Sunday, 2 October 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ketua TP PKK Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya Dukung Kebaya Sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO

BALIILU Tayang

:

rai wahyuni
Ketua TP PKK Tabanan sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M saat menghadiri Parade Kebaya Nusantara 2022, melibatkan ratusan Wanita Bali, Sabtu (17/9). (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Kebaya sebagai balutan pakaian khas nusantara dan juga warisan budaya Indonesia sudah sepatutnya dilestarikan penggunaannya. Sebagai Ketua TP PKK Tabanan sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M sangat mendukung kegiatan Parade Kebaya Nusantara 2022, yang dihadirinya di Puri Agung Tabanan, dengan melibatkan ratusan Wanita Bali, Sabtu (17/9).

Parade Kebaya ini sebagai salah satu upaya, dalam rangkaian dukungan untuk menetapkan Hari Kebaya Nasional, dan juga Penetapan Kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda sekaligus Pengusulan Kebaya Sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Kegiatan ini tentunya juga mendapat dukungan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Bintang Puspayoga yang saat itu hadir.

Kala itu sekaligus mendampingi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M, selaku tuan rumah di Tabanan, juga Ida Cokorda Anglurah Tabanan selaku tuan rumah Puri Agung Tabanan, Rai Wahyuni sekaligus menyambut Staff Khusus Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Anggota Komisi IX DPR RI, dan turut juga menghadiri Sekda Tabanan, para Asisten, para Kepala  OPD di Lingkungan Pemkab Tabanan, dan juga komunitas-komunitas dan peserta yang mengikuti parade. 

Ketua TP PKK Tabanan, Rai Wahyuni, kala itu menggerakkan 700 peserta yang terdiri dari 500 orang PKK se-Kecamatan Tabanan dan diikuti oleh 200 peserta perwakilan kampus, sekolah dan dari komunitas. Pentingnya kegiatan ini khususnya bagi perempuan, sebab kebaya tak hanya sebatas menjadi pakaian, tapi juga jati diri perempuan Indonesia dan Bali khususnya. Terutama penggunaannya sudah tidak asing lagi dan telah menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) wanita di Bali di setiap kegiatan, baik kegiatan keagamaan, seni maupun budaya.

Baca Juga  Selalu Mensupport, Ketua TP PKK Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali 2022

Tabanan sebagai lokasi terpilih di Bali, setelah sebelumnya Parade Budaya ini dilakukan di 5 lokasi berbeda di Indonesia, yakni Solo, Semarang, Samarinda, Jakarta dan Medan. Sedemikian halnya, pelestarian kebaya ini dapat terus dibumikan di seantero nusantara, misi dalam menjadikan hari Nasional Kebaya Menuju UNESCO ini kemudian menjadi tantangan bersama. 

Pelestarian kebaya ini diyakini tak hanya mampu membumikan busana dan budaya tradisional Indonesia, namun juga mampu memajukan perekonomian Indonesia melalui UMKM pengrajin Kebaya beserta perlengkapannya. Hal tersebut tentunya bersinergi dengan pemberdayaan perekonomian perempuan dalam perjalanannya. Dijelaskan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga, parade Budaya Nusantara yang dilaksanakan di Bali sangatlah spesial, berkaitan dengan tempat, merupakan suatu kesatuan. 

“Harapan kami, melalui roadshow parade nusantara, tantangan ke depan ialah bagaimana kita membumikan kebaya ini di daerah-daerah lainnya, dan bicara budaya tidak hanya pelestariannya saja, tapi menggeliatkan perekonomian, ini sama halnya dengan memberdayakan ekonomi perempuan,” ujar Bintang. Pihaknya meyakini jika perempuan sudah berdaya secara ekonomi, maka akan mampu menyelesaikan isu-isu lainnya. Terutama jika penggunaan kebaya ini bisa saling bersinergi dengan bangkitnya UMKM di Indonesia. 

Pihaknya menjelaskan, UMKM sangatlah didukung dengan pelestarian kebaya, karena 65 juta UMKM di Indonesia, 64 jutanya adalah usaha mikro dan dari sana, 60%-nya dikelola dan dimiliki oleh perempuan. “Kalau penggunaan kebaya bergeliat, berarti pemberdayaan perekonomian perempuan juga bergeliat,” pesannya lebih lanjut. 

Rai Wahyuni Sanjaya tentunya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan kebudayaan ini. Terutama yang mengedepankan peran perempuan dalam pembangunan dan pelestarian adat dan budaya. “Kami sangat berbangga dengan acara ini, dan kami harap dengan adanya parade kebaya seperti ini, bisa mampu menjadi produk budaya yang nantinya diakui oleh UNESCO, sehingga juga mendapat pengakuan dari dunia bahwa kebaya merupakan produk budaya Indonesia,” paparnya. 

Baca Juga  Peringati Hari Kartini, Rai Wahyuni Sanjaya Ajak Kaum Ibu Mampu Jadi Sosok Wanita yang Menginspirasi

Pihaknya menyatakan, pentingnya pelestarian ini agar kebaya nantinya tidak diklaim oleh negara lain sebagai produk budaya asing. “Banggalah dengan produk budaya asli Indonesia, terutama perempuan agar semakin bangga menggunakan kebaya, tidak hanya pada acara keagamaan saja, tapi kebaya juga bisa digunakan untuk semua kegiatan,” imbuhnya. Pihaknya juga memandang penting kemajuan UMKM di Tabanan yang berkaitan dengan Budaya Kebaya ini, dan selaku Ketua Dekranasda menyatakan siap mendukung kebangkitan UMKM di Tabanan dalam pelestarian adat dan budaya. 

Komitmennya tersebut diwujudkan dengan menandatangani Draft Perjanjian yang berisi Penetapan Hari Kebaya Nasional, Penetapan Kebaya Sebagai Warisan Budaya Tak Benda dan Pengusulan Kebaya sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO yang dilakukan oleh Bupati Tabanan, diikuti oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Sekda, Pimpinan LKP Agung beserta komunitas terkait. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Published

on

By

Sekda
Sekda Wayan Adi Arnawa saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2022/1444 Hijriah di Gedung Serbaguna Al Hikmah, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (2/10). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Nyoman Giri Prasta menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2022/1444 Hijriah yang diadakan oleh Yayasan Al Hikmah di Gedung Serbaguna Al Hikmah, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (2/10) yang ditandai dengan pelepasan balon.

Dengan mengambil tema “Rasullah Muhammad SAW, Idola dan Inspirasiku” berbagai bentuk kegiatan sesuai dengan tradisi dan budaya daerah setempat mewarnai peringatan ini seperti Bakti Sosial, Jalan Sehat, Bazaar, Sholawat, Menghias Telur dan Sekda Adi Arnawa ikut berbaur dengan peserta untuk mengikuti jalan santai.

Turut hadir Ketua Yayasan Al Hikmah Pery F Rizal, Lurah Kerobokan Kaja, Perwakilan Camat Kuta Utara dan undangan lainnya. Sekda Adi Arnawa turut serta di akhir kesempatan Sekda Badung menyerahkan bantuan pribadi dari Bupati Badung sebesar Rp10 Juta.

Dalam sambutannya Sekda Badung mengatakan, mewakili Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang diselenggarakan oleh Yayasan Al Hikmah sekaligus membuka kegiatan ini. Sebagaimana diketahui, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang kental pada masyarakat di kalangan umat muslim. Bukan hanya di Indonesia, tradisi ini juga diperingati oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Secara substansial, Maulid Nabi merupakan perayaan yang digelar sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam.

Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat mengingat kembali tauladan sehingga bisa mengembalikan diri menjalankan kehidupan sehari-hari. Patut diteladani buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana.

“Kami mengajak semua yang hadir di sini untuk terus bersama-sama meningkatkan persaudaraan sebagai sebuah bangsa, meningkatkan persaudaraan sesama umat manusia dan meningkatkan persaudaraan di antara sesama umat Islam. Oleh karena itu, besar harapan saya seluruh komponen umat Islam kiranya dapat memberikan perhatian yang sungguh-sungguh dalam membina umat, melihat kebhinekaan sebagai rahmat yang harus dikelola dengan baik sehingga dapat menjawab tantangan bangsa dalam kebersamaan, sehingga apapun hasil yang diperoleh nantinya, dapat terus membangun kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga  Selalu Mensupport, Ketua TP PKK Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali 2022

Sementara itu Ketua Yayasan Al Hikmah Pery F Rizal mengatakan, Yayasan Al- Hikmah merasa terhormat dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Sekda Badung Adi Arnawa dan undangan lainnya yang sudah menyempatkan hadir di untuk membuka acara dan sekaligus memperingati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H.

“Kami atas nama Yayasan Al- Hikmah menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila dalam penyambutan, penyajian konsumsi kurang berkenaan di hati undangan semuanya. Mari kita bersama-sama mendoakan Bapak Bupati Badung Giri Prasta dan Bapak Sekda Badung Adi Arnawa selalu diberikan kesehatan dan mudah-mudahan Beliau bisa menjadi pemimpin kita yang dekat dengan masyarakatnya,” harapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta “Mendem Pedagingan” di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan Lawak Belok/Sidan

Published

on

By

Bupati Badung
Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Upacara Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Ngenteg Linggih di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan Banjar Lawak, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Sabtu (1/10). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Upacara Mecaru, Panca Kelud, Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Alit di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan Banjar Lawak, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Sabtu (1/10).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Nyoman Giri Prasta menandatangani Prasasti di Pura setempat serta menyerahkan bantuan dana aci Rp 100 juta dan secara pribadi membantu Rp 25 juta. Turut hadir Anggota DPRD Badung I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, Camat Petang AA Ngr Raka Sukaeling, Sekcam Petang, Perbekel Desa Belok/Sidan I Made Rumawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Bupati Nyoman Giri Prasta menyampaikan rasa bangga dan bahagianya bisa hadir sekaligus menyaksikan Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Alit di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan. Diharapkan dalam pelaksanaan upacara ini dilaksanakan dengan cara gotong royong, dan bersama- sama secara tulus ikhlas. Dalam pelaksanaan pujawali ini dapat dikatakan, puja itu dilaksanakan oleh sulinggih bersama pemangku dan walinya dilaksanakan oleh welaka, ada sekaa gong, pesantian, dan Topeng Sidakarya.

Lebih lanjut dikatakan, pengempon pura dadia yang pertama wajib astiti ke Ida Hyang Widhi Wasa, kedua bakti ke kawitan, ketiga tindih ke bhisama, dan terakhir guyub ke pasemetonan. “Karena dapat dikatakan kita ini saling sumbah, mesidikara, dan saling parid di mana saling sumbah kita kepada Ida Hyang Ratu Pasek, mesidikara di mana kita duduk sama rendah berdiri sama tinggi, dan yang terakhir saling parid yaitu satu bisa dibagi berdua, dan sebelum Indonesia merdeka di Bali ini hanya dharmaning leluhur, maka dari itulah kita semua ini, yang pertama dharmaning leluhur, yang kedua dharmaning agama dan yang ketiga dharmaning negara,” ungkap Giri Prasta.

Baca Juga  Ketua TP PKK Tabanan Sinergikan Aksi Sosial Bersama TP PKK Provinsi Bali di Desa Beraban

Sementara itu manggala karya I Made Sarta, mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaan Bupati Badung bersama undangan yang berkenan hadir di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan untuk melaksanakan Karya Mecaru, Panca Kelud, Rsi Gana, Melaspas lan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Alit yang puncaknya jatuh pada tanggal 5 0ktober 2022 dan pada tanggal 1 Oktober dilaksanakan upacara mecaru dan mendem pedagingan.

Disampaikan kehadapan Bupati bahwa Pengempon Dadia Pasek Gelgel Pegatepan Desa Lawak ini berjumlah 236 KK. Di Desa Adat Lawak ada 19 KK, Desa Adat Bon 5 KK, Jempanang ada 4 KK, Sekarmukti 4 KK, Desa Adat Selantang 4 KK dan Desa Adat Tinggan 4 KK. Sisanya berasal dari Kabupaten Buleleng Banjar Tabang, Desa Bebetan Kecamatan Sawan.

“Pembangunan Pura Dadia ini bersumber dari swadaya semua pengempon dan kami mohonkan kepada Bapak Bupati agar membantu kami untuk  pembangunan bale kulkul, perantenan, dan sarana gamelan. Dapat kami sampaikan juga yadnya ini sudah terlaksana dari Tanggal 1 September yang lalu dan untuk paridana persiapan upacara ini urunan dari krama pengempon Pura Dadia,” jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri “Karya Pitra Yadnya Ngasti Wedana” Banjar Pemijian Carangsari Petang

Published

on

By

Bupati
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Pitra Yadnya, Ngasti Wedana di Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Minggu (2/10). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Pitra Yadnya, Ngasti Wedana Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Minggu (2/10). Dalam kesempatan tersebut turut hadir Penglingsir Puri Agung Carangsari, Anggota DPRD Badung I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, bersama I Gst Lanang Umbara, Perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Camat Petang AA Ngr Raka Sukaeling, Sekcam Petang Serta Unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Carangsari I Made Sudana, serta tokoh masyarakat setempat. Bupati Giri Prasta juga membantu dana aci Rp 150 juta dan secara pribadi Rp 10 juta, I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, bersama I Gst Lanang Umbara, masing-masing Rp 5 juta.

Dalam sambutannya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan semangat krama Banjar Adat Pemijian Carangsari untuk melaksanakan upacara yadnya memukur kinembulan ini secara bersama-sama di mana memukur kinembulan ini dapat dibilang memukur yang artinya nyekah dan kinembulan artinya bersama atau secara gotong royong. Diharapkan rasa gotong royong dan persatuan krama Pemijian ini harus tetap dijaga demi kemajuan pembangunan di Desa Adat Carangsari yang akan diwariskan kepada generasi penerus. 

“Pelaksanaan upacara memukur kinembulan ini yang dapat dibilang “Agate, Watemana, Anagata. Kami mengajak semeton semua harus selalu berpedoman dengan ajaran Agama Hindu berlandaskan Dharmaning Leluhur, Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara. Kami harapkan, semua prosesi upacara ini dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kita kepada leluhur yang diupacarai,” pintanya.

Sementara itu Manggala Karya Ida Bagus Nama Rupa mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung bersama undangan lainnya, di mana dalam melaksanakan Karya Pitra Yadnya, Ngasti Wedana Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Petang yang diikuti sebanyak 10 puspa nyekah dan 7 orang mesangih/potong gigi.

Baca Juga  Peringati Hari Kartini, Rai Wahyuni Sanjaya Ajak Kaum Ibu Mampu Jadi Sosok Wanita yang Menginspirasi

“Pelaksanaan karya ini kami semua mengawali dengan Matur Piuning tanggal 19 September 2022, tanggal 22 September 2022 Ngeruak dan Nyukat Genah Peyadnyan, dan tanggal 2 Oktober 2022 mendatangkan undangan dinas dan adat, lanjut Ngangget Daun Beringin, Ngiasin Sekah, Ngekeb sane Mepandes, dan pada tanggal 3 Oktober 2022 Puncak Karya Adining Karya Atma Wedana. Adapun rangkaian acara Ngulapin/Ngajum Puspa, Melaspas Bengko/Bukur, Mepurwa Daksina, potong gigi dan Ngening. Puncak Karya ini dipuput oleh Ratu Pedanda Gede Manuaba Carangsari dan terakhir pada tanggal 4 Oktober 2022 Meajar-ajar ke Pura Goa Lawah beserta ngelinggihin di Merajan masing-masing,” terangnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca