Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jasa Raharja Beralih Pakai Kendaraan Listrik, Dukung Kebijakan Energi Bersih Gubernur Koster

BALIILU Tayang

:

energi bersih bali
BERTEMU GUBERNUR: Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Jasa Raharja Rubi Handojo beserta jajaran saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar pada Kamis (22/5) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster kembali mendapatkan apresiasi dari kalangan pusat. Kali ini apresiasi disampaikan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Jasa Raharja Rubi Handojo beserta jajaran yang hadir dalam pertemuan di Jayasabha, Denpasar pada Kamis (22/5) sore.

Salah satunya adalah kebijakan Bali mandiri energi serta penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai yang masing-masing telah dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 dan Pergub Nomor 48 Tahun 2019, serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022.

Rubi dalam kesempatan tersebut bahkan akan langsung menindaklanjuti dan mendukung kebijakan Gubernur Koster dengan mewajibkan Kepala Kantor Jasa Raharja Wilayah Bali untuk segera menggunakan kendaraan listrik untuk kendaraan dinasnya.

“Saya akan minta Kepala Kantor Wilayah Bali untuk segera mengganti kendaraan dinas dengan kendaraan bertenaga listrik,” tandas Rubi.

Gubernur Koster sendiri dalam kesempatan tersebut juga menerangkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Bali dengan serangkaian kebijakan.

Juga menjadi prioritas Gubernur Koster, adalah kebijakan untuk menangani masalah sampah lewat pengolahan sampah berbasis sumber dan meminimalisir penggunaan kemasan plastik di bawah satu liter.

“Termasuk gelas plastik, sekarang sudah jarang ditemui di acara -acara pemerintahan, sekolah hingga kemasyarakatan,” jelas Wayan Koster.

Selain itu Gubernur Bali juga menegaskan komitmennya untuk sesegera mungkin mewujudkan Bali yang mandiri energi.

Teranyar, lewat kerja sama dengan PLN dirinya gencar menyuarakan penggunaan PLTS atap dan menolak pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara. “Cuma Bali satu-satunya yang punya kebijakan seperti ini,” kata Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Puskor Hindunesia Siap Dukung dan Sukseskan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

NEWS

Bupati Sanjaya Antar Tabanan Torehkan Prestasi Nasional di Bidang Pengentasan Stunting dan Kemiskinan

Published

on

By

prestasi tabanan
TERIMA PENGHARGAAN: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menerima penghargaan sebagai Kabupaten dengan Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Terbaik III Tahun 2026 yang diserahkan Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar di Yogyakarta Marriott Hotel, Jumat (4/6). (Foto: Hms Dps)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Terbaik III Tahun 2026. Penghargaan tersebut diterima Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar di Yogyakarta Marriott Hotel, Jumat (4/6), usai menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda Jawa dan Bali yang berlangsung di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran kementerian Republik Indonesia, di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kepala Badan Pusat Statistik. Pertemuan juga diikuti para kepala daerah dan unsur Forkopimda se-Jawa dan Bali sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Rakor Forkopimda mengangkat pembahasan mengenai peran pemerintah pusat dalam mewujudkan peningkatan sinergitas guna menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban umum. Forum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpimpinan daerah melalui pertukaran informasi dan gagasan dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta menjaga stabilitas wilayah.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Regional Financial Discussion dari Kementerian Dalam Negeri bertema “Pengelolaan Keuangan Daerah dan Creative Financing”. Berbagai isu strategis dibahas oleh para narasumber, mulai dari kondisi riil pengelolaan keuangan daerah, tantangan peningkatan pendapatan asli daerah, optimalisasi belanja daerah, hingga penggalian potensi pembiayaan kreatif yang dapat diterapkan pemerintah daerah beserta pemetaan risikonya.

Pada malam apresiasi, Pemerintah Kabupaten Tabanan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Terbaik III Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting yang menilai komitmen serta kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan program secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga  Kunjungi Petani Garam di Tianyar dan Les, Gubernur Koster Siap Fasilitasi Program Pemberdayaan ke Petani Garam

Penilaian meliputi konvergensi program, capaian layanan, efektivitas intervensi hingga tingkat desa, laju penurunan angka stunting dan kemiskinan, serta inovasi daerah yang mampu menghadirkan solusi kreatif, adaptif, dan berdampak langsung kepada masyarakat. Apresiasi tersebut diserahkan oleh Maruarar Sirait Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Prestasi ini menjadi pengakuan atas berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menekan angka stunting dan kemiskinan. Salah satu inovasi yang terbukti mampu mendukung percepatan penurunan stunting adalah program unggulan Bupati Ngantor di Desa yang diinisiasi langsung oleh Bupati Sanjaya. Program tersebut memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, lintas sektor, dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan secara langsung hingga ke tingkat desa dan keluarga sasaran.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, atas penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Tabanan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tabanan yang selama ini turut berperan aktif mendukung berbagai program pembangunan daerah. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

“Terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, yang telah memberikan penilaian dan apresiasi kepada Kabupaten Tabanan atas prestasi dalam pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting. Terima kasih juga kepada masyarakat Tabanan yang selama ini bersama-sama mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Hubungan antara pemerintah dan masyarakat yang sangat koordinatif membuat berbagai program dapat berjalan dengan baik. Dengan kerja sama, saling bahu-membahu, dan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah daerah, berbagai prestasi akhirnya dapat kita wujudkan bersama,” ujar Sanjaya.

Baca Juga  Gubernur Koster Ungkap Tatanan Pembangunan Bali Diatur Pasal 7 UU Provinsi Bali

Ia menegaskan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk terus memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat, percepatan penurunan stunting, serta pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tabanan yang lebih merata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemprov Bali Raih Peringkat Pertama Nasional Dua Penghargaan Kemendagri, Kantongi Insentif Fiskal Rp 6 M

Published

on

By

penghargaan pemprov bali
BORONG PENGHARGAAN: Pemerintah Provinsi Bali borong berbagai penghargaan pada malam Apresiasi Pemerintah Daerah Terbaik 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI di Marriott Hotel Yogyakarta pada Kamis (4/6/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Yogyakarta, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali borong berbagai penghargaan pada malam Apresiasi Pemerintah Daerah Terbaik 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI di Marriott Hotel Yogyakarta pada Kamis (4/6/2026).

Malam Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Jawa-Bali merupakan momen apresiasi bagi Pemerintah Daerah Regional Jawa Bali yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam pembangunan daerah.

Apresiasi ini merupakan bagian dari upaya kementerian dalam negeri (Kemendagri) untuk mendorong peningkatan kinerja dan inovasi Pemerintah Daerah.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan reward atau penghargaan kepada rekan-rekan atas kinerjanya sehingga timbul iklim kompetisi dan semangat bersaing yang sehat,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Ia menekankan bahwa di tengah banyaknya kasus hukum yang menjerat oknum kepala daerah, masing banyak kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus.

“Ini perlu diangkat bahwa banyak juga pemimpin-pemimpin yang bagus sehingga ada kepercayaan dari publik kepada para kepala daerah,” jelasnya.

Terdapat empat kategori penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah mulai dari tingkat Kabupaten, Kota hingga Provinsi di Wilayah Jawa-Bali antara lain: Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Kategori Creative Financing, Kategori Pengendalian Inflasi, dan Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.

Pemerintah Provinsi Bali berhasil memboyong peringkat 1 dalam dua kategori sekaligus yaitu peringkat 1 dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi, dan Peringkat 1 dalam Kategori Pengendalian Inflasi Tingkat Provinsi.

Selain menerima trofi penghargaan, Provinsi Bali juga memperoleh insentif apresiasi dengan total Rp 6 miliar untuk dua capaian peringkat 1 yang diperoleh. Dimana untuk tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota diberikan penghargaan masing-masing sebesar 1 miliar untuk peringkat 3, 2 miliar untuk peringkat 2 dan 3 miliar untuk peringkat 1.

Baca Juga  Gubernur Koster Uraikan Capaian Pembangunan Manusia Bali, Ekonomi Bali Mulai Pulih dan Bangkit Kembali

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa sistem penilaian tahun ini dibagi enam regional sebagai upaya menciptakan kompetisi yang lebih adil bagi seluruh daerah, termasuk daerah dengan kapasitas fiskal yang terbatas.

“Untuk Bali tidak kita gabungkan dengan regional NTB, NTT karena kalau masuk regional itu pasti akan menang lagi. Bali masuk regional Jawa-Bali pun menang lagi,” kelakar Mendagri melihat banyaknya penghargaan Tingkat Kabupaten, Kota dan Provinsi yang diboyong oleh Pemda Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung dalam malam apresiasi tersebut. Gubernur Koster menerima penghargaan peringkat pertama sebagai pemerintah Daerah Berprestasi kategori Pengendalian Inflasi yang diserahkan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.

Kemudian, selanjutnya Gubernur Koster menerima penghargaan peringkat pertama nasional sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting yang diserahkan Menteri Perumahan dan Permukiman RI Maruarar Sirait.

Diketahui dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, penghargaan untuk tingkat Kabupaten, Kota dan Provinsi sebagian besar diterima oleh Bali. Dimana Peringkat 1 tingkat Kabupaten diraih oleh Kabupaten Badung disusul Peringkat 2 dan 3 diperoleh oleh Kabupaten Gianyar dan Tabanan sedangkan Peringkat 1 tingkat Kota diterima oleh Kota Denpasar.

Selain itu Kabupaten Gianyar juga memperoleh Peringkat Terbaik 3 dalam Kategori Creative Financing Tingkat Kabupaten dan Kota Denpasar memperoleh Peringkat Terbaik 3 dalam Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Tingkat Kota. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Berbelanja dan Berbagi TP PKK di Buleleng, Ny. Seniasih Giri Prasta Ajak UMKM Geliatkan Perekonomian Lokal

Published

on

By

seniasih giri prasta
HADIRI BERBELANJA DAN BERBAGI: Sekretaris I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, saat menghadiri kegiatan “Berbelanja dan Berbagi Tim Penggerak PKK Provinsi Bali” yang melibatkan TP PKK se-Bali dan kali ini dilaksanakan di Taman Kota Buleleng, Jumat (5/6). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com – Sekretaris I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan, gotong-royong, dan toleransi yang terus dibangun oleh Tim Penggerak PKK se-Bali dalam upaya meringankan beban masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan “Berbelanja dan Berbagi Tim Penggerak PKK Provinsi Bali” yang melibatkan TP PKK se-Bali dan kali ini dilaksanakan di Taman Kota Buleleng, Jumat (5/6).

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pengurus Tim Penggerak PKK se-Bali yang hadir dan memberikan perhatian nyata kepada masyarakat. Bantuan yang kita kumpulkan melalui semangat gotong-royong dan kebersamaan ini tentu sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan, terlebih menjelang hari raya seperti saat ini,” ujar Ny. Seniasih.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Berbelanja dan Berbagi TP PKK digagas untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Selain menyapa masyarakat, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokalnya sehingga perputaran ekonomi masyarakat dapat semakin meningkat.

“Saya juga melihat bahwa penyaluran bantuan di sini dilakukan secara adil tanpa membedakan latar belakang penerima. Yang terpenting adalah mereka merupakan warga Buleleng yang benar-benar membutuhkan. Toleransi yang telah terbangun dengan baik ini mari kita jaga bersama. Jangan sampai ada perasaan tidak adil di antara sesama warga karena bantuan ini diberikan secara tulus oleh Tim Penggerak PKK se-Bali yang berkolaborasi dan bersinergi membangun kebersamaan di tengah keberagaman,” imbuhnya.

Ny. Seniasih juga menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah yang turut berpartisipasi membantu masyarakat melalui kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang memiliki kepedulian dan turut membantu masyarakat Bali. Dengan semangat gotong-royong, rasa memiliki, dan tanggung jawab bersama, kegiatan Berbelanja dan Berbagi TP PKK ini menjadi momentum untuk memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Mari bersama-sama meringankan beban masyarakat sekaligus terus berbenah dalam mengembangkan produk lokal agar semakin diterima di lingkungan sendiri. Jangan sampai kita sebagai tuan rumah justru kalah bersaing di daerah sendiri,” pesannya.

Baca Juga  Kunjungi Petani Garam di Tianyar dan Les, Gubernur Koster Siap Fasilitasi Program Pemberdayaan ke Petani Garam

Menurutnya, pemberian kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menjual produk secara langsung menjadi langkah strategis dalam memperluas pemasaran hasil produksi lokal hingga menjangkau masyarakat lebih luas.

“Produk lokal tidak harus mahal. Yang terpenting adalah berkualitas, bermanfaat, dan terjangkau oleh masyarakat. Dengan demikian, tujuan untuk memajukan produk lokal dapat terwujud di tengah derasnya arus globalisasi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ny. Seniasih juga mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk mencintai dan menggunakan produk lokal hasil karya masyarakat setempat.

“Kalau bukan kita yang memajukan dan menggunakan produk lokal, siapa lagi?” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhani Sutjidra, menyampaikan terima kasih kepada Tim Penggerak PKK se-Bali yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui pemberian bantuan kepada masyarakat.

Bantuan yang disalurkan meliputi 2.000 kilogram beras, 6.000 butir telur, 100 liter minyak goreng, serta 100 paket belanja yang diberikan kepada 100 penerima manfaat di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan “Berbelanja dan Berbagi TP PKK Provinsi Bali” yang keempat pada tahun 2026 ini diikuti oleh 123 pedagang atau pelaku UMKM, terdiri atas 38 stan sektor pertanian, 32 stan kuliner, 30 stan industri kerajinan endek, dan 23 stan produk olahan serta kerajinan tangan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta peluang yang lebih luas bagi seluruh pihak, khususnya pelaku UMKM, untuk menggerakkan dan memperkuat perekonomian lokal secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca