Saturday, 25 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Kasus Doksing Ngurah Dibia Masuki Babak Baru

Dua Saksi Dipanggil Ditreskrimsus Polda Bali

BALIILU Tayang

:

smsi bali
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali Emanuel Dewata Oja (Edo) saat diwawancarai awak media di Ditreskrimsus Polda Bali, Jumat (20/10/2023). (Foto: SMSI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Kasus doksing dan dugaan pencemaran nama baik yang dialami wartawan senior Bali I Gusti Ngurah Dibia memasuki babak baru. Dua orang saksi dipanggil untuk memberikan keterangan kepada penyidik di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali, Jumat (20/10/2023).

Pemanggilan saksi tersebut dikawal langsung oleh Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali Emanuel Dewata Oja (Edo) didampingi sejumlah anggota SMSI. Saat diwawancarai, Edo menegaskan anggota SMSI tidak akan lelah mengawal kasus doksing dan dugaan pencemaran nama baik terhadap Sekretaris SMSI Bali I Gusti Ngurah Dibia.

“Walaupun kasus ini rumit, justru kami (SMSI, red) semakin bersemangat mendukung dan memotivasi teman-teman di Kepolisian untuk terus menelusuri dan mengungkap kasus ini secara terang benderang,” tandasnya.

Ia menambahkan pengawalan kasus ini dilakukan SMSI Bali karena ada rasa memiliki antaranggota yang tergabung di dalamnya.

“Saya tegaskan, kasus ini bukan semata-mata tentang Pak Ngurah Dibia, atau para jurnalis anggota SMSI Bali yang diperiksa polisi sebagai saksi. Secara eksternal, kasus ini adalah tentang pembelajaran publik, agar bijak dan cerdas menggunakan media sosial,” jelasnya.

Dirinya menegaskan SMSI Bali tidak akan mundur jika ada anggotanya yang berurusan dengan hukum, karena sudah menjadi tanggung jawab kepengurusan sebagai bentuk perlindungan dan pembelaan terhadap anggota.

“Secara internal, kasus ini tentang rasa kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi landasan dalam berorganisasi di SMSI Bali. Jika ada anggota SMSI Bali yang berurusan dengan hukum, kami siap mengayomi,” pungkas Edo.

Sementara itu dukungan serupa disampaikan oleh Sekretaris Asosiasi Media Online (AMO) Provinsi Bali I Nyoman Sukadana alias Menot.

“Tiyang (saya, red) berharap agar kasus segera dipecahkan siapa dalang dari akun yang menyebarkan hoaks tersebut,” jelasnya.

Baca Juga  Jumat Curhat, Polda Bali Datangi Celuk Swing and Luwak Coffee

Dirinya yakin kasus tersebut dapat dipecahkan oleh Polda Bali, mengingat reputasi kepolisian (Polda Bali, red) yang selama ini sangat positif. “Saya yakin kasus ini bisa terpecahkan karena selama ini Polda Bali sudah sering membongkar kasus besar dan rumit,” tutup Menot.

Dalam pengawalan kasus tersebut turut hadir Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan SMSI Bali, Horacio Canto alias (Chris), Wakil Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga SMSI Bali, Jeffry Karangan serta beberapa wartawan media online di Bali.

Seperti yang diberitakan sebelumnya wartawan senior Bali yang juga Pemimpin Redaksi (Pemred) wacanabali.com serta barometerbali.com dan Sekretaris SMSI Bali I Gusti Ngurah Dibia melaporkan akun Facebook Info Jagat Maya dan Opini Bali ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali, Kamis (21/9/23).

Kedua akun tersebut diduga telah memfitnah dan menyebarkan hoaks, menuduh I Gusti Ngurah Dibia selaku admin sebuah akun media sosial yang kerap dianggap mendiskreditkan pemerintah dan tokoh-tokoh di Bali.

Untuk diketahui doksing adalah tindakan penyebaran data pribadi melalui internet atau media sosial tanpa hak atau illegal (tidak sah). (*/gs)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Buntut Perampasan & Pengeroyokan WNA di Warung Made Seminyak Dilaporkan Korban

Published

on

By

pengeroyokan di seminyak
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H. (Foto: Hms Polda)

Denpasar, baliilu.com – Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., membenarkan kejadian perampasan dan pengeroyokan oleh warga negara asing di Warung Made Seminyak yang kemudian korban melaporkan ke SPKT Polda Bali, pada Jumat (24/5/2024).

Korban berinisial R laki-laki 44 tahun, karyawan swasta asal Jombang Jatim, beralamat Banjar Dukuh Dalung Badung.

Kombes Jansen mengungkapkan, adapun kronologis kejadian berawal pada Jumat, 17 Mei 2024, pelapor dihubungi oleh orang yang mengaku bernama TC, WNA Australia, meminta pelapor datang ke Warung Made yang beralamat di Jl. Raya Seminyak No. 7 Kuta Badung, dengan maksud untuk pembayaran hutang.

Kemudian pelapor mendatangi Warung Made bersama teman-temannya bertemu dengan terlapor/TC dan terlapor/MR. Selanjutnya terlapor/TC mengatakan bahwa pelapor masih memiliki hutang namun pelapor mengatakan bahwa sudah membayarnya dengan bukti transfer yang dimiliki pelapor. Kemudian terlapor/MR mengatakan bahwa pelapor belum membayar sisa hutang dan pelapor dipaksa untuk mengakui bahwa pelapor masih memiliki hutang dengan cara diintimidasi dan tidak diperbolehkan pulang sebelum mengakui bahwa pelapor masih memiliki hutang.

Selanjutnya terlapor/MR memukul dada pelapor dan terlapor/TC memukul pelapor bagian kepala belakang setelah itu pelapor dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan yang isinya pelapor masih memiliki hutang sebesar Rp. 810.000.000 dan hari itu juga pelapor harus membayar Rp. 400.000.000 dan sisa sebesar Rp. 410.000.000 dibayarkan pada tanggal 31 Mei 2024.

Akhirnya pelapor mentransfer sebesar Rp. 400.000.000 ke rekening PT. UBC. dan terlapor/MR meminta jaminan berupa mobil Honda Mobilio warna putih Nopol DK-1695-FW milik pelapor, dan mobilnya akan dikembalikan jika pelapor sudah membayar sisa hutangnya tersebut.

Baca Juga  Jumat Curhat, Polda Bali Datangi Celuk Swing and Luwak Coffee

Jansen mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar ± Rp. 1.026.000.000. Untuk proses hukum lebih lanjut, pelapor mendatangi Kantor SPKT Polda Bali dengan laporan Laporan Polisi Nomor : LP/B/386/V/2024/SPKT/Polda Bali.

‘’Permasalahan ini akan ditindaklanjuti dan proses sesuai hukum yang berlaku di Ditreskrimum Polda Bali,’’ tutup Kabid Humas Kombes Jansen. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Bareskrim Polri Terus Cari Keberadaan Fredy Pratama

Published

on

By

Bandar narkoba Fredy Pratama
DPO: Bandar narkoba jaringan internasional, Fredy Pratama. (Foto: Hms Polri)

Jakarta, baliilu.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyatakan saat ini masih menjalin komunikasi dengan Kepolisian Thailand untuk menangkap bandar narkoba jaringan internasional, Fredy Pratama.

“Masih terus menjalin komunikasi dengan Polisi Thailand untuk menjalankan kesepakatan yang telah ada di pertemuan Langkawi, Malaysia,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa, Rabu (22/5/2024).

Lebih lanjut Mukti mengatakan, kesepakatan dengan Polisi Thailand terkait penangkapan Fredy Pratama sudah dibahas dalam pertemuan di Malaysia pada bulan April 2024 lalu.

Dalam pertemuan itu, lanjut Mukti, Polri dan Polisi Thailand sepakat bekerja sama menangkap Fredy Pratama yakni Kepolisian Thailand memproses tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas nama istri dari Fredy Pratama.

Sementara, Polri akan membantu Kepolisian Thailand dengan mengirimkan berkas-berkas penyidikan TPPU untuk istri Fredy Pratama. Langkah memiskinkan keluarga Fredy sebagai salah satu upaya agar tersangka terdesak dan tidak memiliki dukungan finansial lagi.

Menurut Mukti, berdasarkan keterangan Kepolisian Thailand diketahui Fredy Pratama masih berada di dalam hutan. “Hasil pertemuan police to police (P to P) dijelaskan Fredy Pratama masih berada di Thailand, dan masih berada di dalam hutan,” ucapnya.

Mukti menyebut pihaknya menyerahkan penanganan perkara TPPU istri Fredy Pratama kepada Kepolisian Thailand karena seluruh harta Fredy yang tersisa berada di Thailand, dan posisi tersangka juga berada di Thailand.

Untuk tersangka Fredy Pratama akan dilakukan penangkapan oleh Kepolisian Thailand, dan diserahkan kepada Bareskrim Polri, sesuai kasus awal penanganan perkara berada di Indonesia.

“Mereka (Kepolisian Thailand), juga akan menyerahkan Fredy Pratama, kami sudah koordinasi kemarin, silakan TPPU-nya mereka proses, yang penting Fredy Pratama, karena tempat kejadian perkara awalnya di Indonesia, harus diserahkan kepada polisi Indonesia,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Polda Bali Tanggapi Video Viral Bule Mesum di Pantai Canggu

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Nekat Bobol Counter HP, Pasangan Kekasih Anak Punk Diringkus Polsek Ubud

Published

on

By

Polsek Ubud
KONFERENSI PERS: Jajaran Polsek Ubud saat melakukan konferensi pers kasus pembobolan counter HP di Jalan Raya Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud pada Sabtu (11/5) lalu. (Foto: Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Tri DTK (25) dan G alias Fikri (32), harus berurusan dengan petugas kepolisian dari Polsek Ubud. Pasalnya pasangan kekasih anak punk ini dilaporkan telah melakukan aksi pembobolan sebuah counter handphone di Jalan Raya Bunutan, Banjar Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar pada Sabtu (11/5/2024) lalu.

Kejadian pencurian ini berawal pada Sabtu tanggal 11 Mei 2024 sekira pukul 11.00 Wita korban pemilik counter handphone mengecek rekaman CCTV yang ada di Counter Service HP Zhura Cellular miliknya yang berlokasi di Jalan Raya Bunutan, Banjar Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar melalui Aplikasi CCTV.

Dalam rekaman CCTV tersebut korban kaget melihat ada cahaya masuk ke dalam counter handphone tersebut namun pada saat itu korban mengira karyawannya. Namun setelah korban memperbesar layar CCTV yang ada di handphonenya, ternyata barang-barang yang ada di dalam counter berantakan serta handphone servisan milik pelanggan yang ada di rak barang sudah tidak ada pada tempatnya atau hilang.

Setelah mengetahui peristiwa tersebut kemudian korban menyuruh karyawannya untuk datang ke counter handphone. Setelah korban dan karyawan korban sampai di counter, mereka melihat pintu rolling door dalam keadaan terbuka dan rusak akibat congkelan.

Selanjutnya korban bersama dengan karyawan mengecek barang-barang yang ada di counter dan ternyata barang berupa uang tunai kurang lebih sebesar Rp 900.000 dan puluhan unit barang elektronik hilang. Peristiwa ini kemudian dilaporkan korban ke petugas kepolisian Polsek Ubud.

Kapolsek Ubud, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, Rabu (22/5/2024) didampingi Kasi Humas Polres Gianyar Iptu I Nyoman Tantra, Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu Nyoman Agus Putra Ardiana dan Panit 1 Reskrim Polsek Ubud Ipda I Wayan Driana mengatakan bahwa berbekal laporan tersebut polisi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Baca Juga  OMB Agung 2023-2024, Polda Bali dan Polresta Gelar Pengamanan Kampanye

“Team Unit Opsnal Reskrim Polsek Ubud mencari keberadaan terduga pelaku, mengetahui terduga pelaku berangkat menuju Ke Gilimanuk tim kemudian melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku berbekal rekaman CCTV dan juga keterangan saksi team dapat menemukan ciri-ciri terduga pelaku. Selanjutnya Unit Opsnal dapat mengamankan terduga pelaku di Jalan Raya Selemadeg Barat menuju arah Gilimanuk,” ujarnya.

Setelah dilakukan introgasi mendalam terhadap terduga pelaku, pelaku mengakui perbuatannya telah bersama-sama melakukan pencurian bersama temannya  di daerah Ubud tepatnya di Counter Zhura Cellular yang berlokasi di Jalan Raya Bunutan, Banjar Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Mendengar keterangan terduga pelaku seperti tersebut unit opsnal langsung membawa 2 orang terduga pelaku dan barang bukti ke Kantor Polisi Polsek Ubud guna proses lebih lanjut.

“Para pelaku ini adalah pasangan kekasih, uang hasil kejahatannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan juga untuk berfoya-foya. Kedua pelaku kami ancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” tandasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca