Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kawal Pers Profesional dan Perkuat Literasi Jurnalistik, SMSI Tabanan Gandeng Tiga Lembaga

BALIILU Tayang

:

Tabanan, baliilu.com - Guna mengawal media pers yang benar dan professional serta memperkuat literasi jurnalistik masyarakat termasuk kalangan ASN di Kabupaten Tabanan di tengah gempuran medsos, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tabanan meluncurkan program literasi jurnalistik, sekaligus penendatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemkab Tabanan, kampus, rumah sakit hingga advokat. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan Kamis (9/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi kolaborasi SMSI Tabanan dengan sejumlah lembaga lintas sektor, mulai dari dunia kesehatan, pendidikan hingga profesi hukum. Kerja sama dilakukan bersama Rumah Sakit Kasih Ibu Tabanan dihadiri direkturnya, dr Ni Gusti Ayu Made Sri Pujarini, MM, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Margarana dengan ketuanya I Gusti Ngurah Agung Bagus Widiana, SH, MH, serta Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kabupaten Tabanan diwakili I Gede Made Indra Bangsawan, SH. Kerja sama yang didokumentasikan dalam bentuk penandatanganan piagam kerja sama juga dilakukan antara SMSI Tabanan dengan Pemkab Tabanan. Turut menandatangani piagam kerja sama tersebut, Bupati Tabanan yang diwakili Asisten I Setda Tabanan, I Made Agus Hartawiguna. Ketua SMSI Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa, mengatakan kegiatan kali ini adalah program unggulan yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari sekolah, pemerintah desa, hingga masyarakat adat, dengan tujuan meningkatkan pemahaman terhadap informasi yang benar serta membangun budaya literasi media yang sehat dan bertanggung jawab. “Selain menuntaskan program internal organisasi, kami juga meralisasikan program unggulan kami adalah Kampanye Praktik Baik Literasi Media SMSI Kabupaten Tabanan, yang hingga saat ini telah dilaksanakan sebanyak delapan kali,” ujarnya. Selain itu, SMSI Tabanan juga menjalankan program sosial kemanusiaan, seperti penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan dua unit fasilitas bedah rumah di Kecamatan Selemadeg Barat bekerja sama dengan Yayasan Sahaja Sawah. Sementara itu, Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja dalam sambutannya menyampaikan konteks kerjasama SMSI yang diawali oleh SMSI Kabupaten Tabanan adalah kerja edukasi berbasis intelektual yang dilatarbelakangi munculnya berbagai konflik pemberitaan Pers di Bali. Dikatakan, akhir-akhir ini, Pers di Bali sering jadi sorotan publik karena kerap muncul beberapa media dan oknum wartawan tertentu yang tingkah laku dan karya jurnalistiknya meresahkan masyarakat. Ditegaskan, berita di media Pers, sangat berbeda dengan tulisan informatif di Media Sosial. Seorang wartawan professional yang menulis berita di media Pers wajib mematuhi kaidah-kaidah jurnalistik yang berpedoman pada UU Pers No. 40/1999, Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku.   “Kalau di medsos bebas-bebas aja, tapi menulis berita yang baik itu terikat pada kaidah-kaidah jurnalistik. Sebuah berita pers, harus jelas nara sumbernya. Kalau terpaksa menggunakan nara sumber anonim, maka seorang wartawan harus memvalidasi informasi yang akan dijadikan berita Pers tersebut kepada nara sumber lain yang sejajar terhadap isu atau informasi yang ingin diberitakan,” terangnya. Dia mencontohkan jika wartawan mendapat informasi bahwa di luar rumah sedang terjadi hujan, maka tugas wartawan kata dia mengecek keluar rumah, datangi lokasi dan lihat apakah benar ada hujan atau tidak. Lalu mencari nara sumber yang membenarkan kondisi tersebut. “Tetapi wartawan yang tidak profesional akan menelan mentah-mentah informasi tersebut dan mengolahnya jadi berita tanpa verifikasi. Itu yang disebut praktek ‘jurnalisme air ludah.’ Karena hanya mengutip omongan orang tanpa melakukan verifikasi,‘’ ucapnya. Padahal sebuah berita harus memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik. Ada narasumber, terapkan prinsip keberimbangan informasi atau cover both side terutama untuk berita atau informasi yang tersangkut dengan kepentingan orang lain. “Disinilah konteksnya SMSI hadir di masyarakat dan melakukan kerja sama seperti yang dilakukan SMSI Kabupaten Tabanan, menjalin kerja sama dengan beberapa institusi pemerintah maupun non-pemerintah dengan melakukan edukasi tujuannya mengajak masyarakat agar bersama memahami pola kerja media pers yang benar dan professional, agar tidak gamang menghadapi wartawan dan meminimalisir terjadinya konflik-konflik pemberitaan pers,’’ beber Bang Edo, sapaan akrab wartawan senior Emanuel Dewata Oja. Sementara Bupati Tabanan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Setda Tabanan, I Made Agus Hartawiguna, menyambut baik inisiatif SMSI. Peluncuran Program Literasi Jurnalistik ASN dinilai sangat relevan dengan visi mewujudkan "Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM)". Di era digital yang dinamis, ASN dituntut memiliki kecakapan untuk menyaring informasi dan menangkal penyebaran hoaks. "ASN harus mampu menjadi sumber informasi yang kredibel. Kami berharap program ini membekali ASN agar lebih bijak bermedia sosial dan mampu menyajikan informasi yang akurat sesuai kaidah jurnalistik," ujar Agus Hartawiguna. (*/bi)
PKS: SMSI Kabupaten Tabanan menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) sekaligus meluncurkan Program Literasi Jurnalistik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan, Kamis (9/4/2026). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Guna mengawal media pers yang benar dan professional serta memperkuat literasi jurnalistik masyarakat termasuk kalangan ASN di Kabupaten Tabanan di tengah gempuran medsos, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tabanan meluncurkan program literasi jurnalistik, sekaligus penendatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemkab Tabanan, kampus, rumah sakit hingga advokat. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan Kamis (9/4/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi kolaborasi SMSI Tabanan dengan sejumlah lembaga lintas sektor, mulai dari dunia kesehatan, pendidikan hingga profesi hukum.

Kerja sama dilakukan bersama Rumah Sakit Kasih Ibu Tabanan dihadiri direkturnya, dr Ni Gusti Ayu Made Sri Pujarini, MM, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Margarana dengan ketuanya I Gusti Ngurah Agung Bagus Widiana, SH, MH, serta Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kabupaten Tabanan diwakili I Gede Made Indra Bangsawan, SH.

Kerja sama yang didokumentasikan dalam bentuk penandatanganan piagam kerja sama juga dilakukan antara SMSI Tabanan dengan Pemkab Tabanan. Turut menandatangani piagam kerja sama tersebut, Bupati Tabanan yang diwakili Asisten I Setda Tabanan, I Made Agus Hartawiguna.

Ketua SMSI Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa, mengatakan kegiatan kali ini adalah program unggulan yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari sekolah, pemerintah desa, hingga masyarakat adat, dengan tujuan meningkatkan pemahaman terhadap informasi yang benar serta membangun budaya literasi media yang sehat dan bertanggung jawab.

“Selain menuntaskan program internal organisasi, kami juga meralisasikan program unggulan kami adalah Kampanye Praktik Baik Literasi Media SMSI Kabupaten Tabanan, yang hingga saat ini telah dilaksanakan sebanyak delapan kali,” ujarnya.

Selain itu, SMSI Tabanan juga menjalankan program sosial kemanusiaan, seperti penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan dua unit fasilitas bedah rumah di Kecamatan Selemadeg Barat bekerja sama dengan Yayasan Sahaja Sawah.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Gelar Upacara Peringatan Harlah Pancasila, Harkitnas dan Bulan Bung Karno V 2023

Sementara itu, Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja dalam sambutannya menyampaikan konteks kerjasama SMSI yang diawali oleh SMSI Kabupaten Tabanan adalah kerja edukasi berbasis intelektual yang dilatarbelakangi munculnya berbagai konflik pemberitaan Pers di Bali. Dikatakan, akhir-akhir ini, Pers di Bali sering jadi sorotan publik karena kerap muncul beberapa media dan oknum wartawan tertentu yang tingkah laku dan karya jurnalistiknya meresahkan masyarakat.

Ditegaskan, berita di media Pers, sangat berbeda dengan tulisan informatif di Media Sosial. Seorang wartawan professional yang menulis berita di media Pers wajib mematuhi kaidah-kaidah jurnalistik yang berpedoman pada UU Pers No. 40/1999, Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku.

“Kalau di medsos bebas-bebas aja, tapi menulis berita yang baik itu terikat pada kaidah-kaidah jurnalistik. Sebuah berita pers, harus jelas nara sumbernya. Kalau terpaksa menggunakan nara sumber anonim, maka seorang wartawan harus memvalidasi informasi yang akan dijadikan berita Pers tersebut kepada nara sumber lain yang sejajar terhadap isu atau informasi yang ingin diberitakan,” terangnya.

Dia mencontohkan jika wartawan mendapat informasi bahwa di luar rumah sedang terjadi hujan, maka tugas wartawan kata dia mengecek keluar rumah, datangi lokasi dan lihat apakah benar ada hujan atau tidak. Lalu mencari nara sumber yang membenarkan kondisi tersebut.

“Tetapi wartawan yang tidak profesional akan menelan mentah-mentah informasi tersebut dan mengolahnya jadi berita tanpa verifikasi. Itu yang disebut praktek ‘jurnalisme air ludah.’ Karena hanya mengutip omongan orang tanpa melakukan verifikasi,‘’ ucapnya.

Padahal sebuah berita harus memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik. Ada narasumber, terapkan prinsip keberimbangan informasi atau cover both side terutama untuk berita atau informasi yang tersangkut dengan kepentingan orang lain.

Baca Juga  Bupati Tabanan Dukung Semangat Menggebu Desa Buahan dan Tegaljadi Dalam Membangun

“Disinilah konteksnya SMSI hadir di masyarakat dan melakukan kerja sama seperti yang dilakukan SMSI Kabupaten Tabanan, menjalin kerja sama dengan beberapa institusi pemerintah maupun non-pemerintah dengan melakukan edukasi tujuannya mengajak masyarakat agar bersama memahami pola kerja media pers yang benar dan professional, agar tidak gamang menghadapi wartawan dan meminimalisir terjadinya konflik-konflik pemberitaan pers,’’ beber Bang Edo, sapaan akrab wartawan senior Emanuel Dewata Oja.

Sementara Bupati Tabanan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Setda Tabanan, I Made Agus Hartawiguna, menyambut baik inisiatif SMSI. Peluncuran Program Literasi Jurnalistik ASN dinilai sangat relevan dengan visi mewujudkan “Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM)”. Di era digital yang dinamis, ASN dituntut memiliki kecakapan untuk menyaring informasi dan menangkal penyebaran hoaks.

“ASN harus mampu menjadi sumber informasi yang kredibel. Kami berharap program ini membekali ASN agar lebih bijak bermedia sosial dan mampu menyajikan informasi yang akurat sesuai kaidah jurnalistik,” ujar Agus Hartawiguna. (*/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hadiri Puncak Dies Natalis Ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Berharap Konsep Ekonomi Kerthi Bali Dikenalkan di Kampus

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).
HADIRI DIES NATALIS FEB UNUD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyinggung keberadaan Unud sebagai lembaga Pendidikan tinggi yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah Bali. “Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari Unud dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerja sama antara Pemprov dengan Unud,” ucapnya.

Ia menilai, Unud adalah salah satu perguruan tinggi top di Bali yang menjadi rujukan bagi wilayah Indonesia Timur. Selain itu, universitas ini juga membawa nama besar Udayana, raja yang sangat berpengaruh pada jamannya dan di bawah pemerintahan beliau, Bali mencapai masa keemasan. Saat dipercaya menjadi pemimpin, Gubernur Koster banyak mempelajari konsep para raja terdahulu dalam membangun Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.

Dijelaskan olehnya, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun isinya sangat lengkap, berkaitan dengan segala aspek tentang kehidupan, baik alam, manusia maupun budaya yang semuanya harus hidup, tumbuh dan menjaga keterkaitan satu sama lain agar Bali terpelihara dengan baik.

Salah satu konsep yang menurutnya relevan dengan keberadaan FEB adalah Ekonomi Kerthi Bali dan sudah tertuang dalam sebuah buku. Ia yakin konsep ini sangat penting untuk diketahui oleh keluarga besar FEB Unud, baik kalangan dosen maupun mahasiswa.

Baca Juga  Gebyar Education Festival Tabanan 2025

“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini berharap Unud terus memberi kontribusi nyata untuk membangun Pulau Dewata. “Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyakarat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.

Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian fakultas yang dipimpinnya. FEB Unud saat ini telah menjadi fakultas ekonomi terkemuka di wilayah Indonesia Timur dengan ribuan lulusan yang terserap di berbagai sektor. Capaian lainnya, 10 dari 12 prodi di FEB telah terakreditasi unggul. Menurut dia, capaian ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja kolektif dan dukungan dari berbagai komponen.

Dalam momentum ini, Wiwin Setyari mengajak keluarga besar FEB memaknai tema Dies Natalis Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One untuk menghasilkan dampak kolektif yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Perayaan dies natalis FEB ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Wiwin Setyari dan potongan pertama diserahkan kepada Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Panitia Lomba Layang-layang Tak Profesional, Bupati Jembrana Kecewa Berat

Published

on

By

Bupati Tinjau Lomba Layang-layang
TINJAU LOMBA: Bupati Jembrana saat meninjau penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8). (Foto: jembranakab.go.id)

Jembrana, baliilu.com – Penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8) memicu gelombang kekecewaan mendalam dari para peserta (rare angon) hingga Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Event yang diselenggarakan oleh organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut dinilai gagal disajikan secara profesional akibat buruknya manajemen teknis, minimnya koordinasi, hingga ketidaktransparanan penilaian.

Padahal dengan kapasitas dan nama besar organisasi tersebut, Pelangi Jembrana dinilai seharusnya mampu menyuguhkan ajang berstandar tinggi yang profesional dan rapi.

Kondisi di lapangan menunjukkan minimnya persiapan panitia, atmosfer acara yang sepi, bentroknya jadwal dengan Denpasar Kite Festival, hingga sikap penyelenggara yang dinilai tidak profesional. Hal ini dinilai merugikan potensi pariwisata dan roda perekonomian UMKM lokal yang seharusnya berputar optimal melalui event budaya karena dinilai sepi. Padahal Pemkab Jembrana turut menggelontorkan anggaran untuk mendanai kegiatan tersebut.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara terpisah, Senin (31/8) turut menyampaikan kekecewaannya. Bahkan ia melihat langsung di lapangan saat meninjau acara dan menyerukan pembenahan menyeluruh.

“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang dikutip dari laman jembranakab.go.id.

Ia menegaskan agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas kegiatan di masa mendatang demi menjaga nama baik daerah.

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya. Selain kendala teknis dan pengemasan acara yang buruk, proses penentuan juara oleh panitia dinilai mencederai sportivitas serta semangat kebersamaan para pecinta seni layang-layang Bali.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Gelar Upacara Peringatan Harlah Pancasila, Harkitnas dan Bulan Bung Karno V 2023

“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon Sarbagita,” ungkap salah satu peserta dari komunitas yang enggan disebut namanya.

Karena itu, ia mendesak Pemkab Jembrana meminta pengurus Pelangi Jembrana melakukan evaluasi menyeluruh agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas event daerah.

“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.

Peserta juga berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi agar penyelenggaraan event budaya di masa mendatang dikelola secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab demi mengayomi seluruh pecinta layang-layang di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sutjidra Pastikan Penuntasan Jalan Bukti-Tunjung, Progres Pengerjaan Lampaui Target

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau progres pengerjaan proyek peningkatan ruas Jalan Bukti-Tunjung, Selasa (1/9).
TINJAU PROYEK: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9). (Foto: Hms Buleleng)  

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan penuntasan Jalan Bukti-Tunjung terus berlanjut sesuai rencana. Ia menyampaikan optimisme tersebut saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra melihat perkembangan pekerjaan pada seksi satu ruas jalan yang menghubungkan wilayah Desa Bukti menuju Desa Tunjung. Pekerjaan utama berupa penghamparan aspal hotmix telah selesai, sementara saat ini pengerjaan memasuki tahap penyelesaian bahu jalan.

“Sekarang tinggal memasang bahu jalan, hamparan hotmix-nya sudah selesai. Nanti dilanjutkan untuk section dua,” ujar Sutjidra.

Menurut Sutjidra, kualitas pengerjaan jalan tersebut cukup baik, terutama dari sisi ketebalan aspal yang digunakan. Ia menyebut hasil pengerjaan saat ini lebih baik dibandingkan ruas yang sebelumnya telah dikerjakan di wilayah Desa Tunjung.

“Ini aspalnya cukup bagus, tebal. Lebih tebal dari yang di Tunjung pertama. Yang pertama mungkin sudah dicoba, ini hasil pengembangannya,” katanya.

Sutjidra menjelaskan, pekerjaan lanjutan Jalan Bukti-Tunjung pada tahun 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,3 miliar. Pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan bahu jalan untuk memperkuat konstruksi dan menjaga ketahanan ruas jalan.

“Untuk proyeknya, selain badan jalan, ada bahu jalan dengan ukuran 1 meter dan setengah meter,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyelesaikan tahap pertama peningkatan Ruas Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak) sepanjang sekitar 3,1 kilometer pada 2025 yang berlokasi di Desa Tunjung. Pembangunan bertahap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menuntaskan akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Bupati Tabanan Dukung Semangat Menggebu Desa Buahan dan Tegaljadi Dalam Membangun

Terkait target penyelesaian pekerjaan lanjutan tahun 2026, Sutjidra menyebut proyek tersebut direncanakan rampung pada Oktober. Melihat progres pekerjaan di lapangan, ia optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal bahkan lebih cepat.

“Targetnya 29 Oktober sudah harus selesai. Tapi melihat progresnya sekarang, harusnya sudah selesai. Kita optimistis ini selesai. Deviasinya sudah lebih dari 8 persen dari target,” ungkap Sutjidra.

Dengan proses penyelesaian proyek ini, Pemkab Buleleng berharap Jalan Bukti-Tunjung segera tuntas dan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat. Terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, serta mobilitas warga di wilayah Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca