Sunday, 2 October 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ketua Dekranasda Bali Jadi Pembicara pada Acara ‘’Apa Kabar UMKM Bali’’

Ny. Putri Koster Ingin Tumbuhkan Kesadaran Bersama Pentingnya Pelestarian Budaya

BALIILU Tayang

:

ny. putri koster
Ny. Putri Suastini Koster saat tampil menjadi pembicara pada acara ‘’Apa Kabar UMKM Bali’’ (AKU BALI) yang disiarkan secara langsung dari studio TVRI Bali, pada Kamis (15/9/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster tampil menjadi pembicara pada acara ‘’Apa Kabar UMKM Bali’’ (AKU BALI) yang disiarkan secara langsung dari studio TVRI Bali, pada Kamis (15/9/2022). Talkshow yang mengusung tema ‘’Melestarikan Warisan Tenun Songket Bali’’ itu juga menghadirkan perajin tenun Ni Wayan Astini dan Ketut Darmawan.

Mengawali paparannya, Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster menyampaikan komitmennya dalam pelestarian kain tenun tradisional Bali. Sejak awal mengemban tugas sebagai Ketua Dekranasda Bali, ia gencar menyerap aspirasi guna memetakan persoalan yang dihadapi oleh perajin kain tenun tradisional, khususnya endek dan songket. Dari hasil penelusurannya, ia mendapati persoalan serius yang dihadapi kain endek dan songket. Endek karya perajin lokal terdesak oleh kain serupa yang diproduksi secara massal di luar Bali. Sementara songket harus berhadapan dengan produsen kain bordir yang menjiplak motif kain khas tradisional Bali tersebut. “Khusus bicara tentang kain songket, di lapangan banyak kita temukan produk yang menyerupai songket Bali. Tapi setelah kita pegang, ternyata itu kain bordir. Bordirnya juga bukan lagi yang konvensional, tapi sudah menggunakan mesin berteknologi canggih,” ujarnya.

Sejalan dengan makin canggihnya teknologi, menurutnya kualitas kain yang dihasilkan makin menyerupai songket. Menurutnya situasi ini tak boleh dibiarkan karena menjadi ancaman serius bagi kain songket. “Ini ancaman besar, ibu berpikir jauh ke depan. Jika tak diantisipasi, 10 tahun, 15 tahun atau mungkin 50 tahun lagi, Bali akan kehilangan salah satu warisan leluhur yang begitu adiluhung yaitu kain songket,” bebernya. Ancaman itu sangat masuk akal karena kain bordir motif songket berkualitas makin baik dijual dengan harga jauh lebih murah dari songket asli. Yang dikhawatirkan, konsumen akan lebih memilih kain bordir motif songket sehingga kain tenun asli tidak laku, penenun jadi tidak sejahtera dan mereka berhenti menenun. “Jika ini terjadi, tak akan ada lagi regenerasi kegiatan menenun,” ungkapnya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster Hadiri Aksi Sosial Berbakti dan Berbagi di Buleleng
ny. putri koster
Ny. Putri Suastini Koster saat tampil menjadi pembicara pada acara ‘’Apa Kabar UMKM Bali’’ (AKU BALI) yang disiarkan secara langsung dari studio TVRI Bali, pada Kamis (15/9/2022). (Foto: Ist)

Sebelum terlambat, Ny. Putri Koster ingin menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya pelestarian budaya. “Yang penting untuk dilestarikan bukan hanya alam, namun juga warisan budaya berupa kain tenun tradisional,” ujarnya. Untuk menumbuhkan kesadaran dalam pelestarian kain tenun tradisional, utamanya songket, ia gencar melakukan edukasi dari hulu ke hilir. Di hulu, Dekranasda Bali mendorong adanya perlindungan hak kekayaan terhadap kain songket. Difasilitasi oleh Disperindag Bali dan mendapat dukungan penuh dari Gubernur Wayan Koster, kain songket Bali telah memiliki surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Menurutnya, pencatatan KIK ini akan menjadi landasan dalam melakukan sosialisasi dan edukasi. Kalau sebelumnya, ia hanya menghimbau dan mengajak semua pihak berperan aktif dalam upaya pelestarian. “Dengan adanya hak kekayaan komunal, ini menjadi landasan yang kuat untuk melakukan edukasi. Sebelumnya kan ibu hanya bisa bilang, jangan gini dong,” imbuhnya.

Selain memudahkan dalam melakukan edukasi, KIK yang dikantongi kain songket akan mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang melakukan tindakan mengancam pelestarian songket. “Setidaknya mereka akan lebih berhati-hati, tak bebas seperti sebelumnya dalam memperlakukan motif kain ini,” cetusnya.

Ke depan, edukasi akan diarahkan pada upaya mengingatkan produsen kain bordir agar tak lagi menjiplak motif songket yang dibuat dengan susah payah. Ditambahkan oleh Putri Koster, inovasi dalam produksi kain dengan memanfaatkan kemajuan teknologi itu sah-sah saja. Meskipun demikian, inovasi yang dilakukan jangan sampai mematikan yang lain. “Istilahnya mencari untung tak bikin orang lain buntung,” tandasnya. Untuk itu, produsen kain bordir diminta menciptakan motif sendiri dan tidak lagi menjiplak motif tenun songket.

Selain di tingkat produsen, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini juga gencar melakukan sosialisasi di level penjual. Ia senantiasa mengingatkan agar penjual tak memasarkan kain bordir yang menjiplak motif songket. Selanjutnya di tingkat konsumen, ia mendorong tumbuhnya kesadaran untuk mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian kain tenun tradisional dengan lebih menghargai karya perajin lokal. Sebagai jalan tengah, Bunda Putri gencar mengampanyekan slogan ‘’Produk Berkualitas dengan Harga Pantas’’. Artinya, perajin diedukasi untuk mematok keuntungan 25 persen dari biaya produksi. Dengan demikian, harga produk tak akan mencekik konsumen sehingga mereka tertarik untuk membeli. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Semangat RA Kartini masih Sangat Relevan Diterapkan pada Masa Kini, hingga Masa Mendatang

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Published

on

By

Sekda
Sekda Wayan Adi Arnawa saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2022/1444 Hijriah di Gedung Serbaguna Al Hikmah, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (2/10). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Nyoman Giri Prasta menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2022/1444 Hijriah yang diadakan oleh Yayasan Al Hikmah di Gedung Serbaguna Al Hikmah, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (2/10) yang ditandai dengan pelepasan balon.

Dengan mengambil tema “Rasullah Muhammad SAW, Idola dan Inspirasiku” berbagai bentuk kegiatan sesuai dengan tradisi dan budaya daerah setempat mewarnai peringatan ini seperti Bakti Sosial, Jalan Sehat, Bazaar, Sholawat, Menghias Telur dan Sekda Adi Arnawa ikut berbaur dengan peserta untuk mengikuti jalan santai.

Turut hadir Ketua Yayasan Al Hikmah Pery F Rizal, Lurah Kerobokan Kaja, Perwakilan Camat Kuta Utara dan undangan lainnya. Sekda Adi Arnawa turut serta di akhir kesempatan Sekda Badung menyerahkan bantuan pribadi dari Bupati Badung sebesar Rp10 Juta.

Dalam sambutannya Sekda Badung mengatakan, mewakili Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang diselenggarakan oleh Yayasan Al Hikmah sekaligus membuka kegiatan ini. Sebagaimana diketahui, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang kental pada masyarakat di kalangan umat muslim. Bukan hanya di Indonesia, tradisi ini juga diperingati oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Secara substansial, Maulid Nabi merupakan perayaan yang digelar sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam.

Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat mengingat kembali tauladan sehingga bisa mengembalikan diri menjalankan kehidupan sehari-hari. Patut diteladani buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana.

“Kami mengajak semua yang hadir di sini untuk terus bersama-sama meningkatkan persaudaraan sebagai sebuah bangsa, meningkatkan persaudaraan sesama umat manusia dan meningkatkan persaudaraan di antara sesama umat Islam. Oleh karena itu, besar harapan saya seluruh komponen umat Islam kiranya dapat memberikan perhatian yang sungguh-sungguh dalam membina umat, melihat kebhinekaan sebagai rahmat yang harus dikelola dengan baik sehingga dapat menjawab tantangan bangsa dalam kebersamaan, sehingga apapun hasil yang diperoleh nantinya, dapat terus membangun kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga  Ny. Putri Koster: Semangat RA Kartini masih Sangat Relevan Diterapkan pada Masa Kini, hingga Masa Mendatang

Sementara itu Ketua Yayasan Al Hikmah Pery F Rizal mengatakan, Yayasan Al- Hikmah merasa terhormat dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Sekda Badung Adi Arnawa dan undangan lainnya yang sudah menyempatkan hadir di untuk membuka acara dan sekaligus memperingati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H.

“Kami atas nama Yayasan Al- Hikmah menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya apabila dalam penyambutan, penyajian konsumsi kurang berkenaan di hati undangan semuanya. Mari kita bersama-sama mendoakan Bapak Bupati Badung Giri Prasta dan Bapak Sekda Badung Adi Arnawa selalu diberikan kesehatan dan mudah-mudahan Beliau bisa menjadi pemimpin kita yang dekat dengan masyarakatnya,” harapnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta “Mendem Pedagingan” di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan Lawak Belok/Sidan

Published

on

By

Bupati Badung
Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Upacara Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Ngenteg Linggih di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan Banjar Lawak, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Sabtu (1/10). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Upacara Mecaru, Panca Kelud, Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Alit di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan Banjar Lawak, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Sabtu (1/10).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Nyoman Giri Prasta menandatangani Prasasti di Pura setempat serta menyerahkan bantuan dana aci Rp 100 juta dan secara pribadi membantu Rp 25 juta. Turut hadir Anggota DPRD Badung I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, Camat Petang AA Ngr Raka Sukaeling, Sekcam Petang, Perbekel Desa Belok/Sidan I Made Rumawan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Bupati Nyoman Giri Prasta menyampaikan rasa bangga dan bahagianya bisa hadir sekaligus menyaksikan Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Alit di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan. Diharapkan dalam pelaksanaan upacara ini dilaksanakan dengan cara gotong royong, dan bersama- sama secara tulus ikhlas. Dalam pelaksanaan pujawali ini dapat dikatakan, puja itu dilaksanakan oleh sulinggih bersama pemangku dan walinya dilaksanakan oleh welaka, ada sekaa gong, pesantian, dan Topeng Sidakarya.

Lebih lanjut dikatakan, pengempon pura dadia yang pertama wajib astiti ke Ida Hyang Widhi Wasa, kedua bakti ke kawitan, ketiga tindih ke bhisama, dan terakhir guyub ke pasemetonan. “Karena dapat dikatakan kita ini saling sumbah, mesidikara, dan saling parid di mana saling sumbah kita kepada Ida Hyang Ratu Pasek, mesidikara di mana kita duduk sama rendah berdiri sama tinggi, dan yang terakhir saling parid yaitu satu bisa dibagi berdua, dan sebelum Indonesia merdeka di Bali ini hanya dharmaning leluhur, maka dari itulah kita semua ini, yang pertama dharmaning leluhur, yang kedua dharmaning agama dan yang ketiga dharmaning negara,” ungkap Giri Prasta.

Baca Juga  Bali Membutuhkan Generasi Sehat dan Cerdas

Sementara itu manggala karya I Made Sarta, mengucapkan banyak terimakasih atas kesediaan Bupati Badung bersama undangan yang berkenan hadir di Pura Dadia Pasek Gelgel Pegatepan untuk melaksanakan Karya Mecaru, Panca Kelud, Rsi Gana, Melaspas lan Mendem Pedagingan serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mepedudusan Alit yang puncaknya jatuh pada tanggal 5 0ktober 2022 dan pada tanggal 1 Oktober dilaksanakan upacara mecaru dan mendem pedagingan.

Disampaikan kehadapan Bupati bahwa Pengempon Dadia Pasek Gelgel Pegatepan Desa Lawak ini berjumlah 236 KK. Di Desa Adat Lawak ada 19 KK, Desa Adat Bon 5 KK, Jempanang ada 4 KK, Sekarmukti 4 KK, Desa Adat Selantang 4 KK dan Desa Adat Tinggan 4 KK. Sisanya berasal dari Kabupaten Buleleng Banjar Tabang, Desa Bebetan Kecamatan Sawan.

“Pembangunan Pura Dadia ini bersumber dari swadaya semua pengempon dan kami mohonkan kepada Bapak Bupati agar membantu kami untuk  pembangunan bale kulkul, perantenan, dan sarana gamelan. Dapat kami sampaikan juga yadnya ini sudah terlaksana dari Tanggal 1 September yang lalu dan untuk paridana persiapan upacara ini urunan dari krama pengempon Pura Dadia,” jelasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Giri Prasta Hadiri “Karya Pitra Yadnya Ngasti Wedana” Banjar Pemijian Carangsari Petang

Published

on

By

Bupati
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Pitra Yadnya, Ngasti Wedana di Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Minggu (2/10). (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Pitra Yadnya, Ngasti Wedana Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Minggu (2/10). Dalam kesempatan tersebut turut hadir Penglingsir Puri Agung Carangsari, Anggota DPRD Badung I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, bersama I Gst Lanang Umbara, Perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, Camat Petang AA Ngr Raka Sukaeling, Sekcam Petang Serta Unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Carangsari I Made Sudana, serta tokoh masyarakat setempat. Bupati Giri Prasta juga membantu dana aci Rp 150 juta dan secara pribadi Rp 10 juta, I Gst Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, bersama I Gst Lanang Umbara, masing-masing Rp 5 juta.

Dalam sambutannya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi dan dukungan semangat krama Banjar Adat Pemijian Carangsari untuk melaksanakan upacara yadnya memukur kinembulan ini secara bersama-sama di mana memukur kinembulan ini dapat dibilang memukur yang artinya nyekah dan kinembulan artinya bersama atau secara gotong royong. Diharapkan rasa gotong royong dan persatuan krama Pemijian ini harus tetap dijaga demi kemajuan pembangunan di Desa Adat Carangsari yang akan diwariskan kepada generasi penerus. 

“Pelaksanaan upacara memukur kinembulan ini yang dapat dibilang “Agate, Watemana, Anagata. Kami mengajak semeton semua harus selalu berpedoman dengan ajaran Agama Hindu berlandaskan Dharmaning Leluhur, Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara. Kami harapkan, semua prosesi upacara ini dapat diikuti oleh semua keluarga sebagai tanggung jawab serta wujud bakti kita kepada leluhur yang diupacarai,” pintanya.

Sementara itu Manggala Karya Ida Bagus Nama Rupa mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bupati Badung bersama undangan lainnya, di mana dalam melaksanakan Karya Pitra Yadnya, Ngasti Wedana Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Petang yang diikuti sebanyak 10 puspa nyekah dan 7 orang mesangih/potong gigi.

Baca Juga  Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Terima Audiensi Pengelola Mangga Dua Square

“Pelaksanaan karya ini kami semua mengawali dengan Matur Piuning tanggal 19 September 2022, tanggal 22 September 2022 Ngeruak dan Nyukat Genah Peyadnyan, dan tanggal 2 Oktober 2022 mendatangkan undangan dinas dan adat, lanjut Ngangget Daun Beringin, Ngiasin Sekah, Ngekeb sane Mepandes, dan pada tanggal 3 Oktober 2022 Puncak Karya Adining Karya Atma Wedana. Adapun rangkaian acara Ngulapin/Ngajum Puspa, Melaspas Bengko/Bukur, Mepurwa Daksina, potong gigi dan Ngening. Puncak Karya ini dipuput oleh Ratu Pedanda Gede Manuaba Carangsari dan terakhir pada tanggal 4 Oktober 2022 Meajar-ajar ke Pura Goa Lawah beserta ngelinggihin di Merajan masing-masing,” terangnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca