Sunday, 2 October 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Jambret Tas Wisatawan Prancis, Rohmat Diamankan Polsek Densel

BALIILU Tayang

:

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pelaku Jambret bernama Rohmat (39) asal Banyuwangi Jawa Timur. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pelaku Jambret berinisial Rohmat (39) asal Banyuwangi Jawa Timur pada Sabtu, 13 Agustus 2022 lalu.

Sebelumnya korban Noemie Chloe Sancelme turis asal Prancis melaporkan telah kehilangan tas miliknya di Jalan Sekar Waru Sanur Kauh Densel pada Selasa, 9 Agustus 2022 sekitar pukul 10.45 Wita saat korban naik sepeda gayung menuju Pantai Mertasari. Saat di TKP korban dihampiri pelaku yang naik sepeda motor dan mengambil tas yang diletakkan di keranjang depan.

“Pelaku berhasil kami amankan setelah melakukan olah TKP dan mengidentifikasi nomor plat kendaraan dan identitas pelaku,” ungkap Kapolsek Densel Kompol I Made Teja Dwi Permana, S.H.,S.I.K. didampingi Kasi Humas Iptu I Ketut Sukadi, Senin (15/8/2022).

Lebih lanjut disampaikan sesuai dengan perintah Kapolda Bali dan Kapolresta Denpasar agar seluruh jajaran Kepolisian mengatensi keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berlibur di pulau Bali dan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku yang berani berbuat kriminal.

“Setelah diamankan dan dilakukan pengembangan pelaku berusaha melakukan perlawanan sehingga kami berikan tindakan tegas (tembak),” ucap Kapolsek.

Sedangkan barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa 1 buah tas parasut warna pink uang Rupiah Rp 1,4 juta, kartu kredit, kaca mata dan alat perlengkapan ke pantai.

“Pelaku mengakui mengambil tas korban setelah sebelumnya korban dibuntuti pelaku selanjutnya pelaku membuang pakaian dan kartu kredit korban di hutan mangrove Benoa, sedangkan barang lain disimpan pelaku, ” jelas Kompol Made Teja.

Dari hasil pemeriksaan pelaku juga mengakui pernah melakukan jambret di kawasan Jalan Pengembak Sanur sekitar tiga bulan lalu. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sat Reskrim Amankan Pelaku Congkel Sadel, Sudah Beraksi di 17 TKP Denpasar dan Gianyar

KRIMINAL

Polres Buleleng Gerebek Judi Sabung Ayam di Sukasada Buleleng

Published

on

By

sabung ayam
Sat Reskrim Polres Buleleng saat menggerebek penyelenggaraan perjudian sabung ayam di wilayah lingkungan Bakung Kelurahan Sukasada Buleleng pada Jumat, 30 September 2022 pukul 17.00 Wita. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Sat Reskrim Polres Buleleng menggerebek penyelenggaraan perjudian sabung ayam di wilayah lingkungan Bakung Kelurahan Sukasada Buleleng pada Jumat, 30 September 2022 pukul 17.00 Wita. Pada penggerebekan tersebut polisi mengamankan orang yang diduga selaku penyelenggaranya.

Pengungkapan perjudian sabung ayam ini dilakukan setelah Polres Buleleng menerima adanya informasi yang disampaikan masyarakat bahwa di daerah lingkungan Bakung Kelurahan Sukasada telah terjadi adanya perjudian sabung ayam. Informasi tersebut diterima langsung Kasat Reskrim AKP Hadimastika KP, SIK, M.H.

Dengan adanya informasi tersebut, Kasat Reskrim AKP Hadimastika KP, SIK, M.H. kepada media melalui siaran pers Sabtu (1/10) malam mengungkapkan, terlebih dahulu Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Buleleng melakukan penyelidikan secara tertutup sehingga benar-benar diketahui adanya rencanya dilakukannya perjudian jenis sabung ayam.

Kemudian Kasat Reskrim bersama dengan tim opsnalnya, melakukan tindakan cepat melakukan  penggerebekan terhadap adanya perjudian sabung ayam di wilayah lingkungan Bakung Kelurahan Sukasada pada Jumat, 30 September 2022 sore dengan mengamankan orang yang diduga selaku penyelenggaranya.

‘’Dari hasil penggerebekan di tempat kejadian perkara, polisi telah berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah kurungan ayam, 1 buah tas tempat ayam aduan, 1 ekor ayam aduan dan 1 gulung paranet sebagai atap berteduh,’’ ungkap Hadimastika.

Selain itu telah diamankan orang yang diduga selaku penyelenggara sabung ayam berinisial Kacung (46), yang pada saat sekarang ini masih sedang dilakukan permintaan keterangan di ruang Sat Reskrim Polres Buleleng. “Akan dilakukan tindakan tegas terhadap dugaan tindak pidana perjudian,” kata Hadimastika. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sat Reskrim Amankan Pelaku Congkel Sadel, Sudah Beraksi di 17 TKP Denpasar dan Gianyar
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Polri: Pemecatan Ferdy Sambo Langkah Tegas dan Komitmen Usut Tuntas Kasus Brigadir J

Survei Mayoritas Warga Setuju Ferdy Sambo Dipecat, Polri: Sejak Awal Kami Komitmen!

Published

on

By

polri
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 22 September 2022. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Polri menegaskan bahwa sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Ferdy Sambo di kasus penembakan Brigadir J merupakan langkah tegas dan komitmen yang digaungkan sejak awal.

Keseriusan Polri dalam menindak tegas dan mengusut tuntas perkara ini terwujud dari ditolaknya banding PTDH Ferdy Sambo. Atau dengan kata lain, putusan PTDH Ferdy Sambo sebagai anggota Polri telah final dan mengikat.

“Polri sejak awal komitmen untuk mengusut tuntas dan menindak tegas siapa pun yang dianggap tidak profesional maupun terlibat dalam kasus itu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, Jakarta, Kamis, 22 September 2022.

Tak hanya itu, Dedi menyinggung soal hasil survei Charta Politika terkait dengan keinginan publik soal dipecatnya Ferdy Sambo sebagai personel kepolisian.

Dalam survei tersebut, Charta Politika membagi menjadi dua yakni semua responden dan yang mengetahui kasus. Hasilnya, sebesar 52,6 persen semua responden sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Sedangkan, 58,1 persen yang mengetahui kasus sangat setuju Ferdy Sambo dipecat. Dengan adanya hasil survei tersebut, disimpulkan bahwa mayoritas warga sangat setuju Ferdy Sambo dipecat.

Menurut Dedi, kedepannya baik tim khusus dan inspektorat khusus sampai saat ini terus fokus untuk berkas perkara kasus dugaan pembunuhan berencana, sidang kode etik dan berkas kasus pidana menghalangi penyidikan atau Obstruction of Justice.

“Kami terus secara intens berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses pemberkasan agar segera rampung untuk dilanjutkan ke persidangan. Kami terus berkomitmen mengusut tuntas perkara ini,” tutup Dedi. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pantau Penerapan Prokes di Denpasar, Tim Gabungan Pemkot, Polresta, dan TNI Gelar Operasi Penertiban
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Jadi Kurir Shabu Pasangan Kekasih Diamankan Satresnarkoba Polresta Denpasar

Published

on

By

kapolresta
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK Kamis (15/9) pada konferensi pers saat mewawancarai pelaku. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Selain mengamankan ganja, Satresnarkoba Polresta Denpasar juga mengamankan pasangan kekasih, RRB (33) dan MN (20) di saat kedua pelaku menempel paket shabu di Jalan Serma Gede, Banjar Sanglah, Kecamatan Denpasar Barat, Selasa (6/9) pukul 15.30 Wita.

Dari tangan pasangan kekasih berstatus mahasiswa ini polisi mengamankan barang bukti berupa 22 paket shabu seberat 185,28 gram.

Saat Press Conference Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, S.H., S.I.K.,M.H. didampingi Kasat Resnarkoba AKP Mirza Gunawan, SIK Kamis (15/9) mengatakan bahwa setelah keduanya ditangkap di Jalan Serma Gede dan ditemukan 2 paket shabu, lanjut polisi melakukan penggeledahan kamar kos di Jalan Juwet Sari Gang Dewi Uma, Denpasar Selatan. Di sana polisi menemukan 20 paket shabu.

“Kedua tersangka ini mendapatkan pasokan shabu dari seseorang yang mereka kenal bernama Bos. Keduanya tergiur dengan upah besar, yakni dapat Rp 50.000 sekali tempel. Uang hasil jual narkoba ini rencananya untuk melunasi utang. Kalau shabu berhasil diedarkan semua, keduanya dapat upah Rp 6 juta,” beber Kombes Bambang Yugo Pamungkas.

Menurut pengakuan kedua pelaku saat mereka sedang kuliah di salah satu kampus swasta yang sama di Kota Denpasar. Kini keduanya sedang duduk di bangku semester III.

“Apapun alasannya, melanggar hukum harus dihukum. Keduanya dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” tegasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Polresta Denpasar Gelar Ops Yustisi Gabungan Dalam Rangka Penerapan PPKM Level 4
Lanjutkan Membaca