 Minggu Setelah 52 Tahun Warga Kali Unda Menunggu Kepastian

Penyerahan 69 Sertifikat Hak Atas Tanah secara Gratis ke Warga Kali Unda Klungkung Wujud Keberpihakan Gubernur Koster ke Masyarakat

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster berbincang dengan salah satu warga penerima sertifikat gratis saat menyerahkan sertifikat tanah secara gratis untuk warga di Kali Unda, Semarapura Kangin, Kabupaten Klungkung. (Foto: Ist)

Klungkung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan sertifikat tanah secara gratis untuk warga di Kali Unda, Semarapura Kangin, Kabupaten Klungkung sebanyak 69 sertifikat hak atas tanah bersama Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Ketut Mangku pada, Minggu (Redite Umanis, Langkir) 19 Juni 2022 pagi yang disaksikan langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, hingga Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung, I Made Herman Suasanto di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya.

Sertifikat tanah yang diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster ke warga di Kali Unda, Semarapura Kangin adalah perjuangan bersejarah yang ketiga kalinya dilakukan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini di dalam mengatasi masalah Reforma Agraria di Pulau Dewata, setelah sebelumnya tercatat berhasil menuntaskan: 1) Konflik Agraria sejak tahun 1960 terjadi di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng; 2) Juga berhasil menuntaskan masalah Agraria di Kelurahan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung yang telah terjadi sejak tahun 1920 atau sudah 100 tahun lebih masyarakat di Tanjung Benoa tidak mendapatkan status tanah yang jelas; dan 3) Berhasil menuntaskan masalah Reforma Agraria di Kali Unda, Semarapura Kangin, Klungkung yang telah terjadi sejak tahun 1970-an atau 52 tahun lamanya.

Mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini tidak membutuhkan waktu lama di dalam menuntaskan masalah Reforma Agraria di Kali Unda. Hanya membutuhkan waktu 3 minggu sejak Gubernur Bali, Wayan Koster mengeluarkan kebijakan pada tanggal 27 Mei 2022 dengan surat No. B.13.032/2698/PBMD.BKAD yang menerangkan status tanah di Kali Unda, akhirnya Warga Kali Unda dengan serentak dan kompak mengucapkan rasa syukur serta terima kasih kepada Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini, karena tepat pada Rahina Umanis Kuningan secara sah mendapatkan sertifikat hak atas tanah gratis.

Baca Juga  Pelantikan Rektor Unmas Denpasar, Gubernur Koster Ingin Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi Se-Bali

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menceritakan diberikannya 69 sertifikat hak atas tanah secara gratis berawal dari proses Surat Keterangan dari Gubernur Bali tertanggal 27 Mei 2022 dan setelah statusnya jelas dari surat keterangan tersebut, baru Badan Pertanahan menindaklanjutinya untuk proses sertifikasi bersama Badan Aset Provinsi Bali, selain juga Saya harus melihat sejarah tanahnya dan fakta di lapangan saat ini, kemudian mempelajari Peraturan Perundang-undangannya. “Saya juga berfikir sederhana, luas tanah 1,8 hektar yang sudah ditempati sejak lama, terus mau diapain? digusur? Tentu tidak manusiawi. Jadi harus diselesaikan masalah ini. Apalagi Pemerintah Daerah dan Pusat tidak ada kepentingan pembangunan di sana, maka sebaiknya diberikan saja kepada warga,” kata Gubernur Wayan Koster yang disambut gemuruh tepuk tangan.

Gubernur Bali jebolan ITB ini menegaskan warga yang menerima sertifikat tanah harus bersyukur, karena sejak 1970 atau 52 tahun lamanya, astungkara baru kali ini penyelesaiannya dilakukan secara cepat dan gratis. “Apakah selama proses ini ada yang minta uang? Saya minta tidak boleh ada orang yang minta uang. Jadi jangan macam-macam, ini tidak ada pemungutan biaya. Di jaman yang Saya kelola ini tidak ada bayar-bayaran, karena ini merupakan kebijakan Pemerintah Pusat yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo,” tegas Wayan Koster seraya menyampaikan Saya merasa bahagia, tentu Bapak dan Ibu yang menerima sertifikat tanah juga bahagia. Bahagianya Bapak/Ibu, bahagianya Saya. Bayangkan Bapak/Ibu 52 tahun lamanya menunggu, pernah ngak terbayang Bapak/Ibu ada Gubernur yang baik hati mengurusi masalah begini? Kemudian masyarakat Kali Unda menjawabnya tidak Pak. Suksma Pak Gubernur Bali, Wayan Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Bupati Klungkung foto bersama dengan warga penerima sertifikat tanah secara gratis warga di Kali Unda, Semarapura Kangin, Kabupaten Klungkung. (Foto: Ist)

Atas hal itulah, Gubernur Bali menyampaikan tugas dan kewajiban seorang pemimpin itu ialah ngurus rakyat harus benar – benar. Jangan mencari untung dari rakyat. “Rakyat itu harus ditolong, kalau mau nyari untung, berdagang saja, baru banyak dapat untung. Jadi karena itu, Saya bersyukur sekali sertifikat tanah ini bisa diserahkan,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini sembari mengungkapkan kemarin Saya juga telah berkomunikasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional, Bapak Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto dengan melaporkan penyelesaian konflik agraria di Desa Sumberklampok, Buleleng yang jumlahnya 612 hektar tanah dan sudah ditempati dari 1930. Saya selesaikan pada tahun 2021 dengan tuntas. Kemudian melaporkan penyelesaian konflik agraria di Desa Tanjung Benoa, Badung yang luasnya 2,5 hektar dan ditempati sejak 1920, dan hari ini Saya selesaikan kasus agraria di Kali Unda, Klungkung. Atas hal ini, Saya kemudian meminta kepada Bapak Menteri Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto untuk segera ke Bali, agar Bali jadi percontohan di dalam penyelesaian konflik agraria.

Baca Juga  Gubernur Koster Ajak Stakeholder Pariwisata Wujudkan Pariwisata Bali Berbasis Budaya, Berkualitas dan Bermartabat

Tuntasnya konflik Agraria di Desa Sumberklampok, Buleleng, di Desa Tanjung Benoa, Badung, dan di Kali Unda, Klungkung di era kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster akan terus berlanjut dengan menargetkan wilayah lainnya di Bali dengan catatan masalah tersebut tuntas sesuai dengan koridor peraturan dan kebijakan yang ada. “Saya memang meminta Kepala Badan Aset Provinsi Bali untuk memetakan lahan negara yang ditempati warga. Asal sesuai peraturan Perundang – undangan, akan Saya selesaikan secepatnya. Karena masalah ini menjadi temuan BPK dan menjadi sorotan KPK. Oleh karena itu, Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala BPN Provinsi Bali atas kerja kerasnya dan Saya mohon kepada penerima sertifikat agar sertifikatnya dipegang dengan baik, dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak, karena sertifikat tanah ini diberikan dengan bijak, jangan dijual. Saya juga minta semua warga harus rukun,” pesan Gubernur Bali, Wayan Koster yang disambut tepuk tangan dan ucapan terima kasih.

Sementara Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali, Ketut Mangku melaporkan jumlah sertifikat yang akan diserahkan pada pagi hari ini sejumlah 69 sertifikat hak atas tanah yang terdiri dari: 1) 64 bidang atas nama perseorangan; 2) Satu bidang atas nama pura; 3) Dua bidang atas nama Pemerintah Provinsi Bali; dan 4) Dua bidang atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung dengan total luas keseluruhan mencapai 12.850 m2. “Demikian laporan yang bisa Kami sampaikan, dan Kami menghaturkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster atas kebijakannya yang bersejarah di Kabupaten Klungkung dengan memberikan keberpihakan kepada rakyat dan memberi manfaat yang sangat baik kepada masyarakat,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Pemelaspasan Padmasana RSUD Singasana

Tekankan Makna Yadnya dan Pelayanan Preventif

Loading

Published

on

By

karya RSUD Singasana
HADIRI KARYA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Karya Pemelaspasan Agung lan Ngenteg Linggih Ring Padmasana RSUD Singasana, Jumat (1/5). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Karya Pemelaspasan Agung lan Ngenteg Linggih ring Padmasana RSUD Singasana, Jumat (1/5). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Tabanan, Asisten II, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta Direktur Utama RSUD Singasana berserta staf.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya pelaksanaan yadnya sebagai bagian dari warisan leluhur yang sarat makna filosofis. Ia menyampaikan bahwa prosesi ngupasaksi yadnya yang dilaksanakan telah berjalan dengan baik, dipuput oleh Ida Sang Sulinggih, serta disaksikan oleh unsur pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, yadnya bukan sekadar ritual, tetapi memiliki esensi spiritual yang mendalam dan menjadi pedoman dalam menjaga keseimbangan hidup. Ia menilai karya yang dilaksanakan oleh manajemen RSUD Singasana telah mencerminkan yadnya yang satwika, utama, dan dilandasi ketulusan.

“Hari ini kita datang berkumpul bersama melaksanakan ngupasaksi yadnya yang sudah berjalan dengan baik. Dipuput oleh sang sulinggih, disaksikan oleh pemerintah dan masyarakat, artinya karya ini sudah dilaksanakan dengan tulus ikhlas dan memenuhi unsur tri upa saksi, sehingga berjalan baik secara sekala dan niskala,” ujar Sanjaya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pemahaman terhadap esensi yadnya perlu terus ditingkatkan oleh umat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam yadnya merupakan pedoman penting dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Selain itu, orang nomor satu di Tabanan itu juga berpesan kepada manajemen RSUD Singasana agar mampu mengedepankan pelayanan preventif dalam melayani masyarakat. Ia menekankan pentingnya sosialisasi kesehatan sebagai langkah awal untuk mencegah penyakit sejak dari hulu.

“Kepada manajemen rumah sakit, saya berpesan agar pelayanan preventif lebih dikedepankan. Bagaimana cara agar masyarakat tetap sehat perlu terus disampaikan, sehingga pencegahan bisa dilakukan sejak dini, termasuk dalam penanganan kasus seperti stunting,” ujarnya. Ia menambahkan, ketika masyarakat pada akhirnya membutuhkan layanan rumah sakit, maka pelayanan yang diberikan harus tetap maksimal dan profesional sesuai dengan kebutuhan pasien.

Baca Juga  Rakor Penanganan Konflik Sosial, Koster Ajak Kemenag dan Forkopimda Mitigasi Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Singasana, I Wayan Doddy Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Bupati Tabanan terhadap pembangunan fasilitas spiritual di lingkungan rumah sakit. “Berdirinya Padmasana ini merupakan bentuk support dan komitmen Bapak Bupati. Kami sangat berterima kasih karena beliau selalu memperhatikan keseimbangan pembangunan infrastruktur kesehatan dengan penguatan nilai spiritual,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan Padmasana telah rampung pada akhir tahun 2025 dan diharapkan mampu mendukung keseimbangan sekala dan niskala dalam pelayanan kesehatan. “Kami berharap sinergi ini dapat mempercepat kesembuhan pasien serta memberikan ketenangan bagi seluruh staf,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, pembangunan Padmasana di RSUD Singasana juga diresmikan langsung oleh Bupati Sanjaya yang ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol peresmian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pangdam IX/Udayana Pimpin Sertijab Pejabat Utama: Tekankan Inovasi, Profesionalisme

Sejumlah Pejabat Kodam IX/Udayana Diserahterimakan Termasuk Kapendam

Loading

Published

on

By

pangdam udayana
SERTIJAB: Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan tradisi laporan korps sejumlah pejabat strategis di lingkungan Kodam IX/Udayana di Aula Supardi Makodam IX/Udayana, Denpasar, pada Jumat (1/5/2026). (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan tradisi laporan korps sejumlah pejabat strategis di lingkungan Kodam IX/Udayana. Prosesi yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Supardi Makodam IX/Udayana, Denpasar, pada Jumat (1/5/2026).

Rotasi kepemimpinan ini mencakup sejumlah posisi penting, termasuk jabatan Kapendam IX/Udayana. Pangdam menegaskan bahwa regenerasi ini merupakan bagian esensial dari pembinaan organisasi untuk memastikan satuan tetap adaptif, segar, dan profesional dalam menghadapi dinamika wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

“Rotasi jabatan adalah upaya mendorong peningkatan kualitas kepemimpinan dan kinerja satuan. Saya berharap seluruh pejabat baru mampu terus berinovasi serta meningkatkan profesionalisme guna kemajuan Kodam IX/Udayana,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam memberikan apresiasi tinggi kepada para pejabat lama atas dedikasi luar biasa yang telah diberikan. Beberapa jabatan yang diserahterimakan antara lain:

1). Aslog Kasdam IX/Udayana: Dari Kolonel Inf Ardi Sukatri, S.Sos., M.H. kepada Kolonel Inf Is Abul Rasi, S.E. 2). Kaifolahtadam IX/Udayana: Dari Kolonel Inf Komang Agus M.P., S.Sos. kepada Kolonel Inf Kadek Abriawan, S.I.P., M.H.I. 3). Kapendam IX/Udayana: Dari Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si. kepada Kolonel Inf Amrizal Nasution. 4). Dankikav KKA: Dari Kapten Kav Fredy Anggriawan, S.T.Han. kepada Kapten Kav Muhammad Azhar, S.Tr (Han).

Selanjutnya Pangdam juga menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada pejabat baru lainnya, yaitu Kolonel Inf Albertus Yostina David A. sebagai Kasrem 161/Wira Sakti, Kolonel Inf I Made Alit Yudana sebagai Kasrem 162/Wira Bhakti, Kolonel Inf Ismulyono Triwidodo sebagai Kasipers Kasrem 161/Wira Sakti, Letkol Inf Jenris Yulmal Vinas sebagai Kasiintel Kasrem 163/Wira Satya, Letkol Inf Suratman, S.I.P. sebagai Kasiops Kasrem 163/Wira Satya, serta Letkol Inf Sutikno sebagai Kasipers Kasrem 162/Wira Bhakti.

Baca Juga  Gubernur Koster Bersama Ketua Komisi I DPR-RI Deklarasikan Peradaban Baru Penyiaran Melalui Informasi Berkualitas

Kegiatan Sertijab dan tradisi laporan korps ini diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi serta kesiapan Kodam IX/Udayana dalam menjawab berbagai tantangan tugas ke depan, khususnya dalam menjaga stabilitas wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Menutup sambutannya, Pangdam IX/Udayana meneruskan arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai pentingnya dukungan seluruh elemen TNI terhadap program strategis nasional. Fokus utama adalah pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan cerdas demi mewujudkan visi Generasi Emas 2045.

Terkait isu ketahanan nasional, Pangdam juga menyampaikan pesan penyejuk kepada masyarakat. “Masyarakat tidak perlu cemas terkait kebutuhan pokok, khususnya sektor energi. Saat ini kondisi dipastikan aman dan terkendali,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana, Asrendam IX/Udayana, Para Asisten Kasdam IX/Udayana, LO TNI A, LO TNI AU, Kasrem 163/WSA, Para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Ketua dan Wakil Ketua serta Pengurus Persit KCK PD IX/Udayana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Restorasi Suci Pura Agung Besakih Dimulai, Gubernur Koster Kembalikan Keagungan Parahyangan

Published

on

By

restorasi pura besakih
PELAKSANAAN NGERUAK: Gubernur Bali Wayan Koster menandai pelaksanaan upacara Ngeruak/Mulang Dasar dan peletakan batu pertama (groundbreaking) Tahap II Paket Pekerjaan Penataan Area Parahyangan di Pura Banua, Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (1/5), bertepatan dengan Rahina Purnama di kawasan Pura Banua Besakih, Rendang. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster resmi memulai langkah besar yang telah lama dirancangnya: Restorasi Kawasan Parahyangan di Pura Agung Besakih, pusat spiritual umat Hindu Bali sekaligus titik kosmologi Pulau Dewata.

Momentum sakral itu ditandai dengan pelaksanaan upacara Ngeruak/Mulang Dasar dan peletakan batu pertama (groundbreaking) Tahap II Paket Pekerjaan Penataan Area Parahyangan di Pura Banua, Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (1/5), bertepatan dengan Rahina Purnama di kawasan Pura Banua Besakih, Rendang.

Di hadapan para undangan di Wantilan Kesari Warmadewa Besakih, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan restorasi menyeluruh kawasan suci untuk mengembalikan bentuk, struktur, dan nilai asli Parahyangan sesuai pakem arsitektur Bali.

“Ini bukan pembangunan baru, bukan juga rehab biasa. Ini restorasi, membangun kembali dengan tetap mempertahankan keaslian,” tegasnya.

Dari Ketidakteraturan Menuju Harmoni Suci

Restorasi ini berangkat dari realitas lapangan yang selama puluhan tahun menunjukkan ketidakteraturan. Mulai dari Kori Candi Bentar, penyengker, hingga palinggih, ditemukan perbedaan mencolok dalam material, warna, motif, hingga ukuran.

Material bangunan bervariasi, mulai batu padas, bata merah, hingga beton campuran semen dan pasir, dengan kualitas yang tidak seragam. Sebagian bangunan bahkan mengalami kerusakan, berlumut, dan tidak terawat.

“Secara keseluruhan tidak harmonis dan tidak mencerminkan keagungan kawasan suci dengan latar Gunung Agung,” ungkap Koster.

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena sebelumnya tidak ada standar baku. Penataan bergantung pada kemampuan masing-masing daerah kabupaten/ kota maupun partisipasi umat, sehingga menghasilkan tampilan kawasan yang timpang.

Melalui restorasi ini, sebanyak total 30 titik suci (pelinggih) dimana 26 diantaranya merupakan areal unsur utama Pura Agung Besakih dan 4 lainnya pura pasemetonan, akan ditata ulang dengan prinsip utama: Mengembalikan ke arsitektur pakem Bali aslinya; Menggunakan material seragam dan berkualitas; Menyeragamkan ornamen sesuai karakter asli. Tujuannya bukan hanya estetika, tetapi juga mengembalikan harmoni sekala dan niskala.

Baca Juga  Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi Dimulai, Bupati Jembrana, Tabanan dan Sekda Badung Kompak Ucapkan Terima Kasih ke Gubernur Koster

Proyek Rp 1 Triliun Lebih: Dari Parkir hingga Parahyangan

Restorasi Parahyangan merupakan tahap kedua dari penataan besar kawasan Besakih. Sebelumnya, pada tahap pertama, pemerintah telah menata palemahan melalui pembangunan gedung parkir, fasilitas umat, hingga kios pedagang.

Total anggaran yang digelontorkan untuk keseluruhan penataan mencapai lebih dari Rp 1 triliun, dengan rincian penataan tahap pertama total sekitar Rp 911 miliar yang asalnya dari APBN sekitar 430 miliar dan sekitar Rp 480 miliar dari APBD Pemerintah Provinsi Bali. Menariknya, pembangunan tahap awal tetap berjalan di tengah tekanan pandemi Covid-19. Kemudian pembangunan tahap II yang sudah juga dilaksanakan tahun 2025 dengan biaya 66 miliar, akan dituntaskan tahun 2026 dengan anggaran 203 miliar yang merupakan sharing anggaran bersama Pemkab Badung.

Namun bagi Koster, perubahan paling nyata justru dirasakan pada aspek akses dan parkir yang sebelumnya menjadi sumber persoalan klasik.

“Dulu krodit sekali. Kendaraan menumpuk, umat tidak bisa masuk, bahkan ada yang sembahyang dari jalan lalu pulang,” kenangnya.

Kini, dengan sistem parkir terpusat dan pengaturan berbasis kebijakan gubernur, kemacetan yang dulu kerap terjadi saat upacara besar nyaris tidak lagi ditemukan.

Restorasi Bukan Sekadar Proyek, Tapi Laku Spiritual

Lebih jauh, Koster menegaskan bahwa proyek ini tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan konstruksi biasa. “Ini linggih stana Ida Bhatara. Harus dikerjakan dengan rasa, dengan doa, tidak bisa asal bangun,” ujarnya.

Ia bahkan meminta seluruh kontraktor bekerja dengan kesadaran spiritual, mengawali dan mengakhiri pekerjaan dengan doa. “Jangan hanya mikir untung. Kalau kualitas dikurangi, hasilnya tidak baik. Ini tempat suci, bukan proyek biasa,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan keras agar tidak ada kompromi terhadap kualitas dalam proyek yang menyangkut kawasan suci.

Baca Juga  Rakor Penanganan Konflik Sosial, Koster Ajak Kemenag dan Forkopimda Mitigasi Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri

Dari Warisan Leluhur Menuju Masa Depan Bali

Di balik proyek besar ini, tersimpan refleksi mendalam tentang Bali sebagai ruang sakral yang diwariskan para leluhur.

Koster mengingatkan bahwa Besakih bukan sekadar kawasan religius, melainkan bagian dari sistem kosmologi Bali, Madya Ning Bhuwana, yang terhubung dengan tatanan Padma Bhuwana, Catur Loka Pala, hingga Kahyangan Jagat.

“Bali ini bukan tanah biasa. Ini tanah yang disucikan oleh para leluhur. Kita hanya melanjutkan apa yang telah mereka rintis,” ujarnya.

Ia menegaskan, generasi saat ini memikul tanggung jawab untuk menjaga dan menyempurnakan warisan tersebut, sebelum nantinya diwariskan kembali ke generasi berikutnya. “Bali harus tetap ada sepanjang zaman, dengan kualitas yang semakin baik,” katanya.

Tahap Lanjutan: Akses Besar, Integrasi Infrastruktur Jalan

Tak berhenti pada Parahyangan, pemerintah juga telah menyiapkan tahap ketiga, yakni penataan akses menuju Besakih dari arah Bangli, Singaraja, Karangasem, dan Klungkung. Rencana ini mencakup: 2027: Perencanaan dan DED, 2028: Pembangunan, 2029: Penyelesaian.

Dengan sistem ini, perjalanan umat dari rumah hingga ke pura diharapkan menjadi satu pengalaman spiritual yang utuh, tertata, aman, dan nyaman.

Untuk Bali, Indonesia, dan Dunia

Koster menutup dengan penegasan bahwa restorasi Besakih bukan hanya untuk Bali semata. “Ini bukan hanya untuk Bali, tetapi untuk Indonesia dan dunia,” tegasnya.

Dengan target penyelesaian tahap kedua pada November 2026, proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengembalikan keagungan Pura Agung Besakih sebagai jantung spiritual yang hidup, secara fisik maupun niskala.

Sebuah kerja besar yang bukan hanya membangun, tetapi menghidupkan kembali ruh suci warisan peradaban Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca