Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Update Covid-19 Selasa (28/4), Kasus Besar Terjadi di Bali: Positif Nambah 22 Orang, 8 Orang dari Banjar Serokadan Bangli

BALIILU Tayang

:

de
KETUA HARIAN GUGUS TUGAS COVID-19 BALI DEWA MADE INDRA

Denpasar, baliilu.com –  Pemerintah Provinsi Bali melalui Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewa Made Indra menyatakan perkembangan kasus Covid-19 yang kita hadapi bersama sampai Selasa petang (28/4-2020) belum memperlihatkan tanda-tanda kapan akan berakhir.

Pernyataan Dewa Indra pada pembuka video conference di Kantor Dinas Kominfos Provinsi Bali Renon Denpasar, Selasa petang (28/4) ini, terkait laporan yang terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini ada penambahan kasus positif Covid-19 dalam jumlah yang sangat besar.

‘’Belum pernah saya melaporkan jumlahnya sebesar ini, yakni 22 orang. Mereka ini adalah WNI, dibagi dalam kategori imported case oleh PMI (pekerja migran Indonesia-red) sebanyak 9 orang, dan transmisi lokal 13 orang. Sehingga sampai sore ini jumlah akumulatif terkonfirmasi positif menjadi 215 orang,’’ ujar Dewa Indra.

Namun hari ini pihak rumah sakit juga melaporkan ada pasien yang sembuh sebanyak 7 orang. Dengan demikian jumlah akumulatif yang sembuh 88 orang. Sementara yang meninggal astungkara tidak ada pertambahan, tetap 4 orang. Dewa Indra berharap ke depan tidak ada lagi sahabat kita yang meninggal karena Covid-19.

Selanjutnya yang masih dalam perawatan sebanyak 123 orang tersebar di 11 rumah sakit rujukan dan di tempat karantina yang dikelola Pemerintah Provinsi Bali.

Sebagian besar mereka dilaporkan dalam kondisi yang sehat, fisiknya sehat hanya harus diwajibkan diisolasi dan diperiksa swabnya sehingga akhirnya nanti bisa dinyatakan sembuh. ‘’Mari kita berdoa sahabat kita yang dalam perawatan bisa sembuh dalam waktu yang secepat mungkin,’’ kata Dewa Indra.

Dewa Indra kemudian lebih merinci data akumulatif positif sebanyak 215 orang. Di antaranya sebanyak 8 orang WNA dan 207 orang WNI. Dari 207 orang WNI ini dirinci kategori terinfeksi 133 orang positif karena imported case, dibawa dari luar negeri yang mayoritas PMI yang baru pulang dari luar negeri. Kemudian positif dari daerah terjangkit sebanyak 20 orang, serta sisanya positif melalui transmisi lokal 54 orang.

Baca Juga  Pernyataan Resmi Pemprov Bali, Wagub Cok Ace Lakukan Langkah Antisipasi Meluasnya Virus Corona

Kalau ketiga kategori ini dipersentasekan dari total positif 215 orang, maka imported case 65,58%, terinfeksi di daerah terjangkit 9,30 % dan melalui transmisi lokal 25,11%.

Ini artinya kasus yang terkonfimasi  positif sebagian besar imported case, kemudian transmisi lokal. Dan ini harus menjadi perhatian bersama terutama sekali transmisi lokalnya. ‘’Hari ini saya laporkan bertambah kasus positif 22 orang, 13 orang di antaranya transmisi lokal. Ke-13 ini saya lihat dan saya baca ternyata 8 orang berasal dari 1 Banjar Serokadan, Desa Abuan Bangli. 8 orang positif ini terinfeksi melalui transmisi lokal,’’ ujar Dewa Indra.

Sementara 4 orang lainnya juga sama dari satu lingkungan di Karangasem, dari lingkungan Banjar Padang Kerta. Mereka ini satu rumah, satu keluarga besar. Penyebab utamanya adalah mereka mendapatkan trasmisi lokal karena kontak dengan yang positif terlebih dahulu yakni pekerja migran yang pulang dan melakukan karantina mandiri.

‘’Karena jumlahnya sangat besar 8 orang dalam 1 banjar, saya sudah menelpon langsung Bupati Bangli hal ihwal sampai terjadi dalam jumlah yang besar ini. Saya mendapatkan informasi dari Bupati Bangli bahwa awalnya, 1 PMI yang positif melakukan karantina mandiri di rumah. Ia tanpa genjala kemudian ia berinteraksi biasa dengan keluarganya hingga kemudian 8 orang terinfeksi dalam satu banjar itu. Begitu juga di Karangasem, di satu lingkungan Padang Kerta ada 4 orang terinfeksi. Saya langsung menanyakan hal tersebut kepada Wakil Bupati Karangasem yang memperoleh jawaban gambaran yang sama. Sekaligus saya meminta kepada Bupati Bangli dan Wakil Bupati Karangasem untuk menjaga dengan baik supaya tidak ada lagi transmisi lokal di banjar, di lingkungan, di keluarga itu. Saya mohon untuk menjaga dengan baik karena ini adalah kasus yang cukup besar hari ini di Bali, paling banyak dari laporan beberapa hari yang lalu,’’ ujar Dewa Indra.

Baca Juga  Hari Ini di Denpasar 12 Orang Positif Covid-19, Semua dari Transmisi Lokal

Dari kedua peristiwa ini, di Bangli dan Karangasem, Dewa Indra mengambil kesimpulan bahwa arahan yang telah diberikan Pemprov Bali, oleh Gugus Tugas Pemprov Bali, bupati dan walikota pada tingkat implementasinya di lapangan belum dilaksanakan dengan penuh disiplin.

Kalau saja warga masyarakat, PMI yang baru pulang mengikuti arahan pemerintah dengan baik untuk melakukan karantina mandiri di rumah dengan menjaga jarak, dengan rajin mencuci tangan, tidak kontak dekat dengan orang lain maka kasus ini pasti tidak akan terjadi.  

Jika kasus ini terjadi berarti ada ketidakdisiplinan, ada ketidaktaatan kepada arahan pemerintah, ketidaktaan protokol pencegahan Covid-19. Mudah-mudahan peristiwa ini bisa menginspirasi kita semua tentang pentingnya disiplin melaksanakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Terutama sekali kepada sahabat PMI yang berasal dari Bali semuanya agar disiplin. Karena satu tidak disiplin atau ada dua tidak disiplin maka sudah menghasilkan 8 orang dan 4 orang menjadi 12 transmisi lokal. Bayangkan jika sebagian PMI tidak disiplin maka berapa yang akan terjadi kasus transmisi lokal.

‘’Maka dari pengalaman ini kami Gugus Tugas meminta kepada seluruh PMI baik yang melakukan karantina mandiri di rumah, maupun karantina pengelola pemerintah kabupaten kota untuk disiplin. Disiplin dalam menjaga jarak, disiplin membatasi interaksi dengan orang lain, disiplin mencuci tangan, disiplin menggunakan masker. Dan benar-benar mengisolasi diri dari orang lain sampai benar-benar tuntas melalui 2 kali rapid test dinyatakan negatif barulah benar-benar hadir bersama masyarakat,’’ ujar Dewa Indra.

Dewa Indra selaku Sekda Bali berharap jumlah ini yang terbesar dan tidak akan pernah terjadi lagi. Kuncinya adalah kedisiplinan kita semua. Sekali di antara kita meremehkan penyebaran Covid-19 maka hal ini akan terulang lagi. ‘’Karena itu sekali lagi saya berharap mari kita semuanya disiplin. Menyadari banyaknya orang tanpa gejala tetapi ia positif Covid-19 maka ini harus menguatkan kita disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, supaya tidak ada lagi yang  terinfeksi melalui transmisi lokal,’’ kata Dewa Indra.

Baca Juga  Rai Mantra Terima 1.300 Kantong Beras Bantuan Asosiasi Korea Bali, Harapkan Kerjasama Recovery di Masa Pandemi

Karena infeksi transmisi local bisa memiliki tingkat penyebaran yang tinggi jika di antara warga tidak disiplin. Oleh karena itu, mari kita disiplin, mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa memberkati kita semua dan penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan dengan baik, agar kehidupan dan penghidupan bisa segera pulih kembali.  (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Pernyataan Resmi Pemprov Bali, Wagub Cok Ace Lakukan Langkah Antisipasi Meluasnya Virus Corona

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  Hari Ini di Denpasar 12 Orang Positif Covid-19, Semua dari Transmisi Lokal

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Dari Webinar, Wabup Suiasa Paparkan Percepatan Transformasi Digital di Badung
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  Dari Webinar, Wabup Suiasa Paparkan Percepatan Transformasi Digital di Badung

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca