Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Prajuru Pura Puseh Penegil Dharma dan Krama Desa Adat Kekeran Apresiasi Kepemimpinan Gubernur Koster

Gubernur Koster Lestarikan Sejarah Pura Puseh Penegil Dharma dan Berbaur Menabuh Gambelan di Pura Puseh Desa Adat Kekeran

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama usai peletakan batu pertama Pembangunan Candi Bentar dan Pelinggih di Pura Puseh Penegil Dharma di Desa Adat Kubutambahan yang bersumber dari bantuan Hibah pada, Rabu (Buda Umanis, Dukut) 10 Mei 2023. (Foto: ist)

Buleleng, baliilu.com – Kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Prajuru Pura Puseh Penegil Dharma, Desa Adat Kubutambahan dan Krama Desa Adat Kekeran pada, Rabu (Buda Umanis, Dukut) 10 Mei 2023.

Apresiasi tersebut disampaikan, saat Murdaning Jagat Bali melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Candi Bentar dan Pelinggih di Pura Puseh Penegil Dharma yang bersumber dari bantuan Hibah Gubernur Bali senilai Rp. 7 miliar, dan menghadiri Karya Ngusabha di Pura Puseh Desa, Desa Adat Kekeran, Busungbiu, Kabupaten Buleleng dengan melakukan prosesi Nuwek Bagia Pule Kerti yang didampingi oleh Anggota DPR RI Dapil Bali Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana, PJ. Bupati Buleleng, I Ketut Lihadnyana, Anggota DPRD Bali Fraksi PDI Perjuangan, I Kadek Setiawan dan Gede Kesuma Putra, serta Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna.

Gubernur Bali dalam sambutannya menyampaikan Pembangunan Candi Bentar dan Pelinggih di Pura Puseh Penegil Dharma telah dilakukan kajian yang mendalam, karena Pura ini tercatat sebagai salah satu Pura tertua di Bali yang memiliki sejarah, karena pendirian Pura ini dilakukan pada 915 Masehi. “Sejak lama Saya selalu memperhatikan keadaan Pura yang mempunyai sejarah panjang. Saya pun mendapat firasat, Pura ini harus ditata bagus dan tuntas. Sehingga Saya mengalokasikan langsung anggaran pembangunan Pura Puseh Penegil Dharma melalui Dana Hibah Pemerintah Provinsi Bali,” jelas Murdaning Jagat Bali, Wayan Koster yang disambut tepuk tangan oleh Prajuru Pura Puseh Penegil Dharma, karena Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini dinilai tulus ngaturang ngayah untuk pelestarian Pura Puseh Penegil Dharma.

Baca Juga  Kepala BNN RI: Kepemimpinan Gubernur Koster Luar Biasa
koster
Gubernur Bali Wayan Koster meletakkan batu pertama Pembangunan Candi Bentar dan Pelinggih di Pura Puseh Penegil Dharma di Desa Adat Kubutambahan yang bersumber dari bantuan Hibah pada, Rabu (Buda Umanis, Dukut) 10 Mei 2023. (Foto: ist)

Kemudian dalam Karya Ngusabha di Pura Puseh Desa, Desa Adat Kekeran, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Gubernur Wayan Koster mendapatkan apresiasi luar biasa, karena Krama Desa Kekeran menilai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini betul – betul ngayah total lascarya Niskala – Sakala di dalam menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang salah satunya ditandai dengan terbangunnya infrastruktur monumental dan fundamental di Bali, diantaranya meliputi : 1) Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih di Karangasem; 2) Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung; 3) Pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwi; 4) Pembangunan 3 Pelabuhan sekaligus: Pelabuhan Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan; 5) Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng; 6) Pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng; 7) Pembangunan Bendungan Sidan di wilayah Badung-Bangli-Gianyar; dan 8) Pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali, sepanjang 96 Km, menghubungkan Gilimanuk-Mengwi.

Krama Desa Adat Kekeran juga memberikan apresiasi tepuk tangan dihadapan Gubernur Wayan Koster yang berkesempatan berbaur bersama sekaa gong Desa Adat Kekeran dengan menabuh gambelan di wantilan Pura Puseh Desa. Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini membuat Krama Desa Adat Kekeran kagum atas penampilan Gubernur Wayan Koster yang menabuh gambelan ugal usai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menghaturkan bhakti di Pura Puseh Desa, Desa Adat Kekeran.

Kelian Prajuru Pura Penegil Dharma, Ketut Artana Dangin menyatakan Kami menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terimakasih atas bantuan Bapak Gubernur Wayan Koster yang telah mewujudkan renovasi Candi Bentar dan Pelinggih Pura Penegil Dharma. “Ini luar biasa, Bapak Gubernur Bali sudah memberikan hibah. Untuk itu, Saya bersama masyarakat menghaturkan terimakasih. Ini adalah moment bersejarah, Kami berharap Bapak Wayan Koster bisa melanjutkan pembangunan di Pemerintah Provinsi Bali menjadi Gubernur Bali di periode kedua dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tutupnya.

Baca Juga  Gubernur Koster, Kapolda Bali, Danrem 163/Wira Satya, dan Bendesa Agung Tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Pelaksanaan Sipandu Beradat

Sedangkan Bendesa Adat Kekeran, I Made Wardana menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Wayan Koster yang telah hadir sekaligus mendukung pelaksanaan Karya Ngusabha di Pura Puseh Desa, Desa Adat Kekeran. “Kami sangat – sangat berterimakasih, Kami akan selalu mendukung kepemimpinan Bapak Wayan Koster sebagai Gubernur Bali untuk terus berlanjut di periode kedua,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Buka Seminar Aksara Kawi, Ibu Putri Koster Ingatkan Perbedaan Budaya adalah Kebanggaan yang Harus Dirawat

Published

on

By

Seminar Aksara Kawi
SEMINAR AKSARA KAWI: Ibu Putri Koster, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali berfoto bersama usai memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pendamping Gubernur Bali, Ibu Putri Koster, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang juga dikenal sebagai seniman multitalenta, mengajak generasi Pulau Dewata untuk menjaga kebudayaan Bali dengan bangga menggunakan bahasa lokal di daerah sendiri. Selain itu, kebanggaan menggunakan busana Bali sekaligus mengenal aksara Bali tentu menjadi kebiasaan yang harus terus ditanamkan, sehingga kita mampu menjaga jati diri budaya Bali dengan keberagaman yang kita miliki.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2).

“Bali tentu kita ketahui sebagai daerah pariwisata dan wajah Indonesia dengan jumlah kunjungan wisatawan yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lain. Masuknya budaya Barat, saya harapkan tidak menjadikan generasi muda Bali lupa akan kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat yang dimiliki, terutama pada busana, aksara, dan bahasa daerah Bali,” ungkap Ibu Putri Koster.

“Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan budaya kita ini? Antara Bali dengan daerah lain tentu memiliki perbedaan budaya sebagai ciri khas yang melekat. Namun, perbedaan tersebut sudah tentu menjadi kebanggaan yang harus kita jaga dan rawat sebagai kekayaan, baik di tingkat daerah maupun pusat,” tegasnya.

Kegiatan seminar yang diselenggarakan serangkaian Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2026. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Gede Suarbawa, Heri Purwanto, dan Fuad.

Dalam seminar yang mengangkat tajuk “Aksara Kawi” ini, salah satu narasumber, Gede Suarbawa, menjelaskan bahwa dalam sejarah sistem aksara di Indonesia dikenal tiga sistem yang pengaruhnya meluas dan mendalam dalam pembentukan tradisi keberaksaraan dan kehidupan masyarakat Indonesia. Ketiga sistem aksara tersebut adalah Pallawa, Arab, dan Latin. Di samping itu, terdapat sistem lain yang dijumpai dalam tinggalan arkeologi Indonesia yang pengaruhnya tidak mendalam dan tidak berkelanjutan, yaitu aksara Siddhamatrka/Pre-Nagari dan aksara Cina.

Baca Juga  Kepala BNN RI: Kepemimpinan Gubernur Koster Luar Biasa

“Aksara Pallawa memiliki sejarah panjang dalam dunia pertulisan di Indonesia. Aksara ini digunakan pada prasasti tertua dari Muara Kaman, Kutai, yang memuat informasi tentang kebesaran Raja Mulawarman, serta di Jawa Barat tentang Raja Purnawarman yang prasastinya menggunakan aksara dasar Pallawa. Pada masa-masa selanjutnya, di tempat lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, sistem aksara ini mengalami transformasi menjadi aksara Kawi,” jelasnya.

Dengan dilaksanakannya Seminar Aksara Kawi ini, diharapkan tradisi dan kebudayaan kita sebagai bangsa yang beragam dan penuh warna semakin kuat, namun tetap hidup rukun berdampingan dengan rasa toleransi yang tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Patroli Sat Samapta Polres Gianyar Amankan Ibadah Minggu di Gereja Santa Maria Ratu Rosari

Published

on

By

Polres Gianyar
PENGAMANAN: Personel Polres Gianyar saat melakukan pemgamanan ibadah umat Kristen Katolik di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Mulawarman, Abianbase, Tedung, Gianyar, Minggu (15/2/2026) pagi. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dalam upaya mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, Satuan Samapta Polres Gianyar melaksanakan patroli mobiling R4 pada Minggu (15/2/2026) pagi. Kegiatan difokuskan pada pengamanan ibadah umat Kristen Katolik di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Mulawarman, Abianbase, Tedung, Gianyar.

Patroli yang dipimpin kru Kijang 905 tersebut melibatkan personel Aipda I Wayan Beni Sastrawan, S.H., Bripka I Made Susila, dan Bripka I Gusti Putu Ari Purnawan. Petugas melakukan pemantauan langsung jalannya ibadah, berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta berdialog dengan petugas keamanan gereja untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan meningkatkan kewaspadaan.

Selain pengamanan di area gereja, personel juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas saat jemaat mulai berdatangan hingga selesai ibadah guna mencegah kepadatan kendaraan di depan lokasi.

Berdasarkan informasi dari pihak keamanan gereja, jumlah jemaat yang hadir diperkirakan sekitar 600 orang. Ibadah yang dipimpin oleh Romo Gusti Bagus Kusumawanta berlangsung khidmat dan berakhir sekitar pukul 09.45 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan hal mencurigakan.

Kasat Samapta Polres Gianyar, AKP Wibowo Sidi, S.H., mengatakan bahwa kegiatan patroli merupakan bagian dari pelayanan kepolisian dalam menjamin keamanan seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Patroli preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara kepolisian, aparat kewilayahan, dan petugas keamanan setempat menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif. “Sinergitas dengan unsur terkait sangat penting agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini. Hingga kegiatan selesai, situasi tetap aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.

Baca Juga  Kepala BNN RI: Kepemimpinan Gubernur Koster Luar Biasa

Kegiatan patroli berakhir dalam keadaan kondusif dengan arus lalu lintas terpantau ramai namun lancar. Polres Gianyar mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga toleransi serta segera melapor apabila menemukan hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Operasi Keselamatan Agung 2026, Polresta Denpasar Tindak Ratusan Pelanggaran Lalin secara Humanis

Published

on

By

Polresta Denpasar
INGATKAN: Personel Sat Lantas Polresta Denpasar saat mengingatkan pengendara motor menggunakan helm yang benar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Operasi keselamatan lalu lintas yang digelar Polresta Denpasar memasuki hari ke-13 dengan hasil yang cukup signifikan. Sejumlah pelanggaran berhasil ditindak sebagai upaya meningkatkan disiplin dan keselamatan berkendara di jalan raya.

Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026, petugas mencatat sebanyak 562 teguran diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan sebagai langkah edukatif.

Sementara itu, penindakan melalui ETLE statis mencapai 1.255 tilang, kemudian tilang manual sebanyak 219 kasus, serta 14 pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) turut ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Kasi Humas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan bahwa operasi ini tidak semata-mata berfokus pada penindakan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Penegakan hukum dilakukan secara humanis dan edukatif. Harapannya masyarakat semakin disiplin sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” ujarnya.

Polresta Denpasar mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama di jalan raya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Gelar Perayaan Rahina Tumpek Wariga di Pura Pegubugan Desa Manistutu Jembrana
Lanjutkan Membaca