Connect with us

KESEHATAN

Jelang Idul Adha, Pemkot Denpasar Siagakan Tenaga Kesehatan Hewan

BALIILU Tayang

:

de
CEK HEWAN KURBAN: Suasana Pengecekan Kesehatan Hewan di beberapa titik penjualan Hewan Kurban di Kota Denpasar beberapa waktu lalu.

Denpasar, baliilu.com – Hari Suci Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli mendatang identik dimaknai oleh umat Islam dengan melaksanakan kurban. Dimana, sebagian besar umat muslim turut menyembelih hewan kurban seperti sapi dan kambing sebagai wujud persembahan suci. Pun demikian, di masa pandemi Covid-19 ini masyarakat diharapkan mematuhi penerapan protokol kesehatan saat hendak melaksanakan kurban. Selain itu, Dinas Pertanian Kota Denpasar juga turut mengimbau masyarakat untuk memeriksa kesehatan hewan sebelum dan sesudah disembelih.

Kabid Perternakan dan Kesehatan Hewan, Made Ngurah Sugiri saat diwawancarai Rabu (29/7) menjelaskan perayaan kurban atau Idul Adha tahun ini masih pada suasana penanganan Covid-19. Dimana, kendati sudah memasuki tatanan kehidupan normal era baru, masyarakat juga harus tetap beradaptasi dengan disiplin penerapan protokol kesehatan saat pelaksanaan kurban.

Sugiri mengatakan, dalam pelaksanaan Idul Adha dalam suasana penanganan Covid-19 tahun ini terdapat SOP yang harus dilaksanakan masyarakat. Hal ini meliputi Penjualan Hewan Kurban, Pemotongan Hewan Kurban di RPH dan Pemotongan Hewan Kurban di Luar RPH. Adapun intinya mengamanatkan 4 hal penting, mulai dari jaga jarak fisik/protokol kesehatan, penerapan hygine personal (APD, masker dll), melaksanakan secreening suhu dan APD personal, dan hygine dan sanitasi ruangan. Selain itu, memastikan kesehatan hewan sebelum dan pasca penyembelihan juga wajib dilaksanakan. 

Advertisements
de

“Semua pihak agar selalu meningkatkan koordinasi, informasi dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada, serta kepada konsumen agar tidak mengkonsumsi daging mentah (belum dimasak), sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging saat perayaan kurban Idul Adha ini, selain itu, protokol kesehatan juga menjadi perhatian penting untuk dipatuhi saat pelaksanaan kurban,” jelasnya.

Baca Juga  350 Layangan ‘’Celepuk Vs Kupu-Kupu’’ Ikuti Lomba Layang-layang Virtual 12 Juli, Wagub Cok Ace Dukung Penuh

Lebih lanjut dikatakan, pengawasan dalam bentuk pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemorthem) maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmorthem) sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan daging bagi masyarakat. Tak hanya itu, sembari melaksanakan pengawasan kesehatan hewan, tim yang terdiri atas 12 orang dokter hewan dan 11 tenaga kesehatan hewan lainnya merupakan petugas pengecekan ini akan memberikan sosialisasi tentang kesehatan hewan dan protokol kesehatan aman Covid-19 saat Idul Adha di 135 titik kurban.

“Kami akan cek keseluruhan hewan dalam keadaan sehat, namun pasca dilaksanakan pemotongan akan dilaksanakan pengecekan kembali, setelah itu baru terlihat apakah daging tersebut sehat dan dapat dikonsumsi atau tidak, serta diimbau kalau nanti ditemukan hewan yang mengandung zat berbahaya saat pengecekan post morthem maka disarankan untuk tidak dikonsumsi,” jelasnya.

Sugiri menambahkan, saat ini dalam rangka menyambut Hari Suci Idul Adha tahun ini, pihaknya akan melaksanakan pengecekan hewan kurban dengan jadwal yakni antemorthem pada 30 Juli dan post morthem dilaksanakan setelah penyembelihan/pemotongan pada 31 Juli mendatang. Namun sebelum itu pengecekan kesehatan hewan telah dilaksanakan dengan menyasar pedagang hewan kurban di sekitaran Kota Denpasar.

“Masyarakat yang akan menyembelih sendiri diharapkan berkoordinasi dengan RPH jika penyembelihan tidak dilaksanakan di RPH, sehingga kesehatan, hygine dan sanitasi dari hewan yang akan disembelih dapat tetap terjaga. Namun RPH Kota Denpasar mengajak masyarakat untuk melaksanakan pemotongan khusus sapi di RPH, hal ini juga sebagai upaya untuk mengindari kerumunan saat melaksanakan pemotongan, sehingga setelahnya daging kurban bisa dikirimkan dengan sistem dari pintu ke pintu,” pungkasnya. (*/eka)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de

KESEHATAN

Gerai Vaksin Presisi Polresta Denpasar, Targetkan 350 Orang Per Hari

Published

on

By

eka
VAKSINASI GRATIS: Bertempat di Klinik Pratama Bhayangkara, Polresta Denpasar kembali menggelar vaksinasi gratis, Sabtu (4/12). (Foto : Ist)

 Denpasar, baliilu.com – Program vaksinasi nasional yang menjadi program prioritas Pemerintah Pusat saat ini terus digelorakan Polri. Polresta Denpasar secara rutin menggelar vaksinasi gratis bagi semua kalangan masyarakat Kota Denpasar. Bertempat di Klinik Pratama Bhayangkara, Polresta Denpasar kembali menggelar vaksinasi gratis, Sabtu (4/12).

Gerai Vaksinasi Presisi Polresta Denpasar dalam sehari menargetkan kurang lebih 350 orang untuk vaksinasi Covid-19 baik untuk vaksinasi pertama dan kedua dengan vaksin Sinovac dan Astrazeneca.

Adapun syarat yang harus dipenuhi cukup dengan menyerahkan fotocopy KTP dan jika sudah menjalani suntik vaksin dosis pertama dapat melakukan vaksin kedua dengan syarat dalam keadaan sehat.

Advertisements
de

Pelaksanaan vaksinasi di Gerai Vaksin Presisi Polresta Denpasar ini dilakukan oleh para vaksinator dan tenaga kesehatan yang merupakan Polresta Denpasar.

Kasihumas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengatakan, gerai vaksin ini untuk memberikan vaksin kepada masyarakat yang belum disuntik vaksin Covid-19 dan buka setiap kerja. “Gerai vaksin Polresta Denpasar buka dan melayani vaksin setiap hari kerja. Bagi masyarakat Kota Denpasar yang belum vaksin silahkan datang dan melakukan vaksinasi di Gerai Vaksin Polresta Denpasar,” terangnya.

Ketut Sukadi mengimbuhkan, saat ini vaksinasi sangatlah penting sebagai salah satu penangkal terjangkitnya Covid-19, di samping harus selalu patuh dan taat terhadap protokol kesehatan untuk  pencegahan. (gs)

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Baca Juga  Ny. IA Selly Mantra kembali Serahkan Kursi Roda, Alat Bantu Dengar, dan Tongkat kepada Lansia
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Minimalisir Stunting, Ny. Sagung Antari Jaya Negara Gencar Serahkan Bantuan PMT

Published

on

By

eka
SERAHKAN BANTUAN PMT: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Istri Wakil Walikota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ketua DWP Kota Denpasar Ida Ayu Widnyani Wiradana menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Bantuan diserahkan secara langsung atau door to door kepada ibu hamil dan anak kurang gizi di Desa Padang Sambian Kaja dan Padang Sambian Klod, Jumat (3/12). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai upaya meminimalisir dan mempercepat penurunan angka stunting di Kota Denpasar, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Istri Wakil Walikota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Ketua  DWP Kota Denpasar Ida Ayu Widnyani Wiradana menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Bantuan diserahkan  secara langsung atau door to door kepada ibu hamil dan anak kurang gizi. Kegiatan kali ini menyasar wilayah Denpasar Barat tepatnya di Desa Padang Sambian Kaja dan Padang Sambian Klod, Jumat (3/12).

Dalam kesempatan itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, bantuan ini diberikan untuk mendukung program Pemerintah Pusat dan Program PKK Provinsi Bali dalam mencegah angka stunting khususnya di Kota Denpasar. Selain itu bantuan diberikan secara langsung untuk dapat melihat dilapangan bagaimana kondisi Ibu Hamil dan tumbuh kembang balita yang masih kurang gizi.

Lebih lanjut Ny. Sagung Antari mengatakan, pada masa pandemi seperti ini, ibu hamil termasuk warga sangat rentan terdampak Covid-19. “Kalau tidak diperhatikan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, bayi bisa beresiko stunting. Selain itu mengingat asupan makanan yang bergizi pada ibu semasa hamil, bisa mencegah terjadinya stunting bagi anak”, ujarnya.

Advertisements
de

“Meskipun masih dalam kondisi pandemi, kami akan tetap fokus pada kesehatan ibu hamil dan balita khususnya balita yang kurang gizi. Dan berharap dengan pemberian makanan tambahan bagi  ibu hamil dan balita  kurang gizi ini dapat mencegah dan mempercepat penurunan angka stunting di Kota Denpasar,” ungkap Ny. Sagung Antari.

Sementara salah satu orang tua penerima bantuan, Wayan Gatot Ari Anggara mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Denpasar khususnya kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar serta OPD terkait karena telah memperhatikan kondisi anak dan balita serta telah memberikan bantuan PMT padanya. “Dengan diberikan perhatian dan bantuan seperti ini diharapkan bisa meningkatkan gizi anak dan balita, sehingga dapat mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesehatan anak di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Update Covid-19 (25/7) di Bali, Persentase Pasien Sembuh Capai 77.33%, 658 masih Dirawat

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Konferensi Wilayah X PPTI Bali di Gedung DPRD Badung, Tingkatkan Peran PPTI Wujudkan Eleminasi TBC 2030

Published

on

By

de
KONFERENSI: Konferensi Wilayah X PPTI Bali dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mewakili Gubernur Bali, dihadiri Sekretaris Komisi IV DPRD Badung Rara Hita Sukma Dewi, dan Kadis Kesehatan Badung di di Ruang Madya Gosana III Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Jumat, 3 November 2021. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Konferensi Wilayah X Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Bali dengan mengusung tema ‘’Dengan Konferensi Wilayah X PPTI Bali Kita Tingkatkan Peran PPTI Dalam Mewujudkan Eliminasi TBC Tahun 2030’’ dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mewakili Gubernur Bali, di Ruang Madya Gosana III Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Jumat, 3 November 2021.

Hadir dalam Konferensi Wilayah X PPTI Bali yakni Bupati Badung diwakili Kadis Kesehatan Badung, Ketua DPRD Badung diwakili Sekretaris Komisi IV, Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, S.E., Pengurus PPTI Wilayah Provinsi Bali, pengurus PPTI Cabang Kab/Kota, dan peserta konferensi.

Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Suarjaya mengatakan di masa pandemi Covid-19 banyak tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan termasuk penanggulangan TBC. Di tengah perjuangan ini kita semua juga harus tetap memperhatikan program-program kesehatan, salah satunya yang belum tuntas yakni tuberkulosis atau TBC.

Advertisements
de

Dikatakan, saat ini Indonesia berada pada nomor dua dengan beban TBC terbesar di seluruh dunia.  Dengan situasi saat ini tantangan ini akan semakin berat baik untuk negara Indonesia maupun negara-negara lain yang memiliki beban. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia sudah memiliki role MAP menuju Indonesia eliminasi TBC tahun 2030.

Dalam rencana strategis nasional terdapat enam strategi utama yang diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut. Pertama, penguatan kepemimpinan program TBC di kabupaten kota; kedua, peningkatan akses layanan TOS (temukan obati sampai sembuh TBC) yang mencakup aktive case  finding dan intensifikasi kolaborasi layanan; ketiga, pengendalian faktor resiko; keempat, peningkatan kemitraan melalui forum koordinasi TBC; kelima, peningkatan kemandirian masyarakat dalam penanggulangan TBC; dan keenam, penguatan manajemen program. Strategi ini untuk menjawab tantangan target sustainability development goals atau SDG tahun 2030 yakni mengakhiri epidemi TBC.

Baca Juga  Berbagi di Masa Pandemi, ASN Pemkot Denpasar Beri Bantuan Sembako

‘’Sesuai dengan role MAP eliminasi TBC sampai 2030 posisi kita saat ini pada fase akselerasi untuk menemukan 70 persen kasus TBC dari estimasi yang ada melalui upaya penemuan intensif, aktif dan massif. Dengan angka keberhasilan pengobatan kesembuhan 90 persen maka eliminasi TBC dapat tercapai. Namun sampai di masa pandemi ini jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya, khususnya untuk penemuan kasus TBC. Hal ini tak hanya di Bali juga di tingkat nasional,’’ ujarnya.

Di Provinsi Bali tahun 2019 kita mencapai kiss detection rate sebesar 34 persen dari 44 persen yang ditargetkan. Sedangkan pada 2020 capaian KDR di Bali menurun menjadi hanya 23 persen. Sungguh luar bisa besar dampak pandemi Covid terhadap penemuan kasus kita. ‘’Namun berkat kerja keras bapak ibu, rekan faskes, masyarakat tetap mampu mempertahankan angka keberhasilan progam TBC sampai dengan 90 persen,’’ katanya.

Salah satu upaya penting akselerasi penemuan dan pengobatan kasus TBC di Indonesia dan Provinsi Bali adalah memperluas dan memperkuat layanan diagnostik dan pengobatan TBC. Dan upaya yang tak kalah penting adalah kegiatan mitra potensial dalam penemuan dan pengobatan kasus TBC, baik kelompok masyarakat, LSM termasuk PPTI, pihak swasta termasuk kelompok masyarakat lainnya.

‘’Selama ini PPTI Wilayah Bali maupun PPTI Kab/Kota telah mengambil peran penting dalam pengendalian TBC di Provinsi Bali khsususnya penemuan dan pendampingan minum obat pasien TBC. Untuk itu besar harapan saya pengurus PPTI Bali yang terpilih nantinya juga dapat meningkatkan perannya dalam penemuan dan pengobatan pasien TBC di wilayah Bali sehingga target Indonesia termasuk Bali mencapai eleminasi TBC 2030 dapat tercapai,’’ ucapnya berharap.

Baca Juga  92 Persen Lebih Pasien Covid Sembuh Hari Ini di Denpasar

Sebelumnya, Ketua Panitia dr. Gde Wira Sunetra, MPPM dalam laporannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Gubernur Bali atas perhatian dan dukungannya. ‘’Terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga disampaikan kepada bapak Ketua DPRD Kabupaten Badung yang telah membantu kami dengan mengijinkan pemakaian gedung yang mewah ini yang berkah ini serta dengan konsumsinya,’’ ucapnya.

Dengan mengusung tema ‘’Dengan Konferensi Wilayah X PPTI Bali Kita Tingkatkan Peran PPTI Dalam Mewujudkan Eliminasi TBC Tahun 2030’’, konferensi ini digelar untuk mempertemukan pengurus wilayah dengan para pengurus Cabang PPTI se-Bali dan peserta konferensi serta narasumber lainnya untuk saling tukar pikiran pendapat dan pengalaman dalam upaya meningkatkan gerak langkah PPTI sebagai mitra kerja pemerintah dalam penanggulangan epidemi di Bali.

Selain itu, tujuannya untuk pengesahan pertanggungjawaban pengurus PPTI Bali 2016-2021, tersusunnya pokok-pokok program kerja PPTI Wilayah Bali 2022-2026 dan terlipihnya pengurus dan ketua badan pengawas PPTI Wilayah Bali masa bakti 2021-2026.

Wira Sunetra juga memaparkan sekilas PPTI Bali merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bersifat sosial kemanusiaan, suatu wadah mitra pemerintah untuk ikut menggerakkan peran serta masyarakat dan memelihara Kesehatan seluruh rakyat Indonesia khususnya dalam penanggulangan TBC.

PPTI secara nasional lahir pada 20 Mei 1968 dan telah diakui sebagai badan hukum melalui Penetapan Menteri Kehakiman RI pada 6 Oktober 1969.  PPTI Wilayah Bali terbentuk 28 September 1971 diikuti dengan PPTI di tingkat kabupaten se-Bali tahun 1972/1973 serta tahun 1996 PPTI Cabang Denpasar.  

Sementara di tempat terpisah Sekretaris Komisi IV DPRD Badung mewakili Ketua DPRD Badung,  Rara Hita Sukma Dewi menyampaikan DPRD Badung dalam konferensi wilayah PPTI Bali hanya memfasilitasi penyelenggaraan konferensi baik menyediakan tempat acara maupun hal-hal lainnya. (gs)

Baca Juga  350 Layangan ‘’Celepuk Vs Kupu-Kupu’’ Ikuti Lomba Layang-layang Virtual 12 Juli, Wagub Cok Ace Dukung Penuh

de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca