Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kenaikan Emisi Bayangi Ambisi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

BALIILU Tayang

:

RILIS IETO: Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa saat merilis Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2026, Rhetoric or Reality: Aligning Economic Growth with Energy Transition pada Kamis (20/11). (Foto: ist)

Jakarta, baliilu.com – Hingga akhir 2025 transisi energi Indonesia masih sekedar retorika dan gagal mencapai tujuan yang dicanangkan. Meski komitmen terhadap energi terbarukan tampak menguat dalam satu dekade terakhir, dominasi energi fosil justru semakin besar dan memperdalam ketergantungan pasokan energi. Wacana transisi energi yang mulai dicanangkan dari pemerintah sebelumnya, belum dapat diterjemahkan dalam aksi konkret. Di sisi lain, janji Presiden Prabowo untuk menghentikan energi fosil dalam 10-15 tahun dan mencapai 100 persen energi terbarukan masih menyisakan jurang implementasi yang lebar. 

IESR merilis Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2026, Rhetoric or Reality: Aligning Economic Growth with Energy Transition pada Kamis (20/11). Laporan yang terbit sejak 2018 ini memantau perkembangan transisi energi Indonesia dan kondisi pendukungnya. Selama sembilan tahun berturut-turut, Indonesia  gagal mencapai target bauran energi terbarukan, yang awalnya pada 2014 ditetapkan sebesar 23 persen pada 2025, tetapi baru tercapai  sekitar 16 persen pada pertengahan 2025. Tanpa mengubah arah, IESR memproyeksikan, jika masih berbasis fosil, maka target ekonomi 8 persen pada 2029, justru akan menaikkan emisi hingga 17 persen pada 2040 dan membuat pencapaian net-zero emission 2060 akan lebih berat dan mahal.

IESR menilai Indonesia perlu membuktikan kredibilitasnya dengan keluar dari retorika dan memperbaiki kebijakan, memperkuat infrastruktur jaringan, serta menutup kesenjangan pembiayaan. Perkembangan yang baik dari biaya energi terbarukan yang semakin murah, tumbuhnya industri pendukung seperti kendaraan listrik dan baterai serta tersedianya data proyek energi terbarukan yang siap dibangun merupakan modal besar yang harus dimanfaatkan agar Indonesia menjadi kekuatan energi terbarukan di kawasan.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, menyatakan adanya paradoks Indonesia yang tidak mau melepaskan diri dari energi fosil padahal memiliki sumber daya energi terbarukan yang sangat besar. Selain itu, keinginan untuk mempertahankan PLTU justru berlawanan dengan tren global di mana PLTU mulai ditinggalkan oleh negara-negara maju. Selain itu, investasi energi bersih dunia pada 2024 bahkan meningkat hingga sepuluh kali lipat dibandingkan investasi fosil. 

Baca Juga  Terima Kunjungan TANESCO di Jakarta, PLN Perkuat Sinergi Pengembangan Geothermal di Tanzania

“Transisi energi Indonesia berjalan lambat yang disebabkan oleh tiga hambatan struktural, yaitu kerangka peraturan yang tidak koheren, kebijakan fiskal yang memberikan insentif penggunaan energi fosil, dan fragmentasi institusi dan prioritas. Ketidakmampuan pemerintah mengatasi hambatan-hambatan membuat pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi terhambat, seiring memburuknya iklim investasi energi bersih,” ujar Fabby.

Fabby menekankan bahwa pemerintah perlu bekerja ekstra keras untuk memangkas hambatan transisi energi yang terus bertahan. Terdapat beberapa area utama yang membutuhkan transformasi segera, di antaranya koordinasi kebijakan dan prioritas antar lembaga yang selama ini lemah dan kerap bertabrakan, restrukturisasi industri kelistrikan, keputusan untuk menghentikan pembangunan PLTU baru dan pensiun PLTU, serta pemberian insentif dan instrumen pendanaan energi bersih. 

Analis Sistem Ketenagalistrikan IESR, Abraham Octama Halim, menjelaskan bahwa kebutuhan listrik Indonesia tumbuh sangat cepat, antara 3 hingga 10 persen setiap tahun. Pertumbuhan ini seharusnya diisi oleh energi terbarukan sehingga bauran energi terbarukan dapat naik cepat. Di luar sistem Jawa-Bali, pembangkit energi terbarukan dapat mengganti PLTD dan PLTU yang akan memberikan dampak penurunan biaya produksi tenaga listrik. Simulasi 100 persen energi terbarukan, yang dilakukan di Pulau Timor dan Sumbawa, dengan dominan PLTS dan baterai menunjukkan bahwa biaya pembangkitan dapat turun 3 hingga 21 persen, dengan keandalan sistem yang baik. Sayangnya, potensi ini masih jauh dari direalisasikan. 

“Alih-alih meningkat, bauran energi terbarukan di sistem on-grid justru turun dalam 5 tahun terakhir. Dari 13 persen di 2020, menjadi hanya 11,5 persen di 2024. Angka ini meleset dari target RUPTL 2021-2030 yang seharusnya 15 persen. Kami mengidentifikasi adanya kesenjangan lebar antara potensi energi terbarukan yang melimpah, perencanaan sistem, hingga realisasi di lapangan. Ini menunjukkan adanya tantangan yang terus-menerus dalam menerjemahkan ambisi pemerintah menjadi proyek nyata,” tambahnya. 

Baca Juga  IESR Pertanyakan Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa dan Mendesak Investigasi Transparan Gangguan Listrik 

Berdasarkan Transition Readiness Framework (TRF), indeks yang dikembangkan IESR sejak 2022 untuk mengukur kesiapan kondisi pendukung (enabling environment) transisi energi Indonesia, empat dari sebelas faktor yaitu kebijakan, kepemimpinan, dan investasi masih dinilai rendah (low), dan tidak berubah dari hasil 2024. 

Kontras dengan investasi energi terbarukan yang tidak mencapai target yang ditetapkan untuk tahun ini, subsidi fosil mengalami peningkatan di tahun ini dan  tahun depan  hingga akumulasinya pada periode 2022-2026 mencapai Rp1.023 triliun. Sementara itu, partisipasi publik dan penerimaan komunitas terhadap transisi energi masih berada pada tingkat sedang yang artinya kesadaran meningkat, tetapi belum berujung pada partisipasi yang bermakna.

Putra Maswan, Analis Finansial dan Ekonomi IESR menambahkan bahwa anggaran energi terbarukan di tingkat provinsi untuk 2025 relatif kecil, hanya Rp 426,7 miliar dari 33 provinsi. Minimnya anggaran membuat kemampuan pemerintah daerah membangun infrastruktur energi terbarukan terkendala, dengan demikian  bauran energi terbarukan tetap rendah. Ia mencontohkan Bali yang baru mencapai kurang dari tiga persen dari target 11 persen energi terbarukan pada 2025, meski memiliki potensi surya hingga 21 GW.

Untuk mendorong Indonesia bergerak lebih jauh menuju era energi terbarukan, IESR merekomendasikan enam langkah utama yaitu pertama, menyusun rencana pensiun energi fosil yang jelas dan terukur. Kedua, melakukan reformasi kelembagaan dan regulasi. Ketiga, memperluas pemanfaatan PLTS, PLTB, dan baterai. Keempat, mendorong relokasi atau pembangunan industri di wilayah yang memiliki pasokan energi bersih (low-carbon powershoring). Kelima, memperkuat pembiayaan energi terbarukan dan mengurangi subsidi fosil. Keenam, memastikan keterlibatan publik yang lebih bermakna. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Jadi Tuan Rumah “Berbelanja dan Berbagi” Ke-8, Badung Hadirkan 131 Pelaku Usaha Lokal dan Bantu 100 Warga

Published

on

By

Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ke-8 di Puspem Badung
BERBELANJA DAN BERBAGI: Pasar Rakyat bertajuk "Berbelanja dan Berbagi" Ke-8 Tahun 2026 di area Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (9/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Semangat gotong-royong dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan menggema di Kabupaten Badung. Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali berkolaborasi dengan TP PKK Kabupaten Badung sukses menggelar Pasar Rakyat bertajuk “Berbelanja dan Berbagi” Ke-8 Tahun 2026 di Area Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat (9/10).

Aksi sosial dan penguatan ekonomi ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, serta jajaran Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali dan pejabat terkait lingkungan Pemprov Bali serta Pemkab Badung.

Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda ini bukan sekedar ruang transaksi jual-beli biasa. Dua pilar utama, yaitu kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan serta pemberdayaan ekonomi mikro berjalan beriringan demi membantu masyarakat yang membutuhkan agar kelak bisa mandiri.

“Ini bukan sekedar ruang transaksi jual-beli tetapi kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan untuk masyarakat,” ucapnya.

Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, pasar rakyat kali ini menyalurkan bantuan sosial pangan secara merata kepada 100 warga prasejahtera yang tersebar di enam wilayah Kabupaten Badung.

Rincian penerima bantuan tersebut menyasar 30 warga dari Desa Darmasaba, 30 orang dari Kelurahan Sempidi, 27 orang dari Kelurahan Kapal, 7 orang dari Kelurahan Dalung, 3 orang dari Desa Kuwum, dan 3 orang dari Kelurahan Kerobokan Kaja.

Di sisi penguatan ekonomi, kegiatan ini menjadi berkah melimpah bagi para petani dan pelaku usaha kecil. Sebanyak 131 pelaku usaha lokal terlibat langsung mempromosikan produknya, yang terdiri dari 39 pelaku UMKM, 28 produsen produk pertanian dan pangan olahan, serta 64 pelaku usaha kuliner. Perputaran ekonomi ini dinilai efektif memotong jalur distribusi, sehingga memberikan keuntungan langsung bagi produsen lokal.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dialog Interaraktif ‘‘Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih‘‘

Ketua TP PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Koster, mengapresiasi kerja keras jajaran TP PKK Badung atas suksesnya pelaksanaan acara ini. Ia menegaskan bahwa gerakan “Berbelanja dan Berbagi“ merupakan komitmen berkelanjutan yang diinisiasi sejak periode kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster guna menjadikan kepedulian sosial sebagai budaya hidup masyarakat Bali.

“Konsep ‘Berbelanja dan Berbagi’ mengandung makna yang sangat dalam. Berbelanja produk lokal berarti kita menghargai karya anak bangsa dan menjaga kelestarian budaya. Sementara berbagi adalah wujud kemanusiaan yang luhur. Kesejahteraan tercipta saat kita saling menguatkan; yang mampu membantu yang kurang mampu, dan yang dibantu didorong untuk semakin mandiri,” ujarnya.

Melalui sinergi kokoh antara program provinsi dan kabupaten, gerakan ini diharapkan dapat melahirkan kemandirian ekonomi jangka panjang, sekaligus meratakan kesejahteraan krama di seluruh wilayah Badung dan Bali secara umum. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Tumpek Wayang, Bupati Adi Arnawa Optimis Badung Capai 100 Persen Pemilahan Sampah Desember 2026

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa sapa anak-anak saat sosialisasi PSBS di Puspem Badung
SOSIALISASI PSBS: Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menyapa anak-anak saat acara Sosialisasi PSBS “Akselerasi Badung Menuju Mandiri Badung” di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (9/10). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Langkah strategis diambil Pemerintah Kabupaten Badung dengan menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) bertajuk “Akselerasi Badung Menuju Mandiri Badung” di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (9/10). Acara yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung ini dirangkaikan dengan peringatan Rahina Tumpek Wayang sebagai momentum penguatan kesadaran ekologis.

Aksi ini bertujuan menggencarkan sosialisasi, pendampingan, serta gerakan nyata pemilahan sampah di tingkat desa, kelurahan, hingga desa adat. Pemkab Badung mempertegas komitmen agar seluruh rumah tangga di wilayah setempat mampu mencapai target 100 persen pemilahan sampah pada Desember 2026.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya sosialisasi ini. Ia optimis target besar tersebut dapat terealisasi di akhir tahun dengan mengoptimalkan fungsi TPS-3R dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Badung.

“Saya berharap melalui sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat memahami PSBS. Penerapan pemilahan harus dimulai dari rumah tangga masing-masing. Anak-anak sekolah yang hadir pun secara teori sudah banyak paham dan bahkan sudah melaksanakan. Momentum ini akan mendongkrak persentase partisipasi krama agar target 100 persen pemilahan sampah rumah tangga di tahun 2026 bisa tercapai,” ujarnya.

Bupati juga memuji langkah DLHK yang melibatkan siswa-siswi SD guna membangun budaya bersih sejak dini sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu, ia meminta desa adat, kelurahan, dan perbekel memperkuat regulasi lokal tentang PSBS di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Ketua PSBS Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menekankan pentingnya pemahaman jenis sampah di tingkat rumah tangga karena perbedaan jenis sampah menentukan metode pengelolaannya. Ia mengajak krama menyukseskan Gerakan Sadar Sampah Dari Rumah melalui aksi cegah sampah, memilah (organik, daur ulang, residu), menghabiskan makanan, serta mengomposkan sisa makanan.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dialog Interaraktif ‘‘Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih‘‘

“Saya mengajak masyarakat menggalakkan Gerakan Sadar Sampah melalui tiga pilar utama. Pertama, pembatasan dengan menyetop plastik sekali pakai dan selalu membawa tumbler serta wadah belanja ramah lingkungan. Kedua, habiskan makanan untuk mencegah timbulan food waste. Ketiga, pilah dari sumber agar tidak mencampur sampah demi mencegah beban berlebih di TPA,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh Forkopimda Badung, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara Ni Nyoman Santi, Sekda Badung IB Surya Suamba, Kepala OPD, Majelis Desa Adat (MDA), para Camat, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, pengelola TPS-3R, pengurus bank sampah, serta Kepala Sekolah se-Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Fashion Roadshow di Buleleng, Dekranasda Bali Dorong Pembinaan Desainer dan UMKM Lokal

Published

on

By

Dekranasda Bali Fashion Roadshow bertema Wastra Hitakara di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, dihadiri Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster dan Wabup Buleleng Gede Supriatna
WASTRA HITAKARA: Dekranasda Bali Fashion Roadshow dengan tema "Wastra Hitakara" yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja Bali, Kamis (8/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali terus berkomitmen memajukan ekosistem kriya dan busana daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Nyonya Putri Suastini Koster, saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara Dekranasda Bali Fashion Roadshow dengan tema “Wastra Hitakara” yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja Bali, Kamis (8/10).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng beserta jajaran pengurus, pimpinan OPD Provinsi Bali, serta para tamu undangan.  Dalam sambutannya, Nyonya Putri Suastini Koster menyampaikan bahwa Dekranasda Provinsi Bali terus konsisten menghadirkan ruang ekspresi bagi pelaku seni mode di Bali melalui tiga pilar kegiatan fashion, yakni Bali Fashion Day, Bali Fashion Week, serta Bali Fashion Roadshow to Kabupaten/Kota.

“Melalui ajang roadshow ini, kami berharap Dekranasda Kabupaten/Kota dapat membina para desainer, UMKM, hingga model di daerahnya masing-masing. Jika pembinaan di tingkat kabupaten berjalan optimal, Dekranasda Provinsi akan lebih mudah merangkul dan membawa mereka ke panggung yang lebih luas,” ujar Putri Suastini Koster.

Ia menekankan pentingnya peran desainer sebagai penggerak ekosistem. Menurutnya, seorang desainer sejati tidak sekadar meniru karya orang lain, melainkan menguasai teknik dasar pembuatan pola dan mampu mengaplikasikan perpaduan kain tenun tradisional Bali dengan bahan lainnya. Ekosistem ini dinilai mampu menggerakkan rantai ekonomi tempatan, mulai dari para penenun kain tradisional, penjahit, koreografer, komposer musik, hingga para model berbakat asal Bali.

Lebih jauh, Dekranasda Bali memaparkan rekam jejak kiprah desainer Bali yang telah menembus panggung internasional, seperti ajang peragaan busana di Paris bersama manajemen Christian Dior pada tahun 2022 serta partisipasi dalam peringatan hubungan diplomatik di Jepang pada tahun 2023. Untuk agenda mendatang, Dekranasda Bali merencanakan partisipasi pada ajang pameran busana di Korea, Cina, serta kawasan Eropa.

Baca Juga  PLN Journalist Award 2022, Momen Wartawan Gelorakan Semangat Energi Bersih

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng Nyonya Ida Ayu Wardhany Sutjidra, mengapresiasi tinggi dukungan Ketua Dekranasda Provinsi Bali yang terus mendorong para pelaku industri kreatif dan pengrajin di berbagai daerah untuk lebih memahami nilai ekonomis dan budaya dari karya mereka. “Bali Fashion Roadshow ini merupakan momentum strategis dalam mempromosikan serta mengoptimalkan potensi kerajinan lokal, khususnya kain endek.

Ida Ayu Wardhany Sutjidra menegaskan bahwa kain endek bukan sekadar busana pelengkap penampilan, melainkan warisan budaya yang kaya akan nilai filosofis. “Kerajinan endek bukan hanya merupakan kain yang berbalut pada tubuh kita, tetapi kerajinan endek ini merupakan suatu warisan budaya yang mempunyai makna yang sangat besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihak Dekranasda Buleleng berkomitmen untuk terus membina para pengrajin UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk hingga naik kelas dan berdaya saing luas.

Gelaran acara kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana yang menampilkan karya dari enam desainer asal Denpasar dan Buleleng.  Kehadiran enam desainer menjadi ruang bagi talenta kreatif untuk mengeksplorasi kain tenun dan kekayaan wastra Bali menjadi busana yang memiliki daya tarik pasar. Panggung fesyen tersebut sekaligus memperlihatkan peluang kolaborasi antara perajin kain, desainer, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca