Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 (2/4) di Bali, Tak Ada Tambahan Pasien Positif, 1 Orang Sembuh Lagi

BALIILU Tayang

:

de
KASATGAS COVID-19 DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com – Ketua Satuan Tugas Penangggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Dewa Made Indra melaporkan update perkembangan Covid-19  sampai Kamis sore (2/4) ada penambahan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 9 orang terdiri dari 1 orang warga negara asing dan 8 orang warga negara Indonesia. Atau jumlah komulatif PDP sebanyak  166 orang.

‘’Dari hasil uji lab yang dilakukan sampai sore ini tidak ada penambahan kasus yang positif. Jumlah komulatif positif masih tetap 25 orang. Sedangkan untuk yang negatif ada penambahan sebanyak 15 orang. Dan yang menggembirakan bahwa hari ini ada satu orang yang sembuh yakni warga negara Indonesia asal Bali, sehingga secara komulatif pasien yang sembuh sebanyak 11 orang terdiri dari 2 WNA dan 9 WNI,’’ ujar Dewa Indra saat konferensi pers, Kamis petang (2/4-2020) di Kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali Renon, Denpasar

Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali mengatakan langkah-langkah lanjutan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali sebagai upaya terus menguatkan langkah-langkah dalam melindungi masyarakat Bali dari ancaman Covid-19 yakni baru saja Bapak Gubernur menggumumkan instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tanggal 1 April tahun 2020.  Instruksi Gubernur ini tentang penguatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali. Kata penguatan karena sesungguhnya upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 itu selama ini telah dilaksanakan bersama-sama.

Dikatakan Dewa Indra, karena dua hari lalu Bapak Presiden mengambil kebijakan baru mengumumkan Keppres  tentang keadaan darurat kesehatan masyarakat menghadapi Covid-19 dan juga peraturan  pemerintah tentang pembatasan sosial berskala besar maka Pemerintah Provinsi Bali meresponsnya dengan mengambil tindakan-tindakan yang lebih tegas lagi yakni mengeluarkan instruksi Gubernur Bali tentang penguatan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Baca Juga  Gubernur Koster: Dukung Pembentukan Paiketan Yowana, Satukan Anak Muda Bali

Substansi dari instruksi Gubernur ini adalah lebih tinggi tingkatannya dari yang dilakukan sebelumnya. ‘’Kita tahu bersama bahwa selama ini Pemerintah Provinsi Bali terus mengeluarkan surat edaran mengeluarkan imbauan dan juga ajakan, tetapi dengan instruksi ini maka Bapak Gubernur tidak lagi mengimbau tetapi menginstruksikan,  jadi ini tentu lebih kuat tekanannya daripada imbauan,’’ ujar Dewa Indra.

Apa yang diinstruksikan, urai Dewa Indra,  kontennya adalah sama yakni tentang bekerja dari rumah, belajar dari rumah, tentang beribadah dari rumah, tentang penghentian kegiatan-kegiatan hiburan, kegiatan yang menyebabkan keramaian dan mengumpulkan orang banyak.

Instruksi ini juga berisi permohonan kepada Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali untuk melakukan pengawasan pelaksanaan instruksi ini di lapangan. Artinya ketika warga masyarakat kita tidak mengikuti dengan baik instruksi ini maka aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan-tindakan yang tegas.

‘’Kami memohon pada masyarakat untuk mengikuti instruksi Gubernur ini dengan baik, mengikutinya dengan ketaatan, disiplin dan tanggung jawab agar Covid-19 bisa kita kendalikan. Caranya yang paling kuat adalah disiplin menjaga jarak, disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Jika itu kita bisa lakukan bersama maka sesungguhnya Covid-19 ini bisa dikurangi penyebarannya pada tingkat yang lebih rendah,’’ ungkapnya.

Ditambahkan lagi, mulai Rabu sore Satgas juga melakukan tindakan yang lebih ketat lagi dalam menjaga pintu masuk Bali. Di Bandara Ngurah Rai Satgas telah melakukan tindakan rapid test kepada kawan-kawan para pekerja migran yang pulang dari luar negeri dari negara mana pun berasal,  sudah membawa sertifikat sehat atau belum,  semuanya dilakukan tindakan pemeriksaan menggunakan rapid test untuk memastikan yang masuk melalui pintu Bandara Ngurah Rai, kawan-kawan kita, adik-adik kita, saudara kita semuanya dalam keadaan sehat.

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Gelar Patroli dan Sosialisasi Prokes di Taman Kota Lumintang

Kemudian pintu masuk di Gilimanuk mulai kemarin juga melakukan rapid test terutama sekali bagi mereka yang datang dari daerah-daerah terjangkit. ‘’Saya monitor juga terus dilanjutkan. Ini juga bagian dari upaya memperkuat pencegahan terhadap potensi resiko yang datangnya dari luar,’’ tegas Dewa Indra.

Dewa Indra menginformasikan mulai 22 Maret 2020 sampai Kamis sore 2 April 2020, jumlah pekerja migran yang kembali pulang sebanyak 3.481 orang. Semuanya telah diperiksa kesehatannya, telah diberikan Surat Keterangan Sehat dan imbauan untuk karantina di rumah. Telah meminta kepada berbagai komponen untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap ketaatan dan disiplin mereka untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

Satgas juga ada penambahan logistik dalam upaya penguatan penanganan Covid-19. Hari ini Satgas mendapatkan tambahan suplai logistik sebanyak 7.500 APD dan 35.000 masker. Ditambah juga dengan 8.400 rapid test yang diterima kemarin terus dipergunakan, dengan demikian upaya-upaya pencegahan dan juga upaya-upaya penanganan yang dilakukan akan semakin kuat.

Namun demikian sekali lagi kuncinya ada pada diri individu. Setiap warga masyarakat Bali untuk taat dan disiplin mengikuti instruksi Gubernur Bali mengenai bekerja di rumah, belajar, beribadah di rumah dan tidak mengadakan atau menghadiri kegiatan keramaian, kegiatan hiburan dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat mengumpulkan massa, menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan, gunakan masker.  Dan yang paling kuat adalah disiplin menjaga jarak, disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Jika itu kita bisa lakukan bersama maka sesungguhnya Covid-19 ini bisa kita kurangi penyebarannya ke tingkat yang lebih rendah. Supaya Bali bisa segera terbebas dari Covid-19 ini.

Selain itu, para pemimpin agama, dan seluruh masyarakat bersama-sama melaksanakan doa untuk mendoakan Bali agar selamat. ‘’Jadi kita menghadapi Covid-19 di Bali dalam 2 dimensi, sekala dan niskala. (*/gs)

Baca Juga  Launching Kecak New Normal, Badung Komitmen Terapkan Prokes di Berbagai Sektor

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali 2026, Jembrana Raih Peringkat Pertama

Published

on

By

Jembrana Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah
PERINGKAT PERTAMA: Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. Prestasi gemilang ini diumumkan secara resmi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Bali.

Tahun ini, Rapat Koordinasi Bappeda mengusung tema strategis, “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025-2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali“.

Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam menyabet penghargaan tertinggi ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap konsistensi dan kualitas dokumen perencanaan daerah. Indikator utama penilaian mencakup: pertama, keselarasan sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kedua, keterpaduan program antara Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Piagam penghargaan Terbaik I diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga ritme pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan sejalan dengan visi pembangunan nasional serta visi daerah Bali.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana untuk terus meningkatkan performa perencanaan dan eksekusi program demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Launching Kecak New Normal, Badung Komitmen Terapkan Prokes di Berbagai Sektor
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna PU Fraksi DPRD Gianyar

Published

on

By

Rapat Paripurna DPRD Gianyar Bahas APBD 2027
RAPAT PARIPURNA: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Sudarsana tersebut, empat fraksi DPRD menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur, penanganan kemiskinan, dan pengurangan.

Pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Gianyar dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja. DPRD mengapresiasi pengajuan Ranperda APBD 2027 oleh Bupati Gianyar serta menekankan pentingnya pembahasan anggaran secara kritis, transparan, dan akuntabel agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“APBD bukan hanya persoalan angka, tetapi mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah, instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Suteja membacakan PU Fraksi.

Dalam rencana tersebut, pendapatan daerah direncanakan lebih dari Rp 3.751 triliun, terdiri atas PAD sebesar Rp 2.478 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp 1.272 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 3.690 triliun lebih.

Empat fraksi, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan Demokrat Bersatu, menyampaikan sejumlah catatan strategi terhadap rencana anggaran tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi perbaikan infrastruktur jalan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Fraksi ini juga mendorong agar kebijakan anggaran tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan.

Fraksi Golkar menyoroti proyeksi SiLPA sebesar Rp 158,9 miliar lebih dan meminta penjelasan mengenai besaran yang bersumber dari efisiensi anggaran maupun kegiatan yang tidak terealisasi. Fraksi ini juga menyerap optimalisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, serta alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan, kemiskinan, dan masalah pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga  Gubernur Koster: Dukung Pembentukan Paiketan Yowana, Satukan Anak Muda Bali

Selain itu, pembangunan jalan di pedesaan dinilai perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Fraksi Gerindra menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2027. Fraksi ini juga meminta evaluasi terhadap pengelolaan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang dinilai belum optimal dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Persyaratan personalia administrasi penyaluran hibah juga menjadi perhatian agar anggaran yang telah ditetapkan dapat terserap tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Fraksi Demokrat Bersatu meminta penjelasan mengenai prioritas pembangunan, strategi peningkatan PAD dari sektor pariwisata, retribusi dan pengelolaan aset daerah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi belanja dan mencegah kebocoran anggaran.

Secara umum, keempat fraksi menegaskan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memiliki target yang terukur, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Meski memberikan sejumlah catatan dan pertanyaan, keempat fraksi pada prinsipnya menerima Ranperda APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan-undangan.

Pembahasan selanjutnya diharapkan menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DWP Buleleng Perkuat Peran Orang Tua Cegah Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi BESTIE Buleleng

Published

on

By

Sosialisasi BESTIE Buleleng bersama DWP
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng dari Dinsos P3A Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng terus memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng (Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng dalam pertemuan rutin DWP Buleleng yang terselenggara di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10).

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini memberikan manfaat penting bagi para anggota, khususnya dalam meningkatkan pemahaman orang tua untuk melindungi anak di lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, serta memberikan pemahaman agar anak mampu melindungi diri dari situasi yang membahayakan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Dewi Suyasa juga berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masing-masing instansi, sekolah, serta unsur DWP perangkat daerah. Dengan demikian, informasi mengenai pencegahan kekerasan pada anak dan inovasi BESTIE Buleleng dapat tersebar lebih luas, tidak hanya di kalangan anggota DWP, tetapi juga masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, selaku narasumber, memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meliputi kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, dan eksploitasi. Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini, komunikasi antara anak dan orang tua, serta keterlibatan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Baca Juga  Desa Dauh Puri Kaja Gelar Patroli dan Sosialisasi Prokes di Taman Kota Lumintang

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi BESTIE Buleleng, sebuah upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dengan menginspirasi remaja untuk memiliki empati dan menjadi tutor bagi teman sebaya. Program ini dijalankan melalui tiga langkah, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, serta sinergi dengan lembaga terkait.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan terkait pencegahan kekerasan pada anak dapat menghubungi layanan WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Buleleng diharapkan semakin berperan aktif dalam membangun keluarga yang peduli, meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan, serta mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca