Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ketua Dekranasda Bali Jadi Pembicara pada Acara ‘’Apa Kabar UMKM Bali’’

Ny. Putri Koster Ingin Tumbuhkan Kesadaran Bersama Pentingnya Pelestarian Budaya

Loading

BALIILU Tayang

:

ny. putri koster
Ny. Putri Suastini Koster saat tampil menjadi pembicara pada acara ‘’Apa Kabar UMKM Bali’’ (AKU BALI) yang disiarkan secara langsung dari studio TVRI Bali, pada Kamis (15/9/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster tampil menjadi pembicara pada acara ‘’Apa Kabar UMKM Bali’’ (AKU BALI) yang disiarkan secara langsung dari studio TVRI Bali, pada Kamis (15/9/2022). Talkshow yang mengusung tema ‘’Melestarikan Warisan Tenun Songket Bali’’ itu juga menghadirkan perajin tenun Ni Wayan Astini dan Ketut Darmawan.

Mengawali paparannya, Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster menyampaikan komitmennya dalam pelestarian kain tenun tradisional Bali. Sejak awal mengemban tugas sebagai Ketua Dekranasda Bali, ia gencar menyerap aspirasi guna memetakan persoalan yang dihadapi oleh perajin kain tenun tradisional, khususnya endek dan songket. Dari hasil penelusurannya, ia mendapati persoalan serius yang dihadapi kain endek dan songket. Endek karya perajin lokal terdesak oleh kain serupa yang diproduksi secara massal di luar Bali. Sementara songket harus berhadapan dengan produsen kain bordir yang menjiplak motif kain khas tradisional Bali tersebut. “Khusus bicara tentang kain songket, di lapangan banyak kita temukan produk yang menyerupai songket Bali. Tapi setelah kita pegang, ternyata itu kain bordir. Bordirnya juga bukan lagi yang konvensional, tapi sudah menggunakan mesin berteknologi canggih,” ujarnya.

Sejalan dengan makin canggihnya teknologi, menurutnya kualitas kain yang dihasilkan makin menyerupai songket. Menurutnya situasi ini tak boleh dibiarkan karena menjadi ancaman serius bagi kain songket. “Ini ancaman besar, ibu berpikir jauh ke depan. Jika tak diantisipasi, 10 tahun, 15 tahun atau mungkin 50 tahun lagi, Bali akan kehilangan salah satu warisan leluhur yang begitu adiluhung yaitu kain songket,” bebernya. Ancaman itu sangat masuk akal karena kain bordir motif songket berkualitas makin baik dijual dengan harga jauh lebih murah dari songket asli. Yang dikhawatirkan, konsumen akan lebih memilih kain bordir motif songket sehingga kain tenun asli tidak laku, penenun jadi tidak sejahtera dan mereka berhenti menenun. “Jika ini terjadi, tak akan ada lagi regenerasi kegiatan menenun,” ungkapnya.

Baca Juga  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster Menerima Audiensi Ketua DPD Wanita Tani Indonesia
ny. putri koster
Ny. Putri Suastini Koster saat tampil menjadi pembicara pada acara ‘’Apa Kabar UMKM Bali’’ (AKU BALI) yang disiarkan secara langsung dari studio TVRI Bali, pada Kamis (15/9/2022). (Foto: Ist)

Sebelum terlambat, Ny. Putri Koster ingin menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya pelestarian budaya. “Yang penting untuk dilestarikan bukan hanya alam, namun juga warisan budaya berupa kain tenun tradisional,” ujarnya. Untuk menumbuhkan kesadaran dalam pelestarian kain tenun tradisional, utamanya songket, ia gencar melakukan edukasi dari hulu ke hilir. Di hulu, Dekranasda Bali mendorong adanya perlindungan hak kekayaan terhadap kain songket. Difasilitasi oleh Disperindag Bali dan mendapat dukungan penuh dari Gubernur Wayan Koster, kain songket Bali telah memiliki surat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Menurutnya, pencatatan KIK ini akan menjadi landasan dalam melakukan sosialisasi dan edukasi. Kalau sebelumnya, ia hanya menghimbau dan mengajak semua pihak berperan aktif dalam upaya pelestarian. “Dengan adanya hak kekayaan komunal, ini menjadi landasan yang kuat untuk melakukan edukasi. Sebelumnya kan ibu hanya bisa bilang, jangan gini dong,” imbuhnya.

Selain memudahkan dalam melakukan edukasi, KIK yang dikantongi kain songket akan mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang melakukan tindakan mengancam pelestarian songket. “Setidaknya mereka akan lebih berhati-hati, tak bebas seperti sebelumnya dalam memperlakukan motif kain ini,” cetusnya.

Ke depan, edukasi akan diarahkan pada upaya mengingatkan produsen kain bordir agar tak lagi menjiplak motif songket yang dibuat dengan susah payah. Ditambahkan oleh Putri Koster, inovasi dalam produksi kain dengan memanfaatkan kemajuan teknologi itu sah-sah saja. Meskipun demikian, inovasi yang dilakukan jangan sampai mematikan yang lain. “Istilahnya mencari untung tak bikin orang lain buntung,” tandasnya. Untuk itu, produsen kain bordir diminta menciptakan motif sendiri dan tidak lagi menjiplak motif tenun songket.

Selain di tingkat produsen, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri ini juga gencar melakukan sosialisasi di level penjual. Ia senantiasa mengingatkan agar penjual tak memasarkan kain bordir yang menjiplak motif songket. Selanjutnya di tingkat konsumen, ia mendorong tumbuhnya kesadaran untuk mengambil peran aktif dalam upaya pelestarian kain tenun tradisional dengan lebih menghargai karya perajin lokal. Sebagai jalan tengah, Bunda Putri gencar mengampanyekan slogan ‘’Produk Berkualitas dengan Harga Pantas’’. Artinya, perajin diedukasi untuk mematok keuntungan 25 persen dari biaya produksi. Dengan demikian, harga produk tak akan mencekik konsumen sehingga mereka tertarik untuk membeli. (gs/bi)

Baca Juga  Cegah Covid-19, Ny. Putri Koster Ajak Kaum Ibu Edukasi Anak-anak Disiplin Prokes

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Bupati Sanjaya Ikuti Persembahyangan Pujawali di Besakih, Mohon Kerahayuan Jagat Tabanan

Published

on

By

Bupati Sanjaya Sembahyang di Pura Besakih
PENANDATANGANAN PRASASTI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Memperkuat sradha bhakti sekaligus memohon kerahayuan jagat Tabanan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti persembahyangan Pujawali Ngenem Sasih yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Prasasti Hibah Penataan Pura di Pura Basukian Puseh Jagat dan Pura Goa Raja, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (14/10).

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten III, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Setibanya di Pura Basukian Puseh Jagat, Bupati Sanjaya beserta jajaran menuju Genah Pesandekan Pura Basukian untuk katuran boga alit, kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan sungkem ring gedong Pura Basukian. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti hibah penataan pura.

Rangkaian persembahyangan kemudian berlanjut ke Pura Goa Raja, yang juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti. Kehadiran Bupati Sanjaya dalam kegiatan keagamaan ini menjadi wujud sradha bhakti sekaligus permohonan agar masyarakat dan wilayah Kabupaten Tabanan senantiasa dianugerahi kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan selaras antara aspek sekala dan niskala. “Dalam membangun Tabanan, kita harus menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala, agar pembangunan berjalan harmonis dan kerahayuan senantiasa menyertai masyarakat,” ungkapnya.

Selain sebagai wujud bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, persembahyangan ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk memperkuat nilai spiritualitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Dengan landasan sradha bhakti yang kuat, diharapkan pelaksanaan pembangunan di Tabanan senantiasa berjalan harmonis, berlandaskan nilai-nilai spiritual dan demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Ketua TP PKK Bali Bersinergi dengan Ketua TP PKK Kabupaten/Kota Se-Bali Gelar Pasar Rakyat ‘‘Berbelanja dan Berbagi‘‘ di Gianyar
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Rangkaian “Pengratep Karya Mamungkah” di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori Desa Adat Tonja

Published

on

By

HADIRI KARYA MAMUNGKAH : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10).

Di sela upacara, Wawali Arya Wibawa menjelaskan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Yang patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk membangun kesadaran, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat diwujudkan melalui Tri Guna Karya dan Satwika Karya.

Arya Wibawa juga berharap, setelah dilaksanakannya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari ini, seluruh umat, terutama warga dan pengempon, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya, I Made Oka Bagiartha, mengatakan rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari telah dimulai sejak 13 Oktober 2026 dan puncaknya dilaksanakan hari ini, 14 Oktober 2026, yakni Upacara Puncak Pengratep Karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Baca Juga  Siap Bersaing di Dunia Globalisasi, Wanita Bali Harus Siap dan Terus Jadi Garda Terdepan Dalam Rumah Tangga

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi Desa Adat Renon

Published

on

By

HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, dan Padudusan Alit di Merajan Pande Wesi, Banjar Pande, Desa Adat Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Rahina Buda Wage Klawu, Rabu (14/10) pagi.

Turut mendampingi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Lurah Renon I Gede Suweca, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Wawali Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan karya yang dipuput oleh Sri Mpu Griya Taman Punggul, Abiansemal tersebut.

“Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini yang dilaksanakan dengan kebersamaan dan rasa tulus ikhlas, dapat memberikan berkah kerahayuan bagi masyarakat pengempon, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergi Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau semangat gotong-royong inilah yang membingkai jati diri Kota Denpasar sebagai kota berbasis kebudayaan.

Ketua Panitia Karya, Made Budana, menjelaskan rangkaian karya dimulai sejak 30 September 2026 melalui Nuasen Karya. Dilanjutkan 11 Oktober 2026 Mendak Nuntun Dewa Hyang ring Pura Dalem Puri, dan 13 Oktober 2026 Melasti ke Segara.

Puncak karya dilaksanakan hari ini, Rahina Buda Wage Klawu, 14 Oktober 2026. Sementara upacara Nyineb Karya dan Nyegara Gunung di Pura Goa Lawah akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 mendatang.

“Kami berharap pelaksanaan karya dengan rasa tulus ikhlas ini dapat memberikan kebaikan bagi warga kami dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  TP PKK Provinsi Bali Gelar Lomba Senam dan Memasak, Gerakkan Potensi Masyarakat Sejak Dini
Lanjutkan Membaca