Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Hadiri Upacara ‘‘Ngelemek‘‘ di Pura Dulu Desa Adat Sembiran, Gubernur Koster Tegaskan Jaga Kuat Desa Adat Bali

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti prosesi Upacara Dewa Yadnya ''Ngelemek'' di Pura Dulu Desa Adat Sembiran, Tejakula, Buleleng pada Jumat (Sukra Umanis, Menail), 31 Maret 2023 pagi. (Foto: ist)

Buleleng, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Desa Adat di Bali harus dijaga dengan kuat agar adat, istiadat, tradisi, budaya leluhur yang adiluhung bisa terus terjaga dengan baik. Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Upacara Dewa Yadnya Ngelemek di Pura Dulu Desa Adat Sembiran, Tejakula, Buleleng pada Jumat (Sukra Umanis, Menail), 31 Maret 2023 pagi.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa Bali saat ini dibangun dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia Niskala-Sakala. Dengan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia meliputi Atma Kerthi yang bermakna penyucian dan pemuliaan Atman/jiwa, Segara Kerthi yang bermakna penyucian dan pemuliaan pantai dan laut, Danu Kerthi yang bermakna penyucian dan pemuliaan sumber air, Wana Kerthi yang bermakna penyucian dan pemuliaan tumbuh-tumbuhan, Jana Kerthi yang bermakna penyucian dan pemuliaan manusia dan Jagat Kerthi yang bermakna penyucian dan pemuliaan alam semesta. 

Visi pembangunan Bali tersebut dijalankan sesuai adat, tradisi, seni budaya serta kearifan lokal Bali untuk mengembalikan kekuatan, aura, taksunya alam, manusia dan kebudayaan Bali. Supaya pembangunan Bali ini betul-betul diarahkan, dibangun sesuai dengan kekuatan Bali. Bukan digiring kesana kemari yang akan membuat Bali rusak. Memang sudah banyak yang rusak, alamnya rusak, manusianya juga mulai berubah perilakunya dan budayanya dalam banyak hal mengalami kemunduran.

“Saya sebagai Gubernur apalagi dari Desa Sembiran yang merupakan Desa Tua, harus betul-betul jalan dengan kekuatan alam niskala Bali dengan semua kekayaan yang ada di Bali ini baik yang menyangkut dengan alamnya, manusianya dan juga budayanya. Itulah sebabnya, Saya betul-betul sekarang bekerja keras untuk memikirkan pembangunan Bali ini agar menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Minta Pengurus KONI Bali Periode 2022 – 2026 Pertahankan Rangking 5 Besar di PON 2024
koster
Gubernur Koster menandatangani prasasti saat menghadiri Upacara Dewa Yadnya ”Ngelemek” di Pura Dulu Desa Adat Sembiran, Tejakula, Buleleng pada Jumat (Sukra Umanis, Menail), 31 Maret 2023 pagi. (Foto: ist)

Dalam hampir 5 tahun memimpin Bali, banyak yang sudah dicapai namun banyak juga yang belum dikerjakan akibat banyak masalah yang harus kita perbaiki di Bali ini.

“Satu persatu Saya kerjakan, mulai dari adat istiadat Bali dengan memperkuat kedudukan dan fungsi kewenangan Desa Adat. Sekarang sudah bagus Desa Adat kita di Bali. Ada 1.493 Desa Adat di Bali, sekarang sudah mulai tumbuh, berkembang dan kuat untuk menjalankan tugasnya. Dulu tidak ada aturannya yang bagus, sekarang dibuatkan aturan supaya Desa Adat di Bali kuat. Kenapa Desa Adat ini dikuatkan, karena Desa Adat menjadi lembaga yang menjaga adat, istiadat, tradisi, budaya dan kearifan lokal yang kaya, unik dan unggul yang diwariskan oleh leluhur, tetua kita di seluruh Bali. Jadi harus dijaga dengan kuat Desa-desa Adat yang ada di Bali. Karena inilah yang mempunyai tugas untuk mengajegkan gumi Bali,” tegasnya.

Lebih lanjut, unsur Budaya di Bali saat ini telah dibangun dengan baik pada era kepemimpinan Gubernur Koster. Diantaranya pengguaan aksara Bali yang diatur melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali. Selanjutnya menggunakan busana adat pada saat hari Kamis, hari purnama, hari tilem, serta hari jadi pemerintah daerah baik provinsi maupun kota/kabupaten se-Bali yang diatur melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster menyapa warga Desa Adat Sembiran saat menghadiri Upacara Dewa Yadnya Ngelemek di Pura Dulu Desa Adat Sembiran, Tejakula, Buleleng pada Jumat (Sukra Umanis, Menail), 31 Maret 2023 pagi. (Foto: ist)

“Kita harus bangga menggunakan pakaian adat Bali. Bahkan ketika Saya hadir di UNESCO bulan Desember lalu dalam acara World Water Forum, menggunakan busana adat Bali. Kemarin tanggal 13 Maret Saya ke Washington DC menjadi pembicara di World Bank Group juga menggunakan busana adat Bali. Setiap acara penting Saya selalu menggunakan busana adat Bali,” terangnya.

Baca Juga  Menteri LH Puji Wayan Koster, Bali Jadi Pioneer Pembatasan Sampah Plastik Se-Indonesia, Ratusan Babinsa Beri Aplaus

Tak hanya sampai di situ, juga dibangun infrastruktur dan sarana prasana strategis diantaranya pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Kemudian pembangunan 3 pelabuhan sekaligus yakni Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan serta Pelabuhan Sanur di Denpasar. Selanjutnya pembangunan Shortcut Singaraja – Mengwitani Titik 3,4,5,6 serta Titik 7A, 7B, 7C dan Titik 8 lengkap dengan Monumen Anglurah Panji Sakti di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng. Tak hanya itu, juga pembangunan monumental yang sedang dikerjakan yakni Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali yang targetnya selesai akhir Agustus tahun 2023 ini. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Sambut Satu Abad Pariwisata Bali, Gubernur Koster Pimpin Persiapan Jatiluwih Fun Run 2026, Targetkan 10 Ribu Peserta

Published

on

By

Jatiluwih Fun Run
PERSIAPAN JATILUWIH FUN RUN: Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama usai memimpin rapat persiapan "Jatiluwih Fun Run 2026” yang merupakan kolaborasi antara Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Kertasabha, Denpasar, Rabu (29/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin rapat persiapan “Jatiluwih Fun Run 2026” yang merupakan kolaborasi antara Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Kertasabha, Denpasar, Rabu (29/4).

Agenda ini menjadi langkah awal menyongsong peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027, sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan Bali melalui perpaduan olahraga, budaya, dan pariwisata berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa Jatiluwih Fun Run yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 harus dirancang sebagai magnet bagi wisatawan dan pelari dari luar Bali, bukan sekadar event lokal. Ia menilai potensi peserta sangat besar dan bisa melampaui target awal.

“Jatiluwih running harus fokus menarik wisatawan atau pelari dari luar Bali. Ini harus didorong. Saya kira pesertanya bisa lebih banyak, 10 ribu masih memungkinkan. Karena ini digagas pelaku pariwisata, maka kolaborasi dengan travel agent harus diperkuat untuk menarik lebih banyak orang datang ke Bali,” tegas Koster.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola acara yang profesional, terutama menyangkut kesiapan teknis di lapangan, agar event berskala internasional tersebut berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta.

Dukungan penuh juga datang dari Bank Indonesia Provinsi Bali. Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja menyatakan pihaknya siap segera berkoordinasi dengan panitia guna mendukung penyelenggaraan event yang dinilai memiliki nilai tambah kuat karena menggabungkan olahraga, budaya, pertanian, dan kepedulian lingkungan.

Pembatasan Plastik dan Medali dari Bahan Daur Ulang

Menurutnya, Jatiluwih sebagai kawasan sawah warisan budaya dunia menawarkan pengalaman berbeda bagi peserta, sekaligus sejalan dengan penguatan citra Bali sebagai destinasi hijau. BI juga mendorong penerapan kebijakan ramah lingkungan seperti pembatasan plastik sekali pakai serta penggunaan medali berbahan daur ulang, termasuk limbah uang kertas, sebagai simbol inovasi waste management Bali.

Baca Juga  Gubernur Koster Dorong Kontribusi Lembaga Pendidikan Tinggi, Tuntaskan Berbagai Persoalan Krusial di Bali

“Perpaduan budaya, olahraga, dan pertanian di Jatiluwih akan menjadi experience yang unik. Aspek lingkungan harus dikedepankan, termasuk pembatasan plastik dan medali dari bahan daur ulang agar Bali benar-benar menonjolkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ASITA Bali I Putu Winastra menjelaskan Jatiluwih Fun Run 2026 merupakan bagian dari rangkaian besar menuju satu abad pariwisata Bali pada 2027. Mengusung tema The Journey Begins from Jatiluwih, event ini dirancang sebagai titik awal promosi destinasi wisata unggulan (DTW) di seluruh kabupaten/kota Bali melalui konsep sport tourism.

Jatiluwih dipilih karena reputasinya sebagai destinasi kelas dunia dan situs warisan budaya UNESCO yang dinilai aman, nyaman, serta memiliki lanskap persawahan ikonik. Event ini akan menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, dengan konsep fun run and race yang terbuka bagi pelari profesional maupun masyarakat umum.

“Running kini menjadi gaya hidup global. Melalui Bali Tourism Run, kami ingin memperkenalkan destinasi unggulan di setiap kabupaten, dimulai dari Jatiluwih. Ini bukan hanya event olahraga, tetapi juga promosi pariwisata berkelas internasional yang berkelanjutan,” kata Winastra.

Penyelenggara menargetkan sedikitnya 2.000 peserta pada pelaksanaan ajang yang dihelat kedua kalinya ini, dengan optimisme jumlah itu dapat terus bertambah seiring dukungan pemerintah dan industri pariwisata. Pendaftaran dijadwalkan mulai dibuka pada Mei 2026.

Selain menonjolkan panorama jalur persawahan Jatiluwih, acara ini juga dirancang mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait pengurangan sampah plastik serta optimalisasi pelibatan UMKM lokal.

Dengan sinergi pemerintah, industri pariwisata, dan lembaga keuangan, Jatiluwih Fun Run 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan strategis Bali yang tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai destinasi sport tourism dunia menjelang perayaan Satu Abad Pariwisata Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Menteri LH Puji Wayan Koster, Bali Jadi Pioneer Pembatasan Sampah Plastik Se-Indonesia, Ratusan Babinsa Beri Aplaus

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tekankan Kinerja dan Inovasi Bermutu, Bupati Sanjaya Lantik 21 Pejabat di Lingkungan Pemkab Tabanan

Published

on

By

Bupati Sanjaya
LANTIK PEJABAT: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya berfoto bersama usai melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 21 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Rabu (29/4). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 21 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Rabu (29/4). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid di Tabanan Command Center (TCC) Kominfo Tabanan dilaksanakan secara hybrid, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Sekda dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan.

Adapun pejabat yang dilantik, terdiri dari 3 orang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, 13 orang Jabatan Administrator, dan 5 orang Jabatan Pengawas. Pelantikan ini merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi serta pengisian jabatan guna meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik, sehingga diharapkan para pejabat yang dilantik dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab barunya, serta mampu menunjukkan kinerja yang profesional, inovatif, dan berintegritas.

Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi yang transparan, akuntabel, dan kompetitif. Mulai dari tahapan seleksi administrasi, assessment, penulisan makalah hingga wawancara akhir, sehingga pejabat yang terpilih merupakan talenta terbaik yang siap mengemban amanah jabatan.

“Jabatan yang saudara emban bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui proses objektif yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, kepercayaan ini harus dijawab dengan kinerja nyata, dedikasi tinggi, dan komitmen kuat dalam menjalankan tugas,” pinta Sanjaya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat birokrasi yang adaptif dan profesional. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan periode 2025–2030, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Baca Juga  Presiden Anugerahi Penghargaan PPKM Award 2023 kepada Gubernur Koster

Untuk itu, Sanjaya berpesan kepada khususnya pejabat yang baru dilantik agar segera beradaptasi dan melakukan akselerasi kinerja, menciptakan inovasi dalam pelayanan publik, menjaga integritas dan loyalitas, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Tunjukkan bahwa saudara siap bekerja dan memberikan kontribusi nyata. Jangan bekerja secara monoton, tetapi ciptakan inovasi yang mampu mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab serta keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan melalui kerja bersama yang terintegrasi,” tegasnya.

Ia juga sangat berharap hal ini segera bisa diimplementasikan di tempat kerja masing-masing. Kinerja para pejabat akan dievaluasi secara berkala guna memastikan roda pemerintahan berjalan optimal dan target pembangunan dapat tercapai dengan baik.

“Seperti yang sering saya sampaikan. Disiplin tanpa harus diawasi, bekerja tanpa harus diperintah, dan tanggung jawab tanpa harus diminta,” tegas orang nomor satu di Tabanan tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

WHDI Badung Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan di Pura Taman Ayun

Published

on

By

WHDI Badung
TEBAR BENIN IKAN: Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta memimpin Aksi mereresik, penanaman pohon, hingga penebaran 5.000 benih ikan karper Sosial di area Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kamis (30/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian alam dan penguatan spiritual melalui program rutin yang digelar di area Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Badung, Kamis (30/4).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Satria. Rangkaian acara meliputi aksi mereresik (bersih-bersih), penanaman pohon, hingga penebaran 5.000 benih ikan karper di area kolam Pura Taman Ayun.

Dalam sambutannya Yunita Alit Sucipta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari ajaran Tri Hita Karana yakni Parhyangan, diwujudkan melalui persembahyangan bersama memohon kerahayuan dan kemakmuran bagi jagat Bali dan Badung. Pawongan, bentuk kasih sayang kepada sesama dengan penyerahan 60 paket tali kasih kepada para Pemangku dan petugas kebersihan di lingkungan Pura Taman Ayun. Palemahan, aksi nyata merawat Ibu Pertiwi melalui penanaman pohon dan penebaran benih ikan agar ekosistem tetap terjaga.

“Ini adalah bentuk sradha bhakti kami. Dengan merawat alam, kita berharap Ibu Pertiwi juga senantiasa menjaga kita semua. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan rutin WHDI Badung ini,” ujarnya.

Apresiasi senada disampaikan oleh Bendesa Adat Mengwi, Ida Bagus Oka. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, tetapi mampu memotivasi anggota WHDI untuk terus berperan aktif, baik dalam rumah tangga maupun masyarakat.

“Kami berharap ibu-ibu WHDI dapat menjadi motivator bagi keluarga untuk semangat ngayah demi kelestarian adat dan budaya. Semoga program mulia yang sejalan dengan pemerintah kabupaten ini bisa terus berlanjut secara berkesinambungan di desa-desa lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga  Menteri LH Puji Wayan Koster, Bali Jadi Pioneer Pembatasan Sampah Plastik Se-Indonesia, Ratusan Babinsa Beri Aplaus

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Perikanan Badung, Dinas PMD Badung, pihak Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Mengwi I Nyoman Suwarjana, pengelola Pura Taman Ayun, serta pengurus WHDI tingkat Kabupaten dan Kecamatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca