Sunday, 25 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 (2/4) di Bali, Tak Ada Tambahan Pasien Positif, 1 Orang Sembuh Lagi

BALIILU Tayang

:

de
KASATGAS COVID-19 DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Ketua Satuan Tugas Penangggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Dewa Made Indra melaporkan update perkembangan Covid-19  sampai Kamis sore (2/4) ada penambahan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang terdiri dari 1 orang warga negara asing dan 8 orang warga negara Indonesia. Atau jumlah komulatif PDP sebanyak  166 orang.

‘’Dari hasil uji lab yang dilakukan sampai sore ini tidak ada penambahan kasus yang positif. Jumlah komulatif positif masih tetap 25 orang. Sedangkan untuk yang negatif ada penambahan sebanyak 15 orang. Dan yang menggembirakan bahwa hari ini ada satu orang yang sembuh yakni warga negara Indonesia asal Bali, sehingga secara komulatif pasien yang sembuh sebanyak 11 orang terdiri dari 2 WNA dan 9 WNI,’’ ujar Dewa Indra saat konferensi pers, Kamis petang (2/4-2020) di Kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali Renon, Denpasar

Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali mengatakan langkah-langkah lanjutan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali sebagai upaya terus menguatkan langkah-langkah dalam melindungi masyarakat Bali dari ancaman Covid-19 yakni baru saja Bapak Gubernur menggumumkan instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tanggal 1 April tahun 2020.  Instruksi Gubernur ini tentang penguatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali. Kata penguatan karena sesungguhnya upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 itu selama ini telah dilaksanakan bersama-sama.

Dikatakan Dewa Indra, karena dua hari lalu Bapak Presiden mengambil kebijakan baru mengumumkan Keppres  tentang keadaan darurat kesehatan masyarakat menghadapi Covid-19 dan juga peraturan  pemerintah tentang pembatasan sosial berskala besar maka Pemerintah Provinsi Bali meresponsnya dengan mengambil tindakan-tindakan yang lebih tegas lagi yakni mengeluarkan instruksi Gubernur Bali tentang penguatan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Baca Juga  Ahli Epidemiologi DN Wirawan Sebut Langkah Pemkot Tangani Covid-19 Sudah Benar

Substansi dari instruksi Gubernur ini adalah lebih tinggi tingkatannya dari yang dilakukan sebelumnya. ‘’Kita tahu bersama bahwa selama ini Pemerintah Provinsi Bali terus mengeluarkan surat edaran mengeluarkan imbauan dan juga ajakan, tetapi dengan instruksi ini maka Bapak Gubernur tidak lagi mengimbau tetapi menginstruksikan,  jadi ini tentu lebih kuat tekanannya daripada imbauan,’’ ujar Dewa Indra.

Apa yang diinstruksikan, urai Dewa Indra,  kontennya adalah sama yakni tentang bekerja dari rumah, belajar dari rumah, tentang beribadah dari rumah, tentang penghentian kegiatan-kegiatan hiburan, kegiatan yang menyebabkan keramaian dan mengumpulkan orang banyak.

Instruksi ini juga berisi permohonan kepada Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali untuk melakukan pengawasan pelaksanaan instruksi ini di lapangan. Artinya ketika warga masyarakat kita tidak mengikuti dengan baik instruksi ini maka aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan-tindakan yang tegas.

‘’Kami memohon pada masyarakat untuk mengikuti instruksi Gubernur ini dengan baik, mengikutinya dengan ketaatan, disiplin dan tanggung jawab agar Covid-19 bisa kita kendalikan. Caranya yang paling kuat adalah disiplin menjaga jarak, disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Jika itu kita bisa lakukan bersama maka sesungguhnya Covid-19 ini bisa dikurangi penyebarannya pada tingkat yang lebih rendah,’’ ungkapnya.

Ditambahkan lagi, mulai Rabu sore Satgas juga melakukan tindakan yang lebih ketat lagi dalam menjaga pintu masuk Bali. Di Bandara Ngurah Rai Satgas telah melakukan tindakan rapid test kepada kawan-kawan para pekerja migran yang pulang dari luar negeri dari negara mana pun berasal,  sudah membawa sertifikat sehat atau belum,  semuanya dilakukan tindakan pemeriksaan menggunakan rapid test untuk memastikan yang masuk melalui pintu Bandara Ngurah Rai, kawan-kawan kita, adik-adik kita, saudara kita semuanya dalam keadaan sehat.

Baca Juga  Hari Ketiga PKM di Desa Dauh Puri Kelod, Giatkan Pemantauan Lingkungan dan Aktivitas Warga

Kemudian pintu masuk di Gilimanuk mulai kemarin juga melakukan rapid test terutama sekali bagi mereka yang datang dari daerah-daerah terjangkit. ‘’Saya monitor juga terus dilanjutkan. Ini juga bagian dari upaya memperkuat pencegahan terhadap potensi resiko yang datangnya dari luar,’’ tegas Dewa Indra.

Dewa Indra menginformasikan mulai 22 Maret 2020 sampai Kamis sore 2 April 2020, jumlah pekerja migran yang kembali pulang sebanyak 3.481 orang. Semuanya telah diperiksa kesehatannya, telah diberikan Surat Keterangan Sehat dan imbauan untuk karantina di rumah. Telah meminta kepada berbagai komponen untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap ketaatan dan disiplin mereka untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Satgas juga ada penambahan logistik dalam upaya penguatan penanganan Covid-19. Hari ini Satgas mendapatkan tambahan suplai logistik sebanyak 7.500 APD dan 35.000 masker. Ditambah juga dengan 8.400 rapid test yang diterima kemarin terus dipergunakan, dengan demikian upaya-upaya pencegahan dan juga upaya-upaya penanganan yang dilakukan akan semakin kuat.

Namun demikian sekali lagi kuncinya ada pada diri individu. Setiap warga masyarakat Bali untuk taat dan disiplin mengikuti instruksi Gubernur Bali mengenai bekerja di rumah, belajar, beribadah di rumah dan tidak mengadakan atau menghadiri kegiatan keramaian, kegiatan hiburan dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat mengumpulkan massa, menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan, gunakan masker.  Dan yang paling kuat adalah disiplin menjaga jarak, disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Jika itu kita bisa lakukan bersama maka sesungguhnya Covid-19 ini bisa kita kurangi penyebarannya ke tingkat yang lebih rendah. Supaya Bali bisa segera terbebas dari Covid-19 ini.

Selain itu, para pemimpin agama, dan seluruh masyarakat bersama-sama melaksanakan doa untuk mendoakan Bali agar selamat. ‘’Jadi kita menghadapi Covid-19 di Bali dalam 2 dimensi, sekala dan niskala. (*/gs)

Baca Juga  Sekda Dewa Indra: Terhitung Kamis (18/6), Rapid Test Gratis Dihentikan untuk Awak Kendaraan Logistik Masuk Bali

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bupati Sanjaya Buka Festival Ogoh-ogoh Singasana 2024

Usung Pelestarian Adat, Seni dan Budaya Tabanan

Published

on

By

Festival Ogoh-ogoh Singasana
FESTIVAL OGOH-OGOH: Festival Ogoh-ogoh Singasana Tahun 2024 berlangsung di areal Gedung Kesenian I Ketut Maria, Taman Bung Karno hingga Jalan Gajah Mada, Tabanan, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam mendukung serta memfasilitasi kreatifitas dan inovasi seni generasi muda di Tabanan direalisasikannya melalui Festival Ogoh-ogoh Singasana Tahun 2024. Dibuka dengan penuh sukacita dan semangat riang gembira, event seni dan budaya ini diikuti oleh ratusan peserta dan disaksikan ribuan masyarakat yang nampak memadati seputaran areal Gedung Kesenian I Ketut Maria, Taman Bung Karno hingga Jalan Gajah Mada, Tabanan, Sabtu (24/2).

Festival tahunan ini, merupakan inisiasi langsung dari orang nomor satu di Tabanan yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Terutama Sekaa Yowana yang mengikuti perlombaan ogoh-ogoh, di mana penilaiannya telah dimulai sejak tanggal 22 Februari dan dilaksanakan hingga 26 Februari 2024 selama 5 hari. Saat itu juga turut menyaksikan parade, salah satu Anggota DPR RI, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Perbekel serta Bendesa Adat setempat juga para tokoh masyarakat.

Pelaksanaan Festival Ogoh-ogoh Singasana Tahun 2024 bedasarkan lomba yang diselenggarakan sebagai pilot project Kecamatan Tabanan ini mengambil tema ‘‘Nyomya Bhuta Kala Nyanggra Nawa Warsa Icaka 1946 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana‘‘. Diikuti oleh 12 peserta dari 12 Desa Dinas yang ada di Kecamatan Tabanan. Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan pada 23 Februari lalu, para pemenang lomba telah ditentukan. Di mana juara pertama diraih oleh Yowana dari Desa Subamia yang memenangkan hadiah sebesar 10 juta rupiah.

Kemudian juara kedua, yakni Yowana Desa Delod Peken dengan hadiah sebesar 7,5 juta rupiah dilanjutkan dengan juara ketiga, yakni dari Yowana Desa Denbantas dengan hadiah sebesar 5 juta rupiah. Selanjutnya pada festival kali ini akan ditentukan kejuaraan khusus dari juri kehormatan, yakni kategori juara Terfavorit pilihan Bupati Tabanan, juara Terunik pilihan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan dan juara Terkreatif pilihan Wakil Bupati Tabanan, di mana masing-masing juara akan mengantongi hadiah sebesar 5 juta rupiah.

Baca Juga  Pemberlakuan Surat Edaran Gubernur Bali No. 10925/2020 Mulai 28 Mei, Gugus Tugas Siapkan Faskes Pelaku Perjalanan

Bupati Sanjaya di kesempatan itu, memberikan apresiasi yang sangat baik atas turut serta seluruh lapisan masyarakat dalam memeriahkan kegiatan tahunan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi ini. Pihaknya juga seraya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kebudayaan, Bendesa Adat, tokoh-tokoh serta seluruh pihak terkait karena terselenggaranya parade ogoh-ogoh yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat Tabanan.

‘‘Kita di Pemerintah Era Baru ini, bahwa setiap tahun ada 12 bulan, banyak parade yang akan kita lakukan, seperti kemarin ada lampion dan parade nusantara, Parade Imlek dan lain-lain. Semua kita paradekan, sehingga masyarakat Tabanan menjadi riang gembira, menyambut Tabanan Era Baru ini. Bagaimana tugas pemerintah untuk menghibur masyarakat, sehingga masyarakat dan anak-anak menjadi riang gembira, dengan pemerintah juga melaksanakan pelestarian adat, agama dan seni budaya,‘‘ ujar Sanjaya penuh semangat.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Made Yudiana juga menyampaikan terselenggaranya festival ini merupakan peran serta dan inisasi yang luar biasa dari Bupati Tabanan. ‘‘Mewakili para yowana, kami menghaturkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak Bupati atas ruang, waktu dan pendanaan yang telah diberikan. Sehingga kreativitas anak muda di Tabanan dapat terwadahi seperti saat ini,‘‘ jelasnya.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini, yakni untuk memberikan apresiasi atas kreativitas seni generasi muda, melestariakn adat seni dan budaya dan juga mempererat hubungan generasi muda, khususnya Sekaa Teruna di Tabanan. Dalam memeriahkan kegiatan ini, di seputaran Taman Bung Karno juga dilaksanakan berbagai pameran UMKM dan aneka kuliner, juga disediakan hiburan seperti joged, pementasan seni hingga penampilan grup band mulai dari 22 hingga 25 Februari 2024. (gs/bi)

Baca Juga  Satpol PP Kota Denpasar Rapid Test Bule Linglung

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Alit Wiradana Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ Pura Kahyangan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Peguyangan

Published

on

By

MELASPAS: Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri upacara Karya Panca Madurga, Melaspas, Mendem Pedagingan Pura Kahyangan, Prajapati dan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Desa Adat Peguyangan, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri upacara Karya Panca Madurga, Melaspas, Mendem Pedagingan Pura Kahyangan, Prajapati dan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Desa Adat Peguyangan bertepatan dengan Purnama Kesanga, Sabtu (24/2). Upacara ini dilaksanakan setelah rampungnya proses pembangunan pura secara keseluruhan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar beserta tokoh masyarakat serta unsur adat setempat.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Kahyangan, Prajapati dan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Desa Adat Peguyangan ini adalah salah satu upaya dan kesadaran krama desa dalam meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Pelaksanaan karya ini perlu diapresiasi bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan. Dan kami memberikan apresiasi kemandirian masyarakat untuk memunculkan kesadaran sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat kita peroleh dengan baik,” katanya.

Sementara Manggala Karya, I Gede Alit mengatakan, rangkaian pembangunan di Pura Kahyangan, Prajapati dan Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Desa Adat Peguyangan ini dilaksanakan beberapa bulan lalu. Dimana juga dilaksanakan upacara melaspas lan mendem pedagingan.

Dikatakannya, upacara melaspas dan mendem pedagingan ini dilaksanakan setelah rampungnya pembangunan pura secara keseluruhan. Adapun dana pembangunan keseluruhan merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung yang diserahkan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar serta seluruh krama desa, dengan berlangsungnya upacara ini kedepannya dapat mengubah pola pikir masyarakat, bahwa semua tempat yang kita sucikan itu harus dan wajib dijaga, baik keindahan maupun kebersihannya,” ungkapnya. (eka/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Kuantitas, Kualitas dan Kontinuitas, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Bangun 3 Reservoir di Denpasar

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Mecaru dan Melaspas Pura Pasek Agung Tegal

Ingatkan Momentum Jaga Tri Hita Karana Berlandaskan Spirit ‘‘Vasudhaiva Kutumbakam‘‘

Published

on

By

MELASPAS: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri upacara Mecaru dan Pemelaspasan area pelinggih utama Pura Pasek Agung Tegal, Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Sabtu (24/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Upacara Mecaru dan Pemelaspasan area pelinggih utama Pura Pasek Agung Tegal, Jalan Imam Bonjol, Denpasar digelar pada Sabtu (24/2), bertepatan dengan Rahina Purnama Kesanga.

Upacara ini sekaligus menandai selesainya pembangunan area pelinggih utama yang telah dimulai sejak Oktober 2023 hingga rampung pada Januari 2024 lalu itu.

Sejak pagi, nampak ramai dan antusiasme krama (warga) serta seluruh pangempon Pura memadati area Pura dan mengikuti rangkaian acara.

Hadir Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Turut hadir Ketua Harian PHDI Bali, I Nyoman Kenak, Perwakilan PHDI Kota Denpasar, Camat Denpasar Barat, Ida Bagus Made Purnawasara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, Bendesa Adat Desa Pakraman Denpasar, AA Ngurah Alit Wirakesuma dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Wawali Arya Wibawa turut mengikuti salah satu prosesi yakni Mendem Pedagingan dan Ngunggah Daksina Linggih Ida Batara di Pelinggih Ratu Ayu Dalem Sakenan. Sementara, Bupati Badung Giri Prasta melakukan penandatanganan prasati bersama Yajmana Karya.

Ditemui usai acara berlangsung, Wawali Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, berjalannya berbagai kegiatan keagamaan di Kota Denpasar merupakan landasan penting kota berbudaya berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau bergotong-royong. Rampungnya pembangunan Pura Pasek Agung Tegal ini, juga diharapkan akan dapat menjadi momentum bagi krama dan seluruh pangempon, untuk selalu menjaga keharmonisan sebagai implementasi Tri Hita Karana yang tegak lurus dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Badung, Giri Prasta mengemukakan, pelestarian adat, agama, tradisi, seni dan budaya, adalah pondasi kehidupan yang mesti dijalankan untuk menjadikan kehidupan menjadi tertata.

Baca Juga  Satpol PP Kota Denpasar Rapid Test Bule Linglung

“Karena jika semeton semua memiliki adat yang kuat berarti memiliki kehidupan yang kuat juga. Jika memiliki agama akan mendapatkan kehidupan yang tertata, jika memiliki seni akan mendapatkan kehidupan yang indah, dan jika memiliki tradisi dan budaya akan memiliki jati diri maka dari itu diharapkan semua ini dapat dilestarikan,” ucap Bupati Badung Giri Prasta.

Sementara itu, perwakilan panitia, Wayan Sudarta menjelaskan upacara Mecaru dan Pemelaspasan Pura Pasek Agung Tegal ini, dipuput oleh Ida Pandita Mpu Daksa Merta Yoga Griya Agung Beraban, Ida Pandita Mpu Dhaksa Pramangga Yoga Griya Agung Tasik dan Ida Pandita Mpu Griya Kroya Sumerta.

“Dapat kami informasikan pula bahwa pangempon Pura Pasek Agung Tegal ini berasal dari 58 Dadia Alit yang tersebar hampir di seluruh wilayah di Pulau Bali. Semoga dengan rampungnya pembangunan Pura Pasek Agung Tegal ini dapat menaikkan nilai spiritual masyarakat dan seluruh pangempon Pura kami serta meningkatkan sradha bhakti terhadap Ida Shang Hyang Widhi Wasa, Betara di Kawitan dan leluluhur kami sehingga dapat dituangkan dalam mendukung Pemerintah Kota Denpasar menjalankan roda pemerintahan yang baik,” ungkapnya. (eka/bi)

galungan
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca