Program Studi Linguistik Program Doktor, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Promosi Doktor, Selasa, (12/7). (Foto : Ist)
Denpasar, baliilu.com – Program Studi Linguistik Program Doktor, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana kembali menyelenggarakan Promosi Doktor dengan Promovendus I Wayan Ardi Sumarta, Selasa, 12 Juli 2022 secara hybrid di ruang Dr. Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, FIB Unud.
Promovendus adalah dosen Universitas Negeri Lampung. Ujian terbuka dipimpin oleh Wakil Dekan I FIB Unud I Nyoman Arya Wibawa, S.S., M.A., Ph.D., serta didampingi oleh Promotor Prof. Dr. I Wayan Simpen, M.Hum., serta Kopromotor I Prof. Dr. I Ketut Darma Laksana, M.Hum., dan Kopromotor II, Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A.
Dalam ujian terbuka, I Wayan Ardi Sumarta berhasil mempertahankan disertasi dengan judul “Strategi Tutur Politisi pada Gelar Wicara Catatan Demokrasi Kita”. Setelah melalui tahapan ujian terbuka, I Wayan Ardi Sumarta dinyatakan lulus dengan predikat Dengan Pujian dan merupakan Doktor ke-169 di FIB Unud dan Doktor ke-209 di Program Studi Linguistik Program Doktor.
Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. I Nyoman Sedeng, M.Hum., Prof. Dr. I Wayan Simpen, M.Hum., Prof. Dr. I Ketut Darma Laksana, M.Hum., Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A., Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A., Dr. Ni Made Dhanawaty, M.S., Dr. Ni Luh Seri Malini, S.S., M.Hum., Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.
Dalam disertasinya, I Wayan Ardi Sumarta mengungkapkan bahwa gelar wicara merupakan panggung terbuka bagi politisi untuk menunjukkan kemampuannya dalam bertutur dan menerapkan strategi tutur. Namun, situasi pembicaraan cenderung mengubah kondisi pertuturan.
Kombinasi penggunaan cara mengambil alih giliran bertutur dan bagaimana kesantunan dan prinsip kerja sama politisi saat bertutur merupakan hal yang diteliti karena politisi merupakan tokoh publik yang aktivitasnya erat berkaitan dengan masyarakat dan dalam gelar wicara tentu saja tuturan ini ditayangkan untuk ditonton oleh publik.
Dalam penelitiannya, Ardi Sumarta berusaha mengungkap dan menemukan peralihan bertutur (turn-taking), penerapan prinsip kerja sama, dan prinsip kesantunan berbahasa yang digunakan oleh politisi dalam dialog pada Tayangan Gelar Wicara “Catatan Demokrasi Kita” di TV One.
Dalam disertasinya, I Wayan Ardi Sumarta menemukan temuan teoretis berupa penggabungan dan pengembangan beberapa teori yang relevan. Hal tersebut bertujuan menjelaskan penerapan prinsip percakapan dalam 14 sebuah gelar wicara yang menyangkut dengan kapan penutur harus memulai berbicara, bagaimana kemampuannya dalam bekerja sama, dan apakah penutur dapat menjaga keharmonisan bertutur demi keberlangsungan sebuah peristiwa komunikasi.
Temuan aplikatif dalam penelitian ini berkaitan dengan temuan “strategi tutur” yang dapat digunakan oleh penutur, khususnya politisi untuk melakukan pertuturan pada aktivitas publik atau dalam sebuah gelar wicara. Strategi tutur tersebut meliputi strategi Olehkupuji, Gantirelasi, Lajukanderma, Ciptareka, Olehrasa, dan Olehkuhati
Sementara itu, Prof. Dr. I Wayan Simpen selaku promotor menyampaikan bahwa hasil penelitian atau disertasi promovendus merupakan kajian pragmatik yang menarik. Prof. Simpen menyampaikan bahwa hakikat komunikasi bukan semata-mata urusan penutur dan petutur. Terdapat banyak aspek yang harus diperhatikan.
Dalam peristiwa alih wicara atau tutur, ada beberapa prinsip di dalam pragmatik yang harus dipahami oleh peserta tutur. Dalam hal ini, seorang pembicara tidak hanya harus taat pada prinsip kerja sama dan kesantunan berbahasa, tetapi juga membawa dirinya serta lembaga atau wadah politik yang menaungi. Oleh karena itu, banyak hal yang kontradiktif dan harus dilanggar, tapi bagaimana pelanggaran tersebut tidak melanggar norma adat ketimuran.
Di akhir penyampaiannya, Prof. Dr. I Wayan Simpen, M.Hum. selaku promotor juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. I Ketut Darma Laksana, M.Hum. dan Prof. Dr. Ketut Artawa, M.A., selaku kopromotor, para dosen penguji, serta seluruh dosen pengajar yang telah membimbing promovendus selama menempuh pendidikan di Program Studi Linguistik Program Doktor sehingga dapat meraih gelar akademik tertinggi. Sumber: www.unud.ac.id(gs/bi)
PEMERIKSAAN HANDPHONE: Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., Selasa (8/9/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., sebagai langkah pengawasan dan pencegahan terhadap keterlibatan anggota dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online ilegal, Selasa (8/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan internal untuk memastikan seluruh personel menggunakan perangkat komunikasi secara bijak serta tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun mencoreng citra institusi Polri.
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terbukti terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. “Ini merupakan langkah pencegahan sekaligus pengawasan internal. Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. Apabila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan pemeriksaan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan sanksi disiplin maupun kode etik sesuai tingkat pelanggarannya,” tegas Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas, disiplin dan kehormatan institusi. “Jangan sampai kesalahan pribadi berdampak pada tugas dan nama baik institusi. Gunakan teknologi secara bertanggung jawab, jauhi judi online dan pinjaman online ilegal. Polsek Denpasar Selatan akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan pembinaan secara konsisten,” pungkasnya. (gs/bi)
PEMADAMAN: Personel Dinas Damkarmat Buleleng saat melakukan pemadaman api di salah satu rumah penduduk yang terbakar. (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Enam kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng dalam sehari, Senin (7/9/2026). Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Desa Pangkung Paruk dan Ularan di Kecamatan Seririt; Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar; Jalan Jalak Putih LC Baktisraga, serta Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Buleleng bergerak cepat melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana, dikonfirmasi Selasa (8/9/2026), mengatakan enam kejadian tersebut memiliki karakteristik berbeda. Tiga kejadian merupakan kebakaran lahan, masing-masing seluas sekitar 50 are di Desa Ularan dan 30 are di Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa dan di Desa Pangkung Paruk. Sementara tiga kejadian lainnya merupakan kebakaran rumah di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, dengan bagian yang terbakar meliputi dapur dan bangunan rumah, kemudian di Jalak Putih LC 8 Blok B yang terbakar atap, rumah, kompor dan pakaian, lalu kebakaran rumah di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan kebakaran, terutama pada kondisi kemarau dan ketika angin cukup kencang karena api sangat mudah membesar dan merambat,” ujar Arya.
Ia menjelaskan, dalam penanganan enam kejadian tersebut, petugas menggunakan total sekitar 5 tangki air. Sebanyak satu tangki digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan di Ularan, tiga tangki di lokasi kebakaran lahan Banjar Dinas Konci, Tigawasa serta Pangkung Paruk, dan satu tangki untuk penanganan kebakaran rumah di Gitgit.
“Dari laporan yang kami terima, petugas dapat melakukan pemadaman dalam waktu relatif cepat setelah tiba di lokasi. Untuk kebakaran lahan di Ularan, pemadaman berlangsung sekitar satu jam, di Tigawasa sekitar satu jam 40 menit, sedangkan kebakaran rumah di Gitgit dan LC serta di Desa Bengkel dapat ditangani sekitar 45 menit,” ungkap Arya.
Menurut Arya, respons cepat tersebut penting untuk memastikan api tidak menjalar ke area lain maupun bangunan di sekitar lokasi. Terlebih, kebakaran lahan di wilayah pedesaan berpotensi meluas apabila kondisi vegetasi kering disertai hembusan angin.
“Kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan kecepatan, keselamatan dan ketepatan dalam melakukan penanganan. Tujuannya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melokalisir agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari tiga kejadian tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa. Kerugian material juga dapat ditekan karena petugas segera melakukan pemadaman setelah menerima informasi. Untuk itu, masyarakat diminta segera menghubungi Damkarmat apabila melihat adanya tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Musim kemarau saat ini, kami mengimbau masyarakat agar benar-benar berhati-hati terhadap sumber api. Jangan membakar sampah atau lahan sembarangan, pastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman, serta jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Kondisi angin kencang sangat mudah membuat api kecil menjadi kebakaran besar. Segera laporkan apabila terjadi kebakaran agar petugas dapat bergerak cepat,” pungkas Arya dikutip dari laman bulelengkab.go.id. (gs/bi)
IKUTI WAWANCARA: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9).
Kegiatan ini berfokus pada penilaian kesiapan daerah dalam melakukan transisi besar menuju Integrasi Layanan Primer (ILP) dan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu, tim juga menilai kemampuan daerah dalam mengintegrasikan kearifan lokal Bali untuk mengatasi isu kesehatan krusial, seperti penanganan stunting dan kesehatan lansia.
Proses penilaian ini diuji langsung oleh Tim Penilai Provinsi Bali yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi memaparkan secara rinci konsep, strategi, dan implementasi nyata transformasi Posyandu yang telah berjalan di Kabupaten Badung.
Ditemui seusai acara, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang penilaian kompetisi, melainkan forum diskusi berharga untuk menyamakan persepsi mengenai penerapan transformasi Posyandu 6 SPM di tingkat akar rumput.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi kita semua. Kita pastikan apakah pemahaman dan pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini sudah berjalan serentak dan sama di setiap desa, kelurahan, hingga kecamatan di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan inovasi unggulan yang dikembangkan di Badung, yaitu program Badung Peduli Residu serta pelaksanaan rutin Temu Wirasa Kader yang merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah inovatif ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, sinkronisasi, dan memperkokoh kapasitas seluruh kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat demi mewujudkan warga Badung yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)