Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

ITB STIKOM Bali Tak Ada Kaitan dengan STIKOM Bandung

Kerancuan Nama STIKOM Dirasa Ganggu Eksistensi ITB STIKOM Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

itb stikom bali
BERTEMU MEDIA: Dari kiri Wakil Rektor III Yudy Agusta, Ph.D., Rektor Dr. Dadang Hermawan, Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., C.A. , Wakil Rektor I Dr. Roy Rudolf Huizen, ST, MT, dan Wakil Rektor II Dr. Ni Luh Putri Srinadi, SE, MM. Kom., saat bertemu media, Sabtu (25/1/2025) di Kantor ITB STIKOM Bali. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Nama STIKOM menjadi rancu, saat Lembaga Pendidikan Tinggi di luar Bali juga menggunakan nama STIKOM. Kerancuan nama itu dirasa mengganggu eksistensi ITB STIKOM Bali.

Demikian disampaikan Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, saat menyampaikan klarifikasi di Kantor ITB STIKOM Bali, Denpasar, Sabtu, 25 Januari 2025.

“Saya tegaskan itu tidak ada kaitannya ITB STIKOM Bali dengan STIKOM Bandung, karena STIKOM Bali ini Institut Teknologi dan Bisnis, sedangkan STIKOM Bali itu merek,” kata Dadang Hermawan.

Awalnya, STIKOM disebutkan memang Komputer, tapi sekarang sudah menjadi merek dan sudah didaftarkan di Kementerian Hukum Bali. Sedangkan, lembaga pendidikan lain yang pakai nama STIKOM berarti Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi.

“Jadi, yang dipatenkan itu nama STIKOM Bali bukan ITB STIKOM Bali, karena dari dulu khan STIMIK STIKOM Bali. STIMIK itu khan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer dan STIKOM Bali itu adalah merek, yang kemudian menjadi ITB STIKOM Bali,” tegasnya.

Dipaparkan, bahwa ITB STIKOM Bali berada di bawah Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) dan menaungi empat Perguruan Tinggi, yakni, ITB STIKOM Bali di Renon, Denpasar, Politeknik Nasional (Polnas) di Tanjung Bungkak, Denpasar, Politeknik Ganesha Guru di Singaraja dan Universitas Teknologi Bandung (UTB), yang dulunya bernama Sekolah Tinggi Teknologi Bandung.

“Itu ada 4 Perguruan Tinggi, diluar itu, tidak ada lagi Perguruan Tinggi lain di bawah STIKOM Grup yang dinaungi Yayasan Widya Dharma Shanti,” terangnya.

Bahkan, disebutkan, ITB STIKOM Bali memiliki tiga kampus yang semuanya berada di wilayah Bali, yaitu di Renon, Denpasar, Jimbaran dan Abiansemal.

“Jadi, sekali lagi ITB STIKOM Bali tidak ada kaitannya dengan Sekolah Tinggi Komunikasi Bandung,” tegasnya.

Baca Juga  Didatangi Apple, Microsoft Intel dan Google, Begini Tanggapan Rektor ITB STIKOM Bali

Apalagi, Yayasan Widya Dharma Shanti didirikan pada 20 Mei 2001. Yayasan itu menjadi cikal bakal berdirinya ITB STIKOM Bali beserta lembaga pendidikan lainnya.

Dadang mengatakan, nomenklatur STIKOM Bali sesuai yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi pada saat itu, memang Ilmu Komunikasi. Namun, dari awal lembaga yang berpusat di kawasan Renon, Denpasar itu mengajarkan Ilmu Komputer.

“Tapi di masyarakat lain kondisinya, Kom itu mengacu pada Komputer, selanjutnya kita pakai nama resmi STIKOM Bali sampai sekarang,” paparnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, diajukan kembali izin pendirian Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, sehingga pada tanggal 10 Agustus 2002 keluarlah izin Institut dengan Nomor 157/D/O/2002.

Meski demikian, secara garis besar di Indonesia terdapat 6 jenis Perguruan Tinggi, yang mulai dari Akademi Komoditas yang paling baru, menurut Undang-Undang Nomor 12 tahun 2000 tentang Pendidikan Tinggi.

Kemudian, kedua Akademi, yang ketiga, Politeknik, keempat namanya Sekolah Tinggi dan kelima Institut serta keenam disebut Universitas.

“Nah, dulu pada saat STIKOM BALI berdiri namanya itu STIMIK STIKOM Bali, maunya kami itu STIKOM Bali aja, tapi oleh Dikti tidak diperbolehkan, karena STIKOM Bali itu, KOM itu Komunikasi bukan Komputer,” urainya.

Meski demikian, pihaknya selalu berorientasi pada keinginan masyarakat, yang lebih gamblangnya kebutuhan pasar, sehingga nama STIKOM menjadi Komputer, karena jarang sekali menggunakan sebutan Komunikasi.

“Jadi, waktu itu ada STIKOM Balikpapan itu sebagai kakaknya daripada STIKOM Bali yang didirikan diluar dari pak Satria Darma, yang kemudian juga ada STIKOM Surabaya. Nah, kemudian, karena kami disitu dua-duanya untuk Komputer. Padahal, sebetulnya resminya STIKOM itu Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi, itu resmi dari Dikti, tapi intinya sesuai kondisinya, Kom itu jadi Komputer, sehingga kami berdiri STIMIK STIKOM Bali,” jelasnya.

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang 3A

Oleh karena terlalu panjang, maka disingkat saja STIKOM Bali, yang hingga kini terus dipakai.

Seiring perjalanan waktu, lanjutnya ITB STIKOM Bali masih tetap bertahan. Sementara, STIKOM Balikpapan sudah berubah menjadi Universitas Mulia dan STIKOM Surabaya juga sudah terseret dan tergerus, sehingga nama STIKOM hanya ada di Bali.

“Jadi, STIKOM Surabaya sudah berubah, sudah tak ada. Termasuk juga saingan kita, STIKOM Indonesia sudah tidak ada dan tidak pakai lagi, karena mohon maaf selalu mengaku adiknya STIKOM Bali,” tambahnya.

Soal kejadian STIKOM Bandung diakui diluar nalar, lantaran sebuah Sekolah Tinggi atau Perguruan Tinggi bisa berbuat seperti itu. Apalagi, ada ijazah tanpa kuliah dan juga ijazah tanpa PIN atau Penomoran Ijazah Nasional.

“Di ijazah itu sekarang harus ada PIN atau Penomoran Ijazah Nasional, itu semuanya, apalagi sekarang kalau tidak ada itu, berarti tidak sah ijazah. Jadi, itu sudah dikendalikan Dikti. Jadi, karena ada PIN semua Perguruan Tinggi dipantau oleh Dikti. Misalnya, pak Made Arsana mau minta PIN, lihat masuknya kapan, semester satu, semester dua dan seterusnya, itu ada daftarnya, sehingga setelah bersyarat baru keluar PIN,” paparnya.

Atas kejadian di STIKOM Bandung, lanjutnya tanpa PIN justru keluar ijazah, yang menyebabkan beritanya viral hingga saat ini.

“Jadi, saya tegaskan, bahwa itu tidak ada kaitannya STIKOM Bali dengan STIKOM Bandung. Jika STIKOM Bali itu adalah Institut Teknologi dan Bisnis, STIKOM Bali itu merek, yang awalnya Komputer, tapi sekarang menjadi merek dan sudah didaftarkan ke Kemenkumham Bali. Kemudian, STIKOM Bandung itu Sekolah Ilmu Komunikasi Bandung,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pengangguran di Badung Turun Jadi 1,57%, Ratusan Pekerja Tembus Pasar Luar Negeri

Published

on

By

kominfo badung
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Badung mencatatkan penurunan signifikan dari 2,72% menjadi 1,57% pada 2026. Capaian ini didorong oleh pemulihan ekonomi lokal serta optimalnya penyerapan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.

​”Data makroekonomi terbaru menunjukkan TPT kita turun drastis ke angka 1,57 persen karena aktivitas ekonomi daerah sudah pulih sepenuhnya. Penurunan ini menempatkan Badung sebagai salah satu wilayah dengan tingkat pengangguran terendah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (21/10/2026).

​Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Disperinaker Badung mencatat sebanyak 726 tenaga kerja telah berhasil disalurkan. Sektor luar negeri menjadi penyerap terbanyak dengan mendominasi sebagian besar total penempatan.

​”Sepanjang delapan bulan pertama tahun ini, kami sudah menyalurkan total 726 pekerja yang terdiri atas 508 laki-laki dan 218 perempuan. Dari jumlah itu, penempatan luar negeri paling mendominasi yaitu mencapai 601 orang, sementara penempatan dalam negeri sebanyak 125 orang,” ujar Ngurah Rai.

​Jika dirinci berdasarkan jenis kelamin, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang terdaftar mencapai 276 orang, terdiri dari 179 laki-laki dan 97 perempuan. Puncak penempatan tenaga kerja secara keseluruhan terjadi pada April 2026 dengan total 210 orang.

​”Untuk pendaftaran calon pekerja migran tercatat ada 276 orang, di mana 179 orang laki-laki dan 97 orang perempuan. Tren penyaluran tenaga kerja paling tinggi terjadi di bulan April lalu yang mencapai 210 orang dalam satu bulan,” ucapnya.

​Sektor pariwisata seperti perhotelan, restoran, dan katering masih menjadi penyerap tenaga kerja utama di wilayah Badung. Tiga sektor pendukung lainnya yakni perdagangan, jasa, serta industri kreatif dan pengolahan pangan.

Baca Juga  Tingkatkan Kinerja, ITB STIKOM Bali Lantik 25 Pejabat Struktural

​”Pariwisata di kawasan Badung selatan memang masih jadi penggerak utama dalam membuka lapangan kerja. Selain pariwisata, sektor perdagangan, jasa transportasi dan hiburan, serta industri kreatif pangan juga menyerap banyak tenaga kerja,” kata mantan Kadis Perhubungan Badung itu.

​Guna mempercepat proses penyaluran tenaga kerja, Disperinaker Badung rutin menggelar bursa kerja terpadu. Pemerintah daerah juga memanfaatkan momentum Hari Buruh untuk memperkuat sinergi antara serikat pekerja dan asosiasi pengusaha.

​”Kami rutin menggelar job fair untuk mempertemukan lulusan sekolah atau kampus lokal langsung dengan pihak manajemen perusahaan. Momentum May Day juga kami manfaatkan untuk menjaga iklim kerja tetap kondusif antara serikat buruh dan pengusaha,” tuturnya.

​Di samping itu, Disperinaker menggelar pelatihan kerja intensif seperti mekanik sepeda motor konvensional dan listrik selama 40 hingga 42 hari menggunakan dana APBD. Pelatihan tersebut juga mencakup manajemen wirausaha makanan untuk meningkatkan daya saing warga lokal.

​”Pelatihan mekanik motor konvensional dan listrik kami gelar selama 40 sampai 42 hari menggunakan dana APBD Badung. Kami juga berikan pelatihan manajemen wirausaha kuliner agar tenaga kerja lokal punya kompetensi tinggi,” beber dia.

​Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen alumni pelatihan tersebut berhasil diterima bekerja di industri atau membuka usaha mandiri. Keberhasilan ini didukung oleh sertifikasi kompetensi yang menguatkan daya saing para peserta.

​”Evaluasi kami mencatat sekitar 80 persen lulusan pelatihan langsung diserap industri atau berhasil membuka usaha sendiri. Sertifikat kompetensi yang mereka pegang menjadi modal penting untuk bersaing,” jelasnya.

​Dari sisi regulasi, Pemkab Badung mengikat komitmen pelaku usaha melalui perjanjian kerja sama penyerapan tenaga kerja ber-KTP Badung minimal 70 persen. Program magang industri juga diterapkan agar peserta dapat langsung diangkat menjadi karyawan tetap.

Baca Juga  Dua Dekade ITB STIKOM Bali, Puncak Acara di Pantai Pandawa Hadirkan Tulus

​”Kami buat kesepakatan dengan swasta agar hotel dan restoran baru di Kuta, Nusa Dua, hingga Canggu wajib menyerap minimal 70 persen pekerja lokal Badung. Kami juga jalankan program magang industri yang langsung terhubung ke rekrutmen pegawai tetap,” terang Ngurah Rai.

​Sebagai langkah jangka panjang, Disperinaker fokus menyesuaikan kurikulum pelatihan ke arah keahlian digital dan ekonomi hijau. Pemerintah daerah juga menaikkan target cakupan perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan hingga 59,80 persen untuk pekerja rentan.

​”Ke depan kurikulum pelatihan kami arahkan ke teknologi kendaraan listrik dan manajemen pariwisata berkelanjutan. Perlindungan jaminan sosial pekerja rentan lewat APBD juga kami naikkan targetnya sampai 59,80 persen,” terangnya.

​Strategi penutup diwujudkan melalui pemberian stimulus modal kerja dan pendampingan bisnis bagi lulusan pelatihan. Program ini bertujuan mengubah peran masyarakat lokal dari pencari kerja menjadi penyedia lapangan kerja baru.

​”Lulusan pelatihan yang mau berwirausaha kami berikan bantuan modal kerja dan pendampingan bisnis. Tujuannya agar warga Badung tidak cuma mencari kerja, tapi juga bisa membuka lapangan kerja baru,” pungkas Ngurah Rai. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan Beragam Keseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

Published

on

By

pegadaian
Banner Festival TRING Pegadaian. (Foto: Hms Pegadaian)

Denpasar, baliilu.com – PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar menghadirkan Festival Tring! by Pegadaian sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun aplikasi Tring by Pegadaian. Kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Trans Studio Mall Bali ini menghadirkan beragam hiburan, aktivitas interaktif, edukasi, hingga berbagai kegiatan menarik bagi masyarakat.

Festival Tring akan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah musisi dan talenta yang siap menghibur pengunjung. Bagus Wirata, Anggis Devaki, Meiska, Nanoe Biroe, KIS Band, dan Jegeg Bulan akan turut meramaikan rangkaian acara melalui penampilan spesial selama Festival Tring berlangsung.

Tidak hanya menghadirkan hiburan musik, Festival Tring juga menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang dapat diikuti oleh masyarakat. Sejumlah kegiatan tersebut di antaranya Tring! Charm Walk, Tring! Sing & Shine, Tring! Colour Fun, Tring! Little Star, dan Tring! Little Runway.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan lainnya, seperti Bazar Lelang Emas, Cuci Emas Gratis, Music & Dance Performance, Talkshow Investasi Cerdas, Tring Corner, serta berbagai lomba dan games menarik.

Beragam rangkaian kegiatan tersebut dikemas untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan lebih dekat berbagai kemudahan layanan Pegadaian melalui aplikasi Tring. Kehadiran Tring Corner dan Talkshow Investasi Cerdas juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan wawasan mengenai layanan serta pilihan investasi di Pegadaian.

Festival Tring sekaligus menjadi momentum bagi Pegadaian untuk merayakan perjalanan Tring bersama masyarakat. Melalui aplikasi Tring by Pegadaian, berbagai layanan Pegadaian hadir dalam satu platform yang semakin mudah, praktis, aman, dan nyaman untuk diakses.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa Festival Tring menjadi salah satu bentuk apresiasi Pegadaian dalam merayakan ulang tahun Tring bersama masyarakat.

Baca Juga  Tingkatkan Kinerja, ITB STIKOM Bali Lantik 25 Pejabat Struktural

“Festival Tring kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan ulang tahun Tring bersama masyarakat. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi dan pengalaman mengenai berbagai kemudahan layanan Pegadaian melalui Tring,” ujar Bapak Edy Purwanto.

Pegadaian mengajak masyarakat untuk hadir dan meramaikan Festival Tring! by Pegadaian di Trans Studio Mall Bali pada 21–25 Oktober 2026 dan menikmati berbagai keseruan yang telah disiapkan.

Mari rayakan ulang tahun Tring by Pegadaian dan rasakan berbagai keseruannya bersama! (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  ITB STIKOM Bali Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang 3A

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca