Denpasar, baliilu.com – Untuk meringankan beban
bagi seluruh pekerja pariwisata karena berhentinya aktivitas pariwisata akibat
dampak dari penyebaran Covid-19 yang begitu masiv, Kementerian Pariwisata
Republik Indonesia berencana kembali menggelontorkan bantuan sembako sebanyak 11.000 paket
untuk tahap kedua.
Sebelumnya sekitar dua minggu lalu,
Kementerian Pariwisata sudah menggelontorkan sebanyak 8.600 paket sembako yang
sudah dibagikan ke para pekerja pariwisata. Untuk tahap kedua akan dibagikan
lagi kepada para pekerja yang belum menerima pada tahap pertama.
Hai itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata
Provinsi Bali, I Putu Astawa usai memimpin rapat koordinasi dengan komponen
pariwisata terkait masalah bantuan tersebut, di kantor Dinas Pariwisata
Provinsi Bali, Senin (27/4-2020).
Astawa menjelaskan tujuan rapat koordinasi ini
adalah, pertama untuk mensosialisasikan
kepada seluruh komponen pariwisata melalui assosiasi
pariwisata yang ada agar menginformasikan kepada seluruh anggotanya sekaligus
untuk mendata seluruh pekerja pariwisata yang belum memperoleh bantuan, agar
nantinya bisa mendapatkan bantuan. Kedua, rapat juga membicarakan masalah kriteria calon yang berhak
dan layak mendapatkan bantuan serta mekanisme yang akan diterapkan nanti dalam
penyalurannya.
Astawa menambahkan hal ini dilakukan agar
tidak terjadi salah sasaran dalam pemberian bantuan. Dalam rapat sudah didapat
beberapa kesepakatan antara lain, pekerja yang nantinya akan diberikan bantuan
adalah para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja serta pekerja yang dirumahkan tanpa bayaran.
Untuk mendata calon penerima tersebut dalam
rapat disepakati pendataan harus dilaksanakan lewat asosiasi pariwisata yang
ada, dan asosiasi
diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Jadi pekerja hotel dan restaurant akan didata oleh PHRI, pekerja travel agent dan biro perjalanan akan didata
oleh Asita, guide oleh HPI dan seterusnya.
‘’Agar tidak
memakan waktu yang lama, maka para pekerja diharapkan segera berkoordinasi
dengan asosiasi terkait sesuai perusahaan tempatnya bekerja,’’ pungkasnya.
Menurut Ketua PHRI Kabupaten Badung, IGAN Rai Surya Wijaya, sebagai pelaku pariwisata
yang juga memiliki banyak pekerja, menyarankan agar bantuan yang disalurkan
oleh pemerintah
agar sebisa mungkin tidak menimbulkan masalah.
Hal yang dikhawatirkan Gung Rai, sapaan akrab IGAN Rai Surya Wijaya, karena jumlah
pekerja di sektor pariwisata sangat banyak, ada 300 ribu di bidang hotel dan restaurant
saja, di bidang transportasi ada 75 ribu, selain itu sector industry ada 360
ribu, sector perdagangan ada 550 ribu totalnya ada 1.285.000. Hal ini sangat
tidak sebanding dengan bantuan yang dikucurkan yaitu 8.600 paket di tahap
pertama dan rencana 11.000 paket untuk tahap kedua.
Maka dari itu diperlukan mekanisme yang benar
dalam penyalurannya agar tidak terjadi permasalahan di lapangan. Maka dari itu
rapat ini dilaksanakan agar pembagian bisa dilakukan secepat dan setepat
mungkin, paling lambat bulan Mei, sudah bisa dinikmati oleh para pekerja.
“Jangan sampai sekelas manager atau owner
dari perusahan yang sampai menerima paket bantuan seperti ini. Jadi yang berhak
menerima adalah orang yang di-PHK atau orang yang dirumahkan tanpa bayaran,’’ tegasnya. (*/gs)