Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Wayan Koster Hadiri Groundwater Summit 2022 di UNESCO Paris

Gubernur Koster Tegaskan Bali Siap Menjadi Tempat Pelaksanaan WWF Ke-10 Tahun 2024

Loading

BALIILU Tayang

:

Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan secara langsung pada even UN-Water On Groundwater Summit 2022, tanggal 6-8 Desember 2022, yang berlangsung di Markas Besar UNESCO, Paris, Minggu, (Redite Umanis, Warigadean), 11 Desember 2022. (Foto: ist)

Paris, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, menghadiri pertemuan dan memberikan sambutan secara langsung pada even UN-Water On Groundwater Summit 2022, tanggal 6-8 Desember 2022, yang berlangsung di Markas Besar UNESCO, Paris, Minggu, (Redite Umanis, Warigadean), 11 Desember 2022.

Gubernur Wayan Koster diundang secara khusus oleh Badan Dunia UNESCO, karena Bali telah terpilih menjadi tempat penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024.

Sebagaimana diketahui, pada pertemuan Dewan Gubernur World Water Council (WWC) ke-9 di Dakar, Senegal pada 19 Maret 2022, secara bulat telah menetapkan WWF ke-10 Tahun 2024 akan dilaksanakan di Bali – Indonesia. Dalam pemilihan ini, Bali bersaing dengan Roma, Italia memperebutkan 36 negara/peserta yang memiliki hak suara; Bali memperoleh dukungan mutlak sebanyak 30 suara, Roma memperoleh dukungan 1 suara, dan 5 peserta tidak menggunakan hak suara (Abstain).

Bali terpilih melalui seleksi sangat ketat bersaing dengan Roma, Italia. Tim Penilai dari World Water Council (WWC) pada saat ke Bali tanggal 8 Desember 2021, di Jayasabha yang mendengarkan langsung pemaparan Gubernur Wayan Koster mengenai Visi Pembangunan Bali: Nangun Sat Kerthi Loka Bali berbasis nilai kearifan lokal Sad Kerthi khususnya Dhanu Kerthi yaitu Penyucian dan Pemulian Air sebagai sumber kehidupan manusia secara Niskala dan Sakala. Secara Niskala dirayakan setiap hari Tumpek Uye dan secara Sakala dilakukan dengan kebijakan dan regulasi untuk menjaga kuantitas dan kualitas air di Bali dengan penanaman pohon, pertanian organik, dan pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut.

Kebijakan Gubernur Wayan Koster mendapat apresiasi dan sangat menginspirasi, mampu meyakinkan Tim Penilai, sehingga ketika dilaporkan oleh Tim Penilai pada sidang di Senegal, para peserta yang memiliki suara dengan bulat memilih Bali sebagai tempat penyelenggaraan Word Water Forum ke-10 tahun 2024.

Pada sesi ke-2 tanggal 7 Desember 2022 petang waktu setempat, Gubernur Bali, Wayan Koster diberi kesempatan memberikan sambutan sebagai penanda kesiapan Bali menjadi tuan rumah pelaksanaan WWF ke-10 Tahun 2024.

gubernur
Gubernur Koster dengan para delegasi melakukan toust arak Bali. (Foto: ist)

Sambutan Gubernur Bali, Wayan Koster diawali dengan mengucapkan “Om Swastiastu”, menyampaikan, beberapa hal, yaitu: Pertama, mewakili Pemerintah Daerah Provinsi Bali dan Masyarakat Bali, sebagai Gubernur Bali, Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi telah memilih Bali sebagai tempat pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024. Dengan keindahan Alam Bali, keramahtamahan Masyarakat Bali, dan keunikan Budaya Bali, Kami siap menyambut kehadiran para Delegasi di Bali, The Island of Gods, The Island of Love, and The Last Paradise of The World; Kedua, Bali menjadi daya tarik pariwisata dunia, yang mendapat penghargaan sebagai tujuan Resort terbaik se-Asia. Selain itu, beberapa Warisan Budaya Bali, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, antara lain: Lanskap Subak Catur Angga Batukaru; Pura Kerajaan Taman Ayun; Jatiluwih, Sistem Subak Bali; dan Lanskap Subak Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan; Ketiga, sebagai Gubernur Bali, Saya mengajukan pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 pada tanggal 18-24 Mei 2024. Acara pembukaan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2024, bertepatan dengan hari baik menurut Kearifan Lokal Bali, yaitu Hari Tumpek Uye, merupakan pelaksanaan Upacara Danu Kerthi, yaitu Hari Penyucian dan Pemuliaan Sumber Air sebagai sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia.

Baca Juga  Teriakan Pak Yan Menggema, Generasi Muda Bali Antusias Sambut Gubernur Koster saat Saksikan Lomba Barong Ket PKB 2025

Acara pembukaan dilaksanakan di Panggung Terbuka, fasilitas budaya yang megah, akan dipentaskan suatu karya seni yang mengaktualisasikan Pemuliaan Air sebagai Sumber Kehidupan; Keempat, tema Groundwater Summit 2022 sangat sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan Alam beserta isinya; Kelima, rangkaian pertemuan World Water Forum ke-10 di Bali, akan dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kompleks Resort yang memiliki fasilitas konvension berkelas dunia. Komplek Resort ini, merupakan tempat yang nyaman dan aman, serta memiliki akses yang mudah ke banyak daya tarik dan destinasi wisata; Keenam, tempat ini sudah sering dipakai sebagai penyelenggaraan even internasional, antara lain: Pertemuan IMF dan Bank Dunia; Pertemuan Negara Maritime se-Dunia; dan yang baru saja berakhir dengan sukses, Rangkaian Pertemuan Presidensi G20; Ketujuh, berbagai even internasional yang sukses dilaksanakan di Bali, membuktikan bahwa Bali mampu menjadi tuan rumah dan memiliki pengalaman mengelola even-even besar berkelas dunia; Kedelapan, sebagai negara berkembang, Indonesia berkomitmen untuk mengatasi permasalahan dan tantangan yang berkaitan dengan air serta bisa mendorong perhatian dan aksi global untuk menyelesaikan tantangan dan bencana berkaitan dengan Air; Kesembilan, pada kesempatan istimewa ini, merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi Saya, bisa mengundang Hadirin semua untuk datang ke Bali, pada acara World Water Forum ke-10 tahun 2024; Kesepuluh, Saya sungguh-sungguh mengharapkan para Delegasi hadir bersama pasangan dan keluarga ke Bali, untuk melihat langsung keindahan Alam Bali, keramahtamahan Masyarakat Bali, dan keunikan Budaya Bali. Dengan senang hati, Kami akan memberikan pelayanan terbaik menyambut kehadiran para Delegasi di Bali; Kesebelas, pada Acara Cocktail Party malam ini, Saya memperkenalkan Produk Minuman Khas Bali, yaitu: Arak Bali, Kopi Bali, serta beberapa kudapan khas Bali. Selamat menikmati; dan Keduabelas, atas perhatian dan dukungannya, Saya mengucapkan terima kasih, sampai ketemu di Bali, diakhiri “Om, Shanti, Shanti, Shanti Om”.

Sambutan Gubernur Bali, Wayan Koster mendapat respon meriah (Applause), tepuk tangan meriah dari para delegasi pada saat Gubernur Bali, Wayan Koster mengawali dan mengakhiri sambutan.

Baca Juga  Puji BBTF 2025, Gubernur Koster: Sejalan dengan Pariwisata Berkualitas, Berbasis Budaya dan Bermartabat

Pada acara pembukaan Groundwater Summit 2022, dihiasi dengan suasana Bali, Tari Legong Tapak Dara dan dekorasi Bali. Penampilan tari Bali dan penabuhnya mampu menggairahkan suasana pertemuan dan mendapat respon luar biasa dari para delegasi. Para delegasi saat memasuki ruangan sidang pun diiringi ilustrasi tabuh gamelan Bali.

Pertemuan UN-Water On Groundwater Summit 2022 dihadiri 16 Menteri dari berbagai negara, serta Pimpinan Badan PBB, Pimpinan Organisasi Internasional, para pembuat kebijakan, pakar/ilmuwan dan LSM pemerhati lingkungan.

Pada Acara Pembukaan Groundwater Summit 2022, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya, dalam sambutannya mewakili Pemerintah RI mengundang PBB dan para delegasi untuk menghadiri acara WWF ke-10 Tahun 2024 mendatang di Bali. Menurutnya, Bali sebagai representasi dari kehidupan harmonis antara manusia dan lingkungan.

“Anda bisa merasakan suasana Bali yang masih alami selama pertemuan nanti dan melihat bagaimana masyarakatnya hidup harmonis dan berdampingan dengan lingkungan,” jelasnya sembari mempromosikan daerah Bali di depan para delegasi dari berbagai negara.

Lebih lanjut, ia pun mengapresiasi pertemuan tingkat tinggi tersebut sebagai salah satu upaya kita untuk menyelamatkan lingkungan dan air tanah untuk keberlangsungan hidup kita. Berbagai upaya yang harus dilakukan untuk melindungi sumber-sumber mata air seperti penanaman pohon secara massif, bersinergi dengan infrastruktur lingkungan serta mengembangkan infiltrasi. “Hal tersebut telah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Jawa Tengah serta Maluku,” imbuhnya.

Selain itu, pengembangan teknologi juga diperlukan untuk membantu efisiensi penggunaan air serta menyediakan air bersih di beberapa area terpencil seperti di daerah Nusa Tenggara, dimana hal tersebut sangat sejalan dengan pencegahan isu perubahan iklim dewasa ini. “Dalam kesempatan yang baik ini, saya mendorong anda semua untuk menciptakan berbagai upaya untuk menjaga air tanah dan sumber mata air lainnya demi keberlangsungan hidup kita,” tutupnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Sukses Kenalkan Arak Bali pada Acara Groundwater Summit 2022 di UNESCO Paris

Dalam kesempatan terpisah, saat diwawancarai media, Menteri LHK RI, Siti Nurbaya, menyampaikan, bahwa WWF ke-10 Tahun 2024 di Bali akan mengangkat tema “Water for Shared Prosperity” yang sangat relevan dengan kondisi global saat ini, di mana ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak negara. Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai target SDG 6, yaitu terkait hak atas air bersih dan sanitasi. Menurut Siti Nurbaya, WWF merupakan kegiatan pertemuan internasional terbesar di bidang air yang membahas pengelolaan sumber daya air melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Delegasi Indonesia pada even Worldwater Summit 2022 di Paris, terdiri dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) RI, Gubernur Bali, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, dan Staf Khusus Kementerian PUPR.

Acara World Water Forum (WWF) ke-10 tanggal 18-24 Mei di Bali akan dihadiri peserta dan partisipan diperkirakan sebanyak 100.000 orang dari 172 negara. Menurut Gubernur Bali, Wayan Koster, pertemuan besar ini akan mampu membangkitkan kepariwisataan Bali, menggairahkan IKM/UMKM, dan membangkitkan perekonomian Bali, pasca-pandemi Covid-19. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bersepeda Bersama Komunitas, Bupati Sanjaya Tinjau Pembangunan Penataan Area Kota Singasana

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersepeda bersama komunitas meninjau progres pembangunan Tugu Singasana dan penataan kawasan perkotaan Tabanan, Jumat (4/9/2026).
BERSEPEDA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menaiki sepeda untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah kawasan sekaligus perkembangan pembangunan di wilayah perkotaan Tabanan, Jumat (4/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Kegiatan bersepeda bersama komunitas dimanfaatkan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah kawasan sekaligus perkembangan pembangunan di wilayah perkotaan Tabanan, Jumat (4/9). Berangkat dari Kantor Bupati Tabanan, Bupati Sanjaya bersama komunitas menyusuri sejumlah kawasan, mulai dari Kantor Bupati Tabanan, menuju Jalan Gajah Mada, kawasan Taman Bung Karno, Lapangan Alit Saputra, hingga Taman Perjuangan Singasana, sebelum kembali ke Kantor Bupati Tabanan.

Didampingi Sekda, para Asisten dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Sanjaya melihat langsung progres pembangunan Taman Tugu Singasana yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Tabanan seluas kurang lebih 10 are. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian Sanjaya terhadap pembangunan ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi Kabupaten Tabanan. Ia menjelaskan, bahwa pembangunan Tugu Singasana dirancang tidak sekadar sebagai sebuah bangunan, namun memiliki makna yang berkaitan dengan perjalanan Kabupaten Tabanan dari masa lalu, masa kini hingga masa yang akan datang. Tugu tersebut akan dilengkapi dengan tiga ruang yang masing-masing membawa narasi perjalanan Tabanan.

“Kita bangun Singasana ini untuk untuk masyarakat Tabanan, dimana di dalam Tugu Singasana ini ada tiga ruang. Dimana di ruang yang pertama ini nanti akan ada relief yang menceritakan bagaimana sejarah Tabanan masa lalu, relief yang menceritakan bagaimana Tabanan masa kini dan relief yang terakhir bagaimana menceritakan bagaimana visi misi Tabanan 100 tahun ke depan” ujar Politisi asal Dauh Pala Tabanan.

Lebih lanjut, Dikatakannya pembangunan Tugu Singasana juga mengandung filosofi Aman, Unggul dan Madani yang diwujudkan melalui tiga tingkatan bangunan. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian 10 meter, sehingga total mencapai 30 meter, ditambah satu meter pada bagian atas yang dimaknai sebagai hubungan dengan alam semesta. Filosofi tersebut kemudian menghasilkan angka 31 yang dimaknai melalui 3+1 menjadi angka 4 sebagai simbol Singasana atau kursi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Teriakan Pak Yan Menggema, Generasi Muda Bali Antusias Sambut Gubernur Koster saat Saksikan Lomba Barong Ket PKB 2025

Selain memiliki filosofi pembangunan, lokasi Taman Tugu Singasana juga dikatakan memiliki nilai sejarah yang kuat. Kawasan tersebut berkaitan dengan keberadaan Tangsi yang menjadi gudang senjata Belanda pada masa perjuangan dan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia. “Di tempat yang sangat bersejarah ini kita bangun Tugu untuk bagaimana kita mengenang Tabanan masa lalu yang sangat heroik, Tabanan masa kini yang sangat subur dengan wilayah agraris dan bagaimana anak-anak kita menuju ke depan, menuju kemajuan untuk membangun daerah kita ini,” imbuh Sanjaya.

Saat ini, progres pembangunan Taman Tugu Singasana telah mencapai sekitar 30 persen. Bupati Sanjaya menyampaikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pembangunan Tugu Singasana, Patung Catur Muka, Penataan Lapangan Alit Saputra termasuk Taman Bunda PAUD serta penataan Taman Perjuangan Singasana. Pihaknya akan melihat progresnya secara rinci dan berkala agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keberadaan Bangunan ini nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari ruang publik sekaligus media untuk mengenang sejarah, menggambarkan kondisi Tabanan saat ini, serta menyampaikan visi pembangunan daerah bagi generasi Tabanan di masa mendatang.

Sementara itu, pembuat relief Taman Perjuangan Singasana, Wayan Endra, menjelaskan bahwa relief yang tengah dikerjakan menggambarkan perjuangan rakyat Bali melawan Belanda. Konsep relief tersebut dimulai dari pesisir hingga menuju Margarana, yang menjadi bagian dari narasi sejarah perjuangan yang diangkat dalam Taman Tugu Singasana. Pengerjaan relief tersebut ditargetkan rampung pada Oktober mendatang. Kemudian dari pihak CV. Ari Mustika yang menggarap penataan Taman Bunda PAUD di lapangan Alit Saputra mengatakan, progres pembangunan sudah mencapai 11 persen dan selesai kira-kira pada bulan Desember mendatang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dukung UMKM Karangasem dan Perkuat Sinergi PKK Se-Bali, Bunda Rai Hadir di Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali

Published

on

By

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bersama jajaran menghadiri Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ke-7 Tahun 2026 PKK Provinsi Bali di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Chandrabuana, Kabupaten Karangasem, Jumat (4/9/2026).
HADIRI PASAR RAKYAT: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, bersama jajaran dan Kepala Perangkat Daerah terkait, hadir dan berpartisipasi langsung dalam Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” ke-7 Tahun 2026 PKK Provinsi Bali yang digelar di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Chandrabuana, Kabupaten Karangasem, Jumat (4/9). (Foto: bi)

Karangasem, baliilu.com – Semangat berbagi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali mempertemukan gerak PKK se-Bali. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, bersama jajaran dan Kepala Perangkat Daerah terkait, hadir dan berpartisipasi langsung dalam Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” ke-7 Tahun 2026 PKK Provinsi Bali yang digelar di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Chandrabuana, Kabupaten Karangasem, Jumat (4/9).

Pasar Rakyat turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, beserta jajaran, Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali beserta jajaran, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem.

Kehadiran Bunda Rai sekaligus menjadi wujud konsistensi Tabanan dalam memperkuat sinergi dan mendukung program-program TP PKK Provinsi Bali yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dimana Ny. Putri Suastini Koster dalam sambutannya menjelaskan, “Berbelanja dan Berbagi” ini merupakan salah satu aksi sosial yang dirancang TP PKK Provinsi Bali, di samping berbagai juga adalah kegiatan sosialisasi.

Konsep Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” tidak sekadar menjadi ruang pertemuan dan silaturahmi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal. Hasil bumi, produk UMKM dan IKM serta berbagai produk pertanian yang dibeli dalam kegiatan tersebut selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui giat ini, setiap Kabupaten/Kota dapat menghadirkan petani dan pedagang lokal, sehingga masyarakat memperoleh produk dengan harga dari petani, sementara para pelaku usaha mendapatkan ruang berjualan tanpa biaya.

Sebagai tuan rumah, Kabupaten Karangasem menghadirkan 124 pelaku usaha, terdiri atas 19 pelaku IKM yang menampilkan berbagai produk tenun khas seperti gringsing, endek dan songket, 66 pedagang kuliner dengan sajian khas seperti belayag, nasi sela dan pepesan telengis, serta 39 pedagang hasil pertanian dan olahan pangan. Potensi unggulan Karangasem seperti salak Bali turut menjadi bagian dari kekayaan lokal yang diperkenalkan dalam pasar rakyat tersebut.

Baca Juga  Tutup PKB XLVII dan Buka FSBJ VII, Gubernur Koster: Budaya Bali Kuat, Tak Pernah Mati

Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan TP PKK Provinsi Bali serta seluruh TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali yang turut berpartisipasi. “Atas nama masyarakat Karangasem, kami mengucapkan terima kasih setulusnya atas bantuan dan perhatian yang diberikan, terutama kepada masyarakat kami yang membutuhkan. Semoga kita selalu kompak dan terus menebarkan kebaikan,” ungkapnya.

Bagi Bunda Rai, keterlibatan TP PKK Kabupaten Tabanan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus bergerak bersama dalam setiap program yang diinisiasi TP PKK Provinsi Bali. Ia menilai, “Berbelanja dan Berbagi” menghadirkan keseimbangan antara pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial, karena produk masyarakat ikut dipasarkan sekaligus hasil belanja dikembalikan dalam bentuk bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Dalam aksi sosial ke-7 ini, sebanyak 100 Orang penerima manfaat mendapatkan bantuan. Kabupaten Karangasem menyerahkan 20 tas belanja, sementara delapan Kabupaten lainnya, termasuk Tabanan, turut menyerahkan masing-masing 10 tas belanja. TP PKK Provinsi Bali juga menyerahkan 20 tas belanja yang dilengkapi paket sembako berupa beras, telur, minyak kelapa, sayur-mayur dan bahan olahan makanan yang berguna bagi masyarakat.

Bunda Rai juga memberikan apresiasi atas keberlanjutan program yang dinilainya mampu mempertemukan berbagai potensi daerah dengan kebutuhan masyarakat secara langsung. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Berbelanja dan Berbagi ini. Ini merupakan langkah yang sangat baik, karena tidak hanya menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga menguatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat secara merata,” tuturnya.

Melalui aksi ini, Bunda Rai juga menegaskan komitmen Tabanan untuk terus memperkuat kolaborasi bersama TP PKK Provinsi Bali dan seluruh kabupaten/kota. Semangat “Berbelanja dan Berbagi” pun menjadi ruang bersama untuk mengangkat potensi lokal, memperkuat pelaku UMKM dan IKM, sekaligus memastikan gerakan pemberdayaan dan kepedulian sosial benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  Teriakan Pak Yan Menggema, Generasi Muda Bali Antusias Sambut Gubernur Koster saat Saksikan Lomba Barong Ket PKB 2025

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Menahan Laju Semenisasi Wisata, Pemkab Badung Hijaukan Koridor Canggu Lewat Investasi Ekologis

Menahan Laju Semenisasi Wisata, Pemkab Badung Hijaukan Koridor Canggu Lewat Investasi Ekologis

Loading

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa memimpin aksi penanaman pohon di sepanjang koridor Jalan Batu Mejan, Desa Canggu, Kuta Utara, Jumat (4/9/2026).
PENANAMAN POHON: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua TP. PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memimpin aksi penanaman pohon di sepanjang koridor Jalan Batu Mejan, Desa Canggu, Kuta Utara, Jumat (4/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur pariwisata, Pemerintah Kabupaten Badung berupaya mengimbangi laju semenisasi demi menjaga daya dukung lingkungan. Komitmen ini ditegaskan oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang turun langsung memimpin aksi penanaman pohon di sepanjang koridor Jalan Batu Mejan, Desa Canggu, Kuta Utara, Jumat (4/9).

Didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, aksi nyata ini membidik penambahan ruang terbuka hijau (RTH) guna mengembalikan fungsi ekologis kawasan pariwisata yang kian padat. Penanaman vegetasi ini tidak hanya diproyeksikan untuk mempercantik estetika koridor jalan utama, tetapi juga menjadi benteng alami untuk meredam polusi udara serta menciptakan mikroklimat kawasan yang lebih asri dan sejuk.

Bupati menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata tidak boleh mengorbankan ketahanan lingkungan. Cetak biru pembangunan kawasan strategis wajib meletakkan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama.

“Pembangunan dan penataan kawasan Canggu harus berjalan selaras dengan prinsip berwawasan lingkungan. Penanaman pohon di pinggiran Jalan Batu Mejan ini tidak hanya untuk estetika visual, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang agar kawasan ini tetap nyaman, sejuk, dan lestari,” cetus Adi Arnawa.

Melalui integrasi yang seimbang antara pembangunan fisik dan konservasi vegetasi, kawasan Canggu diharapkan mampu bertumbuh menjadi destinasi wisata kelas dunia tanpa harus kehilangan identitas keteduhan alamnya. Menariknya, komitmen ekologis ini juga dibarengi dengan pembenahan polusi visual yang selama ini mengganggu lanskap alam.

“Saya juga sudah perintahkan Kadis PUPR Badung untuk segera menata jaringan utilitas yang semrawut di sepanjang kawasan ini. Penataan kawasan strategis seperti Canggu tidak hanya berfokus pada keandalan infrastruktur fisik, tetapi juga wajib menyatu dengan prinsip penghijauan,” imbuh Bupati Badung.

Baca Juga  Kantor Pusat UNESCO Paris Gelar Kegiatan Mengusung Penguatan Ekosistem Film di Indonesia 

Aksi kolaboratif ini memicu respons positif dari masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Batu Mejan. Pengayaan keanekaragaman hayati (vegetasi) di ruang publik ini diharapkan mampu menjadi solusi berbasis alam (nature-based solutions) untuk menghadapi tantangan lingkungan di salah satu pusat pariwisata tersibuk di Bali ini.

Gerakan penghijauan ini turut dikawal oleh anggota DPRD Badung I Made Suryananda Pramana, jajaran Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa bersama unsur Tripika Kecamatan, serta Perbekel Desa Canggu I Wayan Suarya yang hadir bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca