Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jaga Kondusivitas Bali Jelang Tahun Politik, Wagub Cok Ace Rangkul Komunitas Pecinta Otomotif

BALIILU Tayang

:

wagub
SERAHKAN BINGKISAN: Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyerahkan bingkisan kepada warga saat kegiatan pecinta otomotif khususnya mobil kuno yang tergabung dalam beberapa komunitas di Klungkung, Sabtu (26/8/2023). (Foto: ist)

Klungkung, baliilu.com – Guna menjaga Bali tetap kondusif menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak pada Tahun 2024 mendatang, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) merangkul pecinta otomotif khususnya mobil kuno yang tergabung dalam beberapa komunitas. Sabtu (26/8/2023), secara estafet, Wagub Cok Ace hadir di tiga acara yang dilaksanakan komunitas pecinta otomotif. Pertama, Wagub Cok Ace menghadiri HUT ke-35 Bali Willy’s Club (BWC) di Monumen Puputan Klungkung. Berikutnya, Wagub Cok Ace hadir pada HUT ke-32 Bali Volkswagen Division (BVD) di Sekar Jambu, Jalan Sedap Malam Denpasar dan terakhir menghadiri Ramah Tamah Club Otomotif di Kebon Vintage, Biaung, Denpasar.

Saat memberi sambutan di tiap lokasi, Wagub Cok Ace menyinggung perhelatan politik yang akan digelar di seluruh negeri. Ia mengingatkan godaan yang akan dihadapi komunitas pecinta otomotif yang notabene punya jumlah anggota cukup banyak. “Saya yakin, banyak godaan yang akan mendekati,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia berharap peran aktif komunitas penggemar otomotif dalam menyukseskan ajang pesta demokrasi. Wagub mengingatkan agar seluruh pecinta otomotif menggunakan hak pilih pada pelaksanaan Pemilu. Selain itu, ia juga meminta dukungan para pecinta otomotif dalam menyukseskan program pembangunan yang tengah dijalankan oleh pemerintah. “Mari galang kekompakan mendukung program pemerintah yang diarahkan untuk menyejahterakan masyarakat menuju Bali era baru,” ajaknya.

wagub
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat memberikan sambutan. (Foto: ist)

Masih dalam sambutannya, Guru Besar ISI Denpasar ini menyampaikan selamat kepada BWC dan BVD yang masing-masing merayakan ulang tahun ke-35 dan ke-32. Menurutnya, dua komunitas itu telah mampu bertahan hingga menginjak usia yang cukup dewasa. Ia berharap, dua komunitas ini makin maju, solid dan akrab. Ditambahkannya, ulang tahun adalah momen penting untuk melakukan dua hal yaitu bersyukur dan evaluasi. “Rasa syukur kita panjatkan karena kendaraan tua yang kita rawat masih bisa dikendarai. Padahal rata-rata usianya telah melebihi umur pemiliknya,” urainya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ Gedong Sineb Pura Dalem Puri Peliatan Ubud

Selain itu, dua komunitas ini pantas bersyukur karena tetap solid hingga menginjak usia 35 dan 32 tahun. Ia berpendapat, BWC dan BVD masih bisa bertahan dan makin dewasa karena terjaganya soliditas dan kerjasama di internal organisasi sekaa demen ini. “Soliditas ini sangat tergantung pada performa ketua. Kalau ketuanya mulai punya kepentingan pribadi, tak lagi memiliki rasa tulus ikhlas, pasti sudah bubar. Ini puluhan tahun terlewati, tandanya kekompakan terawat dengan baik,” paparnya.

Selain sebagai ajang bersyukur, perayaan ulang tahun juga harus dimaknai sebagai ajang evaluasi yang diarahkan pada perenungan tentang apa yang menjadi cita-cita pendiri dari masing-masing komunitas otomotif. “Dengan demikian, kita sebagai penerus punya benang merah dengan para pendiri dan melanjutkan cita-cita mereka,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, Wagub Cok Ace juga mohon pamit karena tinggal hitungan hari ia akan melepas jabatan sebagai Wakil Gubernur Bali. “Pada 5 September saya akan mengakhiri tugas sebagai Wagub dan kembali ke kampus menjadi dosen. Kalau tahun depan hadir lagi di tengah perayaan seperti ini, tentunya kapasitas saya adalah akademisi dan juga pecinta otomotif,” sebutnya.

Pada perayaan HUT ke-35 BWC, Wagub Cok Ace menerima penghargaan dari Sekjen BWC Ngurah Suparta.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang hadir pada perayaan HUT BWC, menyampaikan terima kasih kepada komunitas kendaraan Willy’s. Terlebih kegiatan ini digelar di Monumen Puputan Klungkung yang merupakan tempat sangat bersejarah bagi masyarakat Klungkung. Ia berharap nuansa nasionalisme lokasi acara mampu memantik semangat anggota BWC untuk tetap solid dan menjadi teladan bagi generasi muda. Lebih dari itu, Ia meminta BWC mempromosikan Klungkung yang belakangan terkenal dengan objek wisata Nusa Penida. “Sesekali buat acara di Nusa Penida. Ada pula sejumlah tempat bersejarah seperti Kerta Gosa,” ujar Bupati Suwirta disambut aplaus para peserta.

Baca Juga  Puncak Karya Pujawali Pura Giri Semeru Agung Lumajang, Wagub Cok Ace Ngayah “Nyolahang” Topeng Dalem Sidakarya

Kehadiran Wagub Cok Ace di tengah komunitas pecinta otomotif mendapat apresiasi dari Ketua BVD Bali Wayan Pasek dan Sekjen BWC Ngurah Suparta. Keduanya menghaturkan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Wagub Cok Ace di tengah komunitas otomotif. Sedangkan di Kebon Vintage, Club Otomotif Bali secara khusus membuat perayaan ulang tahun ke-67 Wagub Cok Ace yang jatuh pada 23 Agustus 2023. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bunda Rai Apresiasi Pesona Busana Adat Tabanan, Angkat Jati Diri Daerah di Utsawa PKB XLVIII 2026

Published

on

By

parade busana pkb
PARADE BUSANA ADAT: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, pimpin duta Tabanan dalam ajang Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Minggu (21/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah melalui partisipasi Kabupaten Tabanan pada Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Event tersebut digelar di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Minggu (21/6).

Kehadiran Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai yang menyaksikan langsung penampilan rangkaian Utsawa menjadi wujud nyata dukungan terhadap upaya menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Tabanan kepada masyarakat luas. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris TP PKK Kabupaten Tabanan yang juga Ketua GOW Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Perangkat Daerah terkait dan jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Tabanan.

Parade busana malam itu, juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dan juga para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali atau yang mewakili. Kabupaten Tabanan tampil memukau dengan menghadirkan empat ragam busana adat yang sarat filosofi, nilai sejarah, serta identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Peragaan pertama menampilkan Busana Khas Pecalang Lanang Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel. Busana ini merepresentasikan sosok pecalang sebagai penjaga keamanan dan ketertiban desa adat yang berwibawa. Ditampilkan oleh sepasang pecalang lanang, busana tersebut memadukan tiga warna sakral, yakni merah, hitam, dan putih, yang melambangkan konfigurasi Trisakti sebagai simbol penciptaan, pemeliharaan, dan pamrelina yang menyatu menjadi kekuatan menuju kesejahteraan.

Peragaan kedua menghadirkan Busana Adat Deha Teruna dan Deha Sari dari Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan. Busana ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat setempat yang dikenakan dalam Upacara Ngusaba Gede di Pura Puseh Bale Agung setiap Purnama Kalima. Selain menjadi simbol rasa syukur dan permohonan berkah bagi kesejahteraan, kemakmuran, serta keselamatan masyarakat, busana ini juga melibatkan para remaja yang baru memasuki usia dewasa sebagai bentuk regenerasi nilai-nilai adat dan budaya.

Baca Juga  Puncak Karya Pujawali Pura Giri Semeru Agung Lumajang, Wagub Cok Ace Ngayah “Nyolahang” Topeng Dalem Sidakarya

Selanjutnya, Tabanan menampilkan Busana Adat Mamukur, yang digunakan dalam rangkaian upacara suci penyucian roh leluhur. Didominasi warna putih dan kuning, busana ini mencerminkan makna kesucian, ketulusan, dan keikhlasan. Meski tampil sederhana, busana Mamukur memiliki nilai spiritual yang mendalam sebagai bagian dari tradisi yadnya yang masih lestari di tengah masyarakat Bali.

Sebagai penutup, ditampilkan Parade Busana Adat Payas Agung Tabanan yang menghadirkan sepasang peraga dewasa dalam balutan busana pengantin khas Tabanan. Busana yang digunakan dalam upacara pawiwahan tersebut didominasi tenunan khas Bali yang diwariskan secara turun-temurun, menciptakan kesan mewah, elegan, sekaligus agung yang mencerminkan kemuliaan tradisi pernikahan adat Tabanan.

Keempat busana adat tersebut mendapat apresiasi dari para penonton yang memadati Gedung Ksirarnawa. Dalam parade tersebut, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, dengan penataan busana oleh Andri Purwanto dan I Gede Komang Kartono Yasa, yang berhasil menghadirkan pertunjukan sarat estetika, filosofi, dan kekayaan budaya Tabanan.

Bunda Rai menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peraga, penata busana, serta pihak yang telah terlibat dalam menampilkan kekayaan budaya Tabanan di panggung PKB tahun ini. Menurutnya, setiap peragaan yang ditampilkan tidak hanya memperlihatkan keindahan busana adat, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai luhur yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Tabanan. Ia juga menilai, melalui parade busana tersebut, masyarakat diajak untuk kembali mengenali sekaligus mencintai warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Keindahan ragam busana, tata rias, hingga ornamen yang ditampilkan menjadi cerminan identitas budaya yang patut dijaga bersama. “Saya sangat bangga dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah menampilkan peragaan busana malam ini dengan begitu indah dan penuh makna. Kita telah menyaksikan bagaimana kekayaan budaya, filosofi, dan nilai-nilai luhur leluhur terpancar dalam setiap balutan busana serta ragam hias yang ditampilkan,” ujar Bunda Rai.

Baca Juga  Sambangi Kantor Bupati Klungkung, Wagub Cok Ace Minta Digitalisasi Pasar Mulai Digenjot

Lebih lanjut, Bunda Rai berharap warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Tabanan tersebut dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus. “Kemegahan budaya yang diwariskan leluhur ini merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat Tabanan. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkannya agar tetap hidup serta berkembang di tengah perubahan zaman,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Utsawa Busana Adat Khas Kota Denpasar Tampil Apik di Panggung PKB XLVIII 2026

Published

on

By

parade busana pkb
PARADE BUSANA ADAT: Busana Adat Khas Kota Denpasar saat tampil dalam parade busana adat dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (21/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.comUtsawa (Parade) Busana Adat Khas Kota Denpasar dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 tampil apik dan sukses memukau para pengunjung yang memadati Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (21/6).

Parade ini menjadi salah satu ajang pelestarian budaya yang menampilkan kekayaan dan keragaman busana adat khas Kota Denpasar yang sarat makna filosofis serta nilai-nilai tradisi Bali.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Sekretaris I Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa pelaksanaan parade busana adat ini merupakan upaya nyata dalam melestarikan busana adat Bali sekaligus melindungi keberadaan tekstil tradisional yang menjadi warisan budaya masyarakat Bali.

“Parade ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang keragaman busana adat khas Kota Denpasar yang memiliki keunikan, ciri khas, serta berlandaskan pada pakem-pakem tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, parade ini juga menjadi wahana transformasi nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan pelaksanaan Upacara Yadnya, Upacara Daha, maupun berbagai upacara adat yang dilaksanakan di Kota Denpasar,” ujarnya.

Untuk memastikan keaslian dan nilai estetika setiap busana yang ditampilkan, pagelaran ini menggandeng perancang busana dan budayawan Bali, Dr. A.A. Ngr. Anom Mayun KT, M.Si, yang turut berperan dalam pengembangan serta pelestarian busana adat khas Kota Denpasar.

Dalam parade tersebut, ditampilkan delapan ragam busana adat khas Kota Denpasar yang menggambarkan berbagai tahapan kehidupan dan pelaksanaan upacara adat masyarakat Hindu Bali. Di antaranya Busana Adat Daha Menek Kelih/Ngeraja, Busana Medharma Swaka, Busana Mekala-kalaan, Payas Madya Kota Denpasar, Payas Agung Kota Denpasar, Payas Melelunakan, Busana Mamukur/Maligya, serta Busana Mapeed ke Pura.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Buka Pameran Food, Hotel & Tourism 2022

Busana Adat Daha Menek Kelih atau Ngeraja menggambarkan prosesi akil balig sebagai ungkapan rasa syukur orang tua kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas tumbuh kembang anak menuju masa remaja.

Sementara Busana Medharma Swaka dan Mekala-kalaan merepresentasikan tahapan penting dalam rangkaian upacara pernikahan Hindu Bali.

Tak kalah menarik, Payas Madya dan Payas Agung Kota Denpasar menampilkan kemegahan tata rias dan busana yang digunakan dalam upacara Manusa Yadnya, seperti Mepandes dan pernikahan, sesuai tingkatan upacaranya. Keindahan detail ornamen, songket, serta aksesoris khas Denpasar menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton.

Selain itu, turut ditampilkan Payas Melelunakan yang digunakan dalam upacara Ngaben atau Pelebon, serta Busana Mamukur/Maligya yang digunakan pada rangkaian penyucian Sang Atma setelah upacara ngaben. Kedua busana tersebut menunjukkan kekayaan filosofi dan nilai spiritual yang terkandung dalam tradisi masyarakat Bali.

Parade ditutup dengan penampilan Busana Mapeed ke Pura yang menggambarkan tradisi berjalan beriringan menuju pura dalam rangkaian Upacara Dewa Yadnya. Busana ini mencerminkan semangat kebersamaan, gotong-royong, serta rasa syukur masyarakat Hindu Bali.

Melalui Utsawa Busana Adat Khas Kota Denpasar ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya leluhur, sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Denpasar di tengah perkembangan zaman. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pecaruan” di Genah Suci Penganyutan Banjar Suwung Batan Kendal

Published

on

By

arya wibawa
HADIRI PECARUAN: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Upacara Pecaruan Panca Sanak Madurga dan Panca Sata di Genah Suci Penganyutan, Banjar Suwung Batan Kendal, Desa Adat Sesetan bertepatan dengan rahina Soma Kliwon Wuku Kuningan, Senin (22/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Pecaruan Panca Sanak Madurga dan Panca Sata di Genah Suci Penganyutan, Banjar Suwung Batan Kendal, Desa Adat Sesetan bertepatan dengan rahina Soma Kliwon Wuku Kuningan, Senin (22/6). Upacara tersebut dilaksanakan setelah proses penataan kawasan tersebut tuntas dilaksanakan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Kota Denpasar I Gede Tommy Sumerta, Bendesa Adat Sesetan I Made Sudama, Klian Adat se-Desa Sesetan, undangan serta krama Banjar Suwung Batan Kendal.

Klian Adat Banjar Suwung Batan Kendal I Kadek Yoga Wisnawa mengatakan, penataan Genah Suci Penganyutan, Banjar Suwung Batan Kendal ini bermula dari kawasan kumuh yang tidak tertata. Dimana, penataan tersebut merupakan inisiatif masyarakat Banjar Suwung Batan Kendal.

Dikatakannya, penataan kawasan tersebut dimulai sejak Tahun 2025, dan baru tuntas dikerjakan Tahun 2026. Ke depan, pihaknya berharap kawasan tersebut dapat mendukung kegiatan keagamaan di masyarakat. Selain itu, kawasan tersebut juga akan diproyeksi menjadi sarana penunjang pariwisata yang dilengkapi dengan jogging track.

“Tentu kami bersyukur penataan ini terus berlanjut dan ke depan diharapkan dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa memberikan apresiasi atas pelaksanaan Upacara Pecaruan Panca Sanak Madurga dan Panca Sata di Genah Suci Penganyutan, Banjar Suwung Batan Kendal, Desa Adat Sesetan. Dimana, penataan ini memberikan kesan positif dalam mengubah kawasan kumuh menjadi bersih dan bermanfaat untuk kegiatan masyarakat.

Wawali Arya Wibawa berharap seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kawasan ini. Hal ini utamanya dalam menjaga kebersihan dan menjadikan kawasan ini lebih bernilai. Sehingga dapat mendukung penataan kawasan pesisir yang lebih indah dan tertata.

Baca Juga  Sambangi Kantor Bupati Klungkung, Wagub Cok Ace Minta Digitalisasi Pasar Mulai Digenjot

“Tentu kami di Pemerintah Kota Denpasar menberikan dukungan atas inisiatif masyarakat dalam melaksanakan penataan, semoga dapat memberikan kemanfaatan maksimal bagi masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca