Denpasar, baliilu.com – Program Studi Doktor Kajian Budaya FIB Unud merayakan Hari Ulang Tahun ke-21 pada Senin, 11 Juli 2022. Perayaan HUT ke-21 ini mengambil tema “Kritis Berlapis, Jaya Berkarya”. Acara perayaan diselenggarakan secara meriah di ruang Dr. Ir. Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Denpasar dan dapat disaksikan melalui kanal youtube Media FIB Unud: https://youtu.be/913xzELPi_k
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-21 Program Studi Doktor Kajian Budaya didahului dengan webinar Kajian Budaya: “Masa Depan Kajian Budaya di Indonesia”. Seminar diadakan secara daring dengan mengundang Prof. Manneke Budiman, Guru Besar Universitas Indonesia. Acara webinar dapat disaksikan melalui tautan berikut: https://youtu.be/SwAfhRL_VSo
(Foto : Ist)
Acara HUT ke-21 Prodi Doktor Kajian Budaya dihadiri oleh Ketua Senat FIB Unud, Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, hadir pula Wakil Dekan I, I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D., beserta Wakil Dekan III FIB Unud, Dr. Ni Ketut Ratna Erawati, M.Hum., Di samping itu, acara juga dihadiri oleh para koprodi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, para mahasiswa dan dosen Prodi Doktor Kajian Budaya, beserta para alumni.
Ketua Panitia Drs. Putu Gede Sridana, M.Si., melaporkan acara ini diselenggarakan berkat partisipasi para dosen, alumni dan mahasiswa Prodi Doktor Kajian Budaya. “Saya sangat berterima kasih atas partisipasi para alumni, dosen, dan mahasiswa atas bantuan moral dan material sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Koordinator Program Studi Doktor Kajian Budaya, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Studi Doktor Kajian Budaya telah banyak melahirkan pemimpin di Bali.
“Salah satu alumni Program Studi Doktor Kajian Budaya, saat ini menjadi Wakil Gubernur Bali, yaitu Prof. Dr. Tjokorda Artha Ardana Sukawati. Selain itu, Prof. Dr. I Nyoman Arya Sugiarta, salah satu alumni kita saat ini menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,” pungkasnya. Di akhir sambutannya, Prof. Darma Putra juga menyampaikan terima kasih kepada para alumni yang sudah berpartisipasi dalam terselenggaranya acara HUT ke-21 Prodi Doktor Kajian Budaya.
Wakil Dekan I FIB Unud, I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia dalam penyelenggaraan HUT ke-21 Program Studi Doktor Kajian Budaya. ”Ini merupakan momentum yang sangat bagus untuk mengembangkan Prodi Doktor Kajian Budaya. Saya dan segenap pimpinan Fakultas mengucapkan selamat Ulang Tahun ke-21 Program Studi Doktor Kajian Budaya, semoga semakin berjaya,” ujarnya.
Dalam acara ini juga diserahkan kenang-kenangan kepada para mantan Koprodi Doktor Kajian Budaya. Kenang-kenangan diserahkan kepada Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., Prof. Dr. I Gde Parimartha, M.A., Prof. Dr. I Made Suastika, S.U., Prof. Dr. A.A. Bagus Wirawan, S.U., Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A., dan Prof. Dr. A.A. Ngurah Anom Kumbara, M.A.
Setelah penyerahan kenang-kenangan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol ucap syukur HUT ke-21 Prodi Doktor Kajian Budaya. Lalu dilanjutkan dengan foto bersama serta acara hiburan yang diisi oleh Dewi Pradewi, M.Si., salah satu alumni Prodi Kajian Budaya yang merupakan penyanyi Bali ternama. Sumber: www.unud.ac.id(gs/bi)
SABERGEP: Satpol PP Kota Denpasar saat melaksanakan operasi Sapu Bersih Gelandangan dan Pengemis (SABERGEP) di sejumlah titik lampu lalu lintas di wilayah Kota Denpasar, Kamis (25/9). (Foto: bi)
Denpasar, baliilu.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan operasi Sapu Bersih Gelandangan dan Pengemis (SABERGEP) di sejumlah titik lampu lalu lintas di wilayah Kota Denpasar, Kamis (25/9). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketertiban umum, kenyamanan masyarakat, serta keselamatan pengguna jalan.
Dalam operasi tersebut, petugas Satpol PP Kota Denpasar menertibkan lima orang yang beraktivitas di kawasan lampu lalu lintas, terdiri atas tiga pedagang acung dan dua orang yang mengenakan kostum badut. Mereka selanjutnya didata dan diberikan pembinaan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Kasatpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, mengatakan kegiatan SABERGEP dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, khususnya di ruang publik dan kawasan persimpangan jalan.
“Penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan keselamatan masyarakat, khususnya di kawasan lampu lalu lintas. Kepada mereka yang terjaring, kami juga memberikan pembinaan agar tidak kembali melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban maupun keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang secara langsung kepada gelandangan dan pengemis maupun pedagang acung yang beraktivitas di kawasan lampu lalu lintas. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan lalu lintas.
Pelaksanaan operasi SABERGEP berlangsung aman, tertib, dan lancar. Satpol PP Kota Denpasar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum serta melaporkan apabila menemukan aktivitas yang dinilai mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat. Untuk layanan pengaduan dan tindak lanjut dapat melalui GARBASITA Satpol PP Kota Denpasar, masyarakat tidak dikenakan biaya.
Satpol PP Kota Denpasar juga menegaskan komitmen untuk menjaga integritas seluruh jajaran serta tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun terkait pelayanan maupun penanganan pengaduan.
“Apabila terdapat pihak yang meminta sesuatu dengan mengatasnamakan Satpol PP Kota Denpasar, masyarakat dapat melaporkannya melalui WhatsApp Bot GARBASITA di nomor 0813-3733-8326 dengan menyertakan bukti yang autentik,” ujarnya. (eka/bi)
HADIRI HUT: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-40 SMPN 4 Abiansemal bertajuk “40 Years of Excellence: Inspiring the Future”, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pembangunan pendidikan di Kabupaten Badung tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Di tengah pesatnya industri pariwisata dan investasi global, generasi muda dituntut memiliki karakter dan integritas kuat agar mampu menjadi aktor utama pembangunan daerah, bukan sekadar penonton. Hal tersebut disampaikan Bupati Adi Arnawa saat menghadiri perayaan HUT ke-40 SMP Negeri 4 Abiansemal bertajuk 40 Years of Excellence: Inspiring the Future di sekolah setempat, Jumat (25/9).
Bupati mengapresiasi inovasi SMPN 4 Abiansemal yang menyeimbangkan aspek kognitif dengan pembentukan moral siswa melalui program Kantin Kejujuran. Langkah ini dinilai efektif membangun integritas peserta didik sejak dini. “Kita tidak akan bisa menjadi bangsa yang kuat jika hanya mengandalkan kemampuan akademis, tanpa dibarengi semangat, karakter, dan integritas tinggi,” ujar Adi Arnawa.
Ia mengingatkan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sangat mendesak karena struktur ekonomi Badung bertumpu pada pariwisata. Tantangan ke depan semakin berat seiring derasnya modal yang masuk ke wilayah tersebut. “Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri ketika investasi deras masuk ke Badung, tetapi kita tidak memiliki kualifikasi pendidikan? Kita akan jadi penonton,” tegasnya.
Untuk itu, Pemkab Badung mendorong penguasaan bahasa Inggris sejak tingkat dasar lewat program bimbingan belajar berbasis banjar. Namun, Adi Arnawa mengingatkan agar penguasaan bahasa internasional ini tidak mengikis identitas lokal. “Bahasa Inggris wajib dipahami untuk interaksi global. Namun, itu harus berjalan seimbang dengan pelestarian bahasa dan budaya Bali,” imbuhnya.
Guna memperluas akses perguruan tinggi, Pemkab Badung menggulirkan program beasiswa kuliah hingga delapan semester untuk anak keluarga kurang mampu dan petani. Program ini dirancang mendongkrak partisipasi pendidikan tinggi S1 di Badung yang saat ini baru menyentuh angka 30 persen.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Abiansemal, I Made Antara memaparkan sekolah yang berdiri sejak 1984 tersebut kini mengampu 717 siswa, didukung 60 guru dan pegawai, serta mencetak lebih dari 10.500 alumni. Perayaan empat dekade diisi Festival SPEN4AB yang melibatkan siswa SD melalui ajang akademik, seni, olahraga, budaya, dan lingkungan.
“Kami konsisten mengembangkan pembiasaan karakter dan penguatan bahasa. Program bahasa Inggris diterapkan dalam komunikasi harian serta kelompok belajar internasional bersama siswa dari Jepang dan Malaysia,” jelas Made Antara.
Acara turut dihadiri anggota DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, perwakilan Disdikpora, Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta, jajaran Tripika, Perbekel Bongkasa, Bendesa Adat, pengurus PGRI, komite, dan siswa setempat. (gs/bi)
AKSI BERSIH: Sekda Surya Suamba saat aksi bersih lingkungan memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar aksi bersih lingkungan guna memperingati World Cleanup Day Indonesia 2026 di kawasan mangrove Pantai Telaga Waja, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (25/9).
Dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba yang mewakili Bupati Badung, kegiatan bertema “Aksi Bersih Pemuda-pemudi Merdeka dari Sampah” ini melibatkan sekitar 300 peserta dari unsur pemerintahan, dunia usaha, komunitas, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat.
Aksi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Menteri Lingkungan Hidup RI tentang Dukungan Kegiatan World Cleanup Day Indonesia 2026 guna menguatkan sinergi serta peran generasi muda sebagai pelopor pelestarian lingkungan pesisir.
World Cleanup Day menjadi momentum mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menangani sampah. “Yang ingin kita bangun adalah generasi yang tidak hanya peduli saat melihat sampah berserakan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mencegah, mengurangi, memilah dari sumbernya, dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan,” ujar Surya Suamba.
Sekda menegaskan bahwa pemilihan kawasan mangrove memiliki makna vital bagi ekosistem pesisir dan habitat biota, sehingga kebersihannya harus dijaga demi fungsi ekologis jangka panjang. “Kita berharap kegiatan hari ini tidak berhenti pada memungut dan mengangkut sampah. Yang lebih penting adalah mencegah sampah tersebut muncul dan mengubah perilaku sehari-hari. Mari kita mulai perubahan itu dari hari ini, dari tempat ini, dari diri kita masing-masing untuk mewujudkan Badung yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Semangat aksi ini diwujudkan melalui empat pilar kemerdekaan sampah, yakni merdeka dari kebiasaan membuang sampah sembarangan, penggunaan plastik sekali pakai, sikap acuh terhadap lingkungan, serta ketergantungan pengelolaan sampah. Tidak sekadar dipungut, sampah seberat ratusan kilogram yang terkumpul dari kawasan pesisir tersebut langsung ditimbang dan dipilah ke dalam jenis organik, anorganik, plastik, serta residu untuk diolah lebih lanjut secara berkelanjutan melalui fasilitas pengolahan sampah dan yayasan mitra lingkungan.
Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Badung, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, Pimpinan Instansi Vertikal, Camat Kuta Selatan beserta jajaran, para Lurah, Bendesa Adat, BUMD, tokoh masyarakat, Karang Taruna, Yowana serta undangan lainnya. (gs/bi)